Di istana Kerajaan Flora, suasana nampak damai. Dari kejauhan tampak seorang Raja tengah menyendiri di ruang santai sembari menikmati suasana yang tenang dan damai. Ia mengangkat gelas kaca berhias emas di pinggirannya. Perlahan ia meminum cairan berwarna merah di dalamnya.
Kedamaiannya itu diusik setelah hentakan kaki prajurit berjalan ke arahnya.
“Yang Mulia!”
Mendengar keributan yang menggangu kedamaiaanya, Raja itu mengangkat alis matanya sebagai tanda tak senang.
Melihat reaksi Raja yang tampak terganggu, prajurit yang datang itu segera berlutut dan memberitahu sebuah berita yang menambah rasa tidak nyaman sang Raja.
“Elf itu berpihak kepada Duke Flora.”
“Apa?!” Raja itu terkejut dan menjatuhkan gelas di tangannya.
“Mata-mata yang kita kirim di wilayah Duke of Flora telah habis di eksekusi.”
“Hah?!”
“Duke of Flora mengirim peringatan untuk Yang Mulia.”
“Heh? Hah? Apa yang kau maksud? Siapa yang mengirim mata-mata kerajaan ke wilayah Duke of Flora?”
“...”
Prajurit itu terdiam.
“Pasti anak sialan itu yang bertindak di luar kewenangannya! Panggil dia sekarang!” ucap sang Raja.
Dengan perintah itu, sang prajurit pergi meninggalkan Raja sendirian. Dengan suasana yang memburuk dan amarah yang perlahan memuncak, sang Raja lalu berdiri dan meninggalkan ruang santainya. Ia bergegas menuju singgasana dan duduk diatasnya.
“Padahal kita bersaudara, kenapa sekarang kita menjadi musuh seperti ini?”
“Jika saja dia bukan anak ku, sudah ku penggal kepalanya!”
“Anak bodoh itu! dia sengaja memancing amarah saudara sendiri!”
Singgasana yang sunyi tiba-tiba ramai oleh bangsawan yang masuk terburu-buru.
“Yang Muliaaa!!”
“Yang Muliaaaaa!!!”
“Yang Mulia!!! Duke of Flora bertindak di luar kendali! Dia memenggal kepala anak ku!”
Suasana yang tadinya damai perlahan berubah menjadi ricuh dan mencekam. Beberapa bangsawan datang membawa prajurit pribadinya ke dalam singgasana. Padahal, di dalam ruang singgasana tidak diperbolehkan membawa prajurit.
Tiba-tiba saja, sebuah troli yang berisi tumpukan kertas masuk ke dalam singgasana. Disebelahnya terdapat hakim kerajaan yang datang bersamaan.
“Hakim agung?”
Seolah menyadari situasi yang sedang terjadi, sang Hakim lalu mengucapkan sebuah kalimat yang memecah suasana.
“Yang Mulia, Duke of Flora mengirim bukti pengkhianat kerajaan. Kertas-kertas ini berisi laporan pengkhianatan yang telah terjadi di Kerajaan Flora.”
Mendengar kalimat itu, kening sang Raja mengkerut. Ia lalu menatap bangsawan yang tidak sopan itu dan mendapati keringat mereka yang bercucuran.
“Duke of Flora juga melakukan pembersihan terhadap mata-mata kerajaan yang memasuki wilayahnya. Berdasarkan peraturan lama, Raja dan Duke dilarang memata-matai satu sama lain namun itu dilanggar oleh pihak kerajaan. Jadi, dengan berat hati Duke of Flora melakukan pembersihan yang memungkinkan.”
“Apa yang sebenarnya telah terjadi?” tanya sang Raja.
[...]
Aku perlahan membuka mata ku, aku bisa merasakan kedua tangan ku yang terasa kaku.
Disampingku terdapat Chiyuki dan Mercedes yang memeluk erat.
Singkatnya, Mercedes tinggal bersama di kamar ini. Entah kenapa, semenjak hubungan kami menjadi Master dan Servant, Chiyuki menjadi lebih agresif dari biasanya. Dia tidak segan-segan mengeluarkan aura membunuh yang lebih kuat dari biasanya.
Itu terbukti saat makan malam bersama dimana Mercedes selalu melekat di dekat ku. Bahkan pisau yang dipakainya mampu memotong piring yang menopang makanannya.
Emosi yang berubah-ubah itu membuat ku merasa adanya batas emosi yang harus terjaga. Untuk itu, aku membuat jadwal khusus untuk melihat keadaan pagi ini.
Mereka berdua bangun bersamaan.
“Selamat pagi, Master” dengan muka manisnya, Mercedes mendekat ke arah ku dan mencium pipi ku.
“Kuh!!” aku bisa mendengar Chiyuki tertegun melihat tingkah laku Mercedes.
“Ini hubungan yang biasa untuk Master dan Servant” goda Mercedes.
Lalu Chiyuki menarik tangan ku dan mendaratkan bibirnya pada bibir ku. Perasaan yang tiba-tiba ini dan kelembutan bibir kecilnya sangat mudah kurasakan.
Chiyuki lalu melepas ciumannya.
“Ini hubungan yang biasa untuk kakak-adik!”
Apanya?? Yang biasa?
Pagi hari ini, aku terkejut dengan tingkah laku mereka berdua,
“Master, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya Mercedes.
“Kita akan berjalan-jalan hari ini” jawab ku.
“Jalan-jalan? Apa Onii-sama memikirkan sesuatu?” tanya Chiyuki.
“Tentu saja, hari ini kita akan mencari investasi yang menguntungkan kita.”
Chiyuki dan Mercedes memiliki pertanyaan yang sama, “Investasi?”.
Cepat atau lambar, Raja Kerajaan Flora yang saat ini masih menduduki singgasananya akan terbunuh oleh anaknya. Mungkin aku bisa menambah harapan hidupnya atau memanfaatkan kematiannya untuk melanjutkan rencana kami.
Dengan Mercedes di pihak kami, menciptakan tiga kekuatan tempur akan sangat mudah.
Aku tidak sabar untuk mencari bibit-bibit muda yang belum tercemar, mengembangkan bakat mereka, lalu memanen bakat mereka.
Aku sangat tidak sabar mencari mereka!
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
reedha
Ternyata bukan sang raja yang buat ulah....
2022-08-22
9