"Assalamu'alaikum"
Aku kembali mengirimkan pesan whats app.
"Waalaikumsalam, maaf baru bales, maen ps dirumah sodara sampe subuh kemarin, hp ga dibawa."
"Oh, kirain menghilang. "
"Menghilang kemana? lagi healing. Pengobatan pikiran yang kurang bersahabat. "
Lalu kamu mengirim kan sebuah foto, ternyata itu foto profil facebook aku.
"Ini siapa? "
"Mamah jarel" jarel itu nama anak laki-laki aku umurnya 5 tahun."
"Jangan dilihat semua fotonya, malu foto lama. Banyak yang belum berhijab. Pada masa nya, itu foto masih muda. "
"Udah liat semua ko tadi"
"Kenapa belum tidur? "
"Lagi ngobrol sama mamah, jadi kelewat ngantuk. Tidur nya kan barengan. Mamah, aku dan jarel. "
"Kelewat ngantuk bukan alasan jadi begadang. "
"Malem kemaren begadang nonton drakor. "
"Sekarang mau begadang lagi? ga jualan ke pabrik besok? "
"Ngga, libur tanggal merah. "
"Iya? kenapa kalender di hp aku tanggal nya hitam semua ya? mau tanggal merah atau hitam sama aja.
Nyampe pernah ada yang bilang ke aku workaholic. "
"Iya, kalo orang dagang memang seperti itu. Hari libur malah lebih rame. "
Hari berganti dan malam pun tiba waktu nya aku mengirimkan pesan kepada kamu untuk sekedar ngobrol dan mengetahui keadaan kamu hari ini seperti apa.
"Assalamu'alaikum, lagi apa pa ustadz? "
Aku panggil kamu pa ustadz, karena ada orang lain juga yang manggil kamu seperti itu.
"Waalaikumsalam, lagi healing. masih buka toko?"
"Masih, sampe jam 9 malem nanti bukanya. Kenapa dengan pikirannya?"
Biar fresh aja, jadinya maen game. Daripada maen ga jelas."
"Game apa? jangan bilang game age of z ya. Nanti jadi ga bisa ditanya. "
Soalnya mantan suami ku main game itu. Jadi ada sedikit rasa trauma bila kenal laki-laki yang maen game. Tidak tau waktu kalo udah maen game itu.
"Bukan, lagian tidak tertarik juga, pilih yang aman tentram dan damai aja. Sekedar buat refresh ga begitu maniac."
Punya janji sama diri sendiri, kalo udah punya istri ga akan ditinggalin demi game. Tapi ga tau nanti yang bakalan jadi istrinya siapa.
"Boleh daftar ya. Kalo sesuai kriteria itu juga. "
Karena aku selalu berharap kamu adalah jodohku.
"Insya allah kalo jodoh ya. Aku ga punya kriteria apapun. Yang sanggup menerima kekurangan aku sama keluarga, tak lebih dan tak kurang. "
"Kalo a Rangga ga mau, tolong cariin ya. Kali aja ada yang mau sama janda anak satu punya cicilan juga. "
"Dasar, allah yang maha mengatur segalanya. Inget ya allah maha adil. Pasti ada yang mau dan mampu untuk menikah sama kamu. belum tutup toko? "
"Belum, masih mengumpulkan rupiah buat bayar pajak tahunan mobil besok. Mudah-mudahan ada."
"Amin, insya allah ada. Yakin pasti ada."
"Tidak pernah terbayang akan ditinggalkan beban sebanyak ini. "
"Siapa yang tahu, apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita, siapa yang tahu takdir allah, ga ada.
Tapi harus yakin sama Allah. Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hambanya. "
"Iya"
Hati ku selalu tenang apabila sudah mendengar perkataan-perkataan kamu. Aku menjadi semangat lagi dalam menjalankan usahaku. Aku harus tetap berusaha untuk membayar kewajiban-kewajiban ku dari hasil usaha ku sendiri. Karena aku tidak terbiasa untuk meminta bantuan orang lain terutama masalah materi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments