Aku bangkit dari tempat duduk ku dan mengendong Chiyuki dengan gaya Princess Carry. Pertandingan catur yang sebelumnya menemui titik buntu berhasil di menangkan oleh kami. Aku bisa melihat Mercedes yang menatap papan catur itu seolah tidak percaya jika dia kalah.
Sekali lagi, aku meragukan kemampuan Mercedes. Walaupun di kehidupan sebelumnya dia menjadi musuh yang merepotkan, namun setelah pertandingan ini aku menjadi yakin ia menjadi musuh yang merepotkan karena informasi kami selalu bocor ke arahnya.
Mercedes bermain-main dengan pikiran seseorang lalu menggunakan itu sebagai landasan informasi yang mendukung langkahnya. Tidak heran jika Chiyuki dibuat kesulitan oleh kemampuannya.
Mengalahkan Mercedes ternyata sangat mudah. Dengan jebakan kecil yang kusiapkan ternyata mampu membuatnya bergerak sesuai dengan apa yang ku inginkan.
Pikiran dan gerakan ku terbagi menjadi dua bagian. Aku sudah memprediksi jika Mercedes akan melihat pikiran ku sebelumnya dan mengetahui taktik yang telah ku siapkan untuk mengalahkannya. Untuk itulah.. jebakan yang indah telah dibuat. Pikiran dan tulisan tangan ku sangat berbeda. Menggunakan pikiran ku yang memikirkan taktik untuk membuat jebakan palsu sementara tulisan tangan ku yang menuntun Chiyuki untuk menciptakan jebakan yang asli.
Tidak biasanya aku berpikir keras seperti ini. Dua kesadaran berbeda di satu waktu.
Mercedes bukanlah halangan kami sekarang, jika dia bergabung di sisi ku maka itu akan menjadi keuntungan yang berlipat. Bisa dibilang ini adalah perjudian melawan ego Mercedes.
Jika dia menjadi musuh, aku bisa memikirkan taktik lain untuk mengecoh kemampuan membaca pikirannya.
Aku berjalan menuju pintu keluar. Membawa Chiyuki yang menutupi tubuhnya karena sebagian pakaian yang dikenakan telah terlepas dari tubuhnya. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar menahan rasa malu.
Saat aku hendak melangkah keluar. Mercedes mengucapkan sesuatu, “Bagaimana caranya?”.
Aku sangat yakin dia kebingungan dengan apa yang terjadi. Kejadian ini semakin memperjelas status keadaan kita. Mendapatkan Mercedes di sisi ku atau melepas Mercedes. Keduanya tidak menimbulkan kerugian yang besar.
“Harusnya kau sudah paham, bukan?” pandangan ku mengarah pada buku yang masih terbaring di sofa. Tulisan tangan yang tertinggal di dalamnya cukup untuk memberitahunya.
Mercedes nampaknya paham dengan gerakan mata ku dan menganti fokusnya pada buku itu.
Sebelum aku pergi meninggalkan ruang ini, aku sedikit menggodanya.
“Mercedes.. kerja sama antar manusia melibatkan rasa kepercayaan. Kau bisa memberi ku sebuah alasan kenapa aku harus mempercayai Elf yang mampu membaca pikiran. Kemampuan mu sangat berbahaya namun..”
“Sepertinya.. kau pun bisa dikalahkan. Kau perlu sesuatu yang lain untuk mendapatkan kepercayaan ku” aku berjalan pergi meninggalkan ruangan ini.
Aku bisa merasakan tatapan Mercedes yang menusuk.
Di tengah perjalanan setelah meninggalkan ruangan itu, Chiyuki menarik lengan baju ku.
“Onii-sama? Apa tidak apa-apa membiarkan kemampuan unik seperti itu pergi?” tanya Chiyuki.
“Dengan kemampuannya itu, dia bisa menjadi sekutu dan musuh secara bersamaan. Kemampuan membaca pikirannya itu akan membuat dirinya bimbang. Tanpa rasa saling percaya, aku bisa merasakan ratusan kemungkinan pengkhianatan yang mungkin terjadi. Kemungkinan terburuknya adalah Mercedes musuh dalam selimut yang merepotkan.”
“Tapi, bukan kah Onii-sama yang menyarankan Mercedes?”
“Itu memang benar.. aku menyarankan Mercedes karena pihak kerajaan juga tertarik pada kemampuan Mercedes. Dia memiliki dua pilihan, bergabung dengan kita atau pihak kerajaan.”
Aku tidak ingin dia menjadi musuh dan aku berharap untuk bisa berdamai dengannya.
[...]
Saat makan malam akan berlangsung, aku dikejutkan dengan kemunculan Mercedes di ruang makan keluarga. Mercedes berlutut di atas lingkaran sihir yang menyala.
“Kau masih belum kembali?” tanya ku.
Aku sangat yakin dia akan kembali setelah mendengar pernyataan pedas ku sebelumnya. Tapi, dia masih bertahan hingga malam.
“Karl-sama.. ah! Tidak! Master Karl.. ijinkan aku menjadi servant mu!” ucap Mercedes.
Aku tidak tahu apa yang di pikirannya. Aku berbalik memandangi Ayah dan Ibu ku. Ekspresi wajah mereka mengatakan, “Aku menyerahkan sepenuhnya padamu!”.
Aku hanya bisa pasrah menerima keadaan ini.
Beruntungnya, Mercedes memilih ku. Di kehidupan kali ini kami membentuk aliansi. Kurasa ini cocok dengan peribahasa “Musuh dari musuh ku adalah teman ku”.
Dalam artian lain, kita menjalin kontrak Master-Servant untuk mencapai tujuan itu.
Aku menjawab permintaan Mercedes dan berjalan menuju arah nya. Mercedes menarik tangan ku dan mencium telapak tangan ku. Sebuah lingkaran sihir muncul di telapak tangan ku dan ikatan ku dengan Mercedes berubah menjadi Master-Servant.
“Aku, Mercedes Lii Virerstas undis Relatis Oiur Pertanis Sier, dengan ini bersumpah untuk menyerahkan apa yang ku punya menjadi milik Master ku.”
Setelah mengucapkan kalimat itu, lingkaran sihir itu meredup dan mengakhiri kontrak yang kita buat.
Well, bagi Elf.. menemani umur manusia yang pendek hanyalah pengisi waktu luang bagi mereka.
Kontrak seperti ini mungkin akan berakhir dalam sekejap.
Tapi bagi ku, ini menjadi kesempatan yang tidak boleh ku lewatkan.
“Mercedes, sebagai Master mu. Aku melarang mu untuk membaca pikiran keluarga ku.”
Dengan ini, perintah pertama untuk Mercedes sudah ditentukan.
“Siap, Master Karl!” sahut Mercedes.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Indah Skbian
Namanya panjang banget,,
Di sinkat boleh?
😅😅
Mercedes LiVi UROPeS
2022-10-25
1
reedha
Jadi teringat ungkapan ini :
Temanmu ada tiga: temanmu, teman temanmu, dan musuh musuhmu
Dan musuhmu ada tiga: musuhmu, musuh temanmu, dan teman musuhmu.
2022-08-17
11