"Assalamu'alaikum teh, maaf ga bisa ke toko sekarang, ditoko rame banget dan ada keperluan juga. "
Tiba-tiba aku mendapat pesan itu dari kamu. Dengan sedikit rasa kecewa dan aku balas.
"Ya, ga apa-apa. "
Keesokan harinya aku kembali menanyakan, aku kirimkan pesan.
" A jadi ga ke toko, sekarang? "
Dan kamu langsung balas.
"OTW"
Aku merasa senang akhirnya akan ada kesempatan untuk kita bertemu.
Setelah shalat magrib aku kembali membuka toko ku.
Ternyata kamu datang berdua bersama teman kamu.
Perasaan campur aduk disitu, senang sekali akhirnya kamu bisa bantu aku dan tidak menyangka kamu mau menyempatkan waktu kamu untuk datang jauh-jauh ke toko ku.
Aku langsung mencairkan suasana dengan bertanya dan menyapa teman kamu karena jika aku langsung menyapa mu tidak bisa, rasanya kaku, susah untuk mencairkan suasananya.
"Hai, jauh ya tokonya?"
Teman mu menjawab.
"Iya teh, lumayan. Pake map juga sih, jadinya ketemu ga susah nyari tempat nya juga."
Kamu bilang.
"Dianter temen, ga apa-apa ya, soalnya kalo sendiri malu."
Kamu langsung cek printer aku dan tidak perlu waktu lama, printernya sudah bisa digunakan kembali. Aku mengira setelah selesai memperbaiki printernya kamu langsung pulang. Ternyata tidak, kamu malah bertanya dengan tatapan mata mu yang khas yang mampu menggetarkan hati.
"Teh, kenapa pisah sama suami?"
Dan aku langsung jawab dengan senyuman, meskipun hati ku sedang hancur hancurnya pada saat itu. Tetapi saat berada disamping mu, rasa sakit hati ku yang teramat dalam itu pun hilang. Yang terasa hanya rasa nyaman, tenang, damai saat aku berada disampingmu.
Meskipun kita tidak ada hubungan apapun.
Aku jawab.
"Suami ku ga mau nyicil mobil, dan mau pergi ninggalin rumah, udah ga mau hidup bareng katanya."
Kamu jawab dengan wajah heran.
"Gitu doang?"
"Iya"
Aku jawab.
Alasan yang tidak masuk akal. Aku menceritakan semuanya kepadamu tentang hati ku saat ini yang hancur dan tidak tahu kedepannya akan seperti apa.
Kamu pun mampu menenangkan hatiku, memberiku semangat untuk melewati ujian ini.
Tidak lama kamu pun pamit pulang.
"Semangat, pasti bisa. "
Ada pesan masuk dari kamu.
Aku balas dengan emoticon menangis.
"Jangan menangis, ini semua sudah terjadi. "
Aku balas
"Berat, terlalu berat. "
Kamu kembali memberi semangat.
"Insya allah pasti bisa, yakin pada tuhan karena dalam al-qur'an pun ada ayat yang artinya setiap setelah kesusahan pasti ada kemudahan, berarti tuhan yakin kamu bisa lewatin semuanya. "
kamu selalu meyakinkan aku.
Aku pasti bisa, padahal aku sendiri pun tidak yakin pada diriku sendiri apakah aku mampu.
Aku bilang ke kamu tentang mimpi dari shalat malamku, itu kenapa makanya aku memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada kamu, karena petunjuk setelah shalat malam itu.
"Iya?? jadi malu. "
Jawaban kamu seperti itu.
"Ya mungkin untuk sekarang, kalo ada apa-apa, kalo mau cerita atau meminta bantuan bilang aja. Jangan dipendam sendiri, ga bakalan jadi uang. "
Kamu jawab seperti itu.
Hatiku pun merasa tenang karena ada kamu yang menemani aku disaat aku terpuruk.
"Insya allah pasti ada jalan keluarnya, jangan putus asa, kasian anak. Kalo kamu percaya ceritakan aja semuanya padaku, semangat. "
Aku merasa bebanku sedikit berkurang karena ada kamu yang mau mendengarkan cerita aku, kesedihan, luka, kekecewaan, ketakutan untuk menghadapi hari esok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments