Chapter 13 - Master x Servant

Aku bangkit dari tempat duduk ku dan mengendong Chiyuki dengan gaya Princess Carry. Pertandingan catur yang sebelumnya menemui titik buntu berhasil di menangkan oleh kami. Aku bisa melihat Mercedes yang menatap papan catur itu seolah tidak percaya jika dia kalah.

Sekali lagi, aku meragukan kemampuan Mercedes. Walaupun di kehidupan sebelumnya dia menjadi musuh yang merepotkan, namun setelah pertandingan ini aku menjadi yakin ia menjadi musuh yang merepotkan karena informasi kami selalu bocor ke arahnya.

Mercedes bermain-main dengan pikiran seseorang lalu menggunakan itu sebagai landasan informasi yang mendukung langkahnya. Tidak heran jika Chiyuki dibuat kesulitan oleh kemampuannya.

Mengalahkan Mercedes ternyata sangat mudah. Dengan jebakan kecil yang kusiapkan ternyata mampu membuatnya bergerak sesuai dengan apa yang ku inginkan.

Pikiran dan gerakan ku terbagi menjadi dua bagian. Aku sudah memprediksi jika Mercedes akan melihat pikiran ku sebelumnya dan mengetahui taktik yang telah ku siapkan untuk mengalahkannya. Untuk itulah.. jebakan yang indah telah dibuat. Pikiran dan tulisan tangan ku sangat berbeda. Menggunakan pikiran ku yang memikirkan taktik untuk membuat jebakan palsu sementara tulisan tangan ku yang menuntun Chiyuki untuk menciptakan jebakan yang asli.

Tidak biasanya aku berpikir keras seperti ini. Dua kesadaran berbeda di satu waktu.

Mercedes bukanlah halangan kami sekarang, jika dia bergabung di sisi ku maka itu akan menjadi keuntungan yang berlipat. Bisa dibilang ini adalah perjudian melawan ego Mercedes.

Jika dia menjadi musuh, aku bisa memikirkan taktik lain untuk mengecoh kemampuan membaca pikirannya.

Aku berjalan menuju pintu keluar. Membawa Chiyuki yang menutupi tubuhnya karena sebagian pakaian yang dikenakan telah terlepas dari tubuhnya. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar menahan rasa malu.

Saat aku hendak melangkah keluar. Mercedes mengucapkan sesuatu, “Bagaimana caranya?”.

Aku sangat yakin dia kebingungan dengan apa yang terjadi. Kejadian ini semakin memperjelas status keadaan kita. Mendapatkan Mercedes di sisi ku atau melepas Mercedes. Keduanya tidak menimbulkan kerugian yang besar.

“Harusnya kau sudah paham, bukan?” pandangan ku mengarah pada buku yang masih terbaring di sofa. Tulisan tangan yang tertinggal di dalamnya cukup untuk memberitahunya.

Mercedes nampaknya paham dengan gerakan mata ku dan menganti fokusnya pada buku itu.

Sebelum aku pergi meninggalkan ruang ini, aku sedikit menggodanya.

“Mercedes.. kerja sama antar manusia melibatkan rasa kepercayaan. Kau bisa memberi ku sebuah alasan kenapa aku harus mempercayai Elf yang mampu membaca pikiran. Kemampuan mu sangat berbahaya namun..”

“Sepertinya.. kau pun bisa dikalahkan. Kau perlu sesuatu yang lain untuk mendapatkan kepercayaan ku” aku berjalan pergi meninggalkan ruangan ini.

Aku bisa merasakan tatapan Mercedes yang menusuk.

Di tengah perjalanan setelah meninggalkan ruangan itu, Chiyuki menarik lengan baju ku.

“Onii-sama? Apa tidak apa-apa membiarkan kemampuan unik seperti itu pergi?” tanya Chiyuki.

“Dengan kemampuannya itu, dia bisa menjadi sekutu dan musuh secara bersamaan. Kemampuan membaca pikirannya itu akan membuat dirinya bimbang. Tanpa rasa saling percaya, aku bisa merasakan ratusan kemungkinan pengkhianatan yang mungkin terjadi. Kemungkinan terburuknya adalah Mercedes musuh dalam selimut yang merepotkan.”

“Tapi, bukan kah Onii-sama yang menyarankan Mercedes?”

“Itu memang benar.. aku menyarankan Mercedes karena pihak kerajaan juga tertarik pada kemampuan Mercedes. Dia memiliki dua pilihan, bergabung dengan kita atau pihak kerajaan.”

Aku tidak ingin dia menjadi musuh dan aku berharap untuk bisa berdamai dengannya.

[...]

Saat makan malam akan berlangsung, aku dikejutkan dengan kemunculan Mercedes di ruang makan keluarga. Mercedes berlutut di atas lingkaran sihir yang menyala.

“Kau masih belum kembali?” tanya ku.

Aku sangat yakin dia akan kembali setelah mendengar pernyataan pedas ku sebelumnya. Tapi, dia masih bertahan hingga malam.

“Karl-sama.. ah! Tidak! Master Karl.. ijinkan aku menjadi servant mu!” ucap Mercedes.

Aku tidak tahu apa yang di pikirannya. Aku berbalik memandangi Ayah dan Ibu ku. Ekspresi wajah mereka mengatakan, “Aku menyerahkan sepenuhnya padamu!”.

Aku hanya bisa pasrah menerima keadaan ini.

Beruntungnya, Mercedes memilih ku. Di kehidupan kali ini kami membentuk aliansi. Kurasa ini cocok dengan peribahasa “Musuh dari musuh ku adalah teman ku”.

Dalam artian lain, kita menjalin kontrak Master-Servant untuk mencapai tujuan itu.

Aku menjawab permintaan Mercedes dan berjalan menuju arah nya. Mercedes menarik tangan ku dan mencium telapak tangan ku. Sebuah lingkaran sihir muncul di telapak tangan ku dan ikatan ku dengan Mercedes berubah menjadi Master-Servant.

“Aku, Mercedes Lii Virerstas undis Relatis Oiur Pertanis Sier, dengan ini bersumpah untuk menyerahkan apa yang ku punya menjadi milik Master ku.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, lingkaran sihir itu meredup dan mengakhiri kontrak yang kita buat.

Well, bagi Elf.. menemani umur manusia yang pendek hanyalah pengisi waktu luang bagi mereka.

Kontrak seperti ini mungkin akan berakhir dalam sekejap.

Tapi bagi ku, ini menjadi kesempatan yang tidak boleh ku lewatkan.

“Mercedes, sebagai Master mu. Aku melarang mu untuk membaca pikiran keluarga ku.”

Dengan ini, perintah pertama untuk Mercedes sudah ditentukan.

“Siap, Master Karl!” sahut Mercedes.

[...]

Terpopuler

Comments

Indah Skbian

Indah Skbian

Namanya panjang banget,,
Di sinkat boleh?
😅😅
Mercedes LiVi UROPeS

2022-10-25

1

reedha

reedha

Jadi teringat ungkapan ini :

Temanmu ada tiga: temanmu, teman temanmu, dan musuh musuhmu

Dan musuhmu ada tiga: musuhmu, musuh temanmu, dan teman musuhmu.

2022-08-17

11

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!