Chapter 14 - Gelisah sang Raja

Di istana Kerajaan Flora, suasana nampak damai. Dari kejauhan tampak seorang Raja tengah menyendiri di ruang santai sembari menikmati suasana yang tenang dan damai. Ia mengangkat gelas kaca berhias emas di pinggirannya. Perlahan ia meminum cairan berwarna merah di dalamnya.

Kedamaiannya itu diusik setelah hentakan kaki prajurit berjalan ke arahnya.

“Yang Mulia!”

Mendengar keributan yang menggangu kedamaiaanya, Raja itu mengangkat alis matanya sebagai tanda tak senang.

Melihat reaksi Raja yang tampak terganggu, prajurit yang datang itu segera berlutut dan memberitahu sebuah berita yang menambah rasa tidak nyaman sang Raja.

“Elf itu berpihak kepada Duke Flora.”

“Apa?!” Raja itu terkejut dan menjatuhkan gelas di tangannya.

“Mata-mata yang kita kirim di wilayah Duke of Flora telah habis di eksekusi.”

“Hah?!”

“Duke of Flora mengirim peringatan untuk Yang Mulia.”

“Heh? Hah? Apa yang kau maksud? Siapa yang mengirim mata-mata kerajaan ke wilayah Duke of Flora?”

“...”

Prajurit itu terdiam.

“Pasti anak sialan itu yang bertindak di luar kewenangannya! Panggil dia sekarang!” ucap sang Raja.

Dengan perintah itu, sang prajurit pergi meninggalkan Raja sendirian. Dengan suasana yang memburuk dan amarah yang perlahan memuncak, sang Raja lalu berdiri dan meninggalkan ruang santainya. Ia bergegas menuju singgasana dan duduk diatasnya.

“Padahal kita bersaudara, kenapa sekarang kita menjadi musuh seperti ini?”

“Jika saja dia bukan anak ku, sudah ku penggal kepalanya!”

“Anak bodoh itu! dia sengaja memancing amarah saudara sendiri!”

Singgasana yang sunyi tiba-tiba ramai oleh bangsawan yang masuk terburu-buru.

“Yang Muliaaa!!”

“Yang Muliaaaaa!!!”

“Yang Mulia!!! Duke of Flora bertindak di luar kendali! Dia memenggal kepala anak ku!”

Suasana yang tadinya damai perlahan berubah menjadi ricuh dan mencekam. Beberapa bangsawan datang membawa prajurit pribadinya ke dalam singgasana. Padahal, di dalam ruang singgasana tidak diperbolehkan membawa prajurit.

Tiba-tiba saja, sebuah troli yang berisi tumpukan kertas masuk ke dalam singgasana. Disebelahnya terdapat hakim kerajaan yang datang bersamaan.

“Hakim agung?”

Seolah menyadari situasi yang sedang terjadi, sang Hakim lalu mengucapkan sebuah kalimat yang memecah suasana.

“Yang Mulia, Duke of Flora mengirim bukti pengkhianat kerajaan. Kertas-kertas ini berisi laporan pengkhianatan yang telah terjadi di Kerajaan Flora.”

Mendengar kalimat itu, kening sang Raja mengkerut. Ia lalu menatap bangsawan yang tidak sopan itu dan mendapati keringat mereka yang bercucuran.

“Duke of Flora juga melakukan pembersihan terhadap mata-mata kerajaan yang memasuki wilayahnya. Berdasarkan peraturan lama, Raja dan Duke dilarang memata-matai satu sama lain namun itu dilanggar oleh pihak kerajaan. Jadi, dengan berat hati Duke of Flora melakukan pembersihan yang memungkinkan.”

“Apa yang sebenarnya telah terjadi?” tanya sang Raja.

[...]

Aku perlahan membuka mata ku, aku bisa merasakan kedua tangan ku yang terasa kaku.

Disampingku terdapat Chiyuki dan Mercedes yang memeluk erat.

Singkatnya, Mercedes tinggal bersama di kamar ini. Entah kenapa, semenjak hubungan kami menjadi Master dan Servant, Chiyuki menjadi lebih agresif dari biasanya. Dia tidak segan-segan mengeluarkan aura membunuh yang lebih kuat dari biasanya.

Itu terbukti saat makan malam bersama dimana Mercedes selalu melekat di dekat ku. Bahkan pisau yang dipakainya mampu memotong piring yang menopang makanannya.

Emosi yang berubah-ubah itu membuat ku merasa adanya batas emosi yang harus terjaga. Untuk itu, aku membuat jadwal khusus untuk melihat keadaan pagi ini.

Mereka berdua bangun bersamaan.

“Selamat pagi, Master” dengan muka manisnya, Mercedes mendekat ke arah ku dan mencium pipi ku.

“Kuh!!” aku bisa mendengar Chiyuki tertegun melihat tingkah laku Mercedes.

“Ini hubungan yang biasa untuk Master dan Servant” goda Mercedes.

Lalu Chiyuki menarik tangan ku dan mendaratkan bibirnya pada bibir ku. Perasaan yang tiba-tiba ini dan kelembutan bibir kecilnya sangat mudah kurasakan.

Chiyuki lalu melepas ciumannya.

“Ini hubungan yang biasa untuk kakak-adik!”

Apanya?? Yang biasa?

Pagi hari ini, aku terkejut dengan tingkah laku mereka berdua,

“Master, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya Mercedes.

“Kita akan berjalan-jalan hari ini” jawab ku.

“Jalan-jalan? Apa Onii-sama memikirkan sesuatu?” tanya Chiyuki.

“Tentu saja, hari ini kita akan mencari investasi yang menguntungkan kita.”

Chiyuki dan Mercedes memiliki pertanyaan yang sama, “Investasi?”.

Cepat atau lambar, Raja Kerajaan Flora yang saat ini masih menduduki singgasananya akan terbunuh oleh anaknya. Mungkin aku bisa menambah harapan hidupnya atau memanfaatkan kematiannya untuk melanjutkan rencana kami.

Dengan Mercedes di pihak kami, menciptakan tiga kekuatan tempur akan sangat mudah.

Aku tidak sabar untuk mencari bibit-bibit muda yang belum tercemar, mengembangkan bakat mereka, lalu memanen bakat mereka.

Aku sangat tidak sabar mencari mereka!

[...]

Terpopuler

Comments

reedha

reedha

Ternyata bukan sang raja yang buat ulah....

2022-08-22

9

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!