“Cess, lu keren banget, bisa taklukin hati si Ice prince sampai seperti itu dia belain lu cess” Puji Devi yang sejak awal masuk kedalam café terus memuji kehebatan cessa yang berhasil menakhluk kan rafa yang terkenal sebagai Ice prince.
“Belum, dia aja belum bilang suka sama gue, itu hanya tanggung jawabnya aja sebagai suami” ucap Cessa dalam hati. Gadis itu masih tidak mau mengatakan kebenarannya pada kedua sahabatnya.
‘BRAK’ Meja Cessa dan teman-temannya di gebrak oleh Revi, ternyata gadis itu mengikuti Cessa hingga sampai ke mall.
“Lu masih berani dekatin Rafa!”
“apaan sih gak jelas banget ni orang!” kesal cessa.
“Rev, mending lu jangan ganggu Cessa, kan Rafa udah bilang jangan pernah gangguin dia”
“Rafa itu milik bersama! Bukan milik lu sendiri!” Maki Revi.
“benar itu!” ucap antek-antek Revi dibelakang Revi.
“Aissss sakit telinga gue, lu mau pergi sekarang juga atau gue telepon Rafa untuk datang kesini!”
“berani lu sama gue!” revi yang sedang naik darah hendak menampar muka Cessa tapi dengan cepat cessa menahan tangan Revi.
“Gue gak takut, mau lu ancam keluarin gue juga, gue gak takut” balas Cessa dengan nada tinggi.
“Lu memang gak takut, tapi teman-teman lu takut sama gue, bisa keluarin teman-teman lu” Kini Revi memandang July dan Devi yang sudah berwajah pucat, karena diancam akan dikeluarkan dari sekolah.
“Lebh baik kami semua keluar dari sekolah bobrok seperti itu, jika alas an kami keluar hanya karena gue tidak mau menjauhi Rafa, otak lu ditaruh dimana? Sesayang itukah orang tua lu sampai mau ngeluarin orang-orang dengan alas an gak bermutu? Silahkan kalau lu berani, dan gue siap menuntut” Cessa mengangkat ponselnya menunjukkan bahwa pembicaraan mereka sudah cessa rekam dengan baik.
“Rekaman ini bisa jadi bukti gue” ucap sinis Cessa, “yuk kita pergi dari sini, dasar wanita gak jelas” sindir Cessa, dia sengaja berjalan sambil menabrakkan bahunya pada Revi.
Revi masih tegak sambil mengenggam tangannya dengan keras, dia marah karena ancamannya tidak berpengaruh pada Cessa, padahal selama ini setiap orang yang dia ancam selalu menunduk patuh pada setiap ucapannya.
“Sial*n, gue pasti akan balas dendam, lu tunggu aja pembalasan dendam gue Cessa” gumam Revi sambil menatap punggung Cessa.
.
“Cess gimana kalau dia benaran keluarin kami” devi masih terlihat resah sambil menggenggam tangannya, gadis itu sudah mengeluarkan keringat dinginnya karena ketakutan.
“Cess gue gak takut di keluarin tapi gue takutnya mereka mengerjain lu, gue takut lu seperti Dina” lirih July disebelah cessa.
“Udah tenang aja, gue punya pelindung, ada dua lagi, jadi gak papa, kalian tenang aja” cessa mengelus punggung kedua sahabatnya itu. “Udah ahh, gak usah takut, kita kesini mau shopping dan nonton kan, jadi jangan pikirkan itu, dan Devi dia tidak akan berani mengeluarkan kita, mana ada ceritanya keluar hanya karena tidak mau menjauhi Rafa, kurang otaknya tuh cewek” gerutu cessa lagi.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Cessa menunggu Rafa didepan mall bersama July, tadi devi sudah di jemput, dan hanya tinggal July yang menemani cessa menunggu Rafa.
Tidak lama, 2 buah motor sport berhenti didepan Cessa.
“Loh kok prince ikut juga?” tanya cessa saat prince membuka helm nya.
“Antarin July, tadi lu bilang ditemani July” Kata prince sambil melirik July yang sedang menunduk malu.
“Ahh gak usah prince, gue bisa naik taxi kok pulangnya” tolak July.
“bahaya cewek pulang sendirian naik taxi, sekarang banyak supir taxi gak benar” kata prince lagi.
Cessa mengangguk setuju, “Benar juga tu! Jul lu ikut Prince aja, tenang kalau dia macam-macam sama lu gue bakal gebukin ni anak sampai babak belur” terang Cessa.
“Gak cess, gue gak enak, segan aja gitu” Tolak july lagi.
“Hati gue gak tenang cess, hati gue belum siap” teriak July dalam hati.
Prince menyodorkan helm yang dia bawa kepada Juli, “gak ada penolakan, mau secara alami atau gue pakai pemaksaan?” ancam Prince.
“Ya udah gue titip July sama lu ya bang” Cessa dengan cepat naik ke motor Rafa. Tapi pria itu kembali tidak mau menjalankan motornya.
“Woii kenapa gak jalan?” Tanya cessa sambil memukul-mukul punggung rafa.
“Turun bentar” perintah rafa.
Cessa dengan cepat kembali turun, dan rafa juga menyandarkan motornya.
“kenapa sih?” Tanya cessa lagi semakin bingung.
“Lu gak ada beli jaket apa? Atau baju yang lengannya panjang” bukannya menjawab Rafa malah memberikan pertanyaan balik.
“ada, ini” cessa mengeluarkan satu jakaet yang dia beli.
Dengan gerakan cepat Rafa mengambil jaket itu dan memasangkan pada pinggang Cessa dengan cara terbalik biasanya kita memasang jaket untuk pantat tapi rafa memasang jaket untuk menutupi paha cessa yang kelihatan saat duduk.
“Kok gini?” tanya cessa bingung.
“Nurut aja!” ancam Rafa. “Prince Gue duluan, gue tunggu di rumah, ingat itu anak orang jangan dibawa jalan, belum sah” kekeh Rafa sebelum menjalankan motor sport miliknya.
“Dasar Kamfret memang tu anak, kamu ke dinginan gak jul?” tanya Prince.
“Ahh gak papa Prince, masih belum terlalu malam, jadi gak dingin”.
“Hmm kamu beli jaket seperti cessa juga?” tanya prince lagi.
“Iya sih emang mau apa?” Tanya July dengan hati yang Dag dig dug berdisko ria.
“Pakai aja, dari pada lu kedinginan” ucap Prince.
“Gak apa kok” balas singkat July dia tadi sempat berharap akan diperlakukan sama dengan Rafa memperlakukan cessa, eh ternyata pria ini tidak peka.
“ya udah, cepat naik” ajak Prince.
Setelah July naik Prince langsung menarik tangan July untuk memeluknya, “pegang yang kuat, nanti lu terbang, gue yang disalahkan” lanjut pria itu lagi.
“Ya gak apa lah, gak diperhatikan seperti Cessa, karena gue bisa sedekat ini dengan prince, sumpah gue rasanya pengen melayang, cium aroma badannya aja gue udah mabuk,semoga dia gak sadar suara detak jantung gue yang sedang berdisko” Batin July.
...🌜☀☀☀☀🌛...
“Raf, dingin” teriak Cessa.
“APA?!” balas Rafa, dia tidak bisa mendengar suara cessa.
“Dingin!”
“INGIN?! INGIN APA?” teriak Rafa lagi.
“DINGIN! BUKAN INGIN!”
“INGIN PELUKAN! NGADI-NGADI LU CESS PELUKAN DI SINI EMANG BERANI!”
‘Puk!’ cessa memukul dengan keras punggung Rafa. Hingga rafa menghentikan motornya kepinggir.
“Ya udah sini peluk gue, jangan ngambek kalau gak dikasih jatah” ucap Rafa.
“Apaan sih lu! Gue tu bilang gue kedinginan! Bukan minta peluk! Ini ni pikiran mesum terus makanya koneknya jauh banget” gerutu cessa.
“Ohh gue pikir lu pengen minta peluk sama gue” Rafa melepaskan jaket kulit yang dia gunakan hingga dia hanya mengenakan kaos hitam lengan panjangnya. “Nih pakai” rafa memberikan jaket itu untuk cessa kenakan.
“LU gak kedinginan?” tanya cessa.
“Gue sih gampang, yang penting istri gue gak apa-apa” ucapan singkat itu mampu membuat jantung cessa kembali berdetak keras, sudah dua kali dalam sehari jantungnya berdisko akibat ulah suami yang alhamdullillah nya super cakep.
Ketika Rafa hendak menyalakan mesin motornya, pria itu sengaja menarik tangan cessa untuk memeluknya.
“Raf, lu apaan sih, gak mau gue” tolak cessa.
“Lu mau suami lu kedinginan? Lagian gue mau bawa laju ini, bahaya kalau gak peluk gue” ucap rafa.
“Iya tapi gak perlu peluk juga kan bukan Mu__” cessa tidak jadi melanjutkan ucapannya.
“Udah sah cessa, bahkan gue perkosa lu disini juga gak masalah, kina dah sah dimata agama dan Negara” jelas Rafa. “masih mau bantah suami?” tantang Rafa.
“Iya iya, gak bantah takut dosa” gerutu cessa, gadis itu lalu memeluk rafa dengan muka cemberut sementara rafa tersenyum penuh kemenangan. Istrinya itu memang selalu takut ketika di ancam akan berdosa jika membantah suami, dan itu selalu menjadi senjata terakhir rafa untuk membuat cessa patuh.
.
“makasih ya prince, udah antarkan” ucap july sambil memberikan kembali helm yang dia kenakan pada prince.
“Iya, orang tua lu mana?”
“Kenapa?” tanya July cemas.
“Iya kan tadi adek gue ajak lu sampai kemalaman gini gue harus minta maaf ke orang tua lu, udah pulangin anaknya malam-malam seperti ini” ucap prince.
“Ohh gak papa, orang tua gue sedang gak ada dirumah, sedang dinas diluar kota”
“ohh ya udah, kalau gitu gue permisi ya, hati-hati di rumah” pamit prince.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Thor aku pengennya Prince jodohan ama Juli ia ia 🙏🏻🙏🏻🙏🏻😃😃
2023-04-29
1
Qaisaa Nazarudin
Aku do’ain semoga kalian berJODOH 🤲🏻🤲🏻
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Yee mana tau kalian JODOH 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😃
2023-04-29
0