Merasa ada yang aneh, arumi kembali menelepon ibunya. Tapi berkali-kali dia mencoba, ibunya tetap saja tidak menerima panggilannya. Ia mulai gelisah dan merasa cemas.
Namun tiba-tiba handphonenya berbunyi kembali menandakan adanya panggilan. Dengan terburu buru ia meraih handphonenya itu dan melihat nama leo tertera di depan layar, lalu dengan cepat dia menerima panggilan itu.
"Halo" Sambut arumi.
"Halo.. Arumi, rumah keluarga kita sekarang sedang di serang habis habisan.
Mereka terlalu banyak, kekuatan kita sepertinya tidak mampu untuk menandingi mereka, bahkan kelompok serigala api telah di kalahkan.
Tolong sampaikan pada libra, bantulah kami, sepertinya kami tidak mampu untuk bertahan. Maaf arumi aku tidak bisa bicara lebih lama lagi"
"Bagai mana dengan momy? "
"Tut tut tut" Leo memutuskan sambungan telepon.
"Halo.. Halo"
Sebenarnya arumi ingin berbicara lebih lama, dia ingin mengetahui keadaan adik dan ibunya. Tapi nampaknya leo sedang terburu buru, hingga memutus sambungan telepon secara sepihak.
Arumi terlihat begitu cemas dan gelisah sampai sampai dia tidak mendengar zalia memanggilnya. ia baru tersadar ketika zalia menepuk bahunya.
"ada apa? " Tanya zalia keheranan.
Tapi arumi tetap bengong seperti orang yang hilang ingatkan.
"Hei.. kau kenapa? " Tanya zalia kembali sambil menepuk keras bahu arumi.
Arumi mulai tersadar dari lamunannya dan mulai berkata ; "Keluarga kita sedang di serang sekarang, leo mengatakan kalau mereka tidak akan bertahan".
" Apa? " Zalia Tersentak kaget mendengar apa yang arumi katakan. Ia jadi ikut cemas dan merasa gelisah.
"Kita harus pulang sekarang juga untuk ikut membantu" Kata zalia.
"Benar kita harus membantu mereka"
balas arumi.
"Lalu bagai mana dengan libra apa dia akan ikut dengan kita? " Tanya zalia sambil menatap libra.
"Entahlah, Aku juga tidak tau tapi aku akan bertanya padanya" balas arumi.
Arumi menatap libra yang terus diam seperti orang bodoh duduk di atas kursinya. Kemudian dia coba mendekatinya lalu berkata ;
"Libra, keluarga kita sekarang sedang di serang, lawan mereka cukup banyak, sekarang mereka telah kewalahan. Leo telah mengatakan kalau kelompok serigala api telah di kalahkan. Apa kau tidak ingin ikut bersamaku untuk membantu? "
Arumi terlihat sedih menatap libra yang seakan tak peduli, ia menghela nafasnya seraya berkata;
"Libra, hidup ini adalah perjuangan, manusia tidak boleh berhenti walau keadaan sudah berantakan. Selama nyawa masih di kandung badan manusia harus tetap hidup dan berusaha. Sekarang orang tua yang telah membesarkanmu telah tiada, tapi bukan berarti hidupmu juga harus berhenti di sini. Apa kau lupa, ibuku juga adalah ibumu? Apa kau tidak takut kehilangan seorang ibu lagi darimu? Seandainya saja Ibu yang telah membesarkanmu dapat melihat keadaanmu yang sekarang, aku yakin dia pasti akan sangat marah padamu.
Maaf Libra, aku harus pergi melindungi orang yang sangat kusayangi, seperti kau telah menyayangi ibu yang telah membesarkanmu. Kalau kau masih punya hati, datang dan bantulah mereka. Karena salah satu dari mereka adalah wanita yang telah melahirkanmu".
Kemudian arumi beranjak pergi bersama zalia meninggalkan libra yang masih tenggelam dalam kesedihan.
Arumi mengendarai mobil dengan sangat laju di temani zalia yang ada di sebelahnya, ia tidak lagi menghiraukan pengguna jalan lain agar segera cepat sampai kerumahnya.
Sementara rian yang kini sendiri tetap duduk di kursinya, sambil terus memikirkan apa yang telah di katakan oleh arumi.
* * *
Di tempat lain.
Daris pratama sebagai orang yang terkuat dalam kelompok mafia elang putih sudah terdesak dan mulai terlihat lemah. Sudah banyak anak buahnya yang terbujur kaku tak bernyawa bergelimpangan di atas tanah.
Sedangkan anak anaknya yaitu ;
Arya pratama
Alina pratama
Karin pratama
Surya pratama
Galang pratama
Mereka berjuang mati matian walau sudah terluka parah, bahkan naira sudah di tangkap dan di tawan oleh pihak lawan.
Pada saat itu, geri ikut bertarung membantu leo yang coba menyelamatkan ibunya, tadinya dia berhasil menyelamatkan diri dari serangan kelompok mafia yang berada di bawah naungan Tiger Wolf, saat menyerang di kediaman keluarganya.
Dialah satu satunya orang dari keluarga Aleksander yang tidak berhasil di tawan oleh pihak musuh. Oleh sebab itu dia bisa mengabari daris pratama
agar segera bersiap untuk menghadapi
segala kemungkinan yang akan segera terjadi. Dan dia segera pergi untuk bergabung dengan kelompok elang putih pimpinan daris pratama untuk melawan kembali pihak musuh, yang telah menghancurkan dan menawan keluarganya.
"Huh.. Teryata kita bertemu lagi di sini setelah bisa melepaskan diri dari kepungan kami di kediamanmu ha ha"
Baron meneriaki sambil tertawa mengejek geri. Kemudian dia kembali berkata; " Menyerahlah, kami akan berbuat baik padamu seperti apa yang di lakukan oleh kedua saudaramu Jonathan dan Erina.
Tapi kalau kau melawan, kami akan menyiksamu seperti tiga adikmu yang lainnya. Apa kau tidak lihat semua anak buahmu telah mati dan sekarat, sementara kami masih punya banyak orang untuk menghancurkan kalian. Hahaha" Baron kembali tertawa sombong di hadapan geri yang terlihat sangat geram dan marah.
"Seharusnya waktu itu libra membunuhmu saja, agar kau tidak lagi bisa bicara dan tertawa dengan sombong" Kemudian dengan sisa tenaganya, geri dan leo berlari menerjang kerumunan orang orang baron untuk menyelamatkan naira
yang jadi tawanan mereka.
Sementara di sudut lain.
Daris pratama tetap saja tak mau menyerah walau sudah terluka sangat parah, dia di bantu oleh kelima anaknya tapi tetap saja mereka tak akan bisa mengimbangi pihak lawan yang begitu banyak.
"Menyerahlah orang tua.. kau sudah sangat lemah dan kehilangan banyak darah, simpan tenagamu yang hanya tinggal sedikit itu. Hahaha".
Argan tertawa mengejek begitu juga dengan Arbeto. Mereka berdua bos mafia yang berada di bawah naungan Tiger Wolf, mereka ada di sini untuk ikut membantu baron menguasai kota M, dengan imbalan yang akan di berikan oleh bos besar Tiger wolf yaitu
Arendra wijaya.
"Bam"
Suara keras terdengar ketika sebuah mobil telah menabrak orang orang dari kelompok mafia Tiger wolf. Dia adalah arumi dan zalia yang baru saja datang setelah mendapat panggilan telepon dari leo. Arumi terus mengemudikan mobilnya menabrak orang orang itu walaupun kini mobilnya mulai terlihat hancur oleh berbagai serangan yang telah di lakukan oleh mereka. Dan hingga pada akhirnya arumi dan zalia terpaksa harus keluar, karena mobil yang ia pakai benar benar telah hancur tak berbentuk.
Arumi berlari kearah leo dan geri saat matanya mendapati mereka telah terluka, begitu juga dengan zalia. Ia ikut berlari kemana arumi melangkahkan kakinya.
Sekarang leo dan geri bisa sedikit bernafas, dengan adanya arumi dan zalia mereka telah terbantu walaupun itu tidaklah cukup, memandangkan lawan yang masih banyak sedang mereka telah terluka dan kehilangan banyak tenaga.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
auliasiamatir
libra datanh gak yah ..
2022-09-06
0
ketombee
👍☕
2022-07-28
0
dread lock
akankah libra datang membantu..
2022-06-29
2