Nama ku adalah Mercedes, seorang gadis Elf yang cantik dan imut. Dengan umur hidup Elf yang panjang membuat ku cepat bosan menikmati hidup. Garis keturunan yang mengalir di dalam tubuh ku membuat diri ku menjadi Elf yang menempati posisi puncak.
Kecerdasan, kekuatan, dan kapasitas sihir yang besar mengalir di dalam darah ku. Walaupun itu harus mengobarkan tinggi tubuh ku pada ukuran yang sama. Bagi ku, itu bukanlah masalah karena ada banyak hal yang menarik di dunia ini seperti mempelajari ilmu pengetahuan yang kuminati.
Berkat umur panjang ini, aku sudah menguasai berbagai macam tipe sihir dan pengetahuan yang tersebar selama beberapa abad. Manusia memang berumur pendek, namun kepekaan dan kelemahan mereka membuat perkembangan ilmu pengetahuan yang baru.
Karena aku memiliki kemampuan untuk membaca pikiran, aku mencuri ilmu pengetahuan mereka melalui kemampuan membaca pikiran ku. Menyempurnakan ide di kepala mereka dan menerapkan ide itu untuk kepentingan pribadi.
Sangat menyenangkan melihat umat manusia tunduk oleh ide mereka sendiri yang dibawa oleh ras Elf. Seperti menjilat kerja keras mereka sendiri yang direbut orang lain.
Suatu hari, sebuah surat datang ke rumah ku.
Raja Kerajaan Flora dan Duke Kerajaan Flora mengundang ku untuk menjadi guru anak-anak mereka. Mengajari mereka untuk beberapa tahun bagi Elf hanya sebuah kedipan mata. Memainkan pengetahuan kami untuk mencari pengetahuan lain dari umat manusia adalah permainan yang menyenangkan.
Namun, aku sangat kecewa dengan umat manusia yang sekarang.
Mereka terlalu cepat menyerah untuk menciptakan ilmu pengetahuan yang baru. Contohnya adalah Prince dan Princess Kerajaan Flora yang terlalu fokus mengejar keinginan mereka tanpa menerapkan teknologi di depan mata mereka. Bisa dibilang, umat manusia yang sekarang sangat malas, tamak, dan hanya peduli harta saja.
Itu dibuktikan dengan tindakan Raja Kerajaan Flora yang bersedia membayar ku dengan tambang emas mereka untuk mengajari anak-anak mereka. Tidak semua ilmu pengetahuan semurah tambang emas!
Tapi bagaimana dengan anak-anak Duke Kerajaan Flora?
Aku memiliki metode pengukuran kemampuan dengan cara menantang mereka pada pertandingan catur, sembari bermain dan bersenang-senang, aku memasuki pikiran mereka untuk menilai seberapa cocok mereka untuk menerima pengetahuan yang akan ku ajarkan.
Prince dan Princess sangat mengecewakan dan aku berharap untuk sedikit menemukan kesenangan di kediaman Duke Kerajaan Flora.
Saat aku tiba di kediaman mereka, suasana tampak sangat sepi. Berbeda dengan istana kerajaan yang dipenuhi pelayan. Disini terasa sepi seperti pemakaman.
Butler bernama Sebastian yang menemani ku sedikit menjelaskan situasi yang telah terjadi. Tampaknya, Duke Kerajaan Flora sedang membersihkan mata-mata yang masuk ke wilayahnya. Melihat tempat kediaman yang sepi seperti ini, sepertinya itu sangat berhasil.
Aku menunggu anak-anak mereka sembari menikmati makan siang yang di sediakan.
Anak-anak yang ku tunggu telah tiba. Aku bisa melihat ada seorang gadis kecil dan kakaknya yang berjalan berdampingan. Melihat suasana mereka yang tampak akrab, aku sedikit membuat kehebohan kecil dan menggoda gadis kecil itu.
Sekilas, aku memasuki pikiran gadis kecil itu. Pikirannya dipenuhi oleh kakaknya yang tampak hebat.
Kurasa, aku akan menguji mereka berdua.
Pemain pertama yang menerima tantangan ku adalah gadis itu. Gadis yang bernama Chiyuki ini memiliki pemikiran yang begitu kompleks. Kepribadiannya untuk melindungi hal-hal berharga di buktikan dengan penyusunan bidaknya yang saling melindungi.
Aku sedikit mengatur susunan bidak ku menjadi agresif. Sebagai balasan atas formasi pertahanannya yang begitu kokoh. Namun, itu tidak bertahan lama setelah kakaknya meragukan kemampuan ku.
Aku sedikit mengganti taktik ku dan bermain lebih agresif. Permainan catur kami sedikit berbahaya karena setiap bidak yang kalah harus melepaskan ikatan pakaian yang dikenakan.
Melihat gadis imut yang melepaskan pakaiannya membuat ku bersemangat. Terutama melihat pikirannya yang dipenuhi rasa malu karena kakaknya melihat keadaan memalukan dirinya.
Sebenarnya, permainan kami bisa saja berakhir dengan kemenangan ku yang mutlak. Berkat kemampuan pembaca pikiran, aku bisa melihat rasa sedih dan malu gadis itu untuk menghadapi kakaknya.
Permainan gadis ini digantikan oleh kakaknya, tapi ia akan melawan ku setelah kembali membawa teh.
Aku menunggu kakaknya kembali.
Dia kembali setelah membawa troli yang berisi perlengkapan teh dan buku kecil di tangannya. Dia lalu bergegas menuju adiknya dan memangku adiknya.
Dia memberikan buku yang ada ditangannya dan tersenyum ke arah ku.
“Aku memang melawan mu, namun bidak-bidak ini dikendalikan oleh buku ini.”
Apa maksudnya?
“Chiyuki, ikuti semua pentunjuk yang tertulis didalamnya.”
Aku sedikit penasaran dengan buku itu.
Rasa penasaran membuat ku memasuki pikirannya. Ternyata dia menulis strategi yang bisa digunakan untuk mengalahkan ku. Itu semua tertulis di dalam buku itu.
Taktik yang lumayan bagus namun jika aku telah melihatnya itu menjadi tidak berguna!
Kami melanjutkan permainan kami.
“Halaman 21.”
“Halaman 371.”
“Halaman 1.”
“Halaman 209.”
“Halaman 12.”
Petunjuk dan taktik yang diberikan untuk adiknya sangat tidak berguna karena itu telah bocor oleh lawan, bermain-main dengan pikiran seseorang sangat menyenangkan.
Aku tidak sabar untuk melihat kekalahan mereka.
“Checkmate!”
Huh?
Eh?
Checkmate?
Bagaimana bisa?
Aku kembali melihat posisi bidak catur ku dan ternyata itu memang checkmate. Aku tidak bisa bermain lagi setelah Raja ku tersudut.
Aku memandangi laki-laki itu dan membaca pikirannya.
“Aku tidak butuh Elf yang memanfaatkan kemampuan membaca pikiran lalu kalah dengan jebakan kecil ini.” itu tertulis jelas di dalam pikirannya.
Tapi, bagaimana bisa?
Bagaimana caranya?
Jebakan apa yang dimaksud?
Apakah dia manusia biasa yang mampu menipu Elf pembaca pikiran? Atau hanya kebetulan semata?
Aku mulai sedikit tertarik dengannya.
Sekali lagi, aku memandangi posisi bidak catur ku. Tanpa sadar ternyata aku memindahkan posisi bidak ku untuk membuka jalan dan menyerahkan Raja ku menuju titik sergap mereka.
Kekalahan ini.. sedikit membuat hati ku terasa sakit.
Aku ingin tahu jebakan apa yang dibuatnya!
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments