“Pagi Raf” sapa papi dan mami bersamaan saat melihat menantunya itu baru menuruni tangga.
“Pagi pi, mi, maaf Rafa telat bangun” Balas Rafa diikuti senyuman hangatnya.
“Gak apa, pasti diajak main sama Prince kan? Dia aja sampai sekarang gak turun-turun, sampai jam berapa main tadi malam?” Tanya Papi.
“Jam 3 pagi pi” jawab Rafa dengan senyuman kecil, dia merasa segan karena dia telat bangun.
“Ohh pantas telat bangun, udah gak usah canggung gitu biasa itu” ucap papi sambil menepuk pelan punggung Rafa.
“Kamu mau makan apa Fa?” Tanya mami Dona.
“Apa aja mi, rafa gak pilih-pilih makanan kok”
Mami dona melirik Cessa yang sedang asik menyuap nasi goring buatannya kedalam mulut. “Apaan sih mi?” kesal Cessa karena dia terus mendapatkan tatapan dari maminya.
“Suami itu harus dilayani sayang, kamu kan istrinya, ambil kan nasi goreng buatan kamu sana”.
Cessa cemberut tapi dia tetap melaksanakan perintah maminya, mengambilkan sepiring nasi goreng, dengan beberapa naget serta telor mata sapi, setelah selesai cessa kembali ke meja makan untuk meletakkan piring itu didepan suaminya.
“terima kasih” ucap Rafa.
“sama-sama” jawab cessa sedikit jutek.
“Cess, kalau ngomong sama suami itu yang lembut sayang, nanti suaminya lari kalau kamu kayak gitu”.
“Biar aja lari, nanti cari yang baru pay__”
‘Puk’ kepala cessa mendapat pukulan dari abang tertuanya. “gak boleh ngomong gitu nanti diamini lagi omonganmu baru tau rasa” peringat King.
“iisss amit-amit jabang bayi” cessa menepuk nepuk mulutnya, dia tidak mau lagi, ucapannya diaminin malaikat. “Gak, cessa gak bakal ngomong gitu lagi” lanjut cessa.
“Gimana Raf?” Tanya mami penasaran.
“Apa mam?”
“Nasi gorengnya enak gak?”
“enak mi, enak banget” jawab Rafa.
Cessa mengulum senyumnya mendengar pujian yang diberikan Rafa atas nasi goreng yang dia buat.
“Itu istrimu yang buat loh, kalau mau tambah minta aja ya, atau kalau mau dimasakin makanan kesukaan kamu bilang aja ke istrimu, dia pandai masak apa aja” Puji mami, mami sangat bangga dengan kemampuan masak putrinya itu.
“Benarkah mi?” seru rafa tidak percaya, dia tidak menyangka istrinya pandai memasak, banyak kejutan yang dia dapatkan setelah mengenal istrinya lebih dalam.
“Iya, jadi mau dimasakin apa?” cessa yang mulai bertanya.
“Sup iga bisa?” Tanya rafa, dia sangat menyukai iga sapi, mau yang di sup atau yang dibakar.
“Ya udah nanti siang masak itu aja, sekarang kalian berdua pergi ke supermarket untuk beli bahannya, sekalian berduaan, kan masih pengantin baru” usul mami.
“benar juga, ini pakai kartu papi untuk belanja” papi menyodorkan sebuah black card pada Rafa dan Cessa.
Saat cessa mau mengambil kartu itu, dengan cepat rafa menahannya, “pi maaf, bukannya Rafa menolak kebaikan papi, rafa punya uang kok untuk menafkahi keluarga rafa, jadi rafa mohon, papi tidak tersinggung dengan penolakan rafa”. Ucap Rafa dengan sopan.
“Kamu kerja Fa?” Tanya mami.
“Dia yang punya perusahaan KING Corporation Mi” yang menjawab adalah Prince yang baru saja turun dari tangga, dia masih terlihat sangat mengantuk sangat terlihat dari mata sayunya dan mulutnya yang masih menguap lebar.
“jadi kamu pemilik King Corporation?” seru king dia tidak menyangka pemilik perusahaan game internasional itu ada didepannya sekarang.
“Iya bang, Cuma usaha kecil”
“Kecil apanya, itu sudah mencapai tahap internasional loh, papi sempat penasaran dengan pemilik aslinya, karena tidak pernah disorot public, yang papi hanya lihat itu asistennya yang selalu menghadiri rapat kemana-mana”. Selain Prince Rafa punya dua orang teman lagi yang membantunya dalam menjalankan perusaaan, satu yang selalu muncul di public karena dia yang lumayan sudah tua umurnya sekitar 24 tahun, Rafa mengenalnya karena dulu rafa sering datang kepanti asuhan, dia salah satu teman yang rafa kenal dari sana, dan sudah rafa anggap seperti abang sendiri disbanding gavin.
“Tu, di depan papi pemilik aslinya, kalau papi gak percaya liat aja kartu namanya” kelekar Prince, sambil membawa nasi goreng yang baru dia ambil dari dapur.
“wahhh, papi bisa dong bicara banyak tentang bisnis dengan kamu” kekeh papi.
“Bisa aja pi, tapi Rafa cuma anak kecil, gak tau papi masih mau atau enggak”
“anak kecil tapi sudah punya usaha itu hebat, berarti gak salah papi nikahkan kamu sama cessa” puji papi Harry lagi.
“Jadi gimana? Jadi pergi gak ni? Nanti keburu siang, gak dapat bahan-bahan yang bagus” Tanya cessa.
“jadi, habis makan ini kita pergi” ucap Rafa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Selama perjalanan menuju supermarket Cessa terus saja diam, sambil sesekali melirik rafa.
“kenapa?” Tanya Rafa dia masih focus menatap jalanan.
“I-Itu, mengenai uang yang tadi dibicarakan, berarti cess gak boleh minta papi untuk uang jajan disekolah?” Tanya cessa sedikit takut-takut.
Rafa tersenyum kecil, dia mengambil dompetnya dan memberikan pada cessa.
“Apa ini?” Tanya cessa bingung.
“Ambil kartu 1 kartu gold disana, dan ambil berapa lembar uang dari sana”
“untuk apa?” Tanya cessa dengan polosnya.
“Ya untuk kamu, kalau kurang minta aja lagi”
Cessa tersenyum senang, dia memang punya penghasilan sendiri, tapi dia lebih senang diberikan oleh suaminya.
“Ni, makasih” Cessa membalikkan dompet Rafa, pria itu mengambilnya dan memasukkan kembali kedalam celananya. “gak di cek ulang?” lanjut cessa.
“Untuk apa, kan aku sudah bilang ambil, ngapain cek-cek lagi” balas rafa.
“mengenai pernikahan kita__”
“kalau pembicaraan itu bisa nanti aja, kita sedang dijalan, bicara seperti itu perlu tempat yang tenang dan suasana yang tenang juga, nanti malam aja kita bicarakan itu” potong Rafa.
Cessa mengangguk cepat. “baiklah. Cessa juga tidak ingin membicarakan itu dengan cepat, memang perlu tempat yang bagus untuk membicarakan hal penting itu.
****
“Mau masak apa aja selain sup iga?” Tanya Cessa pada Rafa yang sedang mendorong troli belanjaan.
“Benaran bisa masak apa aja?” Tanya Rafa.
“Gampang kalau gak bisa tinggal liat youtube cara buatnya, jadi mau itu aja?” Tanya cessa.
“Aku suka banget sama iga, mau di bakar atau di sup” ujar Rafa.
“Ya udah ntar beli iganya agak banyak, lalu beli bahan lainnya juga bolehkan?” Tanya cessa lagi, soalnya dia akan menggunakan uang Rafa.
“Pakai aja, gak bakal habis buat beli satu supermarket ini juga” kekeh Rafa.
“Iya deh, tuan kaya” ledek Cessa.
Saat kedua orang itu asik bercengkrama tentang bahan masakan tiba-tiba datang wanita perusuh yang biasa selalu mengejar-ngejar Rafa.
“Fa, tumben ketemu disini, lagi belanja bareng adek ya?” Tanya wanita itu tiba-tiba dengan menatap cessa dari bawah keatas.
Bukannya menjawab, Rafa malah menarik tangan cessa buat melangkah pergi, membuat wanita itu memekik memanggil nama rafa.
“Gak di gubris tu? Ntar marah lagi pacar kamu”
“Bukan pacar, aku gak punya pacar, tapi istri” Rafa mendekatkan wajahnya pada wajah Cessa membuat gadis itu grogi dan otomatis mendorong badan Rafa menjauhinya.
Rafa terkekeh kecil melihat tingkah menggemaskan istrinya yang sudah berjalan menuju kasir.
“Fa! Kok ninggalin gue sih! Bikin kesal aja! Siapa tu fa? Adik lu?” Tanya wanita itu lagi karena penasaran.
“Bukan urusan lu! Berani lu ngerjain dia! Habis lu ditangan gue!” ancam Rafa sebelum pergi meninggalkan wanita itu.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Beruntung Rafa,Nikah2 dapat keluarga yg hangat dan baik dan juga Cessa yg gak sombong dan jutek ke dia,Apalagi kembaran nya temen Rafa sendiri..👍👍
2024-03-29
0
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah,,Berarti Cessa bisa menerima pernikahan mereka dgn baik ya.. Semoga saja langgeng selalu,kalo ada masalah antara mereka tuh jgn yg berat2 ya thor,karena hidup ku di dunia nyata udah berat,,🥺
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Waahh bonus tuh biat Rafa..👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻😅
2023-04-29
0