Di tempat lain, Libra sedang sibuk mengatur rencana bersama para anggota keluarga kecuali Geri, untuk menghadapi serangan balik dari kelompok mafia Tiger wolf. Dia tau cepat atau lambat kelompok itu pasti akan datang lagi ke kota ini, semua anggota keluarga dan anak buah yang terluka sudah di ungsikan kedalam markas yang tersembunyi jauh dalam
hutan. Tiga dokter telah di siagakan termasuk dokter Nadin bersama sepuluh orang perawat yang di bawa dari rumah sakit milik keluarga Daris pratama, untuk merawat semua korban yang masih dalam keadaan terluka.
" Aku membutuhkan orang untuk memata matai pergerakan musuh di luar sana terutama di bandara dan kediaman keluarga, aku yakin mereka pasti akan datang lagi ke kota ini. Jadi siapa di antara kamu yang berani menerima tugas ini untuk menjadi pengintai mereka?. " tanya libra.
"Serahkan tugas itu padaku, biar aku yang mengintai pergerakan mereka di bandara. " ucap Geri mengajukan diri.
Libra menoleh padanya kemudian mengatakan ; " Jangan, itu terlalu bahaya mereka sudah mengenalimu "
"Kalau begitu biar aku saja, aku yakin mereka belum terlalu mengenaliku karena selama ini aku tidak pernah menonjolkan diri. " kata Rubi mengajukan diri.
Libra menoleh dan menatapnya agak lama setelah merasa Rubi memang sesuai dengan tugas itu diapun mengatakan ; " Baiklah, tapi kau harus berhati-hati, pandai pandailah menjaga dirimu jangan sampai tertangkap, bawa juga senjata untuk
perlindungan. Oya, kau harus tetap terhubung dengan kami agar kami tau keberadaanmu... lalu siapa lagi yang akan memata matai di daerah kota?.
" Kami saja, sedikit orang yang tau kalau kami dari anggota keluarga
ini, ibu dan ayah selalu saja menutupi identitas kami agar orang tidak
tau. " kata Nadia dan Nadira.
" Apa kalian tidak takut? " tanya Libra sambil menatap mereka.
"Tentu saja takut, tapi ini situasi yang agak berbeda lagi pula darah mafia telah mengalir di tubuh kami. Jadi kami harus berani sebagai penerus keluarga besar ini. " Nadia begitu semangat mengucapkan kata-katanya hingga membuat Libra tersenyum.
" Baiklah, kalian harus berhati hati dan selalu menghubungi aku. Masukan nomor handphone ini ke handphonemu, kau juga Rubi. " Libra memberikan handphonenya pada Nadia seraya menatap Rubi.
" Sekarang tinggal kediaman keluarga, biar aku saja yang berada di sana dan yang lainnya tetaplah di sini menjaga markas sambil memulihkan kondisi tubuh kalian. Dan kau ikut denganku Geri, kau sudah sedikit mengenal orang Tiger wolf. Itu akan memudahkanku untuk mengidentifikasi mereka. "
# # #
Satu minggu setelah terjadinya pertarungan kelompok mafia elang putih dan anak buah tiger wolf, Libra telah terbangun dari tidurnya masih sangat pagi di sebuah kamar yang ada dalam markas yang terletak jauh di dalam hutan, dia terkesiap setelah mendengar kicauan burung dan suara binatang liar lainnya, lalu dia menggerakkan tubuhnya untuk bangkit dan berjalan keluar kamarnya menuju halaman belakang yang lumayan
luas, dia menarik nafasnya dalam untuk menghirup udara yang masih terasa begitu segar.
Suasana tempat ini begitu nyaman sebaiknya aku berlari untuk menambah kebugaran tubuh sambil berlatih menguatkan otot-ototku.
Baru saja satu kali Libra memutari halaman yang luas itu dia melihat Geri, Arumi, Dea, Seno dan beberapa orang lagi anggota keluarganya telah melakukan aktivitas yang sama dengannya.
"Hai bang" sapa Dea sambil melempar senyuman pada Libra. Libra tidak menjawab tapi dia juga melempar senyuman tulus kearah Dea, saat itu mereka semua terkesima melihat Libra dengan senyuman yang sangat menawan mata. Libra adalah pemuda pemilik senyuman seperti apa yang telah di ceritakan Jamilah, ibu Libra yang telah tiada. " Dari sekian lama aku baru tau kalau kau itu sebenarnya sangat tampan bang Libra, kau ini pakai parfum apa kenapa harumnya sangat berbeda?" tanya Dea setelah dekat dengannya sambil menghidu hidu aroma wangi yang terpancar dari dalam tumbuhnya.
"Hus... kau ini adik macam apa, buat aku malu saja " balas Libra kesal, sedang mereka semua tertawa melihat wajahnya yang telah berubah merah karena malu.
"Aku berkata yang sebenarnya bang, bukan mengejekmu , " tegas Dea yang sedang mengerutkan dahi sambil tetap tertawa menatap abangnya.
" Sudah, cepat kembali lakukan aktivitas mu. " sanggah Libra.
" Aku sudah lelah bang " balas Dea.
" Ah kau ini, pandai sekali
berkilah " kata Libra cemberut sambil mengangkat tubuh Dea yang masih berumur dua belas tahun. Mereka semua terlihat begitu senang melihat kedekatan antara Libra dan Dea, begitu juga dengan Naira yang telah melihatnya dari depan pintu dapur di belakang markas, dia sangat senang hingga air mata meluncur dari sudut matanya.
" Kalian semua ayo sarapan " teriak Naira kearah Libra, Dea dan mereka semua yang tengah berkumpul di halaman belakang, mereka semua menoleh lalu berjalan kearahnya.
" Ayo masuk kedalam " titah Naira sambil berjalan di depan menuju ruang makan yang luas, di situ sudah ada Daris pratama, Arya dan semua anggota keluarganya untuk sarapan.
" Bagaimana situasi yang ada di luar sana sekarang? " tanya Daris kepada Libra setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
" Sampai saat ini belum ada pergerakan dari mereka, tapi aku sangat yakin tidak lama lagi mereka pasti akan datang. " balas Libra.
" Hm.. berhati hatilah, aku yakin mereka akan datang dengan lebih banyak orang lagi. " kata Daris.
Setelah itu, Libra dan Geri bersiap untuk pergi mengintai kedatangan kelompok Tiger wolf di kediaman keluarganya, begitu juga dengan Rubi, Nadia dan Nadira mereka bersiap untuk melakukan tugasnya.
# # #
Di tempat lain.
Akhirnya mereka datang lagi ke kota M dengan jumlah orang yang sangat banyak. Kali ini anak buah dari kelompok mafia Tiger wolf itu di pimpin oleh seorang yang terkenal tangguh dan kejam, dia bernama Lazio
seorang bos mafia di ibukota yang bekerja di bawah naungan
Tiger Wolf. Lazio tidak hanya datang sendiri, selain membawa banyak anak buah pilihan Karasuka azumi juga ikut bersamanya. Dia datang untuk melihat keadaan kota M yang di ikuti oleh dua orang kepercayaannya yaitu Hiro dan
Yakuza. Kedua orang itu memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan, mereka juga ahli ilmu bela diri.
Hiruk pikuk terjadi saat konvoi mobil mewah terlihat membanjiri lokasi terminal bandara, mereka datang untuk menyambut kedatangan anggota kelompok mafia Tiger Wolf yang turun dari tiga jet pribadi milik Arendra Wijaya. Mobil mobil mewah itu sebelumnya telah di datangkan dari ibu kota melewati jalan darat oleh Damian, seorang pria yang telah menjadi kepercayaan dan tangan kanan Arendra Wijaya.
Di lokasi yang sama dari sudut yang berbeda Rubi melihat situasi yang belum pernah terjadi, dia merasa keadaan yang sedang terjadi di sebabkan oleh satu hal. Yaitu Tiger Wolf, hanya kekayaan dan kekuasan mereka yang mampu melakukan semua itu. Diam diam dia merogoh handphone yang tersimpan dalam saku lalu mencari nomor Libra dan langsung menelepon dengan hati hati.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Heri Anto
musuh libra sudah datang 😵
2022-12-24
0
auliasiamatir
makin seru aja, gak mau berhenti baca ya
2022-09-06
0
ketombee
👍☕
2022-07-28
0