Didalam scene itu, sang wanita mulai melengguh kecil, Bersamaan dengan lengguhan itu tubuh salah satu wanita itu mulai menegang dan bergetar. lalu kamera mulai diarahkan pada area sensitif si wanita.
Cessa dengan cepat dan asal menekan segala tombol yang ada di sana dia tidak mau lagi matanya ternoda melihat tontonan itu.
Entah karena asal pencet dan mengakibatkan kerusakan, scene beralih saat kedua orang itu saling berpelukan dalam keadaan tanpa busana, proyektor itu berkedip-kedip dan menampilkan scene itu berulang ulang, suara ******* mereka juga terus berulang karena proyektor itu seperti rusak.
Cessa semakin kebingungan karena proyektor itu terus menampilkan adegan hot, sementara dia sudah sangat malu melihat adegan itu.
Cessa melirik kesana kemari, dia harus mencari akal bagaimana cara mematikan proyektor itu secepatnya, sebelum ada orang lain yang datang dan memergoki dirinya.
"Ahhh kabel!" Tiba-tiba muncul ide di kepalanya. Cessa segera melihat kearah mana kabel listriknya terpasang.
Cessa merasa hari ini adalah hari terburuk, Soalnya kabel itu berada di belakang layar lebar yang digunakan untuk menangkap gambar proyektor.
Saat Cessa ingin berjalan menuju kabel itu langkahnya terhenti karena suara seseorang.
"Tontonan yang bagus di sore hari, suara lenguhannya sampai keluar"
Cessa yang kaget mendengar suara orang itu langsung otomatis membalikkan badannya.
Cahaya terang masuk dari luar pintu masuk yang terbuka. Cessa menutupi mata dengan telapak tangannya karena melihat cahaya terang yang masuk tiba-tiba.
"Bu-bukan tontonan ku, ini pasti kamu yang menonton kan" sanggah cessa cepat. dia berusaha membalikkan situasi.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Rafa baru saja hendak menutuni tangga, tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara aneh dari ruangan audio.
Pria itu tidak jadi menuruni tangga, dia malah membelokkan langkah nya menuju asal suara.
"Tontonan yang bagus di sore hari, suara lenguhannya sampai keluar" tegur Rafa. Dia tidak menyangka ada cewek yang akan menonton film seperti itu.
"Bu-bukan tontonan ku, ini pasti kamu yang menonton kan" sanggah wanita itu dengan gugup.
Rafa mulai memperhatikan wajah gadis itu serta bajunya yang tidak mengenakan baju sekolah.
"Sepertinya kenal" batin Rafa.
"Aku datang kesini karena suara itu, ngapain aku nonton itu disini, mending di rumah secara privat" gumam Rafa.
"Ini bukan aku yang tonton!" kali ini Cessa memekik tidak terima, dia telah dituduh menonton hal memalukan itu.
"Yakin? Aku justru datang kesini untuk memergoki orang yang sedang melakukan hal mesum" ledek Rafa.
"Ini bukan tontonan ku, percayalah" ulang Cessa lagi, kini gadis itu mendekat pada Rafa, meraih tangannya, "bantu aku untuk mematikan itu, aku tidak mengerti caranya" Saat Cessa menarik Rafa dengan tergesa-gesa, mereka malah terjatuh karena tersangkut kabel yang berserakan akibat ulah Cessa tadi.
tidak sengaja saat jatuh tangan Rafa menyentuh buah dada milik Cessa, malah dia tidak sengaja meremasnya karena penasaran apa yang sedang dia sentuh.
Mata cessa melotot mendapatkan sentuhan secara mendadak dari pria yang tidak dia kenal.
Baru saja cessa mau berteriak, sudah ada suara teriakan lebih dulu dari cessa.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" teriakan seseorang menyadarkan Rafa dan Cessa yang sedang berhimpitan. keduanya sama-sama menoleh melihat siapa yang ada di sana.
"pak kepala sekolah" gumam Rafa, matanya kini menatap makanan kecil dan minuman ditangannya, kini Rafa tau siapa dalang penonton film itu.
Pria tua gendut itu datang dengan beberapa makanan kecil, minuman dan juga tisu.
"Apa yang kalian lakukan! kalian masih remaja tapi sudah melakukan hal lebih dari suami istri!" bentak pria tua itu.
"Ti-tidak pak" jawab Cessa dengan terbata dia segera mendorong tubuh Rafa yang berada di atasnya. Merapikan bajunya yang sedikit berantakan akibat terjatuh, garis bawahi ya, terjatuh bukan melakukan hal-hal mesum.
"Bukannya bapak yang menonton" ucap Rafa dengan sangat santai Rafa menunjuk makanan yang berada pada tangan pria tua itu.
"Aku harus memanggil keluarga kalian!" Bapak kepala sekolah itu mengacuhkan Rafa.
mengelak? tentu saja kepala sekolah itu sangat malu hampir ketahuan sedang Menggunakan fasilitas sekolah untuk hal yang tidak baik. pria tua itu dengan cepat menyingkirkan segala makanan dan minuman ditangannya.
"Pa-pak jangan!" pekik Cessa tidak terima. dia belum menjadi murid sah, malah mendapatkan masalah di saat hanya ingin melihat-lihat.
"Biarkan saja!" ucap cuek Rafa, dia merasa tidak bersalah, jadi Rafa hanya santai menghadapi masalah itu.
'puk' sikutan dari Cessa membuat pria dingin itu kembali meliriknya.
"Aku belum resmi masuk di sekolah ini!" geram cessa sambil melotot kan mata bulatnya.
Bukannya takut, Rafa malah merasa gemas dengan ekspresi gadis itu, dia baru ingat gadis disebelahnya ini adalah adik kembar Prince, dulu dia pernah sekali melihat foto Cessa, dan aslinya lebih cantik dibanding foto yang diberikan Prince.
...🌜☀☀☀☀🌛...
Cessa dan Rafa digiring keruangan kepala sekolah itu. Mereka berdua sedang menunggu kedua orang tua mereka datang untuk mendapatkan sanksi apa yang akan mereka terima.
.
"Ini gara-gara kamu yang gak mau nahan kakek-kakek itu, orang tua ku harus datang kesini" gerutu Cessa.
Rafa yang diajak bicara hanya diam, dia tidak menjawab apapun hanya sibuk bermain game diponsel nya.
'buk'
"Awww" ringis Rafa, permainan pria itu berhenti, dia melirik kakinya yang diinjak oleh cessa.
"Sakitkan! lebih sakit bicara sama tembok tau gak!" maki Cessa, dia bukan lah cessa yang dulu, yang akan diam jika ada orang yang menindas nya.
"Percuma" singkat, padat dan tidak jelas.
Cessa menunggu beberapa detik tapi tidak ada juga sambungan dari pria itu.
"Percuma? apa maksudnya percuma? ni orang sariawan kali ya?" batin cessa.
'Buk' Cessa kembali menginjak kaki Rafa, membuat pria tampan itu kembali meringis.
"Apa lagi cessa!" kali ini suaranya lebih panjang, tapi ada yang mengganjal dihati cessa.
"Dari mana kamu tau namaku?" gumam cessa.
Rafa sempat terdiam beberapa detik, "tadi bukannya kamu bilang namamu pada kepala sekolah itu?" untuk menghindari kecurigaan Rafa kembali meraih ponselnya untuk bermain.
Cessa kembali berpikir sebentar, dia kembali mengingat ingat apa dia benar mengatakan namanya pada kepala sekolah itu, seingat gadis itu dia malah memberikan namanya sebagai aurel, bukan cessa.
Masih asik berpikir, Tiba-tiba pintu kepala sekolah terbuka dan disana ada orang tuanya serta orang tua Rafa.
Cessa dan Rafa saling mengernyit kan kening mereka, pasalnya ibu Rafa dan cessa saling berpelukan seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu, bukan hanya itu, ayah-ayah mereka juga saling tertawa bersama.
Ada yang aneh, dan kemungkinan keanehan itu akan terjadi sebentar lagi.
"Cessa!" panggil mami cessa begitu melihat putrinya itu.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Arie Lestari
kep-sek'y perlu diteleport aja, kmn gtu...
2023-02-25
2
Fira Putri Karyanti
kk Author novelnya keren bangeeettt aku suka ka udah dua kali aku baca tpi kayaknya akan menuju berkali kali de😊 soalnya ngangenin 🤗
2022-12-19
4
Aysana Shanim
Ya ampuuun pak kepala sekolah ikh 😅😂 parah lhooo film blue nya di puter di sekolah 😂
2022-12-12
1