Begitu sampai di rumah cessa langsung mengalami orang tuanya yang sedang nonton TV berdua.
"Aduuhh mesra nya berduan terus" goda cessa pada kedua orang tuanya.
"Apaan si dek, ganguin papi lagi kencan aja sama mami, sana kamu kencan di kamar sama suami kamu" balas papi Harri.
"Apaan sih!" cessa langsung ngibrit ke kamarnya. dia terlalu malu jika disuruh untuk menatap wajah Rafa.
"Pi, mi Rafa ke atas duluan ya" pamit Rafa pada kedua orang tua cessa.
"iya, cepat urusi istri kamu yang suka ngambek itu" kekeh papi.
.
'Ceklek' Rafa membuka kamar cessa dengan perlahan dia takut mengejutkan gadis itu lagi.
'syuurr syurrr' terdengar suara air yang mengalir dari kamar mandi cessa, dan Rafa yakin cessa langsung masuk kamar mandi begitu sampai ke kamar.
Rafa langsung berjalan menuju meja belajar cessa mengambil tugas sekolah yang harus dikumpul besok.
'Ceklek' cessa keluar kamarnya dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dada hingga pahanya.
Dia tidak ingat bahwa dia sekarang tinggal dengan Rafa dan itu menjadi tontonan menarik bagi Rafa.
Pria itu duduk diam menelan salivanya ketika Cessa berjalan santai melewatinya, cessa masih belum sadar suaminya terus melihat dia.
Saat cessa hendak membuka handuk baru Rafa sengaja berpura-pura batuk.
"uhuk uhuk"
Mata cessa langsung melotot, dia menatap horor Rafa yang duduk di kursi belajarnya sambil bertopang dagu.
"Yakin mau dilanjutin? aku sih gak masalah dapat tontonan gratis" ucap Rafa dengan senyum nakalnya.
"RAFA MESUMMMM!" teriak cessa sebelum mengambil secara acak pakaian tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.
"hahahaha" Rafa puas tertawa melihat cessa yang berlari meninggalkannya.
‘Tok tok tok’
“Cessa, Rafa ada apa nak?” Teriak Mami Dona khawatir.
Rafa membuka pintu kamar dengan cepat, “Mami, papi, gak ada apa-apa, cessa Cuma kelupa__” mulut Rafa sudah dibekap oleh Cessa, gadis itu cepat-cepat mengganti baju dan berlari menutup mulut rafa, dia tidak mau lebih malu dari ini didepan keluarganya.
“Gak ada mi, cess Cuma lagi Latihan silat sama Rafa” potong cessa.
“Cess, gak sopan bekap mulut suami seperti itu” tegur mami Dona.
“Udah mi, bias aitu mami juga sering bekap mulut papi pakai bibir mami” Papi harri malah melenceng kemana-mana.
“Iss papi malu tau didepan anak-anak juga, ya udah kalian kalau mau Latihan silat jangan ribut-ribut bikin mami syok tau gak” kesal mami dona.
“iya- iya mam” cessa dengan cepat menutup pintu kamarnya dan kini menatap horror suaminya.
“Fa!jahat banget mau buat malu cess di depan mami dan papi” Kesal Cessa.
“siapa yang mau bikin malu coba?” balik tanya rafa.
“Itu tadi mau bilang kelupaan bawa baju gantikan?” kesal cessa.
“Gak ada orang tadi mau bilang kelupaan bikin tugas, karena sibuk shopping” balas Rafa.
“Gak itu ya? Hehehe maaf ya” kekeh Cessa sambil menggaruk tengkuknya. Cessa menunduk dan tidak sengaja pandangannya jatuh pada celana Rafa yang sedikit menunjol. “Ihh rafa mesum!” Cessa melempar selimut kearah Rafa.
“Mesum apaan sih? Wajar loh lu gak ingat tadi pas bekap mulut orang nempelin sesuatu ke punggung gue” Terang Rafa, dia sudah menutup bagian bawahnya dengan selimut yang dilempar Cessa.
“nempelin?” cessa melirik badannya sendiri, dia membekap mulutnya karena baru sadar, dia tidak memakai kacamata pembungkus buah d*d*nya. “Sial” makinya pelan.
“makanya jangan mancing-mancing suami, jika belum siap di ajak gulat” gerutu Rafa.
“Mancing apaan sih? Gak ada mancing, emang bias ague kalau di rumah gak pakai itu” cessa balik menggerutu sambil berbaring menuju tempat tidur.
Rafa mulai mematikan lampu dan menyalahkan lampu tidur, ikut tidur disamping Cessa. Pria itu mulai iseng dengan memeluk Cessa.
‘Plak’ cessa menepuk tangan Rafa yang melingkari perutnya.
“Ihh Fa! Gue belum mau gitu-gituan”
“Lu pikirannya mesum terus sih, orang gue Cuma mau peluk, lu harus belajar dong, udah gak kasih jatah suami, nolak suami lagi, dosanya double loh” jelas Rafa.
“tapikan gue belum terbiasa” lirih Cessa.
“makanya biasain biar bisa terbiasa, kalau gak pernah di biasaain gak bakal bisa” ucap rafa lagi.
“Cuma peluk ya, gak boleh pegang-pegang sampai d*d*” ancam Cessa.
“Iya, Cuma peluk aja” balas Rafa.
“Ya udah, boleh! Awas bilang dosa lagi” kesal Cessa. Gadis itu berbalik dan berhadapan dengan Rafa menjadikan sebelah tangan Rafa sebagai bantalnya, dan sebelah lagi memeluknya.
“Cess, mama gue nanya mau gak besok malam makan dirumah mama dan papa?” Rafa memulai pembicaraan seriusnya.
Cessa masih diam beberapa saat, sejak tadi dia sibuk mengontrol suara jantungnya yang tidak bisa berhenti berdisko.
“Cess, lu udah tidur?” tanya Rafa lagi sambil melirik cessa.
“Ahh, iya apaan?”
“Mama sama papa ngundang dinner dirumah, kamu mau datang? Ada gavin juga” ulang Rafa sekali lagi dia tau istrinya itu tidak terlalu suka dengan gavin.
“Mama sama papa yang undang?”
Rafa mengangguk pelan sambil bergumam pelan “iya”.
“Ya udah ayo pergi”
“Gak apa ada gavin?” tanya Rafa sekali lagi untuk memastikan, dia sempat kecewa karena Cessa terlihat biasa saja dengan adanya gavin.
“Aku mau ketemu sama mertua aku, bukan mau ketemu gavin, dia ada atau gak aku gak peduli, dia Cuma orang yang numpang tinggal sama mertua aku kan?” ucap Cessa.
Rafa sedikit menyunggingkan senyumnya saat mendapat jawaban dari cessa, “kamu gak tertarik dengan gavin?” tanyanya.
“Gak lah, gue gak mau ya dibilang tukang selingkuh” gerutu cessa.
“Makasih, mau mempertahankan pernikahan kita” ucap tulus rafa.
“Bukannya itu komitmen kita, aku bakal belajar buat mencintai kamu, kamu juga begitu, jangan pernah melirik Wanita lain” ancam cessa.
“Gak bakal, gue udah dapat berlian, gak butuh kerikil-kerikil” kekeh Rafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
“Cessa pergi mi, pi” pamit cessa, gadis itu sudah bersiap-siap naik ke motor Prince, tapi Rafa langsung menghentikannya.
“Sama gue aja, orang-orang juga udah ngira kita pacarankan” seru Prince. “Dan pergi ke dalam rumah ambil celana olah raga” peringat Rafa sebelum Cessa naik ke motornya.
“Tapi, Rafa ntar telat” lirih cessa.
“Cepat ambil, gue tunggu, kita bisa ngebut jika perlu” perintah Rafa lagi.
Sambil menggerutu Cessa masuk Kembali dan mengenakan celana olahraga nya.
.
Semua mata Kembali tertuju pada cessa ketika motor sport milik Rafa terparkir di perkarangan sekolah.
“Gue duluan, ma uke wc” ujar cessa, gadis itu buru-buru turun dari motor rafa, tanpan menunggu rafa mengatakan apa. Cessa takut akan di suruh untuk mengenakan itu sampai di kelas, makanya sebelum rafa membuka mulutnya dia sudah kabur.
.
Cessa sedikit bingung ketika dia sampai di depan kelasnya, kelas itu tampak ramai dan heboh.
“GUE TANYA SEKALI LAGI SIAPA YANG CORET MEJA DAN KURSI INI!” cessa mendengar suara kemarahan Rafa. Gadis itu masih belum tau apa yang terjadi, karena rafa dikerumuni oleh teman-teman sekelasnya.
“Fa kenapa?” tanya cessa dengan suara yang kuat.
Rafa yang mendengar suara cessa segera menuju gadis itu.
“Tutup mata lu gue mohon” bisik Rafa pada cessa. Rafa takut cessa masih bisa kambuh jika dia dilihatkan dengan darah atau sesuatu yang mengerikan, karena Prince sering menceritakan Cessa padanya.
“Kenapa?” tanya cessa bingung.
“Jangan tanya kenapa, please ikuti saja permintaan gue” Rafa memeluk cessa dan menyembunyikan pandangan cessa dari kursi dan mejanya. “Prince! Dafa! Buang meja itu keluar dan ganti kursi dan mejanya dengan meja gue” teriak Rafa.
“Kenapa fa?” tanya Cessa yang masih dalam pelukan Rafa. Dia sama sekali tidak diberikan kesempatan oleh rafa untuk melirik apa yang sedang terjadi.
“Gak ada, lu tenang aja ad ague disini” ucap rafa, pandangannya sudah menatap para fans yang menatap Rafa dan Cessa kesal, karena Rafa dengan terang-terangan memeluk cessa didepan mereka.
“Udah Fa” setelah mendengar ucapan Dafa, Rafa baru melepaskan pelukannya dari Cessa.
“Emang kursi gue kenapa?” tanya cessa setelah sampai ke mejanya yang sudah diganti dengan meja rafa dan prince.
“Kursi lu ada cat merahnya Ra di coret-coret gitu, seperti di coret dengan darah” terang July.
“ohh itu aja” jawab cessa. “Gak guna banget sih kalian pikir gue takut di ancam seperti itu?” cessa sengaja menguatkan suaranya, agar orang yang mengerjainya tau cessa tidak takut dengan hal begitu.
“Justru kalian dapat tontonan yang menyayat hati kalian, kasian banget” ujar cessa lagi. Dia mengingatkan tentang kejadian pelukan Rafa tadi.
...🌜🐣🐣🐣🐣🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
# Kamar org kaya itu kedap suara
2023-04-29
1
Qaisaa Nazarudin
Haadeehh biasanya kamar irang kaya itu kesap suara..😂😂
2023-04-29
0
мєσωzα
bagus cess.. lawan terus.. 👍🏼
2022-12-08
0