19

Aku memutuskan untuk meninggalkan sosmed ku, bahkan whats app pun tidak memakai foto. Aku ingin fokus menata kembali usahaku yang sudah terabaikan. Fokus memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada tuhan.

"Ping." Ada pesan masuk dari Ditto mantan suami ku.

"Kenapa ga pake gambar."

"Kirain di block. Disertai emoticon cemberut dan sepasang bola mata."

"Ada telpon dari bengkel, pemberitahuan service mobil. "

aku jawab.

"Nanti aja, lagi fokus nyari dulu uangnya. "

Mungkin dia sudah merasakan sedikit penyesalan dengan apa yang telah dia lakukan selama ini padaku. Tapi sekarang sudah tidak berguna, tidak akan bisa merubah apapun. Semuanya sudah terlambat dan semuanya sudah berakhir.

Aku mulai mencoba berdamai dengan keadaan, berdamai dengan masa lalu, mencoba lebih tenang, melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Aku mencoba untuk mengirimkan pesan lagi kepada kamu a Rangga.

"Mau bilang maafin ya, dari sikap aku, perkataan aku, kelakuan aku sama kamu. Maaf banget kalo ada perkataan aku yang menyinggung perasaan a Rangga, Maafin ya. "

"Tak ada yang perlu dimaafkan dan tak ada yang salah, hanya mungkin sudah terbiasa sendiri. "

kamu akhirnya membalas dengan disertai emoticon tertawa.

Aku pun membalas pesannya dengan emoticon tersenyum Malu.

Aku lebih bisa menikmati keadaan dengan terus fokus pada usahaku, menghilangkan pikiran-pikiran negatif, tidak terlalu mengkhawatirkan apapun, biarkan semuanya mengalir seperti air.

Tidak lupa berdo'a, memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri pada tuhan.

Aku mencoba mengirim pesan lagi.

"Assalamu'alaikum, Kalo ada yang mengucap salam katanya wajib di jawab ya. Terlepas mau dibalas chat nya atau ngga. "

kamu menjawab.

"Waalaikumsalam. "

"Dasar"

"kemana aja?"

"Ngitung angkot. "

"Oh, sibuk? udah beres ngitung nya? "

"Ternyata pusing juga ya ngitung angkot. Balik lagi balik lagi dengan mobil yang sama. "

dengan emoticon ketawa.

"Emang ga ada kerjaan lain apa? "

"Ada, sekalian ngukur jalan. "

"Ga kan selesai-selesai dong, ga ada ujungnya. "

"Ada, mulai dari rumah ujungnya ke rumah lagi. "

"Balik lagi, ga usah muter-muter pusing. "

"Daripada bosen dirumah. "

"Maen aja kaya orang-orang. Dijalan juga macet banget, mau puasa kali ya. Orang-orang pada liburan dulu."

Siangnya aku jalan-jalan sama anakku, kakakku dan anak-anaknya. Sekedar refresh otak aja. rasanya hari-hari yang udah aku lewati berat banget. Family time dulu, bebasin semua pikiran sekedar menghibur diri.

"oh iya, maaf banget ya. Maaf kalo setiap kamu kirim pesan jarang aku bales atau bahkan ga di balas sama sekali. Bukan apa-apa, takutnya kamu pikir aku ga suka atau aku marah, bukan.

Mungkin karena keadaan, maksudnya karena keadaan yang udah biasa sendiri, yang ga pernah chat ataupun yang lainnya.

Terlalu lama menikmati sendiri, jadinya hal yang sekarang dilakukan terasa aneh maaf banget ya. Aku harap kamu mengerti. "

Aku pun tersenyum dan bersyukur akhirnya kamu mau menjelaskan.

"Iya ga apa-apa. yang sudah berlalu biarlah berlalu. mau diajarkan ga, gimana caranya untuk bisa hidup berdua? biar lebih berwarna gitu hidupnya. "

"Hidup berwarna itu kalo lagi kerja, cuman pas udah tiba waktu malam, warna nya sama seperti langit malam. "

"Kalo hidup berdua itu enak. Ada teman ngobrol, berbagi cerita susah, sedih, senang bisa sama-sama saling merasakan."

"Gimana ya? ga terbiasa dari dulu juga. Paling cerita hal-hal yang biasa aja, kalo ga cerita ke ibu paling cerita ke kakak.

Hanya top secret yang cukup aku dan allah yang tahu. karena setiap orang pasti punya keburukan dan kebaikan yang hanya dia dan tuhan yang tahu. "

"Iya sih, bener banget. Aku juga baru dapet kabar kemaren dari temen, ternyata mantan suami aku selingkuh. Padahal aku tidak pernah nyari tau.

Percaya aja kalo udah waktunya kebenaran pasti terungkap. Siapa yang salah dan siapa yang benar pasti akan terungkap.

Ya karena allah maha adil. sepintar pintar nya seseorang menyimpan bangkai, lambat laun pasti ketahuan juga. "

"Iya ga apa-apa ko. Toh semuanya sudah selesai. "

"Yupz, lets gone by gone. siapa yang menanam dia yang menuai. nanam kebaikan pasti dapat kebaikan, nanam keburukan ya pasti dapet keburukan juga. yang lalu biarlah berlalu. "

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!