“tampang suami kamu mau diapain aja tetap cakep, jadi gak bisa diubah-ubah, bersyukur dapat yang kayak gue, dibanding abang gue?” ledek Rafa.
“Iya sih, mendinglah awas aja lu selingkuh dan gak jagain gue, gue libas juga!” cessa menunjukkan tangannya yang mengepal dengan sempurna.
“Berani mukul suami? Dosa loh” Ledek Rafa.
Mulut cessa hendak terbuka lalu tertutup lagi, tidak berani gadis itu menjawab lagi setelah dibilang dosa, “Kan gak gitu juga, tugas suamikan memang menjaga istrinya” gumam gadis itu pelan sambil menunduk.
Rafa berusaha menahan senyumnya yang hampir merekah, tapi bisa dia kembali berekspresi normal.
“Iya bakal dijagain, kamu juga kalau digangguin langsung lapor aku, jangan disembunyikan, aku bukan tuhan yang bisa melihat semua penderitaanmu” Rafa menjeda ucapannya, “Udah ini aja? Tidur lagi?”
Rafa hendak berbaring tapi langsung ditahan Cessa. “Tu-tunggu dulu belum kelar ini ceritanya” kesal Cessa.
“apaan lagi? Masih banyak?”
“Masih ada masalah ehhhmm hmmmm”
“Masalah apa tu yang ehhmmm hmmm, gue gak ngerti bahasa alien” sahut Rafa.
“Itu loh yang gini-gini” Cessa menyatukan kedua telunjukknya dan mengaitkan telunjuk itu.
Sebenarnya Rafa sudah mengerti dari kata pertama tapi pria itu sengaja mengerjai istrinya. “Kagak ngerti gue, ngomong tu bahasa manusia jangan pakai bahasa alien atau bahasa isyarat” bohong Rafa dia sudah dari tadi menahan tawanya agar tidak keluar.
“S**S! ngerti gak!” Teriak cessa, sepertinya gadis itu sudah Malu bercampur kesal, karena rafa tidak mengerti dengan maksudnya.
“Ohhh bilang dong dari tadi, kenapa mau lakuin sekarang?” Rafa mulai mendekati Cessa.
“Eiiittss no!” Cessa dengan cepat menahan badan Rafa yang hendak mendekatinya. “Maksud gue kita lakuin itu saat kita udah saling punya perasaan, gue juga maunya lu udah suka sama gue baru kuta lakuin itu”.
“Ya udah gue suka sama lu, ayo lakuin sekarang” goda Rafa.
“apaan sih! Gak! itu suka terpaksa! Gue maunya suka benaran! Benar benar bucin gitu sama gue!” jelas Cessa dengan mimic muka yang betul-betul menggemaskan.
“Terus kalau gue udah bucin lu mau serahin diri lu ke gue?” goda Rafa lagi.
“Gak gitu juga sih…”
“Nolak suami dosa loh” sindir Rafa dengan senyum kemenangan.
Cessa menatap lesu rafa, memang benar nolak suami dosa, makin banyak aja dosanya jika terus-terusan nolak suaminya, “Ta-tapi gak sekarang juga kan, cess masih sekolah” lirih cessa akhirnya.
“Hahahhahaha” Rafa sudah tidak dapat menahan tawanya lagi, dia memegangi perutnya karena sudah ketawa kelewatan. “Maaf ya, gue Cuma bercanda, iya gue gak bakal minta hak gue sebelum kita lulus sekolah”.
“Tapi nanti kalau lulus lu minta dong?” lesu Cessa.
“Maunya pas gue sudah buncin atau lulus sekolah?” tantang Rafa, dia sengaja memberikan Cessa dua pilihan.
“Maunya dua duanya, boleh gak?” tawar Cessa.
“Kalau gitu harus ada bayarannya kalau pakai tawar menawar gitu” Rafa tiba-tiba terpikirkan ide licik di otaknya.
“Bayarannya apaan?”
“Cium gue, disini” Rafa menunjuk bibirnya dengan senyum nakal.
“Gak mau! Curang ahhh gak mau gue” Cessa langsung membuang pandangannya pada lantai kamarnya.
“Dosa loh nolak suami, mau tambah banyak dosanya?” Goda Rafa.
Cessa semakin menundukkan wajahnya, berpura-pura tidak mendengar ucapan Rafa, kalau tidak dengar dosa apa gak ya?
“Jadi mau tawar menawar atau pilih salah satunya?” tantang Rafa.
Cessa menghirup nafas panjang-panjang dan ‘Cup’ bibirnya menempel sekilas pada bibir Rafa, setelah itu gadis itu cepat-cepat menyembunyikan seluruh badan hingga wajahnya didalam selimut.
Rafa masih terbengong merasakan bibir Cessa yang tadi menempel di bibirnya. Tidak lama setelah itu bibir pria itu menyunggingkan sebuah senyuman hangat. Dia menatap gundukan selimut didepan matanya, tawa nya keluar tapi tidak bersuara, ingin rasanya dia lebih lama mengerjai istri barunya itu, tapi dia juga merasa kasian melihat istrinya yang malu.
Rafa mendekatkan wajahnya pada bagian kepala cessa. Pria itu mencium selimut yang menutupi wajah cessa. “Terima kasih istri tidak terduga” kekeh rafa setelah dia memberikan ciuman pada selimut cessa.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Pagi harinya, cessa tampak sibuk menyiapkan baju sekolah Rafa dan memasak sarapan pagi untuk dia dan keluarganya. Sejak menikah cessa memutuskan untuk selalu memasak untuk suaminya, kata maminya dia harus bisa menguasai perut suami jika tidak mau suami jajan diluar.
“Pagi mi, pi” sapa rafa pada kedua orang tua Cessa.
“Pagi rafa, udah sarapan aja, gak nunggu-nunggu papi” goda Papi harri.
“Hehehe iya pi maaf, soalnya kami harus pergi sekolah, takut telat pi”
“Ya udah gak papa, lagian papi cuma bercanda, Cessa yang buatkan sarapanmu kan?” Tanya papi.
“Iya pi, yuk makan pi ntar keburu dingin” tawar Rafa.
.
“Abang cepatan makanya! Cessa gak mau telat!” kesal Cessa pada abang kembarnya itu.
“sabar, lu pergi bareng gue ? gak bareng suami lu?” Tanya Prince.
“Iya sayang, kok gak pergi sama suami kamu?” mami Dona ikutan bertanya.
Cessa menatap rafa yang sudah siap dengan sarapan paginya, lalu menggeleng pelan selain memang dia masih malu dengan insiden ciuman tadi malam, dia juga takut di cerca banyak pertanyaan oleh orang-orang disekolah cessa takut dia kembali dibulli di sekolah, walau dia sudah berubah, ketakutan itu masih muncul kadang-kadang.
“Gak bisa mi, nanti ketahuan dong pernikahan cessa” tolak cessa.
“Kan gak papa kalau pacaran, bilang aja kalian berdua pacaran, gak bakal ada yang mikir kalian menikahkan?” tantang Maminya.
“Cess baru masuk sekolah mi, masak udah jadian aja sama Rafa”
“kamu aja baru masuk udah status married aja dek, jadi wajar tiba-tiba rafa bawa pacarnya kesekolah, lagian abang kembarmu sahabat baik rafa” King ikutan berbicara.
Cessa menatap satu persatu keluarganya yang mulai memojokkan dirinya.
“dosa loh, jauhi suami” tambah papi.
Rafa tersenyum menang melihat cessa yang kini tertunduk, sejak pagi hari di kamar pria itu sudah menawarkan untuk pergi kesekolah sama-sama tapi Cessa kekeh menolak, sekarang keluarganya yang memaksa dia untuk ikut suaminya.
“gak apa mi, untuk awal-awal biar aja mi, nanti udah sebulan atau dua bulan cessa sekolah baru sama Rafa, kasian juga cessanya ntar dikerumuni fans rafa sejak awal sekolah” Rafa akhirnya mengeluarkan suaranya, cessa langsung mengangguk setuju dengan penuturan Rafa.
“Cuma sebentar mi, boleh ya mi” bujuk Cessa lagi.
“yahh apa boleh buat, kalau suami kamu sudah membolehkan, mami tidak bisa bilang apapun” pasrah Mami dona.
“Uang jajan masih mau dek?” Tanya Papi Harri.
Cessa menatap suaminya menunggu respon suaminya itu.
“Rafa ada pi, nanti rafa kasih cessa” Ucap rafa menjawab perkataan Papi harri.
“Prince belum pi, prince belum dikasih uang jajan” Prince berucap dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“makan tu jangan ngomong prince, kamukan punya kerjaan masih mau minta uang sama papi?” goda papi Harri.
“Yee~ itu beda pi, prince kan belum nikah jadi papi masih harus menghidupi Prince” jelas prince entah dengan teori dari mana dia dapatkan.
“Ada-ada aja kamu prince, nih ambil” Dengan cepat prince mengambil uang yang diberikan papinya dan memasukkan ke kantung celana.
“Kalau gitu prince pergi dulu pi” Prince menyalami kedua orang tuanya dan abang pertamanya, di ikuti dengan Rafa dan cessa. Mereka juga menyalami kedua orang tua cessa dan abang pertama dari keluarga itu.
“Mi, pi, Cessa pergi dulu assalamualaikum”
“Rafa pamit, assalamuaikum”
“Pergi mi, pi, assalamualaikum”
Cessa naik ke motor abangnya dan tampak roknya yang terangkat dan memperlihatkan sot hitamnya.
“bentar dulu” Rafa menghentikan Prince yang mau menjalankan motor sport nya. Pria itu mengeluarkan celana olahraga didalam tasnya, dan memberikan pada cessa. “pakai ini sekarang” perintah Rafa.
“Kok pakai itu, gak gue gak mau” tolak cessa.
“Cess ingat, bantah suami dosa loh” peringat Prince sambil mengedipkan mata pada rafa.
“Haiss iya-iya” gadis itu turun dari motor memasang celana olahraga itu baru kembali naik ke motor prince.
“Oke udah boleh jalan ni?” Tanya prince dengan menaik turunkan alisnya.
“Udah boleh, hati-hati bawa istri gue” cecar Rafa.
“beres” ucap Prince sebelum benar-benar melajukan motornya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kamu itu cowok bukan cewek,Dasar..Tuh belajar dr adek ipar merangkap sahabat kamu tuh..😂
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Sampai di bab ini yg aku udah baca,Aku suka banget perannya Cessa yg sadar akan statusnya dan sikapnya juga baik pada Rafa,Begitu juga dgn Rafa 🥰🥰🥰
2023-04-29
1
Qaisaa Nazarudin
Diihh NGANCAM AJA TEROOOOSS 🤣🤣🤣😜😜
2023-04-29
0