Cessa menatap langit biru saat pertama menginjakkan kakinya kembali ke Indonesia. Sudah sekitar lima tahun dia tidak pernah menginjakkan kakinya di Indonesia, karena menjalani pengobatan di luar negeri selama itu pula gadis itu bersekolah dengan cara homeschooling.
"Ahhh, akhirnya aku kembali kesini lagi" desah Cessa, dia melihat ke selilingnya tidak ada siapapun yang dia kenal, apa pria yang lahir beberapa menit lebih awal darinya tidak jadi menjemput.
Baru saja Cessa hendak menelpon, suara cempreng saudara kembarnya itu menggema memekakkan telinga.
"Yuhhuuuu my Princess! yuhuuu" teriak pria itu sambil melambai-lambai kan tangan.
ingin rasanya Cessa melemparkan tas yang dia bawa pada muka saudara kembarnya itu.
Princessa Aurelia Bagaskara, adalah putri bungsu dari keluarga Bagaskara, keluarga yang cukup terpandang di Indonesia. tapi keberadaan Cessa selalu di rahasiakan oleh keluarganya, mengingat dulu Cessa phobia bertemu dengan orang-orang.
Hingga sekarang walau dia sudah sembuh, keluarga Bagaskara memang sengaja menyembunyikan wajahnya dari media.
'Bukk'
"Wadaaaww, sakit cess!" pekik Prince, dia memegangi lututnya yang tadi mendapatkan tendangan dari Cessa.
Prince Aditama Bagaskara, dia adalah saudara kembar Cessa, walau wajah mereka tidak terlalu mirip tapi keduanya adalah saudara kembar, mungkin karena Cessa cewek dan prince cowok jadi wajah mereka tidak mirip.
Dulu Cessa sering dibully karena di kira pacar dari prince, karena itu Cessa phobia terhadap orang, siapapun itu, namun sekarang ketakutan telah hilang, dia telah berhasil menyembuhkan penyakitnya.
Cessa yang ada sekarang adalah gadis pemberani, dan jago bela diri dia betul-betul berubah dari dirinya 5 tahun lalu.
"Gue capek Prince! cepat bawa tas gue!" Cessa memberikan tas yang dia pegang dan memberikan semua barang bawaannya pada prince.
“Ini Cessa kan? Adik kembar gue?” Prince mencubit pipi Cessa dengan gemas.
Cessa segera menepis tangan abang kembarnya itu, “Berisik banget sih, gue capek perjalanan berjam-jam, sekarang bawa aja barang-barang gue” Perintah Cessa lagi.
“ya ampun, adik gue yang imut-imut telah hilang” Prince Kembali berteriak dengan lebay.
“mana kunci mobil?” bukannya meladeni Prince, cessa lebih memilih membiarkan abang yang lahir beberapa menit lebih cepat darinya itu berteriak sesuka hatinya.
“Mau apa?”
“biar gue aja yang bawa”
“bisa mati gue ditangan king, kalua lu yang bawa mobil” tolak Prince. King Arfandra Bagaskara Adalah abang tertua dari Princessa dan Prince, Dial ah pewaris utama dari perusahaan Bagaskara, dan dia sangat ditakuti oleh Prince, karena abangnya itu sedikit tegas jika dengan adik-adiknya.
“Ya udah, kalua gitu cepat pulang gue capek!”
“Ya allah, kok bisa gue punya adik durhaka seperti ini” lirih Prince berpura-pura menangis.
“Sekali lagi acting di depan gue, gue aduin ke abang king” Cessa meninggalkan Prince membawa semua barang bawaannya sementara dia berjalan lebih dulu.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
“Mau makan dulu atau pulang langsung?” tanya Prince, kebetulan saat ini lampu sedang merah, jadi dia bisa bertanya pada Cessa yang sudah menutup matanya.
“Pulang, udah gue bilang berkali-kali gue capek” jawab Cessa masih dengan mata tertutup rapat.
“Gak makan dulu? Gue mau kenalin lo sama sahabat gue, kebetulan dia sedang ada di café miliknya”
“Kagak mau gue, pastil lo mau jodohin gue sama dia kan”
“Iya siapa tau aja lu suka sama dia, anaknya ganteng, tajir, sama pintar loh” Puji Prince.
“nanti aja kenalan di sekolah, lagian gue gak mau pacar-pacaran langsung nikah aja” ucap Cessa.
“Diaminin baru tau rasa lo dek”
“Hmmm udah Cessa ngantuk” Cessa menutup pembicaraan mereka dengan membalikkan badan menghadap jendela.
Prince hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik kembarnya, waktu lima tahun mampu merubah sikap adiknya yang awalnya malu-malu dan anggun menjadi barbar sedikit tomboy.
Prince tau bagaimana perjuangan Cessa untuk sembuh dari traumanya hingga bisa normal seperti sekarang. Tidak mudah memang cessa membutuhkan waktu 5 tahun untuk sembuh, dan itu semua penyebab traumanya adalah dirinya.
Maka dari itu Prince ingin mengenalkan Cessa dengan sahabatnya agar ada yang bisa menjaga cessa selain dirinya.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
“Adek! Selamat datang” teriak mami Dona saat melihat putrinya baru keluar dari mobil.
Cessa langsung memeluk maminya itu dan mencium pipi kiri dan kanannya. “Assalamualaikum, adek pulang Mi” ucap Cessa sambil masih memeluk maminya.
“Hmm, Cuma mami aja ni yang dipeluk, papi enggak ya?” goda papi Harri pada putrinya yang sudah lima tahun tidak pulang kerumah.
“Ihh papi, cemburuan aja sih, tadi yang nyamperin Cessa kan mami duluan makanya mami yang Cess peluk duluan, Sini gantian cess peluk papi lagi” Cessa mendekat kearah papinya dan memeluk pria itu dengan sayang.
“Gimana kabar papi, masih suka marah-marah aja?” goda cessa.
“Kamu ya makin hari makin suka godain papi” Papi haris mencubit gemas pipi putri satu-satunya itu.
“Abang juga mau dong dipeluk sama princess” King muncul dibelakang Papi Haris dan mencubit gemas hidung mancung adiknya itu.
“Ayok sini Cess peluk semuanya” setelah memeluk Papinya cessa beralih memeluk abang pertamanya itu.
“Kangen tau abang” kekeh Cessa dalam pelukan King.
“Abang juga kangen kamu dek, baik kan keadaan kamu?”
“alhamdulillah cess sehat wal afiat, kalua gak, cess gak mungkin ada disini sekarang” kekeh Cessa sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Peluk aja semuanya, gue dilupain, jadi babu tukang angkat-angkat barang lu nih” gerutu Prince.
“Aduh pak, itu barang-barang letak di sana aja, biar nanti dibawain sama abang king” Goda cessa pada saudara kembarnya.
“emang lu kata gue pembantu! Gue aja beum dipeluk, padahal gue yang jemput lu, malah dapat tendangan maut, kit aini ya cess, selalu sama-sama didalam perut mami, baik dikit ngapa, sama abang sendiri juga” gerutu Prince lagi.
“Ohhh iya cessa ingat, prince kan keluar dari perut mami, karena cessa tendang, makanya keluar duluan”.
“Jahat lu, emang lu inga tapa waktu dalam perut mami” balas Prince tidak mau terima.
“Udah-udah, kalian ini kalua ketemu udah kayak anjing sama kucing, berantem mulu, tapi kalau gak ketemu saling merindukan” Papi harri menengahi pertengkaran putra putrinya.
“Ayo, masuk sayang, mami udah siapkan makanan kesukaan kamu, makan dulu baru istirahat dikamar” ajak mami Dona.
...🌜☀☀☀☀🌛...
Semua mata diruang makan itu tertuju pada Cessa, mereka semua tidak menyangka Cessa sudah bisa berinteraksi normal seperti gadis-gadis lainnya.
“Ini pada ngapain? Kok gak ikutan makan, Cuma ngeliatin cessa, emang pada kenyang ya liatin wajah cess aja” ucap Cessa.
“Hehehehe iya sayang, mami kangen aja sama kamu, makanya ngelihatin gitu”
“Lusa jadi sekolah dek?” tanya king ingin memastikan.
“Jadi, kan papi yang paksa” Cessa melirik papinya yang sekarang berpura-pura fokus pada makanannya.
“Udah benaran sembuhkan dek?” tanya King lagi untuk memastikan.
“Hehehehe udah, tenang aja, dek udah gak trauma lagi, Cuma besok dek mau ke sekolahnya, pas pulang sekolah, murid-murid udah pada pulang”
“Mau ngapain sayang?” kali ini mami Dona yang bertanya.
“mau ngelihat suasana sekolah aja dulu, sebelum Cess benar-benar sekolah di sana, gak apa kan pi?”
“Iya gak apa, papi juga udah bilang sama pihak sekolah”
“Mau di temani dek?” tawar Prince.
“Gak mau, ntar pada iri para pemuja prince, capek ngurusnya” balas cessa cepat.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Nah perubahan ini yg aku mau.. Walau udah berulangkali aku baca novel othor yg ini tetap aja aku demen bacanya..😁😁🙏🙏
2024-03-28
2
Zurnia Fathurrahman
iya sama...q juga udah kesekian kalinya hhhh
2024-02-15
0
KasniWati
ngulang lagi baca Nya,,suka banget So'al Nya,,🤭
2023-12-25
1