Chapter 12 - Kekalahan Pertama

Nama ku adalah Mercedes, seorang gadis Elf yang cantik dan imut. Dengan umur hidup Elf yang panjang membuat ku cepat bosan menikmati hidup. Garis keturunan yang mengalir di dalam tubuh ku membuat diri ku menjadi Elf yang menempati posisi puncak.

Kecerdasan, kekuatan, dan kapasitas sihir yang besar mengalir di dalam darah ku. Walaupun itu harus mengobarkan tinggi tubuh ku pada ukuran yang sama. Bagi ku, itu bukanlah masalah karena ada banyak hal yang menarik di dunia ini seperti mempelajari ilmu pengetahuan yang kuminati.

Berkat umur panjang ini, aku sudah menguasai berbagai macam tipe sihir dan pengetahuan yang tersebar selama beberapa abad. Manusia memang berumur pendek, namun kepekaan dan kelemahan mereka membuat perkembangan ilmu pengetahuan yang baru.

Karena aku memiliki kemampuan untuk membaca pikiran, aku mencuri ilmu pengetahuan mereka melalui kemampuan membaca pikiran ku. Menyempurnakan ide di kepala mereka dan menerapkan ide itu untuk kepentingan pribadi.

Sangat menyenangkan melihat umat manusia tunduk oleh ide mereka sendiri yang dibawa oleh ras Elf. Seperti menjilat kerja keras mereka sendiri yang direbut orang lain.

Suatu hari, sebuah surat datang ke rumah ku.

Raja Kerajaan Flora dan Duke Kerajaan Flora mengundang ku untuk menjadi guru anak-anak mereka. Mengajari mereka untuk beberapa tahun bagi Elf hanya sebuah kedipan mata. Memainkan pengetahuan kami untuk mencari pengetahuan lain dari umat manusia adalah permainan yang menyenangkan.

Namun, aku sangat kecewa dengan umat manusia yang sekarang.

Mereka terlalu cepat menyerah untuk menciptakan ilmu pengetahuan yang baru. Contohnya adalah Prince dan Princess Kerajaan Flora yang terlalu fokus mengejar keinginan mereka tanpa menerapkan teknologi di depan mata mereka. Bisa dibilang, umat manusia yang sekarang sangat malas, tamak, dan hanya peduli harta saja.

Itu dibuktikan dengan tindakan Raja Kerajaan Flora yang bersedia membayar ku dengan tambang emas mereka untuk mengajari anak-anak mereka. Tidak semua ilmu pengetahuan semurah tambang emas!

Tapi bagaimana dengan anak-anak Duke Kerajaan Flora?

Aku memiliki metode pengukuran kemampuan dengan cara menantang mereka pada pertandingan catur, sembari bermain dan bersenang-senang, aku memasuki pikiran mereka untuk menilai seberapa cocok mereka untuk menerima pengetahuan yang akan ku ajarkan.

Prince dan Princess sangat mengecewakan dan aku berharap untuk sedikit menemukan kesenangan di kediaman Duke Kerajaan Flora.

Saat aku tiba di kediaman mereka, suasana tampak sangat sepi. Berbeda dengan istana kerajaan yang dipenuhi pelayan. Disini terasa sepi seperti pemakaman.

Butler bernama Sebastian yang menemani ku sedikit menjelaskan situasi yang telah terjadi. Tampaknya, Duke Kerajaan Flora sedang membersihkan mata-mata yang masuk ke wilayahnya. Melihat tempat kediaman yang sepi seperti ini, sepertinya itu sangat berhasil.

Aku menunggu anak-anak mereka sembari menikmati makan siang yang di sediakan.

Anak-anak yang ku tunggu telah tiba. Aku bisa melihat ada seorang gadis kecil dan kakaknya yang berjalan berdampingan. Melihat suasana mereka yang tampak akrab, aku sedikit membuat kehebohan kecil dan menggoda gadis kecil itu.

Sekilas, aku memasuki pikiran gadis kecil itu. Pikirannya dipenuhi oleh kakaknya yang tampak hebat.

Kurasa, aku akan menguji mereka berdua.

Pemain pertama yang menerima tantangan ku adalah gadis itu. Gadis yang bernama Chiyuki ini memiliki pemikiran yang begitu kompleks. Kepribadiannya untuk melindungi hal-hal berharga di buktikan dengan penyusunan bidaknya yang saling melindungi.

Aku sedikit mengatur susunan bidak ku menjadi agresif. Sebagai balasan atas formasi pertahanannya yang begitu kokoh. Namun, itu tidak bertahan lama setelah kakaknya meragukan kemampuan ku.

Aku sedikit mengganti taktik ku dan bermain lebih agresif. Permainan catur kami sedikit berbahaya karena setiap bidak yang kalah harus melepaskan ikatan pakaian yang dikenakan.

Melihat gadis imut yang melepaskan pakaiannya membuat ku bersemangat. Terutama melihat pikirannya yang dipenuhi rasa malu karena kakaknya melihat keadaan memalukan dirinya.

Sebenarnya, permainan kami bisa saja berakhir dengan kemenangan ku yang mutlak. Berkat kemampuan pembaca pikiran, aku bisa melihat rasa sedih dan malu gadis itu untuk menghadapi kakaknya.

Permainan gadis ini digantikan oleh kakaknya, tapi ia akan melawan ku setelah kembali membawa teh.

Aku menunggu kakaknya kembali.

Dia kembali setelah membawa troli yang berisi perlengkapan teh dan buku kecil di tangannya. Dia lalu bergegas menuju adiknya dan memangku adiknya.

Dia memberikan buku yang ada ditangannya dan tersenyum ke arah ku.

“Aku memang melawan mu, namun bidak-bidak ini dikendalikan oleh buku ini.”

Apa maksudnya?

“Chiyuki, ikuti semua pentunjuk yang tertulis didalamnya.”

Aku sedikit penasaran dengan buku itu.

Rasa penasaran membuat ku memasuki pikirannya. Ternyata dia menulis strategi yang bisa digunakan untuk mengalahkan ku. Itu semua tertulis di dalam buku itu.

Taktik yang lumayan bagus namun jika aku telah melihatnya itu menjadi tidak berguna!

Kami melanjutkan permainan kami.

“Halaman 21.”

“Halaman 371.”

“Halaman 1.”

“Halaman 209.”

“Halaman 12.”

Petunjuk dan taktik yang diberikan untuk adiknya sangat tidak berguna karena itu telah bocor oleh lawan, bermain-main dengan pikiran seseorang sangat menyenangkan.

Aku tidak sabar untuk melihat kekalahan mereka.

“Checkmate!”

Huh?

Eh?

Checkmate?

Bagaimana bisa?

Aku kembali melihat posisi bidak catur ku dan ternyata itu memang checkmate. Aku tidak bisa bermain lagi setelah Raja ku tersudut.

Aku memandangi laki-laki itu dan membaca pikirannya.

“Aku tidak butuh Elf yang memanfaatkan kemampuan membaca pikiran lalu kalah dengan jebakan kecil ini.” itu tertulis jelas di dalam pikirannya.

Tapi, bagaimana bisa?

Bagaimana caranya?

Jebakan apa yang dimaksud?

Apakah dia manusia biasa yang mampu menipu Elf pembaca pikiran? Atau hanya kebetulan semata?

Aku mulai sedikit tertarik dengannya.

Sekali lagi, aku memandangi posisi bidak catur ku. Tanpa sadar ternyata aku memindahkan posisi bidak ku untuk membuka jalan dan menyerahkan Raja ku menuju titik sergap mereka.

Kekalahan ini.. sedikit membuat hati ku terasa sakit.

Aku ingin tahu jebakan apa yang dibuatnya!

[...]

Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!