Pov Alexander Smith
Aku memutar balik mobilku kearah jalan yang diambil oleh Azzam dan Aisyah. Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dari cerita Nikita barusan. Apalagi tatapan mata Aisyah itu beberapa menit yang lalu. Ia sepertinya ingin menyampaikan sesuatu padaku.
"Kita kenapa balik lagi dad?" tanya Nikita heran dengan jalur yang aku ambil. Aku hanya diam dan berkonsentrasi dengan kecepatan laju kendaraan ini dimana jalanan agak curam karena desa ini berada di daerah pegunungan.
"Kamu tidur saja kalau ngantuk, daddy ada urusan sebentar." Aku berusaha mengingat arah mobil Azzam tadi apakah ia keluar dari desa ini atau hanya mencari tempat yang tidak jauh dari tempat ini. Di sebuah persimpangan, aku sempat singgah menanyakan mobil berwarna hitam yang mungkin ia lihat beberapa menit yang lalu. Dan untungnya orang itu ingat karena memang tidak banyak yang memiliki mobil seperti mobilnya Azzam. Jadi mereka mengenalinya. Kuikuti jalur yang ditunjukkan oleh orang itu dan akhirnya aku temukan mereka di sebuah jalan cukup sepi. Rasa ingin tahuku membuatku pelan-pelan turun dari mobil dan meninggalkan Nikita yang sudah tertidur nyenyak.
Dengan mengendap-endap aku menghampiri mobil Azzam yang cukup mencurigakan. Sampai kudengar suara Aisyah berteriak, aku langsung mencari batu besar dan memukulkannya ke kaca mobilnya setelah beberapa kali kuketuk.
Ya ampun ternyata kecurigaanku sepanjang perjalanan tadi terbukti. Tubuh Aisyah yang sangat cantik itu sudah terbuka dimana-mana. Aku berharap ia belum disentuh oleh tangan kotor Azzam. Setelah aku menaruh gadis itu di dalam mobil di samping Nikita yang masih tertidur, aku langsung kembali ke tempat Azzam, aku ingin memberinya pelajaran yang tak akan bisa ia lupakan seumur hidupnya. Tetapi sayangnya aku terlambat, ia sudah kabur.
Aku kembali ke mobilku dimana ada dua perempuan di sana dalam posisi yang berbeda.
"Terima kasih tuan." ujar Aisyah ketika aku sudah menyalakan mesin mobil untuk pulang ke desa kami.
"Jangan ceritakan ini pada ayah," lanjut Aisyah dengan suara pelan. Aku meliriknya sekilas. Kulihat ia menyusut air matanya. Mantelku yang ia gunakan ia tarik semakin rapat untuk menutupi bagian atasnya yang cukup terbuka. Kain yang biasanya menutupi rambut dan kepalanya sudah tidak ada, baru kali ini aku merasa bahwa ia gadis yang sangat cantik. Pantas Azzam sangat tergila-gila padanya.
"Aku tak akan. bercerita pada paman, Kalau ia tidak bertanya." jawabku datar lalu kuarahkan pandangan ku kedepan ke jalan yang kami lewati.
Setelah hampir satu jam berkendara, akhirnya kami sampai di rumah. Aku jadi bingung sendiri bagaimana caranya Aisya turun dari mobil tanpa dilihat oleh para tetangga dengan penampilan yang cukup mencurigakan. Ia tidak memakai penutup kepala yang belakangan kutahu namanya adalah jilbab dengan rambut yang tergerai bebas dan mantel yang ia gunakan adalah mantelku.
Aku menatapnya bingung begitupun dirinya. Kami saling menatap dengan pikiran yang berbeda. Sampai Aisyah membuka suaranya dengan pelan. "Bawa Nikita turun dulu, tuan." aku mengangguk dan turun dari mobil kemudian membuka pintu dimana ia dan Nikita duduk.
"Dan tolong ambilkan aku kain atau apa saja yang bisa menutup kepalaku ini, di dalam. Pasti ada kan milik Nikita?" ucap Aisyah saat aku meraih Nikita dari pangkuannya. Putri kecilku itu masih tertidur dengan nyenyak. Aku membawa Nikita ke kamarnya dan mencari selembar kain yang diminta oleh Aisyah.
🍁🍁🍁
Muhammad Yusuf tanpa sengaja melihat Aisyah putrinya berada di atas mobil Alexander. Ia tidak percaya akan penglihatannya sehingga ia melangkahkan kakinya memasuki halaman pria beranak satu itu.
"Aisyah!" ujar Muhammad Yusuf dengan suara tercekat. Putrinya sedang duduk di jok depan dengan rambut terurai tanpa selembar jilbab yang biasa ia gunakan. Dan pakaian yang dikenakannya adalah pakaian Alex yang sering ia gunakan ketika keluar rumah.
"Astagfirullah, semoga Allah mengampunimu nak." ujar nya lagi dengan ekspresi yang sangat sedih di wajahnya.
"Ayah, ini tidak seperti yang ayah pikirkan." Aisyah ingin membuka pintu mobil dan turun untuk berbicara lebih dekat dengan ayahnya tetapi pria tua itu menahannya.
"Jangan turun dengan penampilan seperti itu. Biar bibi Sarah yang akan membawakan pakaian yang layak untukmu. Dan ingat jangan sekali-kali kamu masuk ke rumah itu." Muhammad Yusuf segera berlalu dari tempat itu tetapi langkahnya terhenti ketika Alexander ternyata sudah berdiri di hadapannya.
"Salam paman." sapa Alex sopan. Ia tanpa sadar melihat wajah ayah dari Aisyah itu menegang dan mata tuanya menatapnya dengan sangat marah.
"Tunjukkan niat baikmu pada putriku. Jangan mempermalukan kami di sini. Aku menunggumu di rumah malam ini juga!" tiga kalimat yang sangat tidak dipahami Alex itu keluar begitu saja dari mulut Muhammad Yusuf. Ia memandang punggung orang tua itu yang semakin menjauh meninggalkan putrinya yang menangis di atas mobil.
Dengan wajah bingung, Alex memberikan selembar kain milik Nikita itu kepada Aisyah yang justru berakhir menjadi kain untuk melap air mata dan ingusnya.
"Ada apa ini? adakah yang mau menceritakan apa yang terjadi?" tanyanya setelah mereka hanya diam-diaman selama beberapa waktu lamanya. Aisyah tetap masih di atas mobil menunggu bibi Sarah menjemputnya sedangkan Alex berdiri didepan pintu mobil.
"Ayok Aisyah pakai kerudung ini dan pulang ke rumah." ujar bibi Sarah yang tiba-tiba berada di antara mereka.
"Salam Bibi, " ujar Alex dengan wajah masih bingung.
"Kamu ditunggu di rumah setelah sholat magrib di rumah Kak Yusuf. Datanglah untuk melamar Aisyah!"
"Apa?" Alex tidak sadar mengeluarkan suara yang keras didepan perempuan tua itu.
"Bibi, ini tidak seperti yang bibi pikirkan. Kami tidak melakukan sesuatu yang melanggar." tangis Aisyah kembali pecah.
"Sudahlah, Laki-laki yang baik adalah laki-laki yang menghormati perempuan dan mau bertanggung jawab." ujar Bibi Sarah dengan mata melirik ke arah Alex. Pria itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku akan datang bibi." ujar Alex akhirnya. Ia akan menceritakan kejadian yang sebenarnya di sana.
---Bersambung---
🍁🍁🍁
Mohon dukungannya untuk karya receh ini, Klik Favorit, Like, dan komentarnya ya gaess agar aku semakin semangat update nya.
Nikmati alurnya dan Happy reading 😍😍 😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Djie Marwati Laissa
Azzam malah mndekatkan jodohx pada Alex...🤣🤣🤣
2022-11-09
1
Nunung Suwandari
sekedar masukan thor kalau pov nya alex sudah selesai tolong dikasih pemberitahuan biar yg baca tidak bingung,sayang ini alur cerita nya sudah bagus tapi tatanan kalimatnya masih kurang rapi 🙏
2022-09-01
2
Riana♕
🤣🤣🤣malah durian runtuh dptnya tanpa susah2
2022-07-25
3