Bab. 18. Gara-Gara Mobil Baru.

Sebuah mobil sedan, generasi ke sepuluh, dari merk kendaraan yang sudah mendunia, William pilihkan untuk Regina.

Mobil mungil yang terlihat sangat mewah dengan tampilan warna abu-abu yang menyilaukan mata.

Sementara itu, Regina hanya mampu mendengus kesal. Kemarin William mengatakan jika ia boleh memilih jenis mobil sesuka hatinya.

Hari ini setelah Jimmy mentransfer sejumlah uang hasil dari menjual mobil lamanya, William mengajak sang sekretaris kesayangannya mengunjungi sebuah showroom mobil milik salah satu temannya.

Namun, alih-alih memilih mobil yang diinginkan, wanita itu bahkan tidak di mintai pendapat saat memilih kereta besi itu.

William membeli mobil seperti membeli kacang goreng, masuk ke dalam showroom, melihat sejenak, lantas menunjuk satu warna kemudian melakukan pembayaran.

Tak hanya kesal karena tidak di mintai pendapat, Regina juga kesal karena pria itu membelikannya mobil yang sangat mahal bagi wanita itu, setengah milyar lebih.

‘Uang sebanyak itu, Kalau di deposito kan, bunganya bisa untuk membeli tanah di kampung.’ Wanita itu membatin.

“Hon, tunggu. Kenapa marah? Mobilnya nanti di kirim ke apartemen. Surat-suratnya nanti menyusul. Kalau kamu tidak mau menggunakannya, karena belum ada STNK, kamu bisa menggunakan mobil ku.” Cerocos William di belakang Regina yang kini tengah merajuk, di lantai 20 gedung Sanjaya group.

Regina menoleh dengan tatapan horor ke arah atasannya itu. Jika tau begini, ia tidak akan menyetujui menjual mobil lamanya.

“Kenapa membeli mobil semahal itu? Kamu tau, uang sebanyak itu jika aku deposito kan, bunganya bisa untuk membeli tanah di kampung.” Ucap wanita itu menggebu.

“Hon, lagipula aku membeli menggunakan uang ku sendiri, bukan uang hasil korupsi. Uang hasil penjualan mobilmu juga tidak terpakai kan? Jimmy mentransfernya ke rekening pribadimu, bukan rekening yang aku berikan.” William tersenyum menggoda. “Kamu bisa mendepositokan uang mu sendiri.”

Regina merasa jengah.

“I-iya, aku tau itu memang uang mu, tetapi kenapa harus membelikan ku mobil semahal itu? Kemarin apa katamu? Aku bebas memilih mobil yang aku suka. Tapi nyatanya apa? Kamu bahkan tidak bertanya, pendapat ku!”

William mencebik, ia kemudian mendekat ke arah sang pujaan hati. Mendekap tubuh tinggi semampai itu dari belakang.

“Will, lepas. Nanti ada yang datang.” Ronta Regina. Namun pria itu tak perduli.

“Itu sudah mobil yang paling murah, Hon. Aku suka yang itu, dan aku yakin kamu juga suka. Mobilnya mungil namun elegan.” Ucap pria itu, dengan dagu yang menumpang pada bahu sekretarisnya.

“Apa kamu tidak suka?”

Regina berdecak sebal. Wanita mana yang tidak suka di belikan mobil semahal itu. Dia tidak munafik. Hanya saja, dia belum rela, melihat jumlah uang yang menjadi milik orang lain itu.

“Sudah jangan marah lagi, Hon. Aku hanya memberikan yang terbaik untukmu. Walau menurutku itu masih kurang. Aku ingin membelikan mu yang lebih dari itu, tetapi aku tau kamu pasti akan menolaknya.”

Regina mengusap tangan William yang sedang mendekap pinggangnya.

“Bukannya aku tidak bersyukur, tetapi aku merasa tidak rela saja, uang sebanyak itu untuk membeli mobil, padahal ada yang lebih murah. Toh, fungsinya juga sama. Untuk di kendarai.”

“Hon. Jika kamu ingin membuat deposito, gunakan uang di kartu yang aku berikan. Aku memikirkan kenyamanan mu dalam berkendara. Aku tidak perduli jika harus mengeluarkan banyak uang. Ingat Hon, itu uang pribadi ku, bukan uang perusahaan.”

Regina mengalah. Perdebatan ini tidak akan selesai jika tidak ada yang mengalah salah satu dari mereka.

“Baiklah. Terima kasih banyak. Aku akan menggunakan mobil itu dengan baik. Supaya tidak sampai lecet.” Ucap Regina sambil terkekeh.

“Lecet juga tidak apa-apa, namanya kita di jalan, tidak tau akan terjadi sesuatu.”

“Jika sampai lecet, nanti keluar uang lagi dong?”

“Astaga, Honey. Kenapa uang terus yang kamu permasalahkan? Aku bukan orang susah Hon. Please to be realistic”

“Ya ya ya… aku akan menguras semua uangmu, Will.” Ucap Regina mengalah.

“Habiskan lah, jika kamu bisa. Tetapi, sebelum itu. Kamu yang akan aku habiskan terlebih dulu.”

Setelah mengucapkan itu, William bersiap membawa tubuh sang sekretaris ke dalam ruangannya.

“Mau kemana?” Tanya Regina ketika pria itu menuntun tubuhnya.

“Menghabisimu.”

“Aku sedang datang bulan.”

“Apa? Sejak kapan?” Tanya William dengan mata yang membulat.

“Tadi pagi saat mandi.”

“Astaga. Pantas saja kamu merajuk tak jelas begini. Ternyata sedang datang bulan.” Gerutu William.

“Kenapa kamu bisa tau kalau wanita yang sedang datang bulan itu, suka merajuk?” Tanya Regina curiga.

“Willona sering begitu.”

“Willona apa Willona?” Goda Regina.

“Honey, jangan mulai lagi. Apa tidak cukup yang aku jelaskan kemarin itu?”

Regina mengulum bibirnya.

“Iya, iya. Ayo sana kembali ke ruangan. Aku mau bekerja. Kamu juga harus bekerja dan bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.”

“Memangnya kenapa?”

“Kan aku mau dapat bonus tambahan dari pak Antony kalau kamu bisa bekerja dengan baik.” Ucap wanita itu tergelak.

“Astaga. Putri Regina Prayoga. Apa hanya ada uang, uang dan uang saja di dalam otak cantikmu itu?”

Regina semakin tergelak. Ia tak menyadari William mendekat, kemudian meraup kedua pipinya. Mata wanita itu membulat ketika bibir William telah menyatu dengan bibirnya.

Bagaimana bisa William melakukannya disini? Bagaimana jika ada orang yang datang?

“Asupan vitamin C. Supaya aku semangat bekerja.” Pria itu pun meninggalkan sang sekretaris yang sedang mengatur deru nafasnya.

****

Alvino merasa frustrasi, sudah dua hari Regina menghilang tanpa kabar. Tadi pagi, dia juga kembali mengunjungi rumah kontrakan Regina, namun masih saja kosong. Panggilan teleponnya selalu di abaikan oleh wanita itu.

“Kemana kamu sebenarnya, sayang?”

Saat sedang melamun, ponselnya di atas meja kerja berdering. Seketika Alvino meraih benda pipih itu, berharap ada kabar dari kekasih hatinya.

Namun, ia kembali tak bersemangat ketika melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel.

“Halo, ma? Ada apa?” Ucapnya setelah benda pintar itu menempel di telinganya.

“Kamu kemana saja? Kenapa semalam tidak pulang?” Tanya sang mama.

“Aku semalam lembur, ma. Aku tidur di kantor.” Jawabnya berbohong.

“Oh, kamu sudah makan siang? Regina apa kabar? Sudah lama dia tidak datang ke rumah.”

Deg!!

Pertanyaan sang mama membuat Alvino gelagapan. Ia sendiri bahkan tidak tau bagaimana kabar kekasihnya itu.

“Re-Regina baik ma, kami baru saja bertemu saat makan siang.” Lagi-lagi Alvino berbohong kepada sang mama.

“Ya sudah, sampaikan salam mama padanya, kalau sempat, akhir pekan ini, ajak dia pulang ke rumah. Mama merindukannya.”

“Iya, ma.”

Panggilan pun berakhir. Alvino kembali menyimpan ponselnya.

“Jangankan mama, aku juga sangat merindukannya, ma.”

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Ananda Dzaki

Ananda Dzaki

rindu tp kok selalu nyodok tempat lain😂😂

2022-10-05

0

Icha Akim

Icha Akim

siapa suruh selingkuh

2022-09-02

1

🌺awan's wife🌺

🌺awan's wife🌺

cinta oh cinta

2022-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Berakhir Di Ranjang.
2 Bab. 2. Direktur Baru.
3 Bab. 3. Awas Kamu Regina.
4 Bab. 4. Pembicaraan Apa Ini?
5 Bab. 5. Jadikan Aku Yang Kedua. 21++
6 Bab. 6. Siap Menjadi Simpananmu.
7 Bab. 7. Untuk Uang Jajan.
8 Bab. 8. Dasar Pria Nakal.
9 Bab. 9. Selalu Saja Begitu.
10 Bab. 10. Menyerobot di Tikungan!
11 Bab. 11. Saling Menguntungkan.
12 Bab. 12. Maafkan Aku.
13 Bab. 13. Kamu Tanggung Jawab Ku.
14 Bab. 14. Gara-Gara Handuk Kimono.
15 Bab. 15. Kedatangan Mama 21++
16 Bab. 16. Bos dan Sekretaris.
17 Bab. 17. Rahasia William.
18 Bab. 18. Gara-Gara Mobil Baru.
19 Bab. 19. Aku Cemburu!
20 Bab. 20. Akhir Pekan.
21 Bab. 21. Di Rumah Keluarga Sanjaya.
22 Bab. 22. Masih, Di Rumah Sanjaya.
23 Bab. 23. Gara-Gara Film 365 Hari.
24 Bab. 24. Are You Ready? 21++
25 Bab. 25. Aku Memberimu Harapan.
26 Bab. 26. APD Boy Habis.
27 Bab. 27. Bayar Dengan Cinta.
28 Bab. 28. Thanks, Babe.
29 Bab. 29. Rencana Pak Antony.
30 Bab. 30. Kita Kawin Lari.
31 Bab. 31. Satu Sama.
32 Bab. 32. Menyebalkan.
33 Bab. 33. Dia Adikku.
34 Bab. 34. Jangan Menyakitinya.
35 Bab. 35. Jauhi Kakakku.
36 Bab. 36. Aku Memiliki Hadiah Untukmu.
37 Bab. 37. Apa Kalian Sudah Pu-as?!
38 Bab. 38. Apa Kamu Ingin Menangis?
39 Bab. 39. Maafkan Aku Melanggar Janji.
40 Bab. 40. Dasar Pria Sombong.
41 Bab. 41. Regina Jodoh William.
42 Bab. 42. Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan.
43 Bab. 43. Pulang Kampung.
44 Bab. 44. Mama Kecewa DenganMu.
45 Bab. 45. Pecat Wanita Itu.
46 Bab. 46. Tertangkap Basah.
47 Bab. 47. Aku Yang Memulai.
48 Bab. 48. Aku Tidak Mau.
49 Bab. 49. Tidak Ada Yang Lain.
50 Bab. 50. Sudah Berakhir.
51 Bab. 51. Bertemu Kembali.
52 Bab. 52. Kedatangan Reka.
53 Bab. 53. Hamil 6 Minggu.
54 Bab. 54. Bagaimana Bisa?
55 Bab. 55. Papa Punya Pilihan Lain.
56 Bab. 56. Percaya Diri Itu Perlu.
57 Bab. 57. Pria Paling Sombong.
58 Bab. 58. Bersiap Memberi Kejutan.
59 Bab. 59. Cara Membatalkan Perjodohan 21++
60 Bab. 60. Putri Om Regan?
61 Bab. 61. Tidak Mungkin.
62 Bab. 62. Aku Juga Mencintaimu.
63 Bab. 63. Beri Aku Waktu.
64 Bab. 64. Mama Sudah Tau.
65 Bab. 65. Kebetulan Macam Apa Ini?
66 Bab. 66. Ada Apa Dengan Regina?
67 Bab. 67. Siapa Ayahnya?
68 Bab. 68. Kamu Pilihan Papa.
69 Bab. 69. Aku Sangat Mencintainya.
70 Bab. 70. Aku Sengaja Melakukannya.
71 Bab. 71. Terima Kasih, Ayah.
72 Bab. 72. Beraninya Kamu Pergi.
73 Bab. 73. Kenapa Bisa Kecolongan?
74 Bab. 74. Seperti Tom dan Jerry.
75 Bab. 75. Mungkin Anakmu Perempuan.
76 Bab. 76. Ada Syaratnya.
77 Bab. 77. Berbahagialah, Nak.
78 Bab. 78. Tidak Ada Harapan.
79 Bab. 79. Tidak Pernah Merebutnya.
80 Bab. 80. Bertengkar Dengan Siapa?
81 Bab. 81. Mereka Di Jodohkan.
82 Bab. 82. Aku Menyesal, Ma.
83 Bab. 83. Wedding Day.
84 Bab. 84. Beautiful In White.
85 Bab. 85. Saatnya Kamu Bahagia.
86 Bab. 86. Disamakan Dengan Burung.
87 Bab. 87. Berebut Sekotak Susu.
88 Bab. 88. Terimakasih Untuk PengkhinatanMu.
89 Bab. 89. Kamu Milikku, Willona.
90 Bab. 90. Kamu Harus Membayar Ku.
91 Bab. 91. Feeling Ibu Hamil.
92 Bab. 92. Aku Bukan Sayangmu.
93 Bab. 93. Dimana Suami Mu?
94 Bab. 94. Hanya Berniat Menolong.
95 Bab. 95. Kamu Memang Pria Baik.
96 Bab. 96. Berhenti Mengharapkan Regina.
97 Bab. 97. Kita Perlu Bicara
98 Bab. 98. Aku Punya Calon Istri.
99 Bab. 99. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
100 Bab. 100. Putri Nyonya Karin.
101 Bab. 101. Kasihan Sekali Dia.
102 Bab. 102. Siapa Yang Kamu Pilih?
103 Bab. 103. Apa Daddy Boleh Berkunjung?
104 Bab. 104. Tidak Mau Berdiri.
105 Bab. 105. Dia Menyindir Ku?
106 Bab. 106. Dokter Gombal.
107 Bab. 107. Cemburu Dengan Papa.
108 Bab. 108. Kekanakan dan Egois.
109 Bab. 109. Suami Takut Istri.
110 Bab. 110. Cinta Perlu Perjuangan.
111 Bab. 111. Rindu Ibu.
112 Bab. 112. Manis Sekali.
113 Bab. 113. Kejutan.
114 Bab. 114. Kamu Ingin Merebut Orang Tuaku?
115 Bab. 115. Aku Sudah Memaafkan Mu.
116 Bab. 116. Dokter Juga Bisa Sakit.
117 Bab. 117. Beraninya Menyakiti Putriku.
118 Bab. 118. Beri Aku Kesempatan.
119 Bab. 119. Ingin Melihat Burung Ayah.
120 Bab. 120. Berpamitan.
121 Bab. 121. Melakukan Dosa.
122 Bab. 122. Menikahlah Denganku, Tamara.
123 Bab. 123. Tidak Meminta Restu.
124 Bab. 124. Minum Apa?
125 Bab. 125. Maafkan Aku, Sayang. 21+
126 Bab. 126. Melamar Willona.
127 Bab. 127. Aku Juga Mencintai Reka.
128 Bab. 128. Pernikahan Alvino & Tamara.
129 Bab. 129. Persiapan Pernikahan.
130 Bab. 130. Berbahagia Selalu.
131 ExtraPart. Hadiah Pernikahan.
132 ExtraPart. Honeymoon, Babymoon.
133 ExtraPart. Bali.
134 ExtraPart. Periksa Kandungan.
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Bab. 1. Berakhir Di Ranjang.
2
Bab. 2. Direktur Baru.
3
Bab. 3. Awas Kamu Regina.
4
Bab. 4. Pembicaraan Apa Ini?
5
Bab. 5. Jadikan Aku Yang Kedua. 21++
6
Bab. 6. Siap Menjadi Simpananmu.
7
Bab. 7. Untuk Uang Jajan.
8
Bab. 8. Dasar Pria Nakal.
9
Bab. 9. Selalu Saja Begitu.
10
Bab. 10. Menyerobot di Tikungan!
11
Bab. 11. Saling Menguntungkan.
12
Bab. 12. Maafkan Aku.
13
Bab. 13. Kamu Tanggung Jawab Ku.
14
Bab. 14. Gara-Gara Handuk Kimono.
15
Bab. 15. Kedatangan Mama 21++
16
Bab. 16. Bos dan Sekretaris.
17
Bab. 17. Rahasia William.
18
Bab. 18. Gara-Gara Mobil Baru.
19
Bab. 19. Aku Cemburu!
20
Bab. 20. Akhir Pekan.
21
Bab. 21. Di Rumah Keluarga Sanjaya.
22
Bab. 22. Masih, Di Rumah Sanjaya.
23
Bab. 23. Gara-Gara Film 365 Hari.
24
Bab. 24. Are You Ready? 21++
25
Bab. 25. Aku Memberimu Harapan.
26
Bab. 26. APD Boy Habis.
27
Bab. 27. Bayar Dengan Cinta.
28
Bab. 28. Thanks, Babe.
29
Bab. 29. Rencana Pak Antony.
30
Bab. 30. Kita Kawin Lari.
31
Bab. 31. Satu Sama.
32
Bab. 32. Menyebalkan.
33
Bab. 33. Dia Adikku.
34
Bab. 34. Jangan Menyakitinya.
35
Bab. 35. Jauhi Kakakku.
36
Bab. 36. Aku Memiliki Hadiah Untukmu.
37
Bab. 37. Apa Kalian Sudah Pu-as?!
38
Bab. 38. Apa Kamu Ingin Menangis?
39
Bab. 39. Maafkan Aku Melanggar Janji.
40
Bab. 40. Dasar Pria Sombong.
41
Bab. 41. Regina Jodoh William.
42
Bab. 42. Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan.
43
Bab. 43. Pulang Kampung.
44
Bab. 44. Mama Kecewa DenganMu.
45
Bab. 45. Pecat Wanita Itu.
46
Bab. 46. Tertangkap Basah.
47
Bab. 47. Aku Yang Memulai.
48
Bab. 48. Aku Tidak Mau.
49
Bab. 49. Tidak Ada Yang Lain.
50
Bab. 50. Sudah Berakhir.
51
Bab. 51. Bertemu Kembali.
52
Bab. 52. Kedatangan Reka.
53
Bab. 53. Hamil 6 Minggu.
54
Bab. 54. Bagaimana Bisa?
55
Bab. 55. Papa Punya Pilihan Lain.
56
Bab. 56. Percaya Diri Itu Perlu.
57
Bab. 57. Pria Paling Sombong.
58
Bab. 58. Bersiap Memberi Kejutan.
59
Bab. 59. Cara Membatalkan Perjodohan 21++
60
Bab. 60. Putri Om Regan?
61
Bab. 61. Tidak Mungkin.
62
Bab. 62. Aku Juga Mencintaimu.
63
Bab. 63. Beri Aku Waktu.
64
Bab. 64. Mama Sudah Tau.
65
Bab. 65. Kebetulan Macam Apa Ini?
66
Bab. 66. Ada Apa Dengan Regina?
67
Bab. 67. Siapa Ayahnya?
68
Bab. 68. Kamu Pilihan Papa.
69
Bab. 69. Aku Sangat Mencintainya.
70
Bab. 70. Aku Sengaja Melakukannya.
71
Bab. 71. Terima Kasih, Ayah.
72
Bab. 72. Beraninya Kamu Pergi.
73
Bab. 73. Kenapa Bisa Kecolongan?
74
Bab. 74. Seperti Tom dan Jerry.
75
Bab. 75. Mungkin Anakmu Perempuan.
76
Bab. 76. Ada Syaratnya.
77
Bab. 77. Berbahagialah, Nak.
78
Bab. 78. Tidak Ada Harapan.
79
Bab. 79. Tidak Pernah Merebutnya.
80
Bab. 80. Bertengkar Dengan Siapa?
81
Bab. 81. Mereka Di Jodohkan.
82
Bab. 82. Aku Menyesal, Ma.
83
Bab. 83. Wedding Day.
84
Bab. 84. Beautiful In White.
85
Bab. 85. Saatnya Kamu Bahagia.
86
Bab. 86. Disamakan Dengan Burung.
87
Bab. 87. Berebut Sekotak Susu.
88
Bab. 88. Terimakasih Untuk PengkhinatanMu.
89
Bab. 89. Kamu Milikku, Willona.
90
Bab. 90. Kamu Harus Membayar Ku.
91
Bab. 91. Feeling Ibu Hamil.
92
Bab. 92. Aku Bukan Sayangmu.
93
Bab. 93. Dimana Suami Mu?
94
Bab. 94. Hanya Berniat Menolong.
95
Bab. 95. Kamu Memang Pria Baik.
96
Bab. 96. Berhenti Mengharapkan Regina.
97
Bab. 97. Kita Perlu Bicara
98
Bab. 98. Aku Punya Calon Istri.
99
Bab. 99. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
100
Bab. 100. Putri Nyonya Karin.
101
Bab. 101. Kasihan Sekali Dia.
102
Bab. 102. Siapa Yang Kamu Pilih?
103
Bab. 103. Apa Daddy Boleh Berkunjung?
104
Bab. 104. Tidak Mau Berdiri.
105
Bab. 105. Dia Menyindir Ku?
106
Bab. 106. Dokter Gombal.
107
Bab. 107. Cemburu Dengan Papa.
108
Bab. 108. Kekanakan dan Egois.
109
Bab. 109. Suami Takut Istri.
110
Bab. 110. Cinta Perlu Perjuangan.
111
Bab. 111. Rindu Ibu.
112
Bab. 112. Manis Sekali.
113
Bab. 113. Kejutan.
114
Bab. 114. Kamu Ingin Merebut Orang Tuaku?
115
Bab. 115. Aku Sudah Memaafkan Mu.
116
Bab. 116. Dokter Juga Bisa Sakit.
117
Bab. 117. Beraninya Menyakiti Putriku.
118
Bab. 118. Beri Aku Kesempatan.
119
Bab. 119. Ingin Melihat Burung Ayah.
120
Bab. 120. Berpamitan.
121
Bab. 121. Melakukan Dosa.
122
Bab. 122. Menikahlah Denganku, Tamara.
123
Bab. 123. Tidak Meminta Restu.
124
Bab. 124. Minum Apa?
125
Bab. 125. Maafkan Aku, Sayang. 21+
126
Bab. 126. Melamar Willona.
127
Bab. 127. Aku Juga Mencintai Reka.
128
Bab. 128. Pernikahan Alvino & Tamara.
129
Bab. 129. Persiapan Pernikahan.
130
Bab. 130. Berbahagia Selalu.
131
ExtraPart. Hadiah Pernikahan.
132
ExtraPart. Honeymoon, Babymoon.
133
ExtraPart. Bali.
134
ExtraPart. Periksa Kandungan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!