Hari-hari pun berlalu aku mencoba untuk tidak memikirkan kamu. Aku fokus dengan diriku sendiri, fokus dengan usahaku. Aku mulai menulis, agar pikiran ku dapat teralihkan dari mu.
Tapi aku tidak benar-benar bisa untuk berhenti memikirkan kamu, karena namamu selalu ada dalam hatiku.
Dan pada akhirnya aku kirim pesan lagi
"A kita nikah yu. Maaf ya WA nya kaya gitu. "
kamu balas dengan singkat.
"Dasar. "
"A surat dari aku masih ada ga?"
"Ada, kenapa kah? "
"fotoin, ada ga? butuh buat bikin tulisan. Soalnya kalo dibikin dua kali ga akan sama perasaannya, intuisinya dalem banget kan pas bikin surat itu nyampe nangis-nangis.
Perasaan yang benar-benar dari dalam hati yang sedalam-dalamnya. dari awal bertemu sampai hari ini, ditulis semua biar jadi kenang-kenangan ga apa-apa kan ya?
Meskipun akhirnya ga tau bagaimana, happy ending atau sad ending gitu ya.
terus berdo'a pasrahkan semuanya kepada yang maha kuasa. cerita lewat tulisan, alhamdulilah bisa kuat sampe sekarang, bisa ketawa.
Dapet pelajarannya gini, kalo emang perasaan aku ke kamu tulus, jangan pernah memaksa kamu untuk bisa bersamaku. ikhlas aja lepaskan, sama siapapun yang penting a Rangga bahagia.
oh iya, masalah cicilan mobil aku, aku minta dikasih rezeki aja sama allah. kalo allah kasih ya dicicil, kalo ga ada mau dilepas aja. maafin semua kesalahan aku sama kamu ya.
"Dasar, ga ada yang salah dan ga ada yang harus dimaafkan. maaf kalo sampe saat ini belum bisa bales apa yang kamu rasakan. karna banyak alasan yang harus dipertimbangkan dalam hidup pribadi sendiri. maaf. "
"iya gpp sadar ko, aku bukan siapa-siapa untuk a Rangga. ga apa-apa, tidak menuntut apapun cuman bilang maaf, maaf, dan maaf, itu aja. "
aku mencoba menerima kenyataan dan mengikuti takdir allah.
Sejauh apapun kita dipisahkan kalo memang jodoh suatu saat pasti akan kembali dan dipersatukan di waktu yang tepat.
Ada video call dari tante baru pulang dari saudi arabia mau kerumah kumpul keluarga besar.
Aku kirim pesan whats app ke kamu.
"mau ikutan masak ga? makan bareng keluarga, hayu kesini."
"Iya boleh sok, ikut seneng nya aja. "
aku pun mulai beres-beres rumah. udah lama juga sih setelah bercerai ga rapi-rapi paling juga sapu pel aja karena ga ada keinginan untuk menata rumah.
selesai merapikan rumah , menunggu tante datang dan ternyata hujan turun dengan lebatnya. aku khawatir saudara ku ga jadi datang karena hujan.
Sorenya tante datang, lalu kita masak bareng sambil ngobrol, nanya masalah perceraian ku seperti apa. aku jelaskan semuanya dia pun sedih mendengarnya karena pernah mengalami hal yang sama.
bagaimana rasa sakitnya dikhianati ketika kita percaya sepenuhnya pada suami kita. bagaimana berjuang sendiri dengan status single parent dalam menjalani kehidupan, dia pernah merasakannya dan itu tidaklah mudah.
hujan tak kunjung reda, udah adzan magrib. makanan sudah siap tinggal menunggu saudara datang. Akhirnya aku memutuskan untuk menjemput mereka satu per satu, karena tidak mungkin jika naik motor hujan nya terlalu lebat.
semuanya kumpul, mereka semua support aku untuk tetap kuat, sabar, terus semangat. kita semua berkumpul bercanda tawa seakan akan meramaikan rumah ku dan aku merasa sangat terhibur dengan kedatangan mereka, apalagi anak-anak yang pada bawel ga bisa diem, di rumah rame sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments