aku terus memikirkan mu, aku terpuruk lebih terpuruk dari sebelumnya. aku tidak bisa tidur.
aku mengirimkan pesan.
"mau kapan kerumah?" tidak ada jawaban
keesokan harinya aku kembali mengirimkan pesan.
"ga di bales WA nya? " maafin aku
aku lihat status WA kamu yang isinya
"I'm workaholic, do not bother me!! "
aku merasa bersalah sama kamu. mungkin status itu untuk aku. aku minta maaf kalo selama ini aku ganggu kamu. aku minta maaf atas sikap aku.
dan aku kembali mengirimi mu pesan.
"jawaban nya status ini kah? "
coba bales langsung aja. jangan ganggu aku, jangan hubungi aku lagi. gitu bukan?
biar enak sakit hatinya. bales satu kalimat aja, maaf aku selalu ganggu kamu.
kalo emang ga mau bantu masalah cicilan, ga apa-apa. ini juga lagi ngumpulin ko.
se nggak nya kasih penjelasan, jangan pergi gitu aja
kenapa sih orang-orang tega pergi dari aku tanpa ngasih penjelasan sedikit pun. masih tidak di jawab juga.
siang nya aku kirim pesan lagi.
"ya allah ya rabbi a Rangga balas satu kalimat aja. "
kamu masih tetap ga balas pesan aku.
aku pun menangis, dan ini adalah patah hati terhebat ku. lebih sakit daripada dijatuhkan talak 3 oleh mantan suami ku. mungkin aku terlalu berharap lebih dari kamu. aku tidak ingin kamu pergi dari hidupku.
aku merenung, aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku, padamu, pada kita. mengapa rasanya semua berjalan begitu cepat. tiba-tiba saja kamu sudah menyita seluruh isi pikiran ku.
tiba-tiba saja hadirnya kamu disampingku selalu ku harapkan. kita mulai dekat, bercanda, juga tertawa, meski hanya lewat whats up.
kamu membawa perasaan lain dihatiku. ketika aku menatapmu, berbicara denganmu, perasaan yang benar-benar membuatku nyaman.
membuatku tidak ingin beranjak dari sisimu sedikitpun.
semua jadi terasa berbeda karena hadirnya kamu. hidupku lebih berwarna, lebih hidup ketika kamu hadir untuk menggenapkan ruang-ruang kosong yang diselubungi kesepian dihatiku.
obrolan obrolan ringan yang kita jalin terasa tidak lagi biasa. terasa begitu berharga bagiku. perasaan ini tumbuh lebih cepat daripada yang ku duga.
aku merasa susah karena perasaan ini. sekuat aku bisa, aku berusaha untuk menyanggah perasaanku padamu, berusaha menghindari kamu dan juga perasaanku sendiri.
namun nyatanya semua sia-sia. karena kamu tetap hadir tanpa lelah menghuni seluk beluk benakku. tiba-tiba saja aku merasa takut dan khawatir akan kehilangan sosok seperti dirimu.
aku sulit jauh darimu, padahal kamu bukan siapa-siapa aku. terkadang aku heran apa yang menyebabkan aku takut kehilangan yang bukan milikku.
salahkah aku dan perasaanku?
tapi entah mengapa aku merasa bahwa kamu tak merasakan apa yang aku rasakan. perasaan kita berbeda, sikapmu padaku juga berbeda.
seakan akan hadirnya diriku tak berpengaruh apapun bagimu. rasa peduli mu pun tidak sedalam rasa peduli ku.
apa yang salah dari kita, mungkin waktunya yang tidak tepat. apa yang salah dari caraku mengagumimu. mungkin, kamu hanya belum mengerti sedalam apa perasaanku. sehingga kamu hanya mengabaikan ketulusanku dengan menjauhiku.
kamu berusaha terlihat tidak peduli,
salahkah aku memiliki perasaan ini?
pernahkah sekali saja aku ada dalam pikiranmu?
tolong, sekali saja.
kadang aku merasa begitu bodoh mengemis Cinta padamu. tetap menyukai mu walaupun entah untuk keberapa kalinya aku menangis. tetap mengharapkanmu walaupun itu sia sia.
jadi lihatlah!!
aku begitu tulus, perasaanku tanpa syarat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments