Zareema menatap Azzam dengan pandangan tak biasa. Ia melihat semua kejadian tadi antara Alexander dan Kakaknya itu dan ia tak menyangka kalau duda keren beranak satu itu berani menantang seorang Azzam yang sangat disegani di desa itu.
"Kenapa kakak harus mengancamnya?" tanya Zareema dengan hati kesal. Ia baru saja ingin menarik perhatian pria tampan itu kini jadi merasa tak punya lagi kesempatan. Azzam diam saja dan tak mau menjawab pertanyaan adiknya itu.
"Harusnya kakak itu mengancam dan memaksa Aisyah saja. Bisa jadi kan mereka berdua memang tak ada hubungan apa-apa." Zareema memanyunkan bibirnya tanda kesal.
"Lalu aku harus apa sekarang?"tanya Azzam ikut frustasi. Ia meraup wajahnya kasar. Ada rasa penyesalan dalam hatinya mengingat jabatannya di sekolah itu bisa merusak nama baiknya saja. Ia tadi tidak sadar dan langsung merasa terpancing ketika melihat pandangan Aisyah sang pujaan hati jatuh pada Alexander, duda beranak satu itu. Apalagi cerita tentang kedekatan Aisyah dengan seorang pria asing yang beredar di desa ini cukup mengganggunya.
"Ah, sudahlah." ujar Azzam sambil mengibaskan tangannya tanda ia tak mau membahas ini lagi. Ia ingin berkeliling di lingkungan sekolah ini. Ia berharap bisa bertemu Aisyah dan kembali menarik perhatian gadis yang selama ini ingin ia nikahi. Ia sudah melamar pada paman Yusuf tetapi orang tua itu malah menyerahkan keputusannya kepada Aisyah dan disinilah ia sekarang menanti dalam ketidak pastian.
"Aisyah!" panggil Azzam ketika melihat gadis itu melintas di koridor sekolah. Akhirnya pucuk dicinta ulam pun tiba. Orang yang lama dinantikan muncul juga. Aisyah menoleh dan mencari sumber suara. Ia menghentikan langkahnya dan menunggu Kepala sekolah tempat ia mengajar itu tiba dengan langkah cepat.
"Aku sudah lama mencarimu." ujar Azzam berbasa-basi padahal ia sebenarnya setiap saat mengawasi pergerakan gadis itu selama di lingkungan sekolah.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Aisyah penasaran.
"Hanya sedikit bantuan jika kamu tidak keberatan." jawab Azzam cepat sembari berpikir bantuan apa yang ingin dibicarakanya.
"Ayolah otak, plis... berpikirlah." ujarnya dalam hati dan Aisyah yang melihatnya terdiam langsung menyadarkannya.
"Helllow, pak?" Aisyah melambaikan tangannya di depan Azzam yang sedang melamun dan memikirkan sesuatu.
"Sepulang sekolah bagaimana kalau aku mengajak mu ke suatu tempat." ujar Azzam akhirnya. Aisyah menatapnya bingung, ia ingin menolak tapi merasa segan dengan pria yang masih ada hubungan keluarga dengannya ini.
"Baiklah." jawab Aisyah mengiyakan. "Kalau begitu saya permisi, saya akan mengajar di kelas B."
"Oh ya silahkan." jawab Azzam dengan senyum yang sangat cerah. Ia tak menyangka Aisyah begitu cepat mengiyakan permintaannya.
"Semoga ini pertanda baik." rapalnya dalam hati.
🍁🍁🍁
Alexander membawa pulang sekotak besar senjata api yang ia akan pakai untuk berjaga-jaga di desa itu. Gengster dari klan Black Shadow itu cukup berbahaya. Ia tak mau mati konyol di tangan mereka jika sewaktu-waktu mereka bertemu. Ia harus punya persiapan atau setidaknya berhati-hati dan bisa melindungi dirinya sendiri.
Setelah menyimpan kotak itu dengan aman dari jangkauan Nikita ia pun keluar dari rumah dan menuju sebuah tempat yang sangat ramai di desa itu. Pesan sang kepala suku, Muhammad Yusuf terngiang-ngiang di telinganya, bahwa ia harus banyak bersosial dan berinteraksi dengan warga sekitar agar prasangka buruk akan dirinya bisa segera ia perbaiki.
"Salam!" ucapnya kepada para orang tua dan pemuda yang sedang bergotong royong membersihkan masjid. Kebiasaan mereka pada hari Kamis ketika akan menjemput Jumat ibadah.
"Salam!" jawab yang lain kompak. Mereka pun mempersilahkan Alex untuk bergabung dan memberikannya sebuah kain kecil untuk melap kaca jendela masjid yang cukup berembun karena musim dingin yang masih berlangsung.
"Tuan orang baru ya di desa ini." ujar salah seorang pemuda yang sedang melap jendela juga.
"Aku baru kali ini melihat anda bergabung dalam acara kerja bakti ini." Alex hanya tersenyum dan terus melakukan pekerjaannya. Ia belum bisa berbasa-basi seperti orang lain. Ia hanya ingin membantu sebisanya. Mungkin lain waktu ia akan bergabung diacara kumpul-kumpul selanjutnya. Yang jelasnya setelah ink selesai ia akan menjemput Nikita lagi di sekolahnya.
---Bersambung---
Hai readers tersayangnya othor, tetap dukung karya ini ya gaess. Tap Favorit, klik like, kirim komentar, dan hadiah juga ya...
Jaga kesehatan dan Selamat hari raya idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.
Nikmati alurnya dan Happy reading 😍😍😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
may22
mulai adaptasi
2022-08-19
0
Salpira Salpira
mau diajak kemana sih Aisyah?
2022-07-18
1
Palma077
Alex mulai bersosiaLisasi dengan penduduk setempat
2022-07-09
2