"Dokter nadin, apakah tidak ada cara lagi untuk menyembuhkannya? "
Tanya naira pada nadin.
Ia sangat berharap, dan merasa sangat tidak adil untuk kehidupan jamilah yang telah lama menderita.
padahal dia seorang wanita yang sangat baik dalam hidupnya.
"Maafkan saya nyonya naira, saya sungguh menyesal. penyakit ibu jamilah sudah terlalu lama dalam tubuhnya, sudah mustahil bagi ilmu kedokteran untuk bisa
menyembuhkannya". balas nadin.
" Sudahlah, jangan menangis untukku, mungkin ini sudah takdirku, sebaiknya
pikirkan saja tentang libra.
aku yakin dia pasti akan merasa sendirian dan kesepian setelah aku tiada.
sayangilah anak itu, dia itu sebenarnya
anak yang baik, hanya saja mungkin
sedikit sulit untukmu mengendalikan
hatinya karena belum mengenalnya.
tapi berusahalah, karena jika tidak,
maka tidak ada yang bisa mengendalikannya. aku tau dia menyembunyikan perbuatannya di
belakangku, dia pikir aku tidak tau.
Dia itu sangat lembut di hadapanku.
tapi sebenarnya sangat keras jika di belakangku.
apa kalian tau? dia itu sebenarnya memiliki sesuatu yang berbeda dari anak anak yang lain.
dan itu ada bersamanya sejak ia terlahir, aku baru mengetahuinya
setelah beberapa hari mengasuhnya.
ia memiliki mata yang berbeda, selama
mata itu tetap berada dalam keadaan
yang baik, maka orang yang menatap matanya akan merasakan keteduhan
dalam hatinya. tapi jangan buat dia marah, itu akan terlihat sangat berbeda.
begitu juga dengan senyumannya yang tulus.
akan terlihat sangat berbeda
saat memperlihatkan barisan giginya
yang putih, seseorang akan terkesima bila melihatnya.
oleh sebab itu aku menyuruhnya tidak menyikat gigi bahkan membiarkan rambutnya gondrong. he he ".
Jamilah tertawa mengenang apa yang
telah di lakukannya pada libra.
begitu juga dengan naira dan orang orang yang ada di dalam ruangan.
mereka begitu antusias mendengar apa yang telah di ceritakan.
dan ikut tersenyum mendengar apa yang telah di lakukan jamilah.
"Sebenarnya itu kulakukan karena aku
sangat sayang padanya, pada waktu itu, aku sangat takut kalau saja ada orang yang akan mengambilnya dariku.
jadi timbullah ide ku untuk membuatnya agar terlihat buruk.
maaf naira.. telah menyembunyikan
semua kelebihannya.
aku hanya melindunginya dari tatapan mata orang lain agar tidak mengambilnya dariku waktu itu.
tapi bukan maksudku untuk menyembunyikannya darimu.
apa kau tau? pada tubuhnya akan tercium aroma harum yang berbeda,
dan itu akan tercium jelas saat keringat
keluar dari tubuhnya.
dan satu lagi yang perlu kalian ketahui tentang libra.
ada sebuah kekuatan yang melindungi tubuhnya sejak lahir. jika kalian memperhatikannya dengan teliti, kalian dapat melihat garis garis halus berwarna biru pada tubuhnya.
garis garis biru itu adalah kekuatan
yang melindungi tubuhnya dari terluka
atau apapun.
aku menceritakan semua ini agar kalian mengetahuinya.
aku berharap.
ada seseorang di antara kalian yang bisa mengendalikannya setelah aku tiada".
Kemudian jamilah mengakhiri kisahnya
dan terlihatlah raut kesedihan di matanya.
dia sangat terpikir bagaimana keadaan libra setelah kematiannya nanti.
* * *
Di tempat lain
Libra telah selesai memotong rambutnya, arumi dan zalia berserta
mereka yang ada di situ sangat terkesima menatap ketampanan libra.
"ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu? "
Libra merasa risih di tatap sedemikian
rupa.
"tidak di sangka, kau sebenarnya sangat tampan"
Celetuk arumi sambil tersenyum menggoda pada libra.
bukannya bangga, libra malah terlihat malu di katai arumi seperti itu.
"Tidak usah memujiku.. aku biasa saja"
kata libra dingin, sedangkan arumi, zalia, dan dea.
mereka malah tersenyum menatap libra yang terlihat malu.
"tapi benar bang, abang sangat keren
seperti itu" celetuk dea memuji libra.
"Yes.. betul sekali" timpal zalia antusias sambil menyilangkan tangan
di dadanya menatap libra.
"kau sudah selesai, apa sekarang kita akan kembali? tanya arumi.
" tentu saja, tapi sebelumya aku akan membeli pakaian dulu, ibu menyuruhku
menukar pakaian ini dengan yang rapi,
padahal sebenarnya, aku lebih suka dan terbiasa berpenampilan sepeti ini"
balas libra.
Libra memakai kaos dan celana jins yang sobek di lututnya, itu adalah fesyen yang paling dia sukai.
"baiklah, aku akan mengantarmu"
kemudian arumi berjalan keluar salon di ikuti oleh libra, zalia dan dea.
Setelah di dalam mobil, arumi mengendarai mobilnya mencari sebuah
toko pakaian.
begitu melihat toko pakaian yang lumayan besar, lalu dia memarkirkan mobilnya di depan toko itu, kemudian keluar lalu bergegas masuk kedalam toko dan di ikuti oleh libra zalia dan dea.
Di dalam toko libra sibuk memilih pakaian yang dia rasa akan cocok dengannya.
akan tetapi arumi lebih dulu memilih pakaian yang di pikirnya sangat cocok untuk di di gunakan oleh libra.
"pakailah ini, aku rasa ini sangat cocok
untukmu"
Arumi memberikan satu stel pakaian pada libra.
libra menerimanya lalu matanya melotot melihat harga pada label yang ada di tangannya.
"apa ini tidak berlebihan? " celetuk libra
" tidak.. itu cocok dengan mu" balas arumi
"tapi" dahi libra sedikit berkerut memikirkan uang yang ia miliki.
namun arumi yang melihat respon wajah libra dengan cepat memahami apa yang telah di pikirkannya.
" Sudah.. jangan pikirkan harganya, cepat sana tukar pakaianmu biar aku yang membayarnya ".
arumi mendorong libra keruang ganti
lalu berbalik berjalan kearah kasir untuk
membayar, dia memang memilih pakaian yang bermerek dan harganya lumayan mahal, tapi uang segitu bukanlah apa apa baginya.
Setelah tidak berapa lama, Libra keluar dari ruang ganti, arumi dan zalia terbelalak melihat ketampanan libra yang luar biasa.
"wah.. kau sangat keren" celetuk zalia.
Baru kali ini rasanya aku melihat seorang pemuda yang memiliki ketampanan sangat sempurna.
libra adalah laki laki normal, tapi dia tersipu sipu seperti perempuan saat zalia mengatakan seperti itu padanya,
wajahnya memerah karena malu.
' sial sekali aku ini, gadis ini kalau ngomong gak kira kira, main lepas aja '
libra menggerutu dalam hatinya, dia merasa kesal di puji seperti itu.
Sementara zalia, arumi dan dea tertawa kekeh melihat wajah libra yang lucu karena malu.
"hei.. kau itu kenapa, kami mengatakan
yang sebenarnya bukannya mengejekmu"
' dia ini.. rupanya punya sisi yang lucu
selain garang di balik wajah tampanya '
gumam arumi di hatinya.
Arumi mereka geli melihat tingkah libra
yang bagaikan perempuan.
"Sudah.. ayo kita kembali kerumah sakit" arumi berjalan sambil terkekeh,
begitu juga dengan dea dan zalia.
Sedangkan libra mengikuti dari belakang dengan wajah yang masam.
merekapun masuk kedalam mobil dan kembali kerumah sakit.
Saat dalam perjalanan arumi menghentikan mobilnya setelah melihat dua kelompok yang bertikai di
tengah jalan, ia berhenti agak jauh dari kekacauan itu.
"Ada apa? "
zalia bertanya mengapa arumi menghentikan mobilnya di tengah jalan. begitu juga dea, dia sangat penasaran hingga menjulurkan kepalanya untuk melihat kedepan.
"Sepertinya di depan terjadi perkelahian" celetuk dea.
"Benar sekali, sepertinya memang ada perkelahian di depan. pantas saja banyak mobil berhenti di pinggir jalan" timpal zalia.
Kemudian arumi menjalankan mobilnya secara perlahan untuk mendekat.
"Mereka adalah kelompok mafia srigala
api, tapi dengan kelompok siapa mereka bertikai?", sepertinya aku tidak pernah melihat orang orang itu.
dahi arumi berkerut menatap gerombolan pria yang sama sekali tidak di kenalnya.
Arumi adalah gadis dari keluarga mafia. jadi dia banyak mengenal orang orang yang bekerja di bidang yang sama.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-10-08
1
auliasiamatir
best.. pokonya.
2022-09-06
0
ketombee
👍☕
2022-07-27
0