Begitu sampai dikelas Cessa langsung dikerumuni dengan para Fans Rafa dan Revi sebagai ketua fans nya langsung menggerbak meja Cessa.
“Ikut gue” ucap sinis Revi.
“Udah gue bilangkan, gue bakal aduin perbuatan kalian sama abang gue dan rafa” seru Cessa santai.
“duhh gimana vi,kalau dia aduin ke rafa, rafa bakal marah sama kita” ucap antek-antek Revi.
“Dia gak bakal berani ngadu, gue bakal keluarin dia dari sekolah ini kalau ngadu ke rafa, jadi lu cepat ikut gue” Revi menarik tangan cessa dengan keras.
Memang Revi sangat berkuasa disana karena dia adalah anak penyumbang utama di sekolah itu, dan dia yang paling berkuasa, orang –orang akan takut padanya jika diancam dikeluarkan dari sekolah karena sekolah itu sangat bergengsi. Anak-anak lulusan dari sekolah itu dipastikan bisa memiliki prestasi yang hebat, dan mampu masuk ke universitas yang bergengsi.
Cessa yang tangannya ditarik secara kasar, malah membalikkan keadaan, dia membalik badan Revi dan menekan tangan revi di punggungnya, cessa bukanlah gadis yang dapat dibully seperti dulu lagi.
“Awww! Sakit!” pekik Revi karena sekarang malah dia yang disiksa oleh Cessa.
“Jangan pikir gue tukang ngadu karena gue gak bisa melawan, gue ahlinya bela diri, tapi gue tetap akan mengadu tentang perbuatan kalian” bisik Cessa tepat di telinga Revi.
“Lepasin! S*alan!” maki Revi.
Beberapa orang murid perempuan yang di suruh berjaga jika rafa datang langsung masuk.
“Rafa udah mau dekat” teriak mereka, betapa terkejutnya mereka yang sekarang terpojok dan tersiksa malah revi bukan cessa.
Cessa dengan sanatai melepas cengkramannya dan mendorong tubuh revi hingga gadis itu terduduk dilantai.
“Awww! Sial*n lu Anj*ng” maki Revi dengan kata-kata sampah.
“ada apa ini?” suara dingin Rafa terdengar dari arah pintu depan.
“Murid baru itu menganiaya Revi, Fa, liat Revi sampai terjatuh” ucap salah satu murid.
Rafa dan Prince lansung panic, mereka panic bukan karena revi, tapi panik takut cessa kenapa-kenapa.
“kamu gak papa?” rafa memegang kedua bahu Cessa melihat seluruh tubuh cessa, takut ada yang memar atau luka pada tubuh cessa.
“Aku baru buat orang terjungkal hehhehe” kekeh Cessa sambil menunjuk Revi yang masih memegangi lengannya yang tadi dipelintir oleh Cessa.
“Aku tanya kamu gak papa kan?” Tanya Rafa sekali lagi, dia sama sekali tidak peduli dengan oaring yang di sakiti oleh cessa.
“Rafa! Dia itu wanita barbar, liat gara-gara dia tangan gue jadi sakit seperti ini” pekik Revi.
“Pasti lu yang buat ulah!, udah gue peringatkan masih juga berani ganggu Cessa! Dia ngapain kamu tadi bilang ke aku” Rafa kembali menatap Cessa.
Cessa melirik Revi yang matanya melotot pada dirinya, sepertinya revi ingin mengancam cessa, tentang omongannya. Cessa yang diancam hanya tersenyum meremehkan.
“dia tadi mau tarik aku ketempat sepi dan mau bully aku dengan antek-anteknya! Makanya aku balas kayak gitu, sakit” Cessa menunjukkan lengannya yang memerah, sebenarnya lengannya yang tadi dipegang revi tidak lah sakit sedikitpun, Cuma memang Karena kulit Cessa sensitive di remas sedikit saja maka akan berubah warna menjadi merah tapi sakitnya tidak ada sama sekali.
Rafa mangambil tangan cessa yang merah itu dan mengelus lengan itu lalu memberikan ciuman pelan disana, hal itu membuat muka cessa berubah merah padam.
“Gue bilang sakit, bukan minta digituin” seru cessa dengan muka memerah.
‘Puk’ Prince memukul punggung Rafa pelan, “Lu ada-ada aja emang luka cessa sembuh lu gituin?”
“Loh, bukan? Gue kira lagi pengen manja sama gue” ucap Rafa dengan ekspresi datarnya.
“Fa! Dia udah nyakiti gue! Dia harus dikeluarkan dari sini!” maki Revi tidak terima.
Rafa berbalik dan menatap sinis Revi. “Dengar baik-baik gue gak bakal bicara dua kali, pertama lu yang mau menyakiti dia, dia hanya membela diri,kedua gue udah peringatkan kalian jangan pernah mengganggunya, ketiga silahkan lu keluarin dia dan gue akan keluar juga dari sekolah ini, gue akan ikut dia masuk ke sekolah terendah sekalipun” jelas Rafa dengan muka memerah karena marah.
“Fa, lu kok berubah seperti ini? Biasanya lu diam-diam aja, lu gak takut keluar dari sekolah ini?” tantang Revi.
“Gak takut gue! Justru sekolah ini yang menyesal telah melepaskan gue sebagai muridnya! Jadi silahkan lakukan keinginan lu” tegas Rafa.
Cessa tersenyum kemengangan dan menjulurkan lidahnya pada Revi. “udah gue bilang kan gue gak takut untuk ngadu, weeekkk” cessa kembali duduk di kursinya dengan santai.
Rafa juga begitu diikuti Prince, tapi sebelum rafa kembali dia sengaja menyempatkan diri untuk mengacak rambut cessa, “jangan di goda, ntar dia marah” kekeh Rafa memperingatkan Cessa.
“Ihhh Rafa, rusak tau rambut cess” gerutu cessa.
Rafa hanya tersenyum dan duduk ditempatnya.
Revi yang melihat segala pertunjukkan itu semakin geram dengan cessa, gadis itu sama sekali tidak takut dengan ancaman revi, dia malah berani menantang Revi, dan Rafa sama sekali tidak membela Revi yang notabennya sangat mengenal Rafa dari Rafa SMP, gadis itu selalu mengejar-ngejar Rafa, tapi rafa sama sekali tidak pernah melihatnya.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Begitu pulang sekolah Cessa langsung menghampiri kursi Prince dan Rafa untuk meminta izin pulang bersama July, mereka berencana ingin jalan-jalan ke mall bertiga devi juga ikut.
“Bang gue pulang sama july ya, pengen jalan-jalan sama dia”
Prince melirik Rafa yang masih sibuk merapikan tas sekolahnya, “Noh izin sama dia kok sama gue” sindir Prince.
Cessa melirik Rafa yang sudah siap dengan tasnya, “Fa, boleh gak aku jalan bareng July dan Devi ke mall? Kami mau shopping sama makan-makan disana, boleh ya?”
Dafa yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Cessa sempat bingung, kenapa Cessa harus izinnya ke rafa bukan pada kakak kandungnya sendiri.
“Gak sampai malam kan?” tanya Rafa.
“Jul kita sampai malam gak?” Cessa berteriak untuk bertanya pada july.
“gak tau juga” seru july yang sudah melangkah sampai ke dekat meja Prince dan Rafa.
“Kalau sampai malam, nanti biar aku yang jemput, jadi kabari aku pulangnya jam berapa” ucap Rafa.
“Oke” Balas Cessa dengan riang.
Baru saja gadis itu akan melangkah, dia sudah ditahan dengan abang kembarnya, “gak sopan gak pamit, main pergi gitu aja” Prince menyodorkan tangannya menyuruh adiknya itu menyalami tangannya.
“Iss menyebalkan dasar Kloningan beda gender” gerutu cessa tapi gadis itu tetap menyalami Prince dan mencium tangan saudara kembarnya itu.
Tidak lupa dia mengambil tangan rafa dan mencium tangannya juga, “Princess, Pergi assalamualaikum” Teriaknya kencang.
Rafa masih bengong tidak menyahut ucapan Cessa, karena dia sempat bingung dengan apa yang barusan terjadi.
Sementara prince tersenyum penuh arti pada saudara iparnya itu. ‘Senangkan lu” bisik prince.
‘Brak’ Prince dan Rafa terkejut karena Dafa menggerbak meja.
“jelaskan padaku rahasia kalian berdua titik gak pakai koma! Jangan hanya gue yang gak tau apapun disini!” kesal Dafa.
“Iya-iya, nanti gue cerita, ke markas aja sekarang” Seru rafa sambil berjalan keluar kelas.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Markas yang di maksud Rafa adalah tempat perusahaannya, disana tidak ada yang tau jika rafa adalah pemiliknya, mereka hanya tau rafa adalah sahabat dari pemilik perusahaan itu.
Rafa mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya, kepada kedua temannya Dafa dan juga Xelo yang disini dianggap sebagai pemilik perusahaan padahal Xelo hanya kaki tangan Rafa.
“jahat banget gak cerita-cerita kalau kamu nikah ke abang” Xelo membiasakan rafa untuk memanggil dirinya abang.
“Sorry bang, gue sebenarnya mau ngundang lu, Cuma orang tua gue kan belum tau nama perusahaan yang gue dirikan mereka tau gue punya usaha tapi gue yakin mereka tidak akan menyangka gue punya usaha seperti ini, lagian muka lu kan disini dianggap bos utama” jelas Rafa.
“Iya-iya, kalau gitu mau apa lu untuk hadiah pernikahan?” tanya Xelo.
“Gue pengen lu buat gps di kalung dan anting yang cantik, gue mau cessa memakai itu, gue takut dia di culik jadi gue bisa jaga-jaga dengan Gps itu”
“Lu mau mata-matain cessa?” tanya Prince.
“Bukan, gue Cuma antisipasi, lu tau sendiri seberapa barbar Fans gue, makanya gue mesti lakuin itu, gak apa kan?”
“Lu kan suaminya, ya gue bersyukur aja lu gak terpaksa menghadapi pernikahan lu ini”
“Gue memang menikah karena dipaksa keadaan tapi prinsip hidup gue Cuma satu, gue hanya menikah satu kali, walau gue sekarang belum mencintai cessa, tapi gue pastikan gue akan mencintainya, karena dia adalah istri yang dipilihkan allah buat gue, dan gue akan menghargai dia dan menyanyangi dia, jadi lu tenang aja, gue gak berniat jatuh cinta pada orang lain”
...🌜☀☀☀☀🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Rafaaa…Aku pada muuuu…😍😍😍🥰🥰🥰💋💋💋💋💋💋
2023-04-29
0
Kpop Lovers
Ini novel ketiga yg gw baca , Gw suka banget sama author. 😁😁😁
2023-02-11
1
Dennoona
Rafa...idaman banget sih lu tong😍
2022-12-25
0