mendekati tanggal cicilan mobil, aku bingung. uang nya dari toko belum terkumpul karena uang toko tidak bisa diambil begitu saja dalam jumlah besar.
jika uang modal dipake cicilan berarti tidak bisa belanja untuk stock barang karena kemarin pun sudah diambil untuk bayar pajak tahunan. dan aku memberanikan diri untuk meminta bantuan kamu.
aku kirim foto no kontrak cicilan mobil aku. dan bilang
"udah mendekati tanggal 20, A Rangga mau bantuin ga? "
aku juga bingung mau ngomong apa, mau pinjam uang ga berani, tapi butuh juga. ya mungkin kalo emang kamu mau bantu mungkin nanti kamu kasih solusi.
"kreditnya atas nama mantan suami, kalo stnk nya atas nama aku. "
ternyata kamu ga balas chat aku, aku pikir kamu marah dengan omongan aku. dan malam nya aku kirim pesan lagi sama kamu.
"udah pulang belum? "
aku tunggu, tidak ada balasan. pikiran ku mulai kemana-mana. apa aku salah minta bantuan kamu masalah cicilan, apa kamu berfikir aku mau memanfaatkan kamu. aku mau jelasin semuanya sama kamu.
"kalau kamu ada waktu, mau ketemu, mau ngobrol serius. "
aku tunggu lagi.
masih belum bales juga pesan nya.
aku nangis tidak bisa tidur menunggu balasan dari kamu. aku pikir omongan ku salah, aku ingin sekali bertemu langsung dengan kamu dan menjelaskan semuanya. aku tidak mau kamu pergi.
"kalo kamu udah baca pesan aku, tolong kabari ya."
masih belum balas juga.
"tidurkah? "
tidak dibalas juga pesannya. aku hanya bisa menangis dan menyesal udah minta bantuan kamu. aku takut kamu salah paham.
aku takut kamu menghilang dan pergi meninggalkan aku. aku ingin sekali bertemu. ingin menjelaskan semuanya.
pagi hari tiba-tiba ada pesan masuk
"maaf malem udah tidur. "
dengan polosnya, kamu hanya balas pesan ku seperti itu.
"oh iya ga apa-apa. kerja ga? "
"kerja"
tanpa berfikir panjang aku langsung mengeluarkan mobilku, aku pergi ketempat mu. aku mau bertemu kamu. aku mau menjelaskan semuanya sama kamu. kalo kamu memang tidak bisa bantu aku masalah cicilan, aku tidak peduli.
aku maunya kamu, aku sayang kamu, aku tidak mau kehilangan kamu, aku tidak ingin kamu pergi dari hidupku.
sesampainya ditempat kamu, aku parkirkan mobilku, aku lihat kamu tidak ada diluar. biasanya kamu selalu ada di depan. aku memberanikan diri untuk masuk dan teman teman kamu pun menyapa.
aku datang bukan untuk belanja tapi hanya untuk bertemu dengan mu. aku cari kamu, ternyata kamu tidak ada.
"a Rangga kerja ga? "
aku tanya teman kamu.
"kerja teh, tadi sih ada, beli bubur kayanya buat sarapan. nanti ya kita cari dulu."
"a Rangga.... a Rangga...."
mereka mencari mu kesemua tempat, tapi kamu tidak ada."
"udah lah ga apa-apa kalo ga ada. kalo nanti dia muncul bilang aja ditunggu dimobil gitu ya."
"iya teh, sepertinya sih ada diatas. "
aku pun pergi keluar dengan rasa kecewa, sedih, marah. karena kamu tidak mau menemui aku. aku masuk mobil dan aku coba untuk menelpon kamu.
aku telepon berkali-kali tidak diangkat. aku nangis, aku takut kamu marah dan tidak mau menghubungi ku lagi. aku coba telepon lagi dan kamu menjawab.
"kulan bageur.. maaf lagi ditoilet, ada apa? "
suaranya yang sopan, lembut banget, tenang dan damai. aku gugup mendengar nya dan memberanikan diri untuk berkata.
"bisa keluar ga? ada yang mau dibicarakan. "
"boleh, tunggu sebentar. "
dan kamu menghampiri ku. aku buka kan pintu mobil ku berharap kamu bisa masuk. dan aku mau minta waktu kamu sebentar.
"ada apa? bade nyarios naon, sok boleh? "
dengan tatapan mata mu yang khas, suaramu yang lembut, aku tidak bisa berkata apa-apa. waktu terasa berhenti. semua perkataan yang telah aku persiapan hilang begitu saja.
aku ingin memeluk mu dan menangis dipelukan mu, tapi itu tidak bisa dan tidak mungkin. karena hanya dengan bertemu dan menatap wajahmu saja hati ku bisa tenang. segala rasa khawatir, takut, sedih, marah, kecewa, semua bisa hilang apabila kamu berada di samping ku.
"anter ke toko alat tulis. "
"lagi kerja, ga bisa. ga enak sama yang lain. "
"sebentar, minta waktu nya, satu jam saja. ga akan lama ko. aku mau menjelaskan semuanya. "
"maaf, ga bisa. "
aku memegang tangan mu dengan erat, aku ga mau kamu pergi. aku ingin bersamamu. aku menahan kamu untuk tetap tinggal.
"nanti hari minggu aja ke rumah, biar enak ngobrol nya ya. kamu belum sarapan kan? sarapan dulu, jangan telat, nanti sakit."
"tuh ada barang dateng. aku cek dulu ya."
kamu pun melepas kan tangan ku dan turun dari mobil ku, brug.. kamu menutup pintu mobil ku dan suara pintu mobil itu seakan menembus sampai ke dasar hatiku.
aku melihat kamu berlalu meninggalkan aku yang terpaku sendirian di dalam mobil.
aku pulang dan memacu mobil ku dengan kecepatan tinggi, aku tidak peduli celaka atau menabrak orang, aku memacu mobilku sambil menangis sekencang kencangnya. air mata ku menghalangi pandangan ku ke jalan, dan sampai akhirnya aku menepikan mobil ku. aku tertunduk diatas setir dengan posisi masih menyala dengan lampu hazard. aku menangis sekencang kencangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Fa Rel
janda gatel bgt ini mah haduh
2022-06-05
0