Selama perjalanan, cessa Kembali lagi melirik-lirik Rafa yang menyetir mobil, gadis itu tidak akan mengeluarkan suaranya sebelum Rafa mengeluarkan suaranya duluan, membuat Rafa menjadi sangat risih melihat tingkah Cessa.
“Ada yang mau kamu katakan Cess?”
“Tadi siapa?” liatkan, ketika Rafa mulai mengeluarkan suara Cessa juga baru mulai mengeluarkan suara.
“Salah satu Fans ku” jawab Rafa singkat.
Cessa menunggu hingga tiga detik, Rafa tidak terlihat ingin menyambung kata-katanya.
“Hany aitu?” Seru Cessa sedikit bernada tinggi.
“Iya hanya itu, emang mau sepanjang apa? Ssaaaaaaaaaaaaaalllaaaaaaaaaaaaaaaaahh Saaaaaaaaaatuuuuuuuuuuuu_” Rafa memanjangkan kata-kata yang tadi dia ucapkan.
“Cukup! Ngesalin banget sih, aku mau tanya kamu ada hubungan atau gak sama dia, terlihat akrab banget tadi” Cessa melipat kedua tangannya didada, ini pertanda dia sedang tidak main-main.
“Gak ada, akrab dari mana?” balik tanya rafa.
“Iya tadi dia ngomong Panjang lebar sama kamu” gerutu Cessa.
“Cemburu ya?? Ledek Rafa.
“Rafa! Apaan sih! Aku tu Cuma gak mau ya, jadi perebut kekasih orang!” kesal Cessa,dia membuang pandangannya kesamping agar Rafa tidak melihat pipinya yang sudah bersemu merah.
Rafa tersenyum kecil, dia tau Cessa sengaja memilih menatap kaca spion didekatnya agar tidak memperlihatkan wajahnya yang sedang malu.
“Kamu gak ngerebut apapun kok, aku belum pernah pacarana, kalau gak percaya tanya aja prince” ujar Rafa dengan santainya.
“Bisa dipercaya itu? Pacar iya gak punya, siapa tau teman tapi mesra banyak” sindir Cessa lagi.
Rafa memilih mengambil sebelah tangan cessa dengan tangannya yang bebas dari stir mobil, “Gak ada cess”.
Cessa yang di pegang tangannya tiba-tiba dengan Rafa langsung membeku, ini pertama kalinya seorang pria menyentuh tangannya.
“Masih gak percaya?” tanya Rafa lagi.
“Pe-percaya” Pasrah Cessa. “I-ini kita mau kemana?” tanya cessa bingung, karena Rafa memilih jalan yang berbeda dari arah pulang ke rumah.
“Ke apartemenku dulu, besok kitakan ke sekolah, gue gak suka bawa mobil, macet dijalan, jadi pakai motor aja, kamu bisa bawa mobilkan?” tanya Rafa. Memang mobil yang dibawa Rafa adalah mobil miliknya yang dibawa kemarin saat dia mengambil kopernya di apartemen, tapi rafa tidak terlalu suka membawa mobil makanya dia ingin mengambil motor yang dia punya untuk dibawa ke rumah Cessa.
“Motor? Boleh gue yang bawa?” pekik Cessa kegirangan.
“kamu bisa bawa motor?”
“Bisa!” jawab Cessa cepat, dia semakin menggenggam tangan Rafa yang masih memegangnya.
“Ya udah boleh bawa, tapi janji gak boleh dibawa laju, kalau gak, gak bakal pernah aku bolehin bawa selamanya” ancam Rafa sebelum Cessa membawa motornya untuk balapan.
“Iya-iya, di mana apartemen mu?” Kepala cessa sudah naik turun dan berbolok kekiri serta ke kanan, mencari Gedung, Gedung yang mungkin menjadi apartemen milik Rafa.
“bentar lagi sampai”
Lima menit setelah Rafa menyampaikan itu mereka sampai di Gedung mewah yang sangat besar. Rafa menepikan mobilnya diparkiran. “Mau ke masuk ke apartemen dulu gak?”
Cessa sedikit menimbang-nimbang melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11.30 jam makan siang sebentar lagi, maminya akan bertanya macam-macam jika pulang telat.
“Lain kali aja deh, soalnya udah jam segini” Cessa menunjukkan jam ditangannya pada Rafa. Rafa pun mengangguk cepat karena mengerti, dia dengan cepat berjalan menuju parkiran apartemen tempat dia meletakkan motor kesayangannya.
Tidak sampai 3 menit Rafa keluar dan mendekati mobilnya, dimana Cessa sudah menunggu pria itu didepan mobil.
“Wuuaaahhh keren banget, boleh gue bawakan?” tanya cessa lagi.
“Boleh asal yang gue ucapkan__”
“Tidak boleh ngebut, okelah tidak bakal ngebut kok” Cessa memotong cepat ucapan Rafa sambil menengadahkan tangannya meminta kunci motor pada Rafa.
Sambil geleng-geleng kepala Rafa memberikan kunci motornya pada cessa, tambah satu lagi hal mengejutkan tentang cessa yang baru diketahui Rafa, gadis itu ternyata pandai membawa motor balap miliknya.
“asik makasih” sorak Cessa gembira, dia langsung mengambil helm yang terpasang di dekat jok, sementara helm milik rafa, pria itu kembalikan kedalam mobilnya.
...🌜☀☀☀☀🌛...
Cessa memang benar-benar menuruti perintah Rafa, kata orang, omongan suami itu harus dilaksanakan, makanya cessa mematuhi Rafa.
🎼 Rafa mengangkat teleponnya yang berdering dengan menyalakan earphone nya.
📲 “Assalamualaikum”
📲 “Waalaikum salam, kamu di mana nak?” itu adalah suara dari mama Rafa, sepertinya Wanita berumur itu sudah merindukan putranya yang tidak pulang semalaman, padahal dia sendiri termasuk istri sosialita yang cukup sibuk, jarang punya waktu untuk anak-anaknya.
📲 “lagi di jalan ma, baru pulang dari belanja sama istri Rafa, kenapa ma?” jawab rafa sangat lembut.
📲 “tidak ada, mama Cuma rindu putra mama, kamu bisa ke rumah besok malam nak? Bawa juga istrimu, mama dan papa ingin makan malam dengan kalian” ujar mamanya.
📲 “Maaf ma, nanti Rafa tanya sama Cessa ya, Apakah Abang juga ikut makan malam?”
📲 “Tentu aja ikut sayang, diakan abangmu” jawab mama dengan cepat.
📲 “Ma, maaf jika abang ada Rafa tidak mau, makan di rumah, cukup selama ini rafa mengalah sama abang, rafa tidak akan mengalah mengenai masalah Cessa” Rafa bersyukur saat ini cessa yang membawa motornya, jadi gadis itu tidak mendengar pembicaraannya dengan mamanya.
📲 “fa, gak boleh gitu, dia abangmu juga, tidak boleh bertengkar dengan saudara sendiri, mama yakin abangmu sudah menyerah dengan Cessa, jadi besok malam datang ya” bujuk mamanya lagi.
Rafa menghela nafas Panjang, dia memukul stir mobilnya untuk mengalihkan kemarahannya yang tiba-tiba muncul saat membicarakan gavin abangnya.
📲 “Baiklah, tapi Rafa tanya cessa dulu, jika dia tidak ingin ikut, rafa tidak bisa memaksanya”
📲 “baiklah, kalau gitu mama tutup dulu ya, assalamualaikum”
📲 “waalaikum salam”.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Rafa keluar dari kamar mandi dengan kepala yang masih basah dilihatnya cessa sedang duduk di atas ranjangnya sepertinya gadis itu sudah menunggu rafa sejak tadi.
“Sekarang mau bicara apa?” Rafa duduk tiba-tiba dihadapan Cessa membuat gadis itu terlonjak kaget dan Kembali membenturkan kepalanya ke dinding kamar.
“hahahhaa” Rafa tertawa karena ulah cessa.
“Istri sakit diketawain jahatnya” Cessa menggerutu sambil memegangi kepalanya yang kemungkinan bakalan benjol.
Rafa kini mengarahkan tangannya ke kepala Cessa yang sejak tadi dia pegang itu, hal itu membuat cessa spontan merona merah, gadis itu hendak mendorong badan Rafa agar menjauh tapi sayang tangannya langsung ditangkap sebelah tangan rafa, jadi sekarang cessa tidak bisa bergerak.
“Maaf, gak bakalan lagi ngelakuin seperti tadi” Ucap Rafa tepat ditelinga Cessa.
.
“Hmmm…tentang pernikahan kita…”
Sekarang cessa dan rafa sudah duduk saling berhadapan.
“Aku tidak akan bercerai” potong Rafa cepat, sebelum Cessa menyampaikan apa yang akan dia sampaikan.
“Siapa juga yang minta bercerai!” kesal gadis itu. Emosinya sudah mulai naik mungkin karena tadi kepalanya terbentur.
“jadi?”
“aku ingin kita berjanji satu hal”
“Apa itu?” tanya Rafa cepat.
“Tidak boleh ada rahasia antara kita, jika suatu saat kamu menyukai orang lain harus memberi tahuku lebih dulu__”
“Mau di poligami?”
‘Puk’ Tangan cessa lebih cepat bergerak dibanding kata ucapannya, dia sudah melayangkan pukulan pada kepala Rafa.
“Sakit cess, kekerasan dalam rumah tangga ini Namanya” keluh Rafa.
“makanya dengarin dulu kalau gue ngomong!”
“Iya apaan coba kalau aku suka sama orang lain harus bilang, kalau bukan poligami”.
“Maksud gue bilang biar gue siap-siap ajuin perceraian! Dasar g*blok!” cessa sudah tidak dapat menahan kata-kata kasarnya lagi, dia sangat emosi melihat suaminya tu.
“Kan aku udah bilang gak bakal cerai, prinsip hidupku itu menikah hanya sekali seumur aku hidup, jadi aku tidak akan mencintai orang lain, tapi aku tidak tau kamu” kesal Rafa.
“Sama, aku juga Cuma mau menikah sekali dalam seumur aku hidup, jadi kita benaran nikah ni?” ulang cessa.
“Selama ini kemana aja? Udah ijab qobul kemarin mau diulang?” tawar Rafa.
“Gak cuma mastiin aja benaran nikah sama kamu, gak bisa ya aku dapat yang lebih dari ini” keluh cessa sambil memandang Rafa dari bawah sampai atas.
“Ya elah harusnya kamu yang bersyukur dapat tampang seperti aku, dimana-mana banyak yang ngejar ngejar aku__”
“Itu masalahnya, saingan gue banyak!” keluh cessa.
Rafa sampai melongo menatap cessa, bukan karena tampang dia kurang ternyata karena kelebihan tampan, cessa jadi ngeluh dengan suaminya.
“Lu bisa gak besok ke sekolah pakai baju di kancing sampai atas, terus pakai kacamata tebal, terus belah tengah, tu cakep banget” kekeh Cessa.
“tampang suami kamu mau diapain aja tetap cakep, jadi gak bisa diubah-ubah, bersyukur dapat yang kayak gue, dibanding abang gue?” ledek Rafa.
“Iya sih, mending lah awas aja lu selingkuh dan gak jagain gue, gue libas juga!” cessa menunjukkan tangannya yang mengepal dengan sempurna.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Udah nikah juga Cessa,,Semoga aja kalian saling bisa menjaga HATI dan perasaan pasangan ya 🤲🏻🤲🏻🙏🏻🙏🏻
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Aku cuman bisa berharap sama Cessa,Semoga Cessa SETIA dan gak tergoda sama Gavin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥺🥺
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Emang kamu tau isi hati anak manja mu itu,Jangan sampai karena kamu maksa dgn sok ngebela Gavin,Rumah tangga Rafa jd taruhannya, Aku MAKI kamu ntar..Anak kek Gavin tuh gak dlm kamus hidupnya kata MENYERAH,jangan nyesel kamu ntar,kalo hubungan anak2 mu lg tambah parah..🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️😡😡😡
2023-04-29
0