aku kembali mencoba untuk mengirim pesan.
"hari minggu ke rumah kan? mau ngobrol penting. ditunggu ya usahakan bisa. dan kamu masih tidak membalas pesan aku.
entah dibaca atau tidak, aku pun tidak tau. aku menangis dan terus menangis aku bertanya-tanya apa kamu menghindar dariku? apa kamu mau meninggalkan aku? apa yang salah dengan perbuatan ku kepada kamu?
hari berikutnya, aku kembali mengirim pesan dan kalau pun kamu bales lagi pesan aku, aku mau pergi menemui kamu. dan ternyata pesan aku masih kamu abaikan.
"WA aktif ga? kalo sekarang ketemu bisa ga? aku kesana. bukan masalah cicilan, udah selesai cicilannya tadi."
sekuat tenaga, semampu aku mengumpulkan uang untuk membayar cicilan mobil ku sendiri. karena aku tidak mau kamu salah paham.
aku tidak pernah sedikitpun ada niatan untuk memanfaatkan kamu untuk membayar cicilan mobil ku. kalo kamu tidak bisa bantu pun tidak masalah, yang terpenting aku ingin mendengarkan penjelasan dari kamu, kenapa kamu tiba-tiba menghilang, tiba-tiba menjauh."
"cape, mau langsung pulang. ga kuat pusing. dan maaf hari minggu ga bisa kesana, ada acara.
kamu balas dengan perkataan seperti itu."
aku melihat WA kamu yang isinya "Whatever, I don't care."
aku menangis, aku merasa ada jarak yang sengaja kamu goreskan diantara kita, seolah olah pertanda bahwa kamu benar-benar ingin menjauhkan aku dari hidupmu, kamu selalu menghindar.
tidaklah menyakitkan jika kamu menolak perasaanku
karena yang kupermasalahkan sebenarnya bukan itu. kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?
bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia. sesuatu yang lebih meluluh lantakkan hatimu adalah ketika seseorang itu pergi menjauh dari hidupmu.
membiasakan diri tanpamu atau bahkan orang itu tidak pernah menganggapmu ada. seseorang itu tidak ingin kamu terlibat dalam hidupnya, bahkan sekedar untuk diingat.
memang dari awal memang aku yang salah. aku terlalu cepat menyimpulkan bahwa perhatian kecil yang kamu beri padaku adalah perasaan lebihmu, tanpa tahu bahwa itu hanyalah sebuah perhatian kecil dari seorang teman.
aku yang salah, untuk terlalu berharap bahwa kita bisa menyatu tanpa menyadari bahwa kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku.
ingatkah perkataan mu dulu yang selalu membuatku nyaman dan tenang? kamu akhirnya menjatuhkan aku sekeras yang kamu bisa dari kebahagiaan semu yang telah kamu beri.
tak ada artinya kah aku dimatamu?
tak pernah kah sekalipun kamu menganggap aku ada?
maafkan aku karena sudah terlalu berharap.
"assalamu'alaikum. "
aku kirimkan pesan dan kamu tidak membalasnya.
aku menangis dan aku merenung kepada siapa sekarang aku mengadu, kepada siapa sekarang aku mengeluh, kepada siapa sekarang aku meminta bantuan setelah kamu pergi meninggalkan aku.
aku tidak mungkin bicara kepada orang tua ku, karena mereka sudah terlalu khawatir dengan keadaanku. aku harus berpura pura kuat dihadapan mereka.
dan aku menemukan jawabannya yaitu "allah swt"
tidak ada tuhan selain allah yang maha Agung, yang maha kuasa, yang maha pengasih dan maha penyayang. tidak ada mahluk yang yang bisa menolong selain allah swt. allah tempat kembali, allah selalu menunggu kita untuk datang dan mencurahkan segala keluh kesah kita. allah selalu menunggu kita untuk datang untuk meminta bantuan. allah sangat sayang kepada hambanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments