Kediaman rumah besar keluarga Bagaskara pukul 07:00
Cessa sedang dirias oleh MUA yang sudah disiapkan oleh keluarga Rafa, nampak sekali wajah cessa sama sekali tidak bersemangat dengan pernikahan itu. Hanya abang kembarnya yang sejak tadi menemaninya terlihat sangat bersemangat.
“Akhirnya aku akan jadi abang ipar beruang kutub itu” ucap Prince berkali-kali sambil bermain ponselnya.
“kak, bisa tolong usirkan makhluk jadi-jadian itu dari sini” ketus Cessa pada penata riasnya.
“Cess, lu kok jahat sama abang kembar sendiri, masih mendingkan gue nemani lu” protes Prince.
“makanya diam tu mulut, bikin gue naik darah tau!” ketus Cessa.
“lu harusnya senang cess, lu bakalan menikah dengan seorang pangeran” puji Prince.
“Bisa diam gak Prince!” kesal Cessa dengan mata yang memicing.
“Oke, aku bakalan diam” Prince menggeranggan tangannya seperti sedang mengunci mulut.
‘ceklek’ Pintu kamar Cessa terbuka dan maminya muncul dari sana.
“Ya ampun Putri mami cantik banget” puji mami cessa.
“Siapa dulu kembarannya Prince” sombong prince.
“Itu cetakannya mami, makanya cantik, ayok keluar, pengantin pria sudah datang” ujar mami sambil menggandeng lengan sebelah kanan Cessa, dan Prince ikutan menggandeng lengan sebelah kiri cessa.
“Lu gak perlu bantuin gue, abang durhaka!” gerutu Cessa.
“Udah-udah kalian ini gak pernah berhenti bertengkar malu tau dilihatin orang-orang” keluh mami Dona.
...🌜☀☀☀☀🌛...
Rafa dan keluarganya telah sampai Dirumah cessa dengan segala jenis tentengan sebagai mahar pernikahan nanti.
Gavin berjalan bersama kedua orang tuanya, dia sedikit senang karena tadi dia diberitahu bahwa dia tidak perlu membagi perusahaan milik papanya pada rafa, karena rafa memiliki usaha sendiri.
“Seperti apa sih wajah pengantin Wanita?” batin Gavin penasaran. Dia memang tau penyebab adiknya menikah, karena sudah diberi tau keluarganya tapi dia masih belum tau bagaimana rupa adik kembar Prince yang menjadi pengantin Wanita adiknya.
.
Tidak lama setelah mereka masuk dan berbincang sebentar, Ibu pengantin Wanita masuk kekamarnya, dan setelah itu keluarlah Pengantin Wanita yang ditunggu-tunggu.
Gavin begitu terpesona melihat kecantikan cessa, kebenciannya Kembali muncul untuk adiknya, jika tidak ada insiden itu, mungkin yang akan dijodohkan dengan cessa adalah dirinya.
Rafa menatap tajam Cessa yang menuruni tangga satu persatu dibantu dengan mami dan abang kembarnya.
Rafa merasakan sesuatu bergerak diantara kedua pahanya. Dia Kembali mengatur nafasnya, apalagi Cessa semakin dekat dengannya.
“Jangan diliatin terus, nanti ketahuan loh” goda Prince dengan senyum nakalnya. Rafa kini menunduk malu karena kepergok telah menatap calon istrinya dengan sangat intens.
“baik pernikahan akan segera kita mulai” ucap pengulu.
Cessa di dudukkan disebelah Rafa, dikepala mereka terletak kain putih yang menutupi mereka berdua.
“Ananda Aliandra Rafazan Tiandra” panggil papi harri setelah berjabat tangan.
“Ya saya” balas Rafa tegas.
“Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Princessa Aurelia Bagaskara Binti Harry Kusuma Bagaskara dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan cincin berlian dibayar tunai!” ucap papi harri dengan lantang.
Dan langsung disambut oleh Rafa.
“Saya terima nikah dan kawinnya Princessa Aurelia Bagaskara binti Harry Kusuma Bagaskara dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan cincin berlian dibayar tunai!” Dengan satu tarikan nafas, dan suara yang lantang Rafa akhirnya berhasil mengijab Cessa.
‘Deg’ Hati cessa bergetar ketika mendengar pengucapan Rafa yang lantang dan fasih.
“Bagaimana para saksi? Sah?” Tanya pengulu itu.
“Sah!” jawab saksi yang menyaksikan ritual ijab qobul Rafa dan Cessa.
Dan Pengulupun mulai memimpin doa.
‘Baarakallahu laka wa baarkaa alaika wa jamaa bainakuma fii khobir’.
Papa Rafa menepuk bahu rafa sambil menunjukkan senyum Bahagia, putra bungsunya sekarang sudah menikah dengan anak sahabatnya sendiri, betapa bahagianya pria itu.
Kini Cessa resmi menjadi istri sah Rafa dan setelah doa selesai Cessa diminta menyalami tangan Rafa yang sudah sah menjadi suaminya. Rafa menunduk dan mencium kening Cessa.
Kemudian mereka berdua diminta untuk menandatangani buku nikah lalu mereka difoto bersama, perasaan cessa saat ini sangat campur aduk, dia bingung dengan perasaannya saat ini, tapi diantara semua perasaan yang campur aduk, cessa tidak menemukan rasa amarah lagi, rasa amarah itu sirna saat Cessa mendengar proses ijab qobul tadi.
Begitu juga dengan rafa, perasaannya campur aduk, tapi yang paling mendominasi adalah senang.
“Ingat masih belum boleh sentuh menyentuh ya” bisik Papi Cessa pada Rafa.
Rafa hanya membalas dengan tersenyum dan mengangguk pelan.
Setelah acara sesi foto memfoto, acara dilanjutkan dengan sesi sungkeman, disana cessa sempat menangis, walau hanya sebentar, dia tidak mau diledek oleh abang kembarnya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Acara pernikahan Cessa dan Rafa memang tidak ada resepsi, dikarenakan pernikahan itu dirahasiakan, hanya saudara dekat yang mengetahui itu dan beberapa orang luar harus menandatangani surat perjanjian untuk tidak menyebarkan berita itu keluar, untung saja kedua keluarga termasuk orang yang sangat di segani di negara itu.
Cessa merasa risih ditatap intens gavin, kakaknya rafa. Sejak awal acara hingga sekarang acara makan-makan bersama Gavin terus menatapnya, seperti orang yang kelaparan.
“Abangmu kenapa sih?” bisik Cessa pada Rafa.
Rafa yang dibisikkan oleh istrinya langsung menatap balik gavin. Tangan rafa langsung otomatis melingkar pada pinggang cessa secara posesif.
“Woii tangan lu apa-apan ni!” Bisik cessa lagi.
“Bentar aja, gue mau tau dia mau ngapain setelah ini” balas Rafa dengan berbisik juga, matanya masih menatap Gavin dengan sinis.
Gavin yang sadar ditatap Rafa dan Cessa segera pergi dari sana, dia kesal karena cessa tidak melepaskan tangan rafa yang merangkulnya.
“mau kemana vin?” tanya mamanya.
“Keluar bentar cari angin” ucap ketus gavin.
Tidak lama, setelah itu Rafa mengikuti gavin yang keluar menuju taman milik keluarga bagaskara.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Rafa menarik nafas Panjang, dia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Gavin pada istrinya, selama ini dia selalu mengalah, tapi Rafa tidak akan mengalah dengan istrinya saat ini.
“Ngapain kamu melihat istriku terus!” ketus Rafa.
Gavin berbalik cepat karena mendengar suara Rafa, senyum meremehkan muncul dari bibir gavin, ”Seharusnya dia dijodohkan dengan gue, kenapa lu selalu mengambil semua milik gue!” Balas Gavin dengan lantang.
“Milik kamu? Cessa milik kamu? Sejak kapan Wanita itu sah menjadi milikmu, dia sudah sah menjadi milikku, secara agama dan negara” ini pertama kalinya Rafa menghadapi Gavin secara langsung, dia selama ini memang selalu mengalah.
“Mama bilang bukan, mereka berencana menjodohkan anaknya dengan anak bagaskara suatu hari nanti, dan karena aku anak pertama, seharusnya dia milikku” tekan Gavin tidak mau kalah.
“Aku sudah memberikan semua yang aku miliki kepadamu, tapi tidak dengan cessa, aku tidak akan memberikannya padamu!” tegas Rafa.
“Apa yang kau berikan? Tidak ada!”bantah gavin.
“Perusahan papa, kasih sayang kedua orang tua kita, kamar milikku,permainan game yang di hadiahkan padaku kau juga mengambilnya, seluruh harta warisan papa jatuh di tanganmu” Rafa mulai menyebutkan satu persatu apa yang dia relakan pada gavin, walau masih banyak lagi, tapi rafa tidak menyebutkan semuanya.
“Itu semua memang milikku! Aku sebagai anak pertama makanya aku berhak atas semua itu!” gavin masih tidak mau mengalah dengan argument mereka.
“baik, terserahmu, tapi ingat aku tidak akan pernah menyerahkan Cessa padamu! Cukup semua itu dan aku tidak akan membantumu sedikitpun dalam mendirikan perusahaan papa” ancam Rafa. Sebenarnya selama ini Rafa membantu perusahaan papanya untuk berkembang dengan menanamkan modal disana, tapi dia berniat akan mengambil modal itu sedikit demi sedikit.
Kenapa papanya lebih ingin Rafa yang memegang perusahaannya, karena rafa lebih bisa memimpin dan cerdas, dia memiliki banyak inovasi untuk memajukan perusahaan itu, berbeda dengan Gavin, dia tidak pandai dalam strategi usaha dan tidak bisa memimpin, Gavin hanya menjalankan apa yang sudah terjadi, dia hanya mengikuti apa kata orang dan tidak pandai dalam membuat keputusan.
Rafa pergi meninggalkan Gavin setelah menaburkan genderang perang pada abangnya itu.
Sementara gavin menggeram marah setelah rafa menantangnya tadi. “ liatlah aku akan menggoda gadis itu” sumpah gavin.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
bonus pict
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Gila, Istri orang juga mau di embatnya..Kayak cowok gak laku aja..
2024-03-28
0
Qaisaa Nazarudin
Duuhh ku pikir cuman cewek doang yg punya perasaan dengku dan iri hati, Ternyata cowok juga gak kalah egoisnya..🙄🙄😡😡
2024-03-28
0
Qaisaa Nazarudin
Belum juga masuk skolah udah Nikah,Saat udah masuk skolah,Statusmya udah jadi istri orang aja,enak gak tuh..😂😂
2024-03-28
0