Bel jam istirahat sudah berbunyi pertanda jam paling heboh segera dimulai. Rafa dan prince beranjak dari kursi mereka menuju meja cessa dan july.
“Fa, ini diletak dimana?” cessa menunjukkan celana olahraga milik Rafa yang dia pegang.
“Masukkan aja tas gue” sesuai perintah Rafa, cessa berjalan menuju tas Rafa dan meletakkan celana olah raga itu didalam tas milik Rafa.
‘Gila si rafa biarin dia nyentuh barangnya, gue aja seumur-umur belum pernah buka tas milik Rafa’
‘enak banget jadi saudaranya Prince’
‘Sial gue juga pengen terlahir dari keluarga bagaskara’
Begitulah pekik para fans Rafa setelah cessa dan teman-temannya berjalan menuju kantin.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Andre berjalan cepat menuju kantin dia tidak peduli terikan teman-temannya, saat ini dia ingin bertemu dengan bidadari yang dia temui tadi pagi.
Langkah Andre terhenti saat melihat murid baru itu duduk disebelah Rafa, tepat sebelahan. Tidak terima dengan kenyataan itu andre melangkah dan duduk diantara Cessa dan Rafa hingga mendapatkan posisi disebelah cessa.
“Hai Cantik, ketemu lagi” Sapa Andre.
“Lu ngapain disini Dre!” pekik Prince.
“Suka-suka gue dong ini tempat umum, jadi gue berhak duduk dimana aja, termasuk disebelah si cantik ini”
Cessa segera menepis tangan andre yang hendak merangkulnya. “Lu bisa gak nyingkir dari sini!” sindir Cessa dengan wajah sinis.
“Gak bisa, gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama lu, jadi gue gak mau jauh-jauh dari lu” Tolak Andre.
“Dek pindah sini” perintah prince, dia menepuk kursi disebelahnya yang berhadapan dengan rafa.
Cessa masih melirik Prince yang menyuruhnya pindah, dia sangat males makan harus pindah-pindah tempat duduk.
“Pindah aja disana cess” suara dingin Rafa baru membuat gadis itu melangkah untuk duduk disebelah prince. “Mau apa lagi? Suruh aja dafa yang beli” lanjut Rafa lagi.
Andre terus memperhatikan setiap gerak gerik Cessa dan Rafa, keduanya terlihat sangat dekat dan tidak ada kecanggungan sama sekali.
“Apa lu liat-liat adik gue!” seru Prince pada andre yang terus memperhatikan cessa.
“Adik?” beo Andre.
“Cessa itu adik kembarnya prince kak andre, nama panjangnya princessa” terang Juli saat melihat wajah bingung andre.
“sial, kenapa harus jadi adik genk dia sih!” umpat Andre dalam hati.
“Jadi kalau mau dekati adik gue lu harus berhadapan dengan gue” Ucap Prince dengan lantang.
Cessa yang menjadi topic pembicaraan hanya diam dan mendengarkan dengan seksama dia sepertinya mengerti, abang kembarnya punya masalah dengan pria bernama andre itu.
“kenapa harus seperti itu, kan dia hanya adik lu, gak perlu campurkan masalah pribadi dengan masalah ini, adik lu berhak untuk memilih” Seru Andre dia menatap cessa yang masih lahap memakan baksonya.
“Gue adik yang penurut, kalau abang gue bilang A, gue juga bakal lakuin A, kalau abang gue bilang B gue juga lakuin hal B, jadi seperti yang kakak gue bilang, kalau mau dekati gue berurusan sama kakak gue dulu” ucap cessa setelah bakso di mangkuknya habis.
“Raf, pengen Lemon Tea” rengek Cessa sambil memegang punggung tangan Rafa. Hal kecil yang dilakukan cessa mampu membuat satu kantin heboh. Karena Rafa sama sekali tidak menepis tangan Cessa.
“Daf, tolong belikan lemon tea” Rafa membelikan uang lima puluh ribu pada dafa.
“Gue juga beli boleh ya” Seru Daffa girang karena diberikan uang oleh rafa.
“Ambil aja” jawab Rafa singkat.
“Noh, orang yang gue bolehkan jadi saudara ipar gue” Prince menunjuk Rafa yang masih makan dengan santai, tidak terusik sama sekali dengan pandangan sinis Andre.
“Cessa, pria ini Cuma mau mempermainkan lu! Nanti lu bisa masuk rumah sakit dan di bully dengan para fans nya seperti Dina sahabatku yang menjadi korban dari para fans nya” jelas Andre, dia ingin menghancurkan hubungan Cessa dan Rafa yang sudah terjalin, padahal dia tidak tau, Rafa dan cessa bukan hanya sekedar teman, tapi sudah terjalin ikatan suci pernikahan di antara mereka.
“gak bakal gue biarkan hal itu terjadi padanya” Balas rafa singkat.
“Lu biarin Dina masuk rumah sakit, hingga dia trauma!” pekik Andre. Dina adalah wanita yang disukai andre dulu, sebenarnya Dina, masuk dalam kelompok July dan Devi, juga Prince dan Rafa, tapi karena Dina sangat dekat dengan Rafa, dia menjadi korban bully dari Fans rafa.
Rafa sendiri sudah memperingatkan Dina jangan mendekatinya, dan jangan pernah menaruh perasaan padanya, karena dia tidak akan bisa melindungi gadis yang belum memasuki hatinya. Rafa selalu mengatakan jika dia tidak mempunyai perasaan apapun pada Dina, namun dina tetap kekeh untuk mendapatkan hati Rafa, jadinya dia menjadi korban bully disekolah.
Kenapa July dan Devi tidak dikerjai atau dibully disekolah karena july dan Devi tidak pernah berusaha mendekati Rafa, kedua wanita itu hanya bersikap biasa pada rafa, tidak pernah menunjukkan ketertarikkannya pada rafa.
“masalah Dina gue udah bilang sejak awal, jangan pernah menyimpan perasaan padaku, karena aku tidak akan bisa melindungi dia yang bukan siapa-siapa bagiku, dan dia juga tidak pernah bilang padaku jika dia di bully” tegas rafa.
“lalu kau mau cessa juga menjadi seperti dina?” jari telunjuk Andre menunjuk pada Cessa.
“lain cerita jika cessa, gue gak akan tinggal diam kalau ada yang menyakitinya” Ucap lantang Rafa.
“Apa hubungan lu berdua?”
“Bukan urusan lu, apa hubungan kami” Ucap sinis Rafa. “cess, kalau sudah siap makan, balik ke kelas bersama july dan Devi” perintah Rafa tegas.
“tapi__”
“gak ada tapi-tapian cessa, segar pergi ke kelas, kalau ada yang menganggu segera laporkan padaku”
“Hmm” Cessa tegak dengan terburu-buru dia kesal hanya diperintah terus dengan rafa, padahal disini rafa sedang marah ditambah cemburu, karena Andre jelas-jelas ingin mengibarkan bendera perang untuk merebut gadisnya.
“Seperti itu hubungan kami, terserah mau menganggap apa” tunjuk rafa pada andre saat cessa kembali mematuhi ucapannya.
“Gue bakal rebut Cessa, tidak peduli harus mendapat persetujuan Prince atau tidak” tekan Andre dengan lantang, setelah itu pria itu pergi dari sana.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
“Cess, boleh gue Tanya gak?” Tanya july dengan sedikit ketakutan.
“apaan?”
“Lu ada hubungan apa dengan Rafa? Kok rafa begitu menjaga lu, kan lu hanya saudara kembar prince” Tanya juli lagi.
“Suami gue itu” tapi tidak mungkin cessa bisa mengucapkan kata-kata itu dengan lantang, dia hanya mampu mengucapkan kata-kata itu di dalam hati.
“Hmm sebenarnya kami berpacaran” hanya itu perkataan yang terpikirkan oleh Cessa, seperti ucapan maminya, berpacaran untuk anak seumurannya bukannya itu wajar.
“apa?!” pekik Devi dan July berbarengan.
“ssttttsss” Cessa dengan cepat membekap mulut kedua temannya itu. “ini masih rahasia, jadi jangan beritahu siapapun ya” mohon gadis itu.
“Kok bisa cess? Sejak kapan? Gimana ceritanya kalian berpacaran? Lu kok gak pernah cerita ke gue?” cerca July dengan berbagai pertanyaan.
“banyak banget pertanyaannya, bingung gue mau jawab apa” elak cessa, dia juga bingung harus menjawab apa, tidak mungkinkan dia bilang “sejak beberapa hari yang lalu, karena gue gak sengaja kepergok sedang nonton film ASEEKK ASEEKK di ruangan tertutup dan kepergok kepala sekolah, GImana mau cerita, orang gue juga kejar target nikahnya” ucap cessa panjang lebar di dalam hati.
“Ya udah jawab aja yang lu mampu”
“Abang kembar gue yang jodohin hingga kami berpacaran, dan maaf gak cerita kami juga jadiannya baru” lirih cessa.
“ohh ya udah gak papa, yang penting lu dilindungi dengan dua orang jad gue tenang” gumam July sambil merangkul lengan cessa.
“Emang Dina itu siapa?” Cessa mulai penasaran dengan siapa itu Dina.
“Panjang ceritanya, yakin mau gue ceritakan?” Tanya July.
Cessa mengangguk cepat.
Lalu July mulai bercerita tentang Dina sahabat Mereka, tentang bagaimana Dina terus berusaha mencari perhatian Rafa, July dan Devi tidak bisa menyalahkan Rafa atas insiden yang menimpa Dina, karena Rafa selalu tegas mengatakan penolakan pada Dina, Rafa tidak pernah mau dekat-dekat dengan Dina, tapi gadis itulah yang selalu berusaha mendekatinya, July dan Devi sudah menasehati, tapi dina tetap kekeh ingin mendekati Rafa, dia menganggap suatu hari Rafa akan luluh dengan perasaan cinta yang terus Dina berikan.
“Sekarang di mana Dina?” Tanya Cessa.
“Sedang menjalani pengobatan di luar negeri” jawab July sedih.
“Aku yakin suatu hari Dina akan kembali, kamu harus siap cess, apapun yang terjadi” nasehat Devi sambil menepuk bahu cessa.
...🌜☀☀☀☀🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Belom lepan dari Davin, Sekarang tambah lagi Andre,Sabar ya Fa,Resiko punya isteri cantik..🤣🤣😜
2024-03-29
0
anisa f
perasaan dl sekolah g gt bgt deh
nyampe membully kek gt
ya pacaran2 aja silahkan
paling yg g suka tiga empat org d kelas, g nyampe satu kelas bsa g suka semua
2023-06-01
0
Qaisaa Nazarudin
DINA dan GAVIN adalah PELAKOR dan PEBINOR dlm hubungan mereka,yg mesti mereka hati2 dan jauhin..
2023-04-29
0