"Ibu akan cerita semua padamu, tapi bisakah kau berjanji satu hal
pada ibu? "
Libra menatap ibunya lama, lalu dia mengangguk.
"Baiklah bu aku harus berjanji apa? "
"Berjanjilah pada ibu kau tidak akan menaruh dendam pada keluargamu nantinya, maukah kau melakukanya? " Kata jamilah lalu ia melanjutkan.
"Ingatlah seandainya kejadian pada masa itu tidak pernah terjadi, maka aku tidak akan pernah menjadi ibumu, apakah kau menyayangiku? " Tanya jamilah.
Kemudian libra menatap ibunya dengan haru yang juga sedang menatapnya dengan tajam.
"Tentu bu, aku sangat menyayangimu kenapa Ibu bertanya seperti itu? "
Tanya libra. Sedangkan jamilah hanya menatap senyum padanya.
"Baiklah sekarang dengar baik baik"
Kata jamilah. Kemudian dia menceritakan semuanya dengan se upaya mungkin agar libra tidak menaruh dendam pada keluarganya.
# # #
Di tempat lain.
Daris pratama, kakek dari leo andika begitu terkejut begitu anak buahnya menceritakan seorang anak yang wajah dan tatapannya sangat mirip dengannya.
'apakah anak itu cucu yang sudah di buang dari keluarga ini dulu? mungkinkah dia tumbuh besar menjadi seorang yang tangguh dan kuat? seandainya benar, maka aku sangat menyesal '
gumamnya dalam hati.
Kemudian Daris pratama menoleh pada anaknya Arya pratama yang ada di sebelahnya lalu mengatakan; " Apa kau masih ingat pada siapa kalian memberikan bayimu dulu? Coba selidiki anak ini dan cari tau di mana dia berada" Kata daris.
"Aku masih ingat, tapi lebih mudah mencarinya melalui sekolah itu, kita bisa mendapatkan identitas dan informasi di mana dia tinggal" Balas arya.
"Bagus, cepat kerjakan" perintah Daris lagi.
# # #
Di tempat lain. Libra mengepalkan jarinya di bawah meja, ia menahan perasaan bergejolak tak menentu di dalam hatinya, ada sedikit perasaan dendam berkarat yang tersemat di dalam sana. Tapi dengan sedaya upaya dia menyembunyikan perasaannya dari tatapan mata ibunya.
' Jadi kalian membuang ku ya?
baiklah, akan ku tunjukkan, kalau aku
bisa hidup tanpa kalian, ku harap
kalian tidak datang mencariku '
Gumam libra dalam hatinya.
Sedangkan ibunya terus menatap wajahnya seakan mencari sesuatu dari matanya. Tapi libra sangat lihai menyembunyikan perasaan dalam hatinya, dia tidak mau membuat ibunya merasa khawatir karena memikirkannya.
Satu bulan kemudian
bertepatan dengan hari ibu. Dalam sekolah libra mengadakan pertunjukan bagaimana cara seorang anak bisa mengenali tangan ibunya dengan mata yang tertutup, acara itu di ikuti oleh semua siswa. Leo juga ada di sana mengikuti pertunjukan itu, setelah dia di terima di sekolah itu satu bulan yang lalu. Dan dia sudah tidak berani lagi mencari gara gara dengan libra.
Libra tidak peduli dengan itu, dia jenis orang yang tidak pernah peduli pada orang lain selain ibunya. Setiap murid di tutup matanya begitu juga dengan ibu mereka, mereka harus memilih dan mencari tangan ibu mereka yang sedang berbaris berdiri sambil mengulurkan tangannya tanpa boleh bersuara.
Penyelenggara memberikan jangka waktu akhir, dan menentukan siapa yang pemenangnya. Dan di saat akhir dari sekian banyak tangan yang terulur untuk di kenali oleh anaknya, hanya libra yang mampu menemukan tangan ibunya.
Alangkah bahagia seorang ibu yang dapat di kenali seorang anak walau
dia tidak melihatnya. Semua ibu menatap kagum pada libra hingga seorang penyelenggara memberanikan diri untuk bertanya padanya.
"Bagai mana caramu bisa mengenali tangan ibumu? "
Libra diam sesaat, lalu tersenyum dan berkata ; " Tangan itu yang selalu menjaga dan membelaiku sejak aku masih kecil. Tangan itu juga yang selalu menyuapkan makanan ke mulutku, dan tangan itu jugalah yang memberikan kasih sayang padaku. Bagai mana bisa aku melupakan tangan itu? "
Tepuk tangan bergemuruh menggema
seisi sekolah mendengar jawaban libra.
Mereka merasa salut dan kagum pada nalurinya. Sedangkan jamilah, dia begitu terharu begitu mendengar jawabannya.
"Aku sangat menyayangimu nak"
Tak terasa air matanya mengalir bersama isak tangis yang keluar dari rongga mulutnya, seraya memeluk anak yang dari kecil sudah di besarkannya. Anak yang dulunya tak di inginkan oleh keluarganya tak di sangka telah jadi anugrah bagi dirinya.
Di sudut lain. Seorang wanita yang cantik sedang menatap sayu, ia begitu iri pada wanita yang mampu di kenali oleh seorang anak yang dulu telah
terlahir dari rahimnya. Setitik air mata mengalir dari sudut matanya melintasi pipi dan berakhir jatuh di lantai. Sejuta penyesalan tercermin di wajah cantiknya, andai saja waktu itu dapat kembali mungkin dia tidak akan lagi melakukan kesalahan yang dulu pernah terjadi.
Tapi itu sudah terlambat, delapan belas tahun telah cepat berlalu. Anak yang dulu ia lahirkan telah tumbuh besar menjadi menjadi seorang anak yang sangat berbakti. Dia sangat menyayangi orang yang telah membesarkannya. Hanya duka dan air mata yang kini ia rasakan sebagai wanita yang telah mengandung dan melahirkannya.
' Maafkan ibu nak ' dia bergumam dalam hatinya.
Dia adalah Naira, ibu kandung dari libra. Berapa minggu yang lalu pihak keluarga suaminya telah mencari dan menemukannya, itu atas perintah dari
ayah suaminya, Daris pratama. Dialah wanita yang telah mengandung anak itu, tapi kini dia hanya bisa terpaku menatap anak yang dulu pernah di buang oleh keluarganya. Sebenarnya itu bukan kemauannya, hanya saja dia mengalah oleh keluarga dan dorongan suaminya.
"Bu.. kenapa ibu menangis? "
Tanya seorang gadis kecil yang telah memegang tangannya. Dia hanya diam membisu sambil menatap gadis kecil itu tanpa mampu mengatakan apapun.
Dea siska pratama namanya, gadis kecil itu adalah anak kandungnya, dia adalah adik dari leo dan libra. Tanpa dia sadari, tangan yang kekar tapi penuh kasih sayang telah menyentuh bahu dari belakang tubuhnya. Dia adalah Arya pratama, suami yang sangat mencintainya. Dan karena cinta yang sangat dalam itulah, dia rela memberikan anaknya pada wanita yang lain. Dia lebih rela kehilangan anaknya dari pada kehilangan istrinya.
"Apa kau ingin menemuinya? " tanya arya padanya, seakan dia mengerti apa yang ada di dalam benak istrinya.
Naira menoleh, lalu dia mengangguk,
kemudian dia mengatakan.
"Apa kita tidak malu untuk menemuinya? "
"Tidak" balas Arya, seraya menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada batas untuk kita menemuinya, walau belum tentu dia
menerima kita tapi darah yang mengalir padanya adalah milik kita "
sambung arya.
Kemudian arya menuntun naira mendekati libra dan ibunya di ikuti oleh dea di belakang mereka. Sedangkan leo, dia hanya menatap kesal dari kejauhan, walaupun dia sekarang tau kalau libra adalah adik kembarannya. Tapi hatinya belum bisa untuk menerimanya.
Sebelum arya dan naira menyapa libra
dan ibunya, jamilah lebih dulu melihat mereka dan langsung menyapanya.
"Tuan.. nyonya" sapan jamilah sambil tersenyum.
"Jangan panggil saya nyonya, panggil saja nama saya" balas naira tersenyum.
Dia tidak mau menimbulkan jarak di
antara mereka yang bisa menjadikan kesan buruk di hati libra. Dia ingin
mendekati libra selayaknya seorang ibu
seutuhnya pada anaknya.
Sedangkan libra hanya diam menatap naira, sebagai manusia. Ada ikatan perasaan batin yang takkan pernah lepas antara seorang ibu dan anaknya.
Dia tak mampu berbuat apa apa selain
menatap tajam kearah wanita cantik yang ada di hadapannya. Mereka belum mengatakan apapun padanya.
Tapi hati dan nalurinya telah mengatakan, kalau wanita itu adalah ibunya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Skye
hm..
2025-02-01
0
Jimmy Avolution
Terus...
2022-10-08
0
auliasiamatir
tambah keren lanjut baca
2022-09-06
0