aku pun pergi belanja ke tempat mu dan melihat apa kamu bekerja atau tidak. dan ternyata kamu ada, kamu duduk dibelakang meja kasir dengan wajah yang berantakan, entah cape atau kurang tidur, wajahmu terlihat kusut tidak seperti biasanya.
aku pun belanja seperti biasa dan tidak menyapa kamu. tapi setelah selesai belanja sambil menunggu barang di cek. aku menghampiri kamu, aku berikan surat ku, tanpa berbicara sedikitpun aku genggamkan suratku di tangan mu dan aku pergi ke tempat duduk untuk menunggu barang ku dicek.
aku lihat ekspresi wajahmu datar, tidak berkomentar apapun hanya memasukan surat ke saku celana yang kamu pakai.
tiba-tiba kamu beranjak dari meja kasir dan menghampiri seorang ibu yang duduk di samping aku dan berkata.
"mak, kemana aja, ga pernah kelihatan? sakit bukan?"
si ibu tidak menjawab apa-apa, hanya tertawa.
aku tersenyum mendengarnya.
"mak, punya anak perawan ga?"
aku mau melamar, kalo ada kasih tau ya. nanti aku ke rumah emak."
si ibu hanya tertawa dan menjawab.
"ga punya."
aku juga ikut tertawa melihat kelakuannya yang aneh, tidak seperti biasa.
aku pun pulang sambil membawa sebagian belanjaan ku ke mobil.
malam harinya aku kirim pesan dan kamu pun tidak menjawab pesan dariku.
tidak apa-apa yang penting aku sudah menjelaskan perasaanku yang sebenarnya.
keesokan harinya aku kembali mengirimkan pesan.
"udah dibaca?"
"udah, terima kasih ya, mari kita berteman dulu aja ya. "
kamu akhirnya menjawab pesanku disertai emoticon tersenyum.
"iya ga apa-apa. "
aku lega meskipun kamu hanya menganggapku teman. setidaknya kamu tidak pergi meninggalkan aku.
berhari hari aku kirimkan pesan sama kamu, tapi ga ada satu pun pesan aku yang kamu balas. aku berharap kamu membalas surat ku, dan aku ingin tahu tanggapanmu tentang surat itu.
akhirnya aku melihat story whats app kamu. sebuah lagu, entah itu untuk siapa yang artinya.
jangan pergi malam ini,
tetaplah disini sekali lagi,
ingatkan aku rasa ini,
dan mari saling mencintai sekali lagi,
aku membutuhkanmu disisiku,
kamu membuat aku bersedih disaat kamu mengabaikanku,
kumohon tolong bertahanlah.
maafkan aku, jangan tinggalkan aku,
aku ingin kamu berada disini bersamaku.
aku tahu jikalau cintamu sudah tiada,
tak akan bisa aku pertahankan.
ini tidaklah mudah, aku begitu rapuh tanpamu.
jangan pernah mengatakan bahwa cintamu sudah tiada.
akupun hanya bisa terdiam, merenung dan berdo'a.
namamu selalu aku sebutkan dalam setiap do'aku, aku ingin mencoba melupakanmu.
tapi tidak pernah satu detikpun namamu menghilang dari ingatan ku, namamu selalu ada dalam hatiku. disetiap hela nafasku,di setiap detak jantungku namamu selalu ada. sampai aku menemukan sebuah do'a, do'a sayyidina Ali bin Abi Thalib ketika jatuh Cinta kepada Syaidah Fatimah Azzahra.
aku terbangun di sepertiga malam ku, aku mengambil air wudhu, shalat tahajud dan selesai shalat aku berdo'a.
"Ya allah, kau tahu. Hati ini terikat suka akan indahnya seorang insan ciptaanmu. Tapi aku takut, Cinta yang belum waktunya ini menjadi penghalangku mencium surgamu.
berikan aku kekuatan menjaga Cinta ini, sampai tiba waktunya. andai engkau pun mempertemukan aku dengan nya kelak. berikan aku kekuatan untuk melupakannya sejenak.
bukan karena aku tidak mencintainya, justru karena aku sangat mencintainya.
aku bersujud dan menangis, aku pasrahkan semua urusanku kepadamu ya allah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments