“Cessa!” panggil mami Cessa saat melihat cessa.
“Mami!” Cessa segera berlari memeluk maminya.
“Ini ada apa ya pak memanggil kami kesini” tanya papi cessa.
Kepala sekolah itu memandang kedua orang tua Cessa lalu beralih memandang cessa. “Mohon maaf ibu dan bapak, anak ibu dan bapak tidak bisa bersekolah disekolah ini, karena bisa memalukan nama baik sekolah saya” ucap kepala sekolah itu.
“Apa?!” Teriak serentak kedua orang tua cessa.
“Apa yang putri saya lakukan hingga merusak nama baik sekolah ini?!” pekik Mami cessa lagi.
Kepala sekolah itu menatap cessa dan Rafa, “Putri ibu dan putra ibu ini, telah melakukan hal tidak sepantasnya didalam halaman sekolah”.
“enggak mam! Ini salah paham!” pekik Cessa, cessa lebih dulu menceritakan cerita versinya dengan berurai air mata.
“Tapi yang saya liat mereka hampir melakukan hal itu, mereka berciuman dan saling berhimpitan” ujar kepala sekolah itu lagi.
Cessa menggeleng cepat, sementara rafa hanya menghela nafas Panjang.
“Liat CCTV aja pa, susah-susah kami bela diri juga gak bakal bisa buat kepala sekolah itu percaya” Rafa akhirnya mengeluarkan suaranya, padahal sejak orang tuanya datang dia tidak ada berbicara sedikitpun.
“Benar, cctv bisa membuktikan semuanya”.
“CCTV kami rusak pak, dan kebetulan diruangan itu tidak ada cctv nya” elak kepala sekolah itu, memang dibagian dalam ruangan itu tidak ada cctv, tapi cctv adanya di Lorong menuju ruangan, dan itu tidak ada rusak. “mohon maaf sekali saya tidak bisa menerima putri ibu disekolah ini karena perbuatannya, dan putra bapak dan ibu akan saya scors karena dia kedapatan sedang melakukan hal tidak baik disekolah”.
“Pak bagaimana jika mereka berdua menikah? Saya tidak bisa melihat purtri sahabat saya diperlakukan tidak adil seperti ini, dan lagi pula mereka hampir ketahuan melakukan hal mesum, mereka masih kepergok menggunakan bajukan pak?” usul mama Rafa.
Bapak kepala sekolah itu berpikir sebentar, dia ingin tetap menolak anak perempuan itu, tapi ini juga merupakan tambahan dana dari kedua orang tua itu, lagi pula sebenarnya jika dipaksa untuk mencari bukti diayang akan dipermalukan disana.
“Ide bagus, jadi jika mereka ingin melakukan hal mesum mereka sudah sah sebagai suami istri, dan dengan begini nama pihak sekolah tidak tercoreng”.
“Apa menikah?” pekik Cessa, rafa memang tidak mengatakan apapun dari mulutnya tapi pandangan mata pria itu yang melotot menunjukkan bentuk protes.
“Ide bagus itu” seru mami Cessa.
“Gak” Protes Rafa.
“Gak mau! Cessa masih 17 tahun, masih sekolah” Tolak Cessa.
“Pihak sekolah akan merahasikan pernikahan ini dan insiden yang terjadi, dan juga nona cessa bisa sekolah disekolah saya, karena jika mereka menikah mereka sudah tidak berzina lagi” ujar si kepala sekolah dengan cepat. Dia ingin secepatnya menyelesaikan masalah itu, agar rahasianya tidak terbongkar dan tetap terjaga rapi.
“Baik pak, kami akan menikahkan mereka besok, dan akan menunjukkan surat nikahnya pada bapak setelah mereka menikah” ujar papi Cessa.
“Papi! Cessa gak mau! Cessa kan udah jelasin, cessa gak melakukan apapun dengan beruang kutub ini! Ini semua salah paham pi” protes cessa. “Woiii! Lu bantuin gih!” Cessa berteriak pada Rafa yang sepertinya tampak pasrah dengan keputusan itu.
Bukannya membantu Rafa hanya mengangkat kedua bahunya acuh, dia sih sudah pasrah dengan keputusan semua orang, timbang Cessa tidak bisa sekolah, dan mau protes bagaimanapun Rafa tau tidak aka nada jalan keluar kecuali mereka benar-benar menikah.
“baiklah, besok pagi kami sekeluarga akan datang ke rumah kamu Har, sekalian saya akan membawa pengulu nya, jadi dengan begini masalahnya selesai bukan?” ujar papa Rafa.
Cessa hendak protes lagi, tapi mulutnya segera dibekap oleh maminya, agar gadis kecil itu tidak berbicara lagi.
“karena masalahnya sudah selesai secara kekeluargaan, jadi saya akan mengizinkan nona Cessa untuk bersekolah disekolah saya minggu depan, setelah pernikahan kedua nya terlaksana” ucap kepala sekolah itu dengan bergaya sok nya.
“Baik pak, kalau begitu kami semua akan permisi” pamit kedua pasang orang tua itu.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Selama perjalanan pulang cessa terus-terusan protes dengan keputusan sepihak yang diambil kedua orang tuanya.
“Pokoknya Cessa gak mau nikah titik!” pekik cessa.
“Kamu sudah memalukan nama baik papi dan mami, untung pihak kepala sekolah mau merahasiakan insiden itu” Bentak papi Cessa.
“Udah berapa kali cessa bilang itu insiden pi!, bukan seperti yang dikatakan kakek-kakek itu!” kekeh Cessa.
“Kamu itu sebenarnya juga udah dijodohkan dengan Rafa sejak masih didalam perut mami, percepat pernikahan juga gak papa, lagian dengan begini kalian bisa melakukan hal-hal yang tidak dibolehkan agama dengan sah kan” Mami Dona ikutan berbicara.
“AHhh! Udah cessa bilang berapa kali sih mi, cessa tidak melakukan apapun!” bantah cessa lagi entah untuk keberapa kalinya.
“Udah kamu nurut aja apa kata Papi dan Mami, jika tidak mau, papi akan tahan semua fasilitas ponsel dan semua kartu atm kamu, termasuk uang dari hasil kamu jadi youtuber” ancam papi Harri.
“Papi tau Cessa punya tabungan hasil dari Cessa main game dan jadi youtuber?” gumam cessa pelan.
“Papi tau semuanya cessa, mau kamu sembunyikan bagaimanapunpapi tetap tau, jadi kamu mau semua fasilitas yang ada padamu papi cabut atau menuruti perkataan papi?” ancam papi harri sekali lagi.
“Tap ikan pi, cessa masih sekolah”
“Gak ada tapi-tapian, pihak sekolah juga sudah setuju, lagian kamu juga yang salah, kenapa kamu mesti masuk kedalam ruangan itu, jika kamu tidak masuk tidak akan jadi seperti ini”
‘PUk puk’ Cessa memukul kepalanya sendiri dengan tangannya, “Ya, papi benar semuanya salah Cessa, cessa yang salah karena terlalu pensaran, dan berakibat seperti ini, benar banger, cessa benar benar bodoh”.
‘puk puk’ Kembali gadis itu memukuli kepalanya sendiri, dengan tangannya.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Rafa sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya dan disebelah rafa ada kakak satu-satunya si gavin.
“Ada apa pa, panggil gavin kesini?” Tanya Gavin, dia menatap sinis adiknya yang duduk tepa disebelahnya.
“Adikmu besok akan nikah, dan papi ingin memberikan separuh perusahaan papi untuk Rafa, dia sekarang harus bisa mendapatkan uang sendiri untuk menafkahi istrinya”.
“Apa?! Gak bisa gitu dong! Selama ini gavin yang susah-susah membantu papa untuk membesarkan perusahaan itu, dan seenaknya papa berikan karena dia akan menikah! Gavin gak terima Pa!” Tolak Gavin dengan pasti.
“Gavin, Rafa juga adikmu, dia berhak juga mendapatkan warisan dari papa, mau dikasih makan apa istrinya jika dia tidak mempunyai pekerjaan” Sebenarnya ini juga rencana orang tua Rafa agar gavin mau berbagi dengan adiknya itu, sejak kecil Gavin selalu menganggap Rafa adalah musuhnya.
“Gak pa! gavin gak bakal terima! Kalian selalu pilih kasih dengan anak kesayangan kalian itu! Lagian dia masih sekolah ngapain udah nikah-nikah aja!” Protes Gavin lagi.
“Gavin! Ini perusahaan papa, dan papa berhak untuk membagi perusahaan ini untuk anak-anak papa!” Seperti kata pepatah Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, papa Rafa sama juga keras kepalanya seperti putra pertamanya.
“Pa, ma, udah Rafa gak papa, rafa gak masalah gak mendapatkan perusahaan papa, berikan aja semuanya pada Abang” lerai Rafa, dia yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.
“Rafa, kamu tidak bisa selamanya mengalah dengan kakakmu! Ini juga adalah hak kamu” bela mama Rafa.
“Belain terus anak kesayangan kalian itu!” Bentak Gavin , dia segera beranjak dari sana, karena selalu dia yang kalah dalam perdebatan yang terjadi.
...🌜🌩🌩🌩🌩🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
anisa f
tercoreng pie to
wong g ada org lain yg liat, yg bakal nyebarin kejadian ini jg sapa, dan yg bakal tercoreng jg sapa 🤦♀️
2023-06-01
0
anisa f
sekolah saya???
2023-06-01
0
Qaisaa Nazarudin
Aneh aja hanya di tuangan itu yg CCTV nya rosak, apa kepsek nya sengaja merosakkan CCTV di ruangan itu??karena dia selalu keruangan itu utk menonton flem biru itu??Harusnya di ruangan itu CCTV nya gak boleh rosak,karena akan ada yg manpaatinnruangan itu,
2023-04-29
0