Malam pun tiba, aku kirim pesan.
"Assalamu'alaikum, tidur? "
"Waalaikumsalam, baru bangun. "
"Lagi apa? "
"Masih proses pengumpulan kesadaran. Belum tidur kah? "
"Belum, inget cicilan mobil. " Sambil disertai emoticon ketawa. "
"Pasti ada jalannya, segala nya udah ada di jalur allah yang telah ditentukan. Semangat!"
"Temani tapi ya."
"Temani kemana?"
"Kemana aja."
"Allah udah ngatur semuanya, kalo jodoh pasti ada jalannya. Kalo bukan jodoh, bisa saling mengingatkan satu sama lain dalam hal apapun."
Aku kirimkan emoticon menangis.
Dan memang aku merasa sedih banget karena aku merasa ga siap kalo kamu pergi dari hidup aku dan aku ga bisa bersama kamu.
"Manusia hanya berencana. Allah yang maha menentukan."
"Emang a Rangga rencananya gimana?"
"Rencana apa?"
"Nikah."
"Entahlah."
"Tidak ada rencana nikah sama sekali gitu?
Maaf ya, takutnya aku berharap banyak sama kamu. Tapi kamu ga ada rasa sedikit pun sama aku. Ga ada niat serius sama aku. Sedih dong."
"Iya. Tapi ada rasa apa ngga? percuma dijalani kalo ga ada rasa sama sekali hanya menyakiti. Sama niat hubungan nya mau dibawa kemana, serius apa ngga? "
"Jangan suudzon. "
"Semua rahasia allah. Kalo nanya sama aku ada rasa atau tidak, aku pun tidak tahu. Sekarang gini ya, kalo aku punya rasa sama kamu ataupun sebaliknya, tapi tiba-tiba allah hilangkan rasa itu dengan alasan tertentu, pasti ga akan bisa apa-apa. Begitupun kalo aku ga ada rasa sama kamu atau sebaliknya, lalu allah berikan rasa sayang dalam hati kita, pasti tinggal menerima, kan. Karena allah maha membolak balikan hati manusia. "
"Selama belum ada ijab qabul, kalo punya perasaan pada seseorang. Ga bisa sepenuhnya sayang, karna bisa tinggal dan bisa pergi. Tetapi kalo udah ijab qabul dalam suatu pernikahan maka segalanya akan aku berikan, apapun itu. "
"Jadi, untuk sekarang. Kita saling jaga diri ya, saling jaga kehormatan. Mari memperbaiki diri dulu, sama-sama saling memantaskan diri. Toh aku juga merasa belum baik untuk siapa pun. Kalo udah ditunjuk waktunya oleh allah, insya allah nanti kita bisa dipersatukan atas ridhonya dan dengan takdir allah. Yakin rencana allah yang terbaik ya cantik. "
Mendengar penjelasan kamu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya terdiam dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Hanya bisa menangis terharu.
"Oh iya, kalo mamah sama bapak tahu, kamu sering chating?"
"Tahu. "
"Tentang perasaan kamu? "
"Tahu."
"Terus, komentar mereka? "
"Ya mendukung aja, dan menjaga aku disini setiap hari, siang malam, nginep. Karena khawatir kalo aku di tinggal berdua sama anak dirumah, apalagi toko buka sampe malem. Takutnya ada yang macem-macem gitu, beda kan kalo status single parent. Banyak pandangan yang negatif. "
"Emang ga takut kalo aku tak sebaik yang kamu kira? "
"Ngga. "
"Kenapa? "
"Yakin aja, tanpa alasan. Kan memang ga tau a Rangga gimana, tapi hati tetep yakin. Kamu yang terbaik buat aku. Aneh kan?"
"Dasar, padahal dulu ga terlalu sering ketemu ya. Gak pake pelet lagi. "
"Iya. Kalo belanja aja suka diperhatiin, hayo loh pake pelet apa sama aku? kejam sekali. "
"Justru seinget aku, pernah ngobrol pas nanya kamu tinggal dimana? gitu-gitu deh pokoknya."
"Iya, karena sebelumnya hanya bisa melihat dan mengagumi. Ga nanya sama sekali karena aku juga punya suami. "
"Dulu pas belanja ke tempat ku, aku di bagian depan atau masih bagian kasir? "
"Di depan. Tapi masih ada pa haji, sekarang ga ada ya pa haji, ga pernah liat lagi. "
"Udah meninggal, makanya aku didepan terus. "
"Inalillahi, aku kaget. Pantesan ga pernah ketemu lagi."
Orang nya baik banget, dulu pas belanja disana sering ngobrol sambil nunggu barang-barang di cek. Nah setelah itu baru lah aku lihat kamu, merhatiin kamu. Dan rasanya gimana gitu ya susah dijelasin."
"Emang pa haji tuh siapa? "
"Ayahnya a Fadli, yang punya toko. "
"Oh gitu, terus kenapa tanggung jawabnya pindah ke a Rangga? "
"Entahlah. Mungkin karna masih sodara, dan dibagian kasir pun udah ada yang lain. Jadinya ya pindah tangan. "
"Oh gitu ya"
Aku selalu melihat kamu kalo lagi kerja, ada rasa kekaguman tersendiri. Kerja nya rajin, mau kerja keras seperti itu padahal masih muda. Baik juga orang nya, ramah.
"Aku tak sebaik yang kamu kira. "
"Ya mungkin karna aku belum tahu semuanya, tentang kamu. "
"Mau tau ga jeleknya apa? "
"Apa gitu? "
"Gampang deket sama orang lain, terutama cewek, banyak pula. Sering godain cewek. Dan suka tidur kalo lagi males. Males kerja juga ya udah tidur aja. "
"Tapi kenapa ke aku ga berani godain? paling senyum aja."
"Karna kan awalnya tau kamu udah nikah. Jadinya ga enak aja. Mau di godain?"
dengan emoticon ketawa kamu bertanya.
"Janganlah, malu sama umur, bukan tipe seperti itu juga. Karena setelah nikah, aku ga kenal laki-laki lain selain suami. Eh sekarang ditinggal gitu aja.
Apa laki-laki sekarang ga suka sama perempuan yang bergamis dan berhijab gitu ya, kurang seksi
"Kata siapa? malahan aku lebih suka wanita seperti itu, daripada pamer aurat. Kamu masih cantik, jadi diri kamu sendiri aja, Nyaman nya kamu gimana. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments