Sial.. siapa yang telah menembak ku dengan bazoka, ahk.. Aku harus segera turun mencari pakaian tidak mungkin aku bertarung seperti ini. Ahk.. tampaknya luka di tubuhku ini akan sedikit lama untuk sembuh, bajingan aku pasti akan segera membalasnya.
Dia berjalan sambil meringis kesakitan, tubuhnya sedikit gontai karena luka akibat ledakan dari peluru
bazoka. Kulitnya memerah setelah terbakar bersama pakaian yang telah di pakainya, untung saja kekuatan di dalam tubuhnya mampu melindungi walaupun kekuatan itu sekarang telah sedikit melemah. Itu dapat di lihat dari garis garis biru yang terlihat agak redup setelah melindunginya dari ledakan peluru itu. Perlu waktu sedikit lama untuk kembali memulihkan kekuatannya, dia berjalan turun sambil memegangi punggungnya yang telah terluka parah. Tujuannya adalah lemari dimana biasanya orang akan menyimpan pakaian. Tidak lama setelah turun dia telah memasuki sebuah kamar, kemudian berjalan ke arah lemari dan membongkar semua isi dalamnya untuk mencari pakaian yang sesuai di pakainya.
Ah.. sepertinya pakaian ini cocok untukku, aku akan coba memakainya.
Dia memilih jins dan kaos berwarna hitam kemudian langsung mencobanya.
Syukurlah pakaian ini cocok untukku walaupun tidak pas di badan setidaknya mereka tidak akan mentertawaiku, bagaimana mungkin aku bisa berkelahi tanpa menggunakan pakaian, itu akan sangat
mempermalukanku. Apa ini?, sepertinya ini pelembab kulit, baguslah sebaiknya aku pakai saja untuk melemaskan kulitku yang telah kaku terbakar. Pasti dia pikir aku telah mati, hehe bodoh aku tidak akan mati semudah itu.
" Tak "
" Tak"
" Tak " Suara langkah kaki.
Sepertinya ada orang yang mendekat kearah sini.
Di saat libra masih di dalam kamar telinganya mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekat
kearahnya, perlahan dia berjalan mendekat kearah pintu sambil menunggu orang itu lebih dekat
lagi dengannya. Dia berniat untuk membunuhnya tanpa suara agar teman temannya tidak mengetahui keberadaan dirinya. Dugaannya benar, orang itu telah berjalan lebih dekat lagi ke arahnya dia tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Saat orang itu lengah di dekat pintu dengan sigap dia bergerak cepat meremas tangan dan mencekik lehernya. Orang itu ingin teriak, tapi sudah terlambat. Dia sudah meremukkan batang lehernya bersamaan tangan dan pistol yang sedang di genggamnya. " Matilah dengan damai " Gumamnya bersamaan jatuhnya tubuh orang itu ke atas lantai.
Libra terus berjalan sambil mengendap endap menyusuri lokasi kediaman keluarga pratama. Satu persatu dia telah membunuh anak buah
lazio, sesekali dia mendengar suara ledakan bom yang telah di pasang sebelumnya pada beberapa bagian di lokasi itu. Sedikit demi sedikit anak buah lazio telah jauh berkurang dia nampak senang dan seringai puas telah terlihat di raut wajahnya.
" Bajingan.. Di mana bocah itu bersembunyi. " Teriak lazio geram, memandang sudah banyak anak buahnya yang telah jadi korban.
Di sudut lain karasuka azumi telah memasuki lokasi, dia penasaran kenapa lazio begitu sangat lama berada di dalam. Tapi alangkah terkejutnya dia saat menemukan banyak mayat yang ada di dalam rumah, dahinya berkerut namun perlahan terlihat senyum manis dari bibir tipisnya yang di poles lipstik berwarna pink.
' Ternyata dia masih hidup ' gumamnya.
Dia berjalan dengan perlahan dan terlihat sangat tenang menyusuri lokasi di dalam rumah yang besar itu, matanya yang indah menatap tajam kearah setiap sudut ruangan. Dua orang pria berbadan besar terus mengikuti kemanapun kakinya melangkah, mereka adalah Hiro dan yakuza pengawal setia yang selalu berada di sampingnya.
Dan pada saat yang sama rombongan geri telah sampai di halaman rumah keluarga pratama, mereka keluar dari mobil sambil menggenggam pistol di genggaman tangannya lalu berlari masuk kedalam melewati mayat mayat yang telah bergelimpangan. Saat di dalam mereka terserempak dengan lazio bersama belasan anak buahnya, lalu dengan sigap rombongan geri langsung menembaki orang orang itu dengan pistol yang telah mereka ambil dari dalam gudang penyimpanan di markas sebelumnya. Terjadilah saling tembak di antara mereka namun banyak anak buah dari lazio yang telah mati sebab rombongan geri lebih dulu menembak kearah mereka. Tapi meskipun begitu terdapat belasan orang anak buah yang telah di bawa seno dari markas telah mati akibat ganasnya tembakan lazio yang sangat akurasi. Saat itu anak buah lazio telah banyak berkurang di tangan libra di tambah lagi dengan serangan rombongan geri yang telah datang secara tiba-tiba. Saling tembak terus terjadi hingga kedua belah pihak sama-sama telah kehabisan
peluru, sekarang mereka hanya bisa mengandalkan tangan dan kaki untuk meneruskan pertarungan.
Lazio membuang senjatanya kesamping dia juga tau pihak lawan telah kehabisan peluru seperti
dirinya, sambil menyeringai sombong dia bersama beberapa lagi anak buahnya yang tersisa keluar dari balik tembok tempat berlindung dari terjangan peluru. Kemudian dia tertawa sambil berkata ; " Keluarlah, sekarang kita teruskan dengan tangan
dan kaki. " Teriaknya sombong. Dia pikir dirinya akan lebih mudah memenangkan pertarungan itu dengan berbekal kemampuan beladiri dan juga supranatural yang dia miliki.
pada saat itu geri juga keluar dari tempat persembunyian menunjukkan batang hidungnya, di ikuti beberapa orang keluarga pratama dan sisa anak buah yang telah di bawa seno dari markas sebelumnya. Dua kelompok itu saling berhadapan sambil mengepalkan genggaman tangannya lalu mereka mulai saling menerjang.
Di sudut lain, libra berjalan dengan sangat hati-hati menuju kearah suara saling tembak menembak yang telah di dengarnya, dan pada saat itu karasuka yang juga sedang berjalan menyusuri rumah itu tak sengaja telah melihat libra yang berjalan tak begitu jauh di depannya, dahinya berkerut sambil bergumam dalam hatinya. ' Pasti dialah pemuda itu. ' Dia merasa penasaran kemudian berteriak ; " Hei berhenti di situ. " Libra terkesiap kemudian menoleh kebelakang.
Saat itu mata Karasuka terbelalak menatap libra bersamaan dengan degup jantungnya yang berdetak tak beraturan, dia sungguh terkagum-kagum dengan ketampanan seorang pemuda yang ada di hadapannya. Begitu juga libra, matanya
terus menatap wajah seorang gadis yang sangat cantik di hadapannya, tapi dia cepat tersadar lalu dia berkata pada mereka ; " Siapa kalian? " Tanya libra sedikit heran menatap ke tiga orang itu, dia merasa bahwa wajah yang mereka miliki terlihat asing di negara ini. Tapi tiada satupun di antara mereka yang menjawab kecuali tatapan permusuhan yang di perlihatkan dua orang di belakang gadis itu.
Perlahan jari tangannya mulai mengepal, naluriya mengatakan kalau mereka bertiga adalah
musuh, kemudian dia berkata ; " Kalian hanya cari mati berani datang ke negara ini. " Tapi hanya senyum sinis yang di berikan kedua pria yang berada di belakang gadis itu. Kemudian mereka bergerak maju ke hadapan sedangkan gadis itu tetap berdiri diam sambil terus menatapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Heri Anto
coba di gantung lehernya.pasti mati🤭
2022-12-24
0
auliasiamatir
wah.. jodoh nya libra kayaknya tuh
2022-09-06
0
ketombee
☕👍
2022-07-28
0