Cessa terloncat dari duduknya ketika Rafa masuk kedalam kamarnya, ini pertama kalinya seorang pria masuk dalam kamarnya.
"Kenapa kau bisa masuk!" Pekik cessa sambil melempar bantal ke ara Rafa.
Rafa mengambil bantal itu sambil menarik koper nya masuk ke dalam kamar.
"Coba ingat-ingat lagi, aku ini siapa? hingga boleh masuk ke dalam sini"
"Kau siapa?!" pekik cessa lagi, gadis itu menolak untuk ingat, dia sudah menikah baru beberapa jam yang lalu. "Mami!! ada penguntit masuk kamar cessa mi!"
tidak berapa lama kedua orang tua cessa dan prince masuk kedalam kamar gadis itu.
"Ada apa cess?" tanya mami Dona dengan ke bingungan.
"itu mi itu! masak teman abang masuk ke kamar cessa!" Pekik cessa yang sudah berdiri di tempat tidurnya.
Mami Dona berjalan mendekati Cessa, "Kemari cess" mami mengisyaratkan tangannya agar cessa mendekati mami dona.
"Kenapa mi?" cessa duduk kembali ditempat tidur dan mendekati maminya.
"awwww awwww sakit mi" teriak cessa karena dia baru saja mendapatkan jeweran dari maminya itu.
"itu suami kamu, jelas dia masuk kesini" ujar mami Dona masih dengan tangan yang menjewer telinga Cessa.
"Suami? ka-pan, hehehehe" cessa nyengir lebar setelah ingat bahwa dia baru saja menikah beberapa jam yang lalu.
"Rasain lu cess!" ledek prince.
"Mi, bisa lepasin gak? sakit mi" lirih cessa sambil melirik telinganya yang masih dijewer.
"masih ngusir suami sendiri lagi?"
"gak mi, tadi cess lupa mi benaran, gak lagi deh" janji cessa sambil menunjukkan tangannya yang membentuk tanda v.
"Awas ya kalau mami dengar kamu tanya lagi itu siapa!" ancam mami Dona sebelum keluar dari kamar cessa.
"iya-iya" lenguh cessa sambil memegangi telinganya yang sakit karena dijewer tadi.
Rafa masuk semakin dalam menuju lemari cessa.
"Dimana aku bisa meletakkan bajuku?" tanya Rafa sambil melirik istrinya itu.
"Letak aja disitu nanti aku rapikan" gerutu cessa, masih memegangi telinganya.
"Masih sakit?"
"waaa" Cessa mundur mendadak dan kepalanya membentur dinding, pasalnya Rafa muncul mendadak dan memegangi telinga Cessa yang tadi di jewer.
"jangan berteriak lagi, nanti mami mu akan kesini" ucap Rafa dengan mengisyaratkan tangannya di bibir cessa.
"A-anu kamar mandinya disana" cessa menunjuk kamar mandi di kamarnya.
"ahh iya aku lupa bawa handuk" gumam Rafa.
"bentar" cessa berlari menuju lemarinnya mengambil handuk baru yang masih tersimpan di lemari itu. "pakai ini aja". cessa langsung memberikan handuk itu pada Rafa.
" Baiklah Terima kasih" Rafa tersenyum manis pada istri barunya itu.
'Deg'
"Sialan jantung gue gak bisa diajak kompromi" batin cessa.
"Ahh baju__" Rafa hendak keluar dari kamar mandi mengambil bajunya, tapi ucapan pria itu terhenti ketika melihat cessa mulai mengeluarkan baju-baju Rafa dan mulai memasukkannya ke dalam lemari.
"Mau pakai yang mana?" tanya cessa santai.
"itu terserah saja" jawab Rafa singkat.
Cessa lalu mengambilkan pakaian santai yang untuk Rafa, "ini" setelah memberi kan pada Rafa gadis itu kembali duduk didekat lemari sambil merapikan pakaian Rafa.
Rafa sedikit tersenyum ketika Cessa memberikan pakaian padanya, dia merasa diperhatikan, selama ini tidak banyak orang yang memberikan perhatian seperti itu padanya.
Rafa bersyukur dia menikah lebih cepat jadi dia bisa keluar dari rumah keluarganya lebih cepat, itu juga salah satu faktor kenapa Rafa tidak menolak pernikahan itu.
Rafa juga berencana akan tinggal di apartemen miliknya jika cessa dan dia sudah keluar dari rumah Keluarga cessa, itu semua karena Rafa tidak mau setiap hari berdebat dengan abangnya, dia juga ingin Menghindari cessa dari abangnya yang kekanak-kanakan itu.
...🌜☀☀☀☀🌛...
Rafa keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih tampak basah.
'tok tok tok'
"Raf! Rafa! masih bangun?! Rafa" suara prince menyadarkannya yang sedang melamun menatap istri barunya yang sedang tertidur.
'ceklek'
"Ada apa?" ketus Rafa.
"Main game yuk, sekalian tambah simpanan untuk di upload minggu depan di channel mu" tawar Prince.
"Ahhh topeng gue ketinggalan di rumah, belum sempat gue ambil".
" Pakai topeng lain aja sesekali" Prince masuk ke kamar cessa dan meng obrak-abrik kamar cessa.
"Mau ngapain lo? nanti cessa marah"
"Tenang nanti gue rapiin lagi, kalau gak salah cess punya banyak topeng" ucap prince sambil terus mencari tempat persembunyian Cessa.
"Nah ini dia" Seru Prince, dia mengeluarkan kotak yang berisikan macam-macam topeng.
"Cessa hobi simpan topeng?" ucap spontan Rafa.
"hahahaha, gak raf, dia sama juga seperti kita, punya akun youtube game sendiri, dia sering pakai topeng untuk merahasiakan dirinya seperti kita" jelas Prince.
"Cessa bisa main game?" Rafa mengambil salah satu topeng yang tampak sangat simpel.
"yup, dan kalian memang seperti jodoh, kamu tau akun youtube 'Queen AR'?" tanya prince.
"'Queen AR?' bukannya nama akun youtube yang pernah gue bilang hampir mengikuti nama akun gue itu?"
Nama akun youtube Rafa adalah 'King AR' sama persis bukan, karena nama ini kedua orang itu sering di jodoh-jodohkan bakal sering digosipkan punya hubungan.
"Iya tu liat queen mu sedang asik tidur" ledek Prince yang tampak kembali merapikan barang-barang cessa ke tempatnya semula.
"Ayo" aja prince lagi.
Rafa segera mengikuti prince menuju kamarnya, lagi pula besok masih hari minggu, dia tidak perlu untuk bangun terlalu pagi kan.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
"Rafa, fa, bangun fa" cessa berusaha membangunkan suaminya itu.
perlahan mata Rafa sedikit terbuka, dia sedikit mengucek matanya, dia baru tertidur pukul 3 subuh, bagaimana tidak sulit untuk dibangunkan.
"Apaan?" Suara Rafa terdengar sedikit serak.
"mau sholat sama-sama atau sendiri- sendiri aja?" tanya cessa.
"pukul berapa sekarang?" tanya Rafa masih dengan suara seraknya yang menggoda iman.
"pukul lima" jawab cessa.
"Bentar, aku ambil wudhu dulu, aku jadi imam" Dengan sedikit sempoyongan Rafa menuju kamar mandi, untuk mengambil wudhu.
Itu adalah pertama kalinya kedua pasangan suami istri baru itu sholat berjamaah bersama.
Setelah selesai sholat, cessa menyalami punggung tangan Rafa.
"masih mau lanjut tidur atau mau makan di bawah" tanya cessa.
"masih ngantuk, boleh lanjut tidur kan?"
Cessa sedikit terkekeh mendengar ucapan suaminya yang seperti anak kecil.
"ya udah, nanti mau sarapan apa?"
"Apa aja, aku gak milih makanan dan gak ada pantangan" Rafa kembali masuk kedalam selimut dan menutup tubuhnya hingga kepala.
"Baiklah" pasrah cessa, dia beranjak merapikan sejadah dan mukena nya.
Sebelum pergi keluar cessa kembali melirik suami barunya itu. "Pasti di ajak main sama abang, makanya seperti itu".
.
" Pagi mam" Cessa mengecup pipi maminya.
"Pagi sayang, mau bantuin mami masak ya?" tanya mami.
"iya mam, kan waktu cessa disini sama mami bentar doang, jadi cessa puas-puasin untuk dekat-dekat mami" jawab cessa sambil memeluk tubuh maminya.
"makasih ya sayang, mami senang kamu mau nurut semua permintaan mami" ujar mami Dona.
"Iya, sekarang kita masak, buat para pria yang masih tidur itu" cessa terkekeh di akhir kalimatnya.
"Suami kamu masih tidur nak?" tanya mami.
"Iya mi, mungkin abang ajak dia main sampai subuh, jadi tadi masih ngantuk, abis sholat lanjut tidur lagi" jelas cessa, tangan gadis itu dengan lincah mengambil beberapa bahan dan mulai memotongnya.
"Mami senang anak mami pandai masak, kamu harus menguasai perut suamimu, biar gak jajan diluar ya" nasehat mami dona.
"Beres mi" kekeh Cessa.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Nah itu tau..😂😂
2024-03-29
0
Alejandra
Kok istri baru, kayak Rafa udah pernah nikah aja...
2023-10-05
0
Qaisaa Nazarudin
Astaga ini jih kalo sahabat jadi ipar tinggal lg satu rumah,Ganggu aja 🤣🤣🤣🤣
2023-04-29
0