10

"Assalamu'alaikum, lagi apa? "

"Waalaikumsalam, lagi tiduran. "

"Aduh ini statusnya. Suka baca buku? "

"Ah iya, kalo aku sih sukanya baca buku-buku motivasi usaha, novel ga terlalu, sama nonton drama korea. "

"Baru kemaren aku juga ngebut nonton drakor. Eh kuliah dulu jurusan apa? "

"Akuntansi, lulusan tahun 2016 masih masuk nya ke sarjana ekonomi waktu itu. "

"Berarti gelarnya S.E ya? "

"Iya, tapi ga dipake kerja. Ijazah nya disimpen dilemari aja, jadi ibu rumah tangga. "

"Tapi tetep ada perjuangannya kan? "

"Ada banget, lagi hamil besar nyusun skripsi. Bolak balik kampus bimbingan dosen nyampe sidang. Hari ini wisuda besok nya lahiran. Anak aku ikut wisuda diperut."

"Keren, wanita kuat. "

Malam selanjutnya, aku kembali mengirim pesan. Setiap malam selalu begitu, rasanya nyaman kalo aku udah cerita atau ngobrol sama kamu.

"Assalamu'alaikum. "

"Waalaikumsalam. "

"Lagi apa? "

"Lagi duduk, sebaliknya?"

"Biasa, lagi nunggu toko. Tumben ga tidur?"

Karena biasanya kalo aku kirim pesan jam 7, dibales nya pasti nanti jam 10 malem. Kamu bilang nya pulang kerja langsung mandi, shalat, tiduran dan akhirnya tidur beneran. Pas aku mau tidur, kamu bangun, baru balas pesan aku. Seperti itulah polanya.

"Kan malem minggu."

"Oh iya malam minggu, ga ngaruh sih buat emak-emak, biasa aja. "

Dan kamu menghilang, ga langsung bales. Aku kira kamu lagi maen kemana gitu. Atau lagi sama seseorang mungkin.

"Kulan bageur. "

Kamu pun menjawab dengan bahasa sunda yang sopan dan lembut. Membuat hati aku selalu meleleh.

Aku ga akan pernah bisa marah sama kamu karena kamu selalu bikin hati aku luluh dan berbunga-bunga, sangat menggetarkan hati.

Dan kamu mengirimkan sebuah video.

"Tuh malam minggu nya juga maen PS di tempat sodara."

Aku menggoda nya dengan mengirim kan pesan.

"Kita nikah aja yu."

"Eh, dasar." Kamu bales pesan aku dengan emoticon tertawa.

"Kan udah bilang alasannya, kamu masih menjalani masa iddah. Nanti insya allah kalo jodoh, kita bertemu di depan penghulu. Masih ngerasa belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya. Sepenuhnya dalam kewajiban sebagai suami, kamu bantu sepenuhnya dalam kewajiban sebagai istri. tanggung jawab yang lain dijalankan berdua."

"Tapi jujur, sampe sekarang aku ga ngerti dengan mantan suami kamu, alasan gugat cerainya ga masuk akal. Kaya alasan anak kecil yang minta putus sama pacarnya."

"Aku juga ga ngerti, aku sama orang tua ku juga udah mohon-mohon sampe nangis-nangis, tolong pikirkan dulu. Kalo ada kesalahan aku yang dia ga suka tolong jelasin dan masih bisa diperbaiki.

Kalo ga mau nyicil mobil alasannya apa?

Kalo punya pinjaman, kemana, berapa, sampai kapan, bekas biaya apa?

Jujur terbuka biar bisa cari solusi terbaik.

Karena dia ga pernah terbuka masalah uang, aku pikir sih ga masalah selama dia bisa mengaturnya dengan baik. Aku juga punya penghasilan yang penting semua tanggung jawab rumah tangga bisa dipenuhi bareng-bareng.

Kalo mau nikah lagi, sama siapa, orang mana, seperti apa orangnya?

Bawa aja kenalin ke aku, barangkali mau poligami. Jangan pergi gitu aja, tanpa penjelasan. Rasanya sakit banget."

"Nikah aja yu, biar ada temen lelah. Sepertinya aku ga sanggup menjalani semua ini sendirian."

"Eh, teman bahagia ga mau? "

"Mau banget lah. Cuman kan jarang orang yang mau dibawa hidup susah. Makanya aku cari suami yang mau dibawa hidup susah aja, tinggal kita ber'dua aja yang menciptakan kebahagiaan itu sendiri."

Kamu kirim gambar, foto dan video anak aku dari lahir sampai sekarang. Karena aku selalu upload perkembangan anakku di instragram.

"Instagram aktif? jarel sekolah kelas berapa sekarang?"

"Aktif, TK A baru semester 2, masih panjang perjalanannya."

"Insya allah ada rezekinya. Liat foto kamu di facebook, cantik. "

"Jangan diliat semua, belum berhijab."

"Udah liat barusan, foto masih SMP ya? hapus aja yang belum berhijabnya. Tapi, belum beres liat nya juga. "

"Iya nanti, sibuk ngurus toko, anak, belum kerjaan rumah, belum nyari rupiah buat bayar cicilan."

Kita berkomunikasi setiap hari hanya lewat whats up. Walaupun sebetulnya kadang setiap hari aku ketemu sama kamu pas waktu belanja ngisi stock toko. Tapi ga ngobrol deket, seperlunya aja.

Bahkan seperti orang yang ga saling kenal. Setiap malam aku terus menyebut namamu dalam do'a berharap takdir tuhan dapat mempersatukan kita suatu hari nanti.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!