POV Alexander Smith
Ada yang berbeda dari hidupku belakangan ini. Sejak Paula memasuki hidupku aku tak pernah lagi ke Club. Apa yang aku cari di sana semuanya diberikan oleh wanita itu. Rupanya ia tipe pembelajar yang baik. Ia semakin mahir melayaniku di ranjang.
Aku yang biasanya menghabiskan waktu di markas tempat senjata-senjata api ilegal itu disembunyikan atau aku yang selalu sibuk di kantor mengurusi bisnis alat-alat kesehatan di pusat kota kini tak betah lagi di sana. Aku lebih sering ingin pulang ke rumah menemui istriku Paula.
Aku sengaja memperkenalkannya sebagai istriku di depan para kolegaku pada setiap acara-acara bisnis meskipun kami belum ada hubungan pernikahan. Aku ingin mereka tahu bahwa aku juga bisa mempunyai satu keluarga bahagia.
Hubungan kami hanya sebatas simbiosis mutualisme yaitu hubungan yang saling menguntungkan. Aku butuh dirinya untuk melayani hasratku sedangkan ia butuh uangku untuk menghidupi kedua orangtuanya.
Hari ini aku ingin sekali pulang ke rumah menemuinya. Rasa rindu yang cukup lama kupendam karena urusan bisnis di luar negeri selama beberapa hari ini semakin memuncak. Ingin rasanya ku ledakkan diriku di dalam dirinya saat ini juga.
"Selamat siang Mr. Alex!" sapa Maksim saat melihat aku melangkah terburu-buru dari atas tangga pesawat jet pribadiku. Ia datang menjemputku siang ini dengan ekspresi wajah datar seperti biasa.
"Hem, siang Maksim!" jawab ku singkat sembari memasuki mobil yang sudah dibuka terlebih dahulu oleh sopir pribadiku.
"Ada pergerakan di bagian Utara, Mr.!" ujar Maksim masih dengan ekspresi tak terbaca. Aku langsung menegakkan punggungku mendengar berita yang tak ingin aku dengar. Maksim tahu kalau aku sedang menyimak apa yang ia katakan. Dan tanpa kutanya ia langsung melanjutkan laporannya.
"Senjata-senjata kita yang kita kirim lewat jalur laut ternyata terendus oleh mereka. Gengster itu berani menghadang dan berniat merampas milik kita tetapi untunglah orang-orang yang kita kirim untuk mengawal mereka adalah orang-orang terbaik. Hanya satu korban jiwa dalam aksi itu." ujar Maksim dengan begitu ringan melaporkan hal berbahaya seperti itu seringan kapas.
"Siapa yang jadi korban!" tanyaku dengan suara dalam karena emosi.
"George,"
'Oh, Shiiiit!" Pemuda itu adalah pengawal terbaik yang aku punya. Aku meraup wajahku kasar.
"Antar aku ke rumah orangtuanya!" titahku kepada sopir. Aku ingin mengucapkan kalimat duka untuk keluarganya dan memberikan sejumlah uang untuk kerjasamanya selama ini.
"Tapi, nyonya Paula sudah menyiapkan kejutan untuk anda tuan," Kali in nada suara Maksim tidak sedatar tadi. Ada perubahan dalam nada suaranya yang biasanya begitu kering sekering orangnya kini lebih basah dan bermakna.
"Kita ke rumah Orang tua Maksim sekarang!" titahku tegas. Tentang hadiah kejutan itu pasti aku akan mendapatkannya. Aku hanya terkejut pada diriku sendiri yang semakin ke sini semakin wanita itu membuatku gila.
"Baik!" jawab Maksim tanpa bantahan. Kamipun berangkat ke rumah keluarga George dan menyerahkan sejumlah uang duka atas kematian putra mereka. Dan aku berjanji akan membuat perhitungan dengan pembunuh George.
🍁🍁🍁
Kejutan yang dikatakan oleh Maksim benar-benar membuatku terkejut bukan kepalang. Paula ternyata mengandung anakku. Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Aku bahagia sampai kuangkat Paula tinggi-tinggi dan membuatnya berteriak histeris.
"Terima kasih sayang," Ucapku dengan senyum yang tak lepas dari bibirku. Kematian George rasanya tergantikan dengan kehadiran calon penerus Alexander Smith asli dari darah dan dagingku sendiri.
Kuhadiahi semua pelayan dan anggota gengsterku dengan banyak uang dan perhiasan. Mereka harus ikut berbahagia atas bahagiaku.
Sedangkan Paula, aku hadiahi ia dengan banyak limpahan sentuhan dan cumbuan dari ledakan hasrat yang sudah kutahan selama beberapa hari ini. Aku betul-betul mengurungnya di kamar dan tak kubiarkan ia keluar. Makanan dan apa pun yang ia inginkan akan diantar langsung ke kamar ini. Aku jadi sangat posesif padanya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak.
Paula yang sabar dan baik hati itu begitu menikmati kehamilannya. Ia tak banyak keluhan. Hingga pada suatu hari ia menyatakan sesuatu yang membuatku marah.
"Sayang, aku mau kamu nikahin aku sebelum baby ini lahir." ujar Paula waktu itu disela-sela kegiatan panas kami. Dan entah kenapa aku langsung kehilangan mood dan jadi marah lalu meninggalkannya begitu saja padahal kami belum sampai di akhir perjalanan yang menyenangkan itu.
Sejak saat itu aku jarang kembali ke rumah. Aku kembali sibuk dengan bisnis senjata api yang semakin hari semakin menggoda dan menguntungkan. Belum lagi pelebaran daerah kekuasaan yang selalu aku pimpin sendiri. Janjiku untuk menghabisi pembunuh George pun sudah kutunaikan.
Ketika aku kembali ke rumah aku mendapati Paula menangis di sudut kamar sembari memegang perutnya yang tampak besar sekali. Aku berpikir bahwa perut itu sebentar lagi akan meledak.
"Ada apa Paula?" tanyaku khawatir apalagi kulihat darah segar mengalir dari pangkal pahanya.Tidak ada jawaban kecuali ringisan menyayat hati yang keluar dari mulutnya.
Aku segera menggendongnya keluar dan mengendarai sendiri mobilku ke rumah sakit. Maksim dan Albert baru muncul setelah Paula berhasil melalui masa-masa kritisnya. Ia melahirkan dengan cara Caesar.
Tak terasa seorang penerus ku pun lahir di dunia ini. Seorang putri cantik perpaduan antara kecantikan mommy dan ketampanan Daddy-nya. Warna matanya lebih mirip mataku yang berwarna biru.
Putri kami tumbuh sehat dan cerdas. Di usianya yang baru 2 tahun Nikita sudah lancar berbicara. Aku meminta seorang perawat dan guru untuk mengajarinya di rumah sedang aku dan Paula sibuk di luar rumah mengurusi bisnis dan tentu saja kesibukan kami yang lainnya adalah membuatkan adik untuk Nikita.
Permintaan Paula yang ingin dinikahi tak pernah lagi kami bahas. Paula juga sudah menyadari kalau apa yang ia inginkan tak mungkin aku bisa berikan. Bagiku tak adaTuhan tak ada cinta dan tak ada pernikahan.
Suatu hari Nikita merajuk ingin mengunjungi sebuah tempat rekreasi yang sangat indah. Ia melihat tempat seperti itu dari Chanel yutub di handphonenya. Aku menyetujuinya. Aku mencari waktuku yang kosong baru kita berangkat bertiga.
Semua barang bawaan kami sudah sangat lengkap dan telah disiapkan dengan baik oleh Paula. Kami bertiga menaiki mobil yang kali ini dikendarai oleh Maksim sendiri sebagai tangan kananku.
Ditengah perjalanan Maksim memberi kode padaku lewat tatapannya. Ada bahaya yang mengintai kami. Beberapa mobil dengan kecepatan penuh sedang mengikuti kami sejak tadi. Dengan penuh persiapan aku segera mengambil revolver ku yang selalu ada dalam kantung bagian dalam coatku. Sedangkan Maksim segera mengirim tanda bahaya ke semua anggota dan juga Albert agar segera mengirim bala bantuan secepatnya.
Bugh boom
"Daddy...Mommy" teriak Nikita ketika merasakan mobil kami ditabrak dari belakang. Maksim berusah membuat jalannya mobil tetap stabil. Ia membanting stir ke kiri. Sedangkan Aku berusaha mencari posisi yang tepat untuk menembak roda mobil bagian depan.
penyerang kami.
"Daddy..."teriak Niki lagi di belakang yang justru mengganggu konsentrasi kami semua.
"Oh, No Niki..."suara Paula yang sepertinya sedang menolong Niki betul-betul membuatku melepaskan tembakan asal tetapi justru membuat mobil dibelakang kami oleng dan menabrak pembatas jalan.
Prang
Berkali-kali bunyi tembakan berusaha menembus bodi mobil yang kami kendarai tetapi ternyata tidak berhasil. Mobil ini sudah dirancang khusus anti peluru dan bom.
Maksim menambah kecepatan mobil tapi naasnya rupanya mobil yang ada di depan kami sudah diletakkan bom dan meledak dengan jarak yang sangat dekat dengan kami. Maksim berusaha menghindari ledakan itu hingga mobil kami malah menabrak tebing yang begitu curam.
"Daddy, Mommy..." teriak Niki kemudian tidak sadarkan diri. Tak ada suara Paula yang aku dengar. Aku segera mendorong pintu mobil yang sudah ringsek tak berbentuk.
---Bersambung---
🍁🍁🍁
Hai readers tersayangnya othor, beri dukungan karya ini dengan cara like, komentar, n berikan hadiahnya.
Apakah yang terjadi dengan Paula???
Pantengin terus ya gaess happy reading 😍😍😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Normah Basir
lanjut
2024-09-23
0
babyanzely
wah bagus bnget sumpah😍,simpel mudah di mengerti pembahasaan kata nya
2023-02-14
1
ida fitri
duuh jadi ikutan tegang
2022-09-10
0