Naga merupakan ras otoriter yang menandai wilayahnya dengan mendominasi monster yang lebih lemah dari mereka. Karena karakteristik yang seperti itu maka naga termasuk salah satu spesies monster parasit yang meresahkan.
Mereka bergerak berdasarkan musim kawin dan mencari wilayah yang penuh dengan sumber daya makanan. Imigrasi besar-besaran naga biasanya mengorbankan sumber makanan yang setara untuk bertahan hidup manusia selama enam bulan.
Kemunculan mereka bagaikan pertanda adanya kelangkaan sumber makanan yang akan berlangsung.
Sisi positifnya? Mereka berburu monster di sekitar sarang mereka.
Sisi negatifnya? Mereka membuat monster keluar dari teritorinya dan membabat habis sumber makanan di sekitar mereka.
Mereka pemakan segalanya, terkadang beberapa naga diketahui memakan naga lainnya. Kanibalisme bukanlah hal yang aneh di mata monster. Untuk bertahan hidup, mereka harus menjadi pejuang yang mengorbankan segalanya.
Laporan adanya sarang naga dan penurunan sumber makanan memaksa Ayah ku untuk menyelidikinya. Untuk itu, Ayah ku mengirim Mercedes untuk menyelidiki lokasi yang di duga sebagai sarang naga. Entah kenapa Mercedes mengajak Chiyuki untuk pergi bersamanya.
Naga-naga kecil yang berkeliaran ini menandakan adanya satu hal. Ketua mereka telah tewas dan naga-naga kecil ini berkeliaran tanpa kendali. Sebuah kebetulan rudal kendali yang ku tembakkan mengenai naga besar yang terbang menuju kediaman kami.
Berdasarkan kesaksian rakyat yang melihatnya, naga yang hancur lebur itu terjatuh setelah separuh bagian tubuhnya meledak. Daya ledak yang cukup lumayan untuk menghancurkan naga yang lumayan besar.
Sepertinya, kita akan membereskan masalah ini sedikit lebih lama.
“Bagaimana menurut mu, Karl?” tanya Ayah ku.
“Yah, sisik mereka lumayan berharga kan? Walaupun naga muda yang baru menetas namun sisik mereka akan berguna untuk satu atau dua hal” jawab ku.
“Aku sedikit khawatir dengan telur-telur dan naga kecil yang mungkin tertinggal di sarang mereka.”
“Bukan kah Ayah telah mengirim Mercedes untuk menyelidikinya? Bagaimana laporannya?”
“Terdapat gua yang di kelilingi tumbuhan yang mulai habis. Sepertinya naga-naga itu membangun sarang di dalam gua. Mercedes hanya menjelajahi pintu masuk gua itu.”
“Yah, perlukah kita menjelajahi sarang itu?” saran ku.
“Ide yang bagus, kebetulan kita memiliki kendaraan yang cocok untuk itu!” Ayah ku tiba-tiba bersemangat.
“Oh.. ya Karl.. boleh aku sedikit mengendarainya?”
Eh? Apa ini? aku merasakan firasat buruk tentang ini.
“Em.. sebaiknya jangan dulu-“
“Oh! Ayolah! Ajari Ayah mu ini mengendarai kendaraan mu!” Ayah ku mulai memegang kerah baju ku dan menggoyangkan badan ku.
“Oke! Oke! Duduk di kursi pengemudi!”
Ayah ku lalu duduk di kursi pengemudi.
“Pertama, ini adalah pedal untuk gas, pedal untuk rem, lalu sistem navigasi radar, pengendali sensor rudal kendali, dan...”
Aku bersusah payah menjelaskan setiap pengaturan dasar yang terdapat di kursi pengemudi. Dengan ini, aku bisa fokus pada persenjataan manual yang terpasang.
“Oh! Ini mudah sekali!”
Em.. rasanya firasat buruk ku semakin menjadi-jadi.
“Oke! Karl.. mari kita hancurkan sarang mereka!”
“O-OKEEEEEE~” tanpa basa-basi lagi. Ayah ku memacu kendaraan ini pada kecepatan penuh. Aku bisa melihat senyum lebar di wajahnya.
Dia sangat menikmati kendaraan ini!
“Ini sangat luar biasa, Karl!”
“Tentu saja! Siapa dulu pembuatnya!”
“Oh, kita sudah sampai? Cepat sekali?”
“Eh?”
Belum saja aku menikmati perjalanan kami namun gua yang dimaksud sudah ada di hadapan kami.
Ayah ku benar-benar gila jika mengendarai kendaraan ini.
Kurasa..
Aku harus bersiap-siap menerima hobi baru Ayah ku yang puas memacu kendaraan yang cepat.
“Karl.. kurasa aku jatuh cinta dengan kendaraan ini. Perlukah kita menamai kendaraan ini?”
Yap, rasa puasnya berubah menjadi cinta.
“Kita pikirkan itu setelah selesai dengan ini.”
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments