Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda

Pagi ini, kediaman kami dikejutkan oleh orang-orang yang tergeletak di lantai.

“Mereka benar-benar bisa melakukan, bukan?” ucap Ayah ku.

Ini semua berawal dari Ayah ku yang tiba-tiba datang ke pabrik pembuatan kereta kuda, menculik orang-orang yang bertanggungjawab, lalu memaksa mereka membuat kereta kuda yang ku rancang.

Awalnya, ku kira Ayah ku sedang bercanda setelah mengertak salah satu dari mereka dan memaksa untuk membuat kereta kuda dalam waktu satu malam. Tapi, ternyata mereka benar-benar bisa melakukannya dalam satu malam!

Keajaiban apa yang telah terjadi? Jangan tanya aku! Siapa sangka jika manusia akan bekerja keras dengan pisau di leher mereka.

Kereta kuda yang ku maksud adalah Armored Personnel Carriers. Menggunakan meriam utama 40mm, senapan mesin 20mm, pelontar granat, pelontar tabir asap, modul rudal kendali, radar, dan peralatan anti-sihir.

Karena kereta kuda ini sangat berat, jadi kami membangunnya di halaman kediaman kami. Menyeret langsung orang-orang yang berbakat dan memaksa mereka membuat cetak biru ku. Hasilnya, aku tidak sabar untuk menguji coba kendaraan ini.

Hanya saja..

Sumber tenaga utama yang ku butuhkan masih belum pulang.

“Are? Master?”

Aku dikejutkan oleh kemunculan Mercedes yang datang tiba-tiba. Disampingnya terdapat Chiyuki yang dipenuhi oleh bau amis dan noda berwarna merah di pakaiannya.

Sepertinya, mereka telah selesai bersenang-senang.

“Master, kita telah mendapatkan itu.”

“Oh! Sudah dapat itu!” aku merasa senang setelah mendengar kabar itu.

Yang Mercedes lakukan adalah mencari bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan generator sihir ku. Untuk itu, dia memburu kulit naga yang dibutuhkan dan hasilnya.. aku bisa melihat beberapa kantung yang diisi penuh dengan sisik naga.

Sebenarnya aku hanya butuh skala kecil untuk menstabilkan pengeluaran sihir tapi melihat kerja keras mereka rasanya aku sedikit bersalah.

“Kerja bagus kalian semua!” ucap ku.

“Sekarang, kalian butuh membasuh tubuh kalian dan beristirahat. Kalian pasti sangat kelelahan.”

Mendengar perkataan ku, Sebastian yang bersiap-siap di samping ku segera membawa Chiyuki masuk ke dalam rumah. Sementara Ayah ku yang penasaran dengan cara kerja kereta kuda spesial ini masih berdiri bersama ku.

Aku segera menambah komposisi yang kurang dan kereta kuda besi ini siap digunakan.

“Selesai!!” ucap ku.

“Jadi, apa yang bisa dilakukan kereta kuda ini?” tanya Ayah ku.

“Oh, tentang itu.. mari kita masuk ke dalam” ajak ku.

Di dalam kendaraan ini yang masih terasa panas, aku segera menghidupkan kendaraan ini dan menyalakan pendingin udara.

“Panas sekali disini.. oh! Udara dingin apa ini?” Ayah ku yang penasaran segera mendekat dan mendinginkan tubuhnya.

“Akan sangt panas di dalam sini, jadi ku buat pendingin udara di dalamnya.”

“Bagus juga ide mu, kereta kuda kita yang lama tidak memiliki pendingin seperti ini. Kau pakai sihir apa?” tanya Ayah ku.

“Well, ada berbagai macam sihir yang digunakan. Sihir pendeteksi, sihir pendingin, sihir pemberat, sihir pelindung, yah.. ini adalah kereta kuda yang dipenuhi peralatan sihir dan anti-sihir.”

“Hoou.. lalu apa titik-titik merah itu?”

“Sihir pendeteksi sepertinya bekerja dengan sempurna, kita bisa melihat keadaan sekitar hingga jarak sepuluh kilometer.”

“I-ini! sebenarnya teknologi mana yang kau buat sih?”

“Fufu.. janga anggap remeh otak anak mu ini.”

“Ngomong-ngomong.. Karl. Kenapa titik yang satu ini bergerak cepat?”

“Huh?”

Aku melihat jangkauan radar yang di maksud Ayah ku. Memang benar ada satu titik yang bergerak cepat ke arah kami.

Melihat situasi yang tidak wajar ini, aku segera mengaktifkan penguncian target yang terhubung pada sihir pendeteksi.

“Kurasa.. kita akan mengetes senjata ini sekarang”

“Heh?? Apanya?”

“Yah, situasi yang berbahaya mungkin sedang datang ke arah kita dan kita akan menembak jatuh sesuatu itu.”

Layar yang ada di hadapan ku menunjukkan status terkunci dan langsung saja ku luncurkan rudal kendali yang ada di kendaraan ini.

Mendengar suara berisik yang tiba-tiba muncul, Ayah ku sedikit panik.

“Apa! Itu Karl?!”

“Rudal pengendali kita.”

Tiba-tiba saja, Sebastian muncul di hadapan kami.

“Maaf Tuan, sepertinya ada naga yang mengamuk tidak jauh dari sini.”

Oh, sepertinya kita tahu titik kecil apa yang bergerak cepat itu.

[...]

Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!