Bab. 14. Gara-Gara Handuk Kimono.

Entah sudah berapa lama Regina tertidur, tubuh wanita itu pun menggeliat. Ia Perlahan meraba sisi tempat tidur sebelah kirinya. Tempat dimana William tadi merebahkan diri.

Kosong?

Ia pun membuka matanya seketika. Mencari keberadaan sosok pria yang selalu memberinya kehangatan.

Mata Regina tak sengaja melihat jam kecil yang ada di atas nakas. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.

Ia pun ingat, jika William mengatakan akan kembali ke kantor setelah dirinya tertidur. Namun sekarang sudah lewat jam pulang kantor. Kenapa pria itu tidak ada di tempat ini?

Regina bergegas, ia mencari ke seluruh sudut ruangan apartemen. Namun tak menemukan keberadaan William disana.

Wanita itu pun mengambil ponselnya di dalam tas yang teronggok di atas sofa. Saat membuka layar benda pipih itu, ia mendapati begitu banyak panggilan tak terjawab dari Alvino. Namun ia menghiraukan begitu saja.

Hendak menghubungi sang atasan, pria itu sudah terlebih dulu mengiriminya pesan.

“Hon, maafkan aku pulang terlambat. Mantan atasanmu keterlaluan sekali. Dia memberiku banyak pekerjaan.”

Pesan yang William kirim itu, lengkap dengan gambar tumpukan map yang di berikan oleh pak Antony.

Regina mengulum bibirnya. Wanita itu lantas membalas pesan dari William.

“Semangat!! Aku menunggu disini.” Tak lupa Regina memasang emoticon kecupan di akhir kalimatnya.

Ia kembali menyimpan ponselnya. Kemudian memeriksa bahan makanan yang ada di dapur.

Ada beras, namun tidak ada daging, tetapi ada telur dan sayuran. Wanita berusia 28 tahun itu berencana membuat nasi goreng untuk makan malamnya.

Ia pun memasukkan beras yang sudah dicuci, beserta air bersih ke dalam alat penanak nasi.

Menunggu beras itu berubah menjadi nasi. Regina kembali ke kamar William untuk membersihkan diri.

Namun setelah mandi, wanita itu bingung harus mengenakan apa? William mengatakan jika akan menyiapkan kebutuhannya di apartemen ini. Tetapi di dalam lemari, hanya ada pakaian pria itu saja.

Menghela nafasnya pelan. Regina pun memutuskan menggunakan bathrobe saja. Handuk kimono itu cukup melindungi tubuhnya. Panjangnya juga sampai lulut.

Regina kembali ke lantai satu hunian mewah itu, untuk memulai memasak makan malamnya.

Hampir 20 menit berkutat di balik meja dapur, nasi goreng dengan telur mata sapi, telah siap. Saat hendak membawa ke meja makan, bel pintu apartemen itu berbunyi.

Regina mengurungkan niatnya membawa nasi goreng itu ke meja makan.

Ia kemudian bergegas membuka pintu.

Sekretaris William itu tiba-tiba mematung di tempatnya, kala mendapati seorang wanita cantik berdiri di depan pintu.

Ia pun menelan ludahnya susah payah. Inikah akhir hidupnya?

‘Astaga, aku saja belum melabrak Alvino dan selingkuhannya, kenapa justru aku yang di labrak duluan? Apa wanita ini pacarnya William? Matilah aku.”

Tanpa sadar, tangan Regina mengeratkan ikatan handuk kimono di pinggangnya.

“Apa anda nona Regina?”

‘Astaga dia tau namaku?’

“I-iya.”

“Ah kebetulan aku—

Belum selesai wanita itu berbicara sebuah suara pria menginterupsi keduanya.

“Sayang?”

Regina mengatupkan bibirnya. Matanya terpejam. Mungkin ini lah akhir dari hidupnya.

“Nona Regina?”

Deg..

Itu bukan suara William, perlahan Regina membuka matanya. Ia mendapati Jimmy berdiri di samping wanita cantik itu. Dengan serta merta, Regina mencondongkan kepalanya keluar pintu, melihat ke kanan, dan ke kiri, namun ia tak mendapati orang lain disana.

Wanita itu pun bernafas lega.

“Apa kami boleh masuk, nona? Tangan kami berat.” Jimmy menunjuk ke arah tangannya menggunakan dagunya.

Pandangan Regina ikut jatuh ke arah tangan Jimmy. Wanita itu pun terlonjak.

“Mari silahkan masuk, pak Jimmy, mbak.”

Jimmy dan wanita itu memasuki apartemen mewah itu, dengan Regina mengekor di belakangnya.

“Nona, ini pesanan bos William untuk anda. Ada alat make-up, sepatu, sendal, pakaian kerja, pakaian santai, pakaian tidur, bahkan pakaian dalam.” Jelas Jimmy panjang lebar.

“Pak Jimmy, si-siapa yang memilihkan barang-barang ini untukku?” Regina menunjuk deretan papper bag, yang berdiri sejajar di atas lantai granit apartemen itu.

Jimmy mengulum bibirnya. Ia kemudian menoleh ke arah wanita di sampingnya.

“Dia, nona. Perkenalkan, dia Jenny, istriku.”

Regina bernafas lega setelah mendengar Jimmy mengatakan wanita itu adalah istrinya.

“Hai, mbak, aku Regina. Terima kasih telah membelikan aku barang-barang ini.”

“Semuanya di bayar oleh pak William, nona. Bukan aku yang membelikannya.” Jawab Jenny terkekeh.

“Dan lagi, jangan panggil aku mbak, kita seumuran, panggil aku Jenny saja.”

Regina mengangguk. “Maka jangan panggil aku nona, panggil aku Regina atau Gina. Mulai sekarang kita berteman.” Mereka pun saling memeluk sejenak.

Selayaknya tuan rumah pada umumnya, Regina membuatkan teh untuk tamu yang sudah bebaik hati membawakan barang-barang keperluannya.

Mereka asyik mengobrol, hingga Regina melupakan makan malamnya.

Sedang asyik bertukar cerita dengan Jenny dan Jimmy, suara William tiba-tiba menggelegar di ruang tamu itu.

“NONA REGINA!!”

Wanita yang di teriakan namanya itu seketika tersedak teh yang ia minum.

“Pelan-pelan, Re.” Jenny mengusap punggung wanita itu.

Belum juga reda batuknya, William mendekat ke arah wanita itu, menarik tangan Regina, kemudian membawa ke dalam pelukannya.

“A-ada apa, Will?” Tanya Regina terbata. Apa mungkin William kemasukan penunggu gedung bertingkat 20 ini?

“Kamu keterlaluan. Mengobrol dengan pria lain hanya menggunakan handuk kimono begini? Kamu mau memperlihatkan tubuhmu, Hah?”

Astaga.. Regina tersentak. Jadi semua ini karena handuk kimono?

“Kamu juga. Jimmy Morgan. Berani-beraninya kamu mengobrol dengan Regina saat aku tidak ada disini.” William menunjuk sang asisten dengan satu tangannya. Sementara tangan yang lain, masih mendekap tubuh Regina agar tetap memunggungi Jimmy.

“Bos, disini juga ada Jenny.” Jimmy menunjuk sang istri yang duduk di seberangnya.

Arah pandangan William mengikuti kemana jari Jimmy menunjuk.

“Hei, Jennifer. Kenapa kamu membiarkan suami mu memandang tubuh wanita lain, Hah?”

“Nona menggunakan handuk kimono, pak. Bukan menggunakan handuk mandi. Tidak ada yang terlihat dari tubuh nona. Jadi untuk apa saya melarangnya?”

William membulatkan matanya mendengar jawaban dari istri sang asisten.

“Astaga.. kamu dan suamimu, benar-benar tidak waras!” Geram pria itu.

“Lagipula untuk apa kalian kemari jam segini?”

William lupa jika dirinya yang menyuruh mereka untuk berbelanja segala kebutuhan Regina.

“Kami membawakan barang-barang yang anda minta untuk nona Regina, bos.” Jawab Jimmy sembari menunjuk ke arah tas belanja yang masih berjejer cantik di atas lantai.

Ikut melihat ke arah tas belanja itu, William merasa jengah, ia pun memalingkan pandangannya.

“Ya sudah, terima kasih, kalian boleh pergi sekarang.” Suara pria itu terdengar melunak.

“Ta-tapi, Will.”

“Sudah, biarkan mereka pergi, aku akan menghukummu karena telah berani berkeliaran dengan handuk kimono di luar kamar.”

Jimmy dan Jenny pun pamit undur diri. William mengunci pintu apartemennya. Pria itu kemudian bersiap meraup tubuh sekretarisnya.

“Will, tunggu. Aku belum makan malam.” Cegah Regina.

“Astaga. Dari tadi kalian bergosip, sampai lupa makan malam?”

Dengan rasa kesal, William menuntun Regina ke meja makan.

“Ayo cepat makan, isi tenagamu dengan banyak. Aku akan menghukummu sampai pagi!”

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Rhyna e Krebo

Rhyna e Krebo

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2022-10-18

0

Wiek Soen

Wiek Soen

🤣🤣🤣🤣🤣 dihuku sampai pekoh Will

2022-09-13

0

Joveni

Joveni

wiliam sama edward.... sama" seneng banget ngasih hukuman ma cweknya... n pastinya hukumannya " ena ena" nyampe pagi

2022-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Berakhir Di Ranjang.
2 Bab. 2. Direktur Baru.
3 Bab. 3. Awas Kamu Regina.
4 Bab. 4. Pembicaraan Apa Ini?
5 Bab. 5. Jadikan Aku Yang Kedua. 21++
6 Bab. 6. Siap Menjadi Simpananmu.
7 Bab. 7. Untuk Uang Jajan.
8 Bab. 8. Dasar Pria Nakal.
9 Bab. 9. Selalu Saja Begitu.
10 Bab. 10. Menyerobot di Tikungan!
11 Bab. 11. Saling Menguntungkan.
12 Bab. 12. Maafkan Aku.
13 Bab. 13. Kamu Tanggung Jawab Ku.
14 Bab. 14. Gara-Gara Handuk Kimono.
15 Bab. 15. Kedatangan Mama 21++
16 Bab. 16. Bos dan Sekretaris.
17 Bab. 17. Rahasia William.
18 Bab. 18. Gara-Gara Mobil Baru.
19 Bab. 19. Aku Cemburu!
20 Bab. 20. Akhir Pekan.
21 Bab. 21. Di Rumah Keluarga Sanjaya.
22 Bab. 22. Masih, Di Rumah Sanjaya.
23 Bab. 23. Gara-Gara Film 365 Hari.
24 Bab. 24. Are You Ready? 21++
25 Bab. 25. Aku Memberimu Harapan.
26 Bab. 26. APD Boy Habis.
27 Bab. 27. Bayar Dengan Cinta.
28 Bab. 28. Thanks, Babe.
29 Bab. 29. Rencana Pak Antony.
30 Bab. 30. Kita Kawin Lari.
31 Bab. 31. Satu Sama.
32 Bab. 32. Menyebalkan.
33 Bab. 33. Dia Adikku.
34 Bab. 34. Jangan Menyakitinya.
35 Bab. 35. Jauhi Kakakku.
36 Bab. 36. Aku Memiliki Hadiah Untukmu.
37 Bab. 37. Apa Kalian Sudah Pu-as?!
38 Bab. 38. Apa Kamu Ingin Menangis?
39 Bab. 39. Maafkan Aku Melanggar Janji.
40 Bab. 40. Dasar Pria Sombong.
41 Bab. 41. Regina Jodoh William.
42 Bab. 42. Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan.
43 Bab. 43. Pulang Kampung.
44 Bab. 44. Mama Kecewa DenganMu.
45 Bab. 45. Pecat Wanita Itu.
46 Bab. 46. Tertangkap Basah.
47 Bab. 47. Aku Yang Memulai.
48 Bab. 48. Aku Tidak Mau.
49 Bab. 49. Tidak Ada Yang Lain.
50 Bab. 50. Sudah Berakhir.
51 Bab. 51. Bertemu Kembali.
52 Bab. 52. Kedatangan Reka.
53 Bab. 53. Hamil 6 Minggu.
54 Bab. 54. Bagaimana Bisa?
55 Bab. 55. Papa Punya Pilihan Lain.
56 Bab. 56. Percaya Diri Itu Perlu.
57 Bab. 57. Pria Paling Sombong.
58 Bab. 58. Bersiap Memberi Kejutan.
59 Bab. 59. Cara Membatalkan Perjodohan 21++
60 Bab. 60. Putri Om Regan?
61 Bab. 61. Tidak Mungkin.
62 Bab. 62. Aku Juga Mencintaimu.
63 Bab. 63. Beri Aku Waktu.
64 Bab. 64. Mama Sudah Tau.
65 Bab. 65. Kebetulan Macam Apa Ini?
66 Bab. 66. Ada Apa Dengan Regina?
67 Bab. 67. Siapa Ayahnya?
68 Bab. 68. Kamu Pilihan Papa.
69 Bab. 69. Aku Sangat Mencintainya.
70 Bab. 70. Aku Sengaja Melakukannya.
71 Bab. 71. Terima Kasih, Ayah.
72 Bab. 72. Beraninya Kamu Pergi.
73 Bab. 73. Kenapa Bisa Kecolongan?
74 Bab. 74. Seperti Tom dan Jerry.
75 Bab. 75. Mungkin Anakmu Perempuan.
76 Bab. 76. Ada Syaratnya.
77 Bab. 77. Berbahagialah, Nak.
78 Bab. 78. Tidak Ada Harapan.
79 Bab. 79. Tidak Pernah Merebutnya.
80 Bab. 80. Bertengkar Dengan Siapa?
81 Bab. 81. Mereka Di Jodohkan.
82 Bab. 82. Aku Menyesal, Ma.
83 Bab. 83. Wedding Day.
84 Bab. 84. Beautiful In White.
85 Bab. 85. Saatnya Kamu Bahagia.
86 Bab. 86. Disamakan Dengan Burung.
87 Bab. 87. Berebut Sekotak Susu.
88 Bab. 88. Terimakasih Untuk PengkhinatanMu.
89 Bab. 89. Kamu Milikku, Willona.
90 Bab. 90. Kamu Harus Membayar Ku.
91 Bab. 91. Feeling Ibu Hamil.
92 Bab. 92. Aku Bukan Sayangmu.
93 Bab. 93. Dimana Suami Mu?
94 Bab. 94. Hanya Berniat Menolong.
95 Bab. 95. Kamu Memang Pria Baik.
96 Bab. 96. Berhenti Mengharapkan Regina.
97 Bab. 97. Kita Perlu Bicara
98 Bab. 98. Aku Punya Calon Istri.
99 Bab. 99. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
100 Bab. 100. Putri Nyonya Karin.
101 Bab. 101. Kasihan Sekali Dia.
102 Bab. 102. Siapa Yang Kamu Pilih?
103 Bab. 103. Apa Daddy Boleh Berkunjung?
104 Bab. 104. Tidak Mau Berdiri.
105 Bab. 105. Dia Menyindir Ku?
106 Bab. 106. Dokter Gombal.
107 Bab. 107. Cemburu Dengan Papa.
108 Bab. 108. Kekanakan dan Egois.
109 Bab. 109. Suami Takut Istri.
110 Bab. 110. Cinta Perlu Perjuangan.
111 Bab. 111. Rindu Ibu.
112 Bab. 112. Manis Sekali.
113 Bab. 113. Kejutan.
114 Bab. 114. Kamu Ingin Merebut Orang Tuaku?
115 Bab. 115. Aku Sudah Memaafkan Mu.
116 Bab. 116. Dokter Juga Bisa Sakit.
117 Bab. 117. Beraninya Menyakiti Putriku.
118 Bab. 118. Beri Aku Kesempatan.
119 Bab. 119. Ingin Melihat Burung Ayah.
120 Bab. 120. Berpamitan.
121 Bab. 121. Melakukan Dosa.
122 Bab. 122. Menikahlah Denganku, Tamara.
123 Bab. 123. Tidak Meminta Restu.
124 Bab. 124. Minum Apa?
125 Bab. 125. Maafkan Aku, Sayang. 21+
126 Bab. 126. Melamar Willona.
127 Bab. 127. Aku Juga Mencintai Reka.
128 Bab. 128. Pernikahan Alvino & Tamara.
129 Bab. 129. Persiapan Pernikahan.
130 Bab. 130. Berbahagia Selalu.
131 ExtraPart. Hadiah Pernikahan.
132 ExtraPart. Honeymoon, Babymoon.
133 ExtraPart. Bali.
134 ExtraPart. Periksa Kandungan.
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Bab. 1. Berakhir Di Ranjang.
2
Bab. 2. Direktur Baru.
3
Bab. 3. Awas Kamu Regina.
4
Bab. 4. Pembicaraan Apa Ini?
5
Bab. 5. Jadikan Aku Yang Kedua. 21++
6
Bab. 6. Siap Menjadi Simpananmu.
7
Bab. 7. Untuk Uang Jajan.
8
Bab. 8. Dasar Pria Nakal.
9
Bab. 9. Selalu Saja Begitu.
10
Bab. 10. Menyerobot di Tikungan!
11
Bab. 11. Saling Menguntungkan.
12
Bab. 12. Maafkan Aku.
13
Bab. 13. Kamu Tanggung Jawab Ku.
14
Bab. 14. Gara-Gara Handuk Kimono.
15
Bab. 15. Kedatangan Mama 21++
16
Bab. 16. Bos dan Sekretaris.
17
Bab. 17. Rahasia William.
18
Bab. 18. Gara-Gara Mobil Baru.
19
Bab. 19. Aku Cemburu!
20
Bab. 20. Akhir Pekan.
21
Bab. 21. Di Rumah Keluarga Sanjaya.
22
Bab. 22. Masih, Di Rumah Sanjaya.
23
Bab. 23. Gara-Gara Film 365 Hari.
24
Bab. 24. Are You Ready? 21++
25
Bab. 25. Aku Memberimu Harapan.
26
Bab. 26. APD Boy Habis.
27
Bab. 27. Bayar Dengan Cinta.
28
Bab. 28. Thanks, Babe.
29
Bab. 29. Rencana Pak Antony.
30
Bab. 30. Kita Kawin Lari.
31
Bab. 31. Satu Sama.
32
Bab. 32. Menyebalkan.
33
Bab. 33. Dia Adikku.
34
Bab. 34. Jangan Menyakitinya.
35
Bab. 35. Jauhi Kakakku.
36
Bab. 36. Aku Memiliki Hadiah Untukmu.
37
Bab. 37. Apa Kalian Sudah Pu-as?!
38
Bab. 38. Apa Kamu Ingin Menangis?
39
Bab. 39. Maafkan Aku Melanggar Janji.
40
Bab. 40. Dasar Pria Sombong.
41
Bab. 41. Regina Jodoh William.
42
Bab. 42. Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan.
43
Bab. 43. Pulang Kampung.
44
Bab. 44. Mama Kecewa DenganMu.
45
Bab. 45. Pecat Wanita Itu.
46
Bab. 46. Tertangkap Basah.
47
Bab. 47. Aku Yang Memulai.
48
Bab. 48. Aku Tidak Mau.
49
Bab. 49. Tidak Ada Yang Lain.
50
Bab. 50. Sudah Berakhir.
51
Bab. 51. Bertemu Kembali.
52
Bab. 52. Kedatangan Reka.
53
Bab. 53. Hamil 6 Minggu.
54
Bab. 54. Bagaimana Bisa?
55
Bab. 55. Papa Punya Pilihan Lain.
56
Bab. 56. Percaya Diri Itu Perlu.
57
Bab. 57. Pria Paling Sombong.
58
Bab. 58. Bersiap Memberi Kejutan.
59
Bab. 59. Cara Membatalkan Perjodohan 21++
60
Bab. 60. Putri Om Regan?
61
Bab. 61. Tidak Mungkin.
62
Bab. 62. Aku Juga Mencintaimu.
63
Bab. 63. Beri Aku Waktu.
64
Bab. 64. Mama Sudah Tau.
65
Bab. 65. Kebetulan Macam Apa Ini?
66
Bab. 66. Ada Apa Dengan Regina?
67
Bab. 67. Siapa Ayahnya?
68
Bab. 68. Kamu Pilihan Papa.
69
Bab. 69. Aku Sangat Mencintainya.
70
Bab. 70. Aku Sengaja Melakukannya.
71
Bab. 71. Terima Kasih, Ayah.
72
Bab. 72. Beraninya Kamu Pergi.
73
Bab. 73. Kenapa Bisa Kecolongan?
74
Bab. 74. Seperti Tom dan Jerry.
75
Bab. 75. Mungkin Anakmu Perempuan.
76
Bab. 76. Ada Syaratnya.
77
Bab. 77. Berbahagialah, Nak.
78
Bab. 78. Tidak Ada Harapan.
79
Bab. 79. Tidak Pernah Merebutnya.
80
Bab. 80. Bertengkar Dengan Siapa?
81
Bab. 81. Mereka Di Jodohkan.
82
Bab. 82. Aku Menyesal, Ma.
83
Bab. 83. Wedding Day.
84
Bab. 84. Beautiful In White.
85
Bab. 85. Saatnya Kamu Bahagia.
86
Bab. 86. Disamakan Dengan Burung.
87
Bab. 87. Berebut Sekotak Susu.
88
Bab. 88. Terimakasih Untuk PengkhinatanMu.
89
Bab. 89. Kamu Milikku, Willona.
90
Bab. 90. Kamu Harus Membayar Ku.
91
Bab. 91. Feeling Ibu Hamil.
92
Bab. 92. Aku Bukan Sayangmu.
93
Bab. 93. Dimana Suami Mu?
94
Bab. 94. Hanya Berniat Menolong.
95
Bab. 95. Kamu Memang Pria Baik.
96
Bab. 96. Berhenti Mengharapkan Regina.
97
Bab. 97. Kita Perlu Bicara
98
Bab. 98. Aku Punya Calon Istri.
99
Bab. 99. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
100
Bab. 100. Putri Nyonya Karin.
101
Bab. 101. Kasihan Sekali Dia.
102
Bab. 102. Siapa Yang Kamu Pilih?
103
Bab. 103. Apa Daddy Boleh Berkunjung?
104
Bab. 104. Tidak Mau Berdiri.
105
Bab. 105. Dia Menyindir Ku?
106
Bab. 106. Dokter Gombal.
107
Bab. 107. Cemburu Dengan Papa.
108
Bab. 108. Kekanakan dan Egois.
109
Bab. 109. Suami Takut Istri.
110
Bab. 110. Cinta Perlu Perjuangan.
111
Bab. 111. Rindu Ibu.
112
Bab. 112. Manis Sekali.
113
Bab. 113. Kejutan.
114
Bab. 114. Kamu Ingin Merebut Orang Tuaku?
115
Bab. 115. Aku Sudah Memaafkan Mu.
116
Bab. 116. Dokter Juga Bisa Sakit.
117
Bab. 117. Beraninya Menyakiti Putriku.
118
Bab. 118. Beri Aku Kesempatan.
119
Bab. 119. Ingin Melihat Burung Ayah.
120
Bab. 120. Berpamitan.
121
Bab. 121. Melakukan Dosa.
122
Bab. 122. Menikahlah Denganku, Tamara.
123
Bab. 123. Tidak Meminta Restu.
124
Bab. 124. Minum Apa?
125
Bab. 125. Maafkan Aku, Sayang. 21+
126
Bab. 126. Melamar Willona.
127
Bab. 127. Aku Juga Mencintai Reka.
128
Bab. 128. Pernikahan Alvino & Tamara.
129
Bab. 129. Persiapan Pernikahan.
130
Bab. 130. Berbahagia Selalu.
131
ExtraPart. Hadiah Pernikahan.
132
ExtraPart. Honeymoon, Babymoon.
133
ExtraPart. Bali.
134
ExtraPart. Periksa Kandungan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!