Sekarang libra telah berdiri tegak wajahnya agak mengerikan karena kekuatan pada tubuhnya telah kembali
pulih, garis-garis berwarna biru yang terang telah menyelimuti tubuhnya bersamaan matanya yang merah menyala. Dia menoleh kearah saudara sepupu dan anak buahnya dengan tatapan mata yang tajam kemudian mengatakan. " Pergilah "
lalu kembali berkata ; "Tadi aku dengar ada yang ingin membunuhku, datang dan cobalah kalau bisa."
Dia merentangkan tangannya sambil menyeringai kearah jonatan yang sedang menatapnya ketakutan.
"Hahaha.. Kenapa sekarang kau
takut? Ayolah bunuh aku" Teriak libra mengejek. Seketika wajahnya berubah pias, seperti bayangan dia bergerak sangat cepat meninju kepala jonathan hingga hancur tak bersisa. Mata semua orang terbelalak melihat tubuh jonathan yang jatuh tak berkepala, lalu dia berkata ; " Inilah balasan karena menghianatiku. "
Lalu matanya tertuju pada karasuka dan lazio " Kalian cari mati datang padaku." Lazio terlihat sedikit gentar melihat libra tapi tidak dengan karasuka, dia terlihat begitu tenang tanpa sedikitpun perubahan yang terlihat di raut wajahnya yang dingin. Dengan jubah putih rambut di ikat kebelakang dia berdiri kokoh seperti gunung es di antartika. Kewibawaan terlihat sangat jelas pada sosoknya.
Dengan tiba-tiba secepat angin libra merangsek maju meninju dada lazio dengan tenaga penuh hingga membuatnya terbang menembus tembok, tembok itu berlubang oleh kerasnya benturan tubuh lazio yang telah terbang di tinju libra. Kemudian dia berbalik seperti setan menyerang karasuka tapi dalam sekejap karasuka menghilang dari hadapannya.
' Huh.. gadis ini sangat cepat dan kuat tapi bagaimana dia bisa menghilang begitu saja dari hadapanku. '
Belum sempat dia selesai bergumam karasuka azumi telah datang meninjunya dari arah belakang tubuhnya.
" Bum "
Pukulan yang sangat keras dan bertenaga membuatnya terbang menabrak tiang beton penyangga bangunan hingga bangunan itu menjadi runtuh. " Sial gadis ini sangat kuat" dia sedang menggerutu saat bola matanya menangkap bayangan yang cepat menuju kearahnya. " Aku tidak lemah.." Gerutunya, kemudian dia bangkit dan menyerang secepat kilat kearah bayangan itu.
"Bum"
Dua kekuatan telah bertemu saling memberikan pukulan, mereka berdua terlempar jauh kebelakang menabrak apa saja yang ada di belakangnya.
"Uhuk uhuk" Seteguk darah keluar dari mulut karasuka sambil memegang dadanya. " Sial pukulannya sangat
kuat " Napasnya terengah-engah berdiri kembali sambil menarik pedang yang tersimpan dalam jubahnya.
"Duar"
Tembok batu di hadapannya hancur seketika saat libra menabrak dengan kuat, sekarang dia berdiri tepat di hadapannya.
"Bagaimana, apa itu sakit?" Ejek libra.
"Diam kau" Balas karasuka, Tiba-tiba dia menghilang dan muncul di belakang libra sambil menusukkan
pedangnya.
"Jlebb."
"Cobalah pedang ini, ia terbuat dari induk besi yang sangat keras dan tajam." Seringai buas karasuka.
"Ahk.." Erang libra menahan sakit sambil mendongak kebawah melihat perutnya telah terluka dan berdarah oleh tusukan pedang milik karasuka yang menembus tubuhnya.
Sesaat setelah itu rahangnya mengeras merentangkan tangan kanannya kebawah sambil membuka jari
jarinya, sejurus itu keluar sebilah pedang berselimut api dari dalam tangannya.
" Cobalah pedang ini, ia terbentuk dari api kemarahan " Seringai beringas libra. Sejurus itu dia berbalik dengan sangat cepat menebas kearah leher karasuka.
" Ting..ng..ng.. "
Suara keras dari benturan antara pedang libra dan karasuka yang menimbulkan percikan api, mereka berdua sama-sama memiliki kekuatan supranatural yang sangat kuat.
" Kau memang hebat." Seringai libra memuji karasuka.
"Kau juga." Balas karasuka
sambil tersenyum penuh
makna, mereka berdua kembali
saling menyerang. Apapun yang ada
di dekat mereka hancur terkena imbas dari pertarungan itu, hingga hanya menyisakan puing-puing dari runtuhan rumah keluarga pratama.
Di sudut lain lazio terduduk lemas memuntahkan darah, napasnya terengah-engah sambil memegangi dadanya. " Gila.. bocah ini kuat sekali " Dia berusaha untuk bangkit namun kedua kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya, dia sudah kehabisan tenaga dan kehilangan kekuatannya. akhirnya dia hanya bisa terbaring lemah di atas reruntuhan yang berantakan.
Sedangkan seno rubi zalia geri dan semua orang yang ada di situ, mereka tidak melakukan apapun selain menjadi penonton pertarungan dahsyat itu.
"Apa kita harus menolongnya?." Ucap zalia yang tampak bingung di wajahnya.
"Apa kau sudah gila? Memangnya apa yang bisa kita lakukan untuk melawan gadis itu, lihatlah kekuatannya setara dengan libra." Timpal leo.
"Jadi apa kita harus melihatnya
saja." Balas zalia.
"sudah kubilang tidak ada yang bisa kita lakukan selain melihat akhir dari pertarungan ini." Tegas leo.
# # #
' Sepertinya jubah itu bukan jubah
biasa, itu pasti jubah yang memiliki kekuatan supranatural yang mampu melindungi tubuh pemakainya dari terluka. Jubah itu jugalah yang membuat pemiliknya bisa menghilang sekejap mata, pantas saja pedangku tidak bisa menggores bahkan menyentuh kulitnya. Jika terus begini kekuatan pada tubuhku akan terus terkuras, aku harus memikirkan cara untuk mengalahkannya.' Gumam Libra.
"Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah kau sedang mengagumi ku karena memiliki kemampuan yang setara denganmu walaupun aku seorang wanita. He he.. aku bukan gadis lemah seperti mereka, jadi berhati-hatilah denganku. " Karasuka tersenyum sinis tapi malah terlihat manis. " Setiap luka yang kuberikan akibat tusukan atau goresan dari pedangku, akan terus menguras kekuatan pada tubuhmu,
benarkan?." Lanjutnya. Kembali karasuka tersenyum serasa
mengejek libra.
Libra kesal, dia merasa di rendahkan seorang gadis. "Rasakan ini" Dengan geram dia menyerang karasuka membabi-buta, tapi tetap saja dia gagal untuk melukainya. Karasuka selalu saja bisa menghindar atau menangkis serangannya, bahkan di saat terdesak dia bisa menghilang dan muncul di sisi lain sambil menyerangnya. Sementara kekuatan yang melindungi tubuhnya terus berkurang akibat banyaknya luka akibat serangan pedang karasuka. " Sial kalau terus begini aku pasti akan kalah, harus ada cara untuk melukainya. Pedang tidak bisa menyentuh kulitnya, tapi tinju
pasti bisa membuat luka dalam padanya." Gumamnya.
Setelah memikirkan cara, dia memindahkan pedang ke tangan
kirinya. Agar dia dapat melakukan pukulan dari tangan kanannya, dia sengaja memberi peluang pada Karasuka untuk melakukan serangan terbuka dari depannya.
Rencananya berhasil, secepat kilat Karasuka datang menusukkan pedangnya ke jantung hingga menembus tubuhnya, tapi pada saat yang sama dia meninju keras ketempat yang sama di dada karasuka.
"Jlebb.."
"Bum.."
Karasuka terpental jauh menabrak apa saja yang ada di belakangnya akibat serangan tinju libra. Sedangkan libra terjatuh akibat pedang Karasuka yang telah menembus jantungnya, darah mengalir deras dari lukanya membanjiri lantai, dia terlihat lemah dan perlahan menutup mata. Wana biru pada garis-garis di tubuhnya mulai redup perlahan pudar.
Karasuka sendiri telah mengalami luka dalam yang sagat parah, dia terkulai lemah setelah libra meninju tepat di dadanya pada tempat yang
sama. Napasnya memburu seiring darah yang terus keluar dari rongga mulutnya, perlahan dia pingsan dan menutup mata.
Hiro dan yakuza berlari dengan kencang kearah Karasuka, begitu juga dengan arumi dan rombongannya, masing-masing terlihat cemas memikirkan orang yang telah jadi pemimpin mereka.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
auliasiamatir
beuh mantap, mudah mudahan nanti berjodoh ya mereka biar anak anak nya jadi penguasa ilmu bela diri
2022-12-28
1
Heri Anto
siapa yang menang?🤔
2022-12-24
0
neng ade
tegang .. kedua nya mempunyai kekuatan supranatural yg sama2 kuat .. apakah kedua nya akan selamat ?? hanya othor yg tau .. tp aku berharap Libra bisa diselamatkan ..😢
2022-10-09
0