“Karena saat ini situasi sedang berubah, mungkin kau butuh orang-orang ini” tepat setelah mengatakan itu, Ayah kami membawa sekelompok petualang ke kediaman kami.
Insiden kecil yang terjadi kemarin membuat Ayah kami sedikit khawatir dengan keselamatan kami. Jadi, dia menyewa beberapa petualang dengan rank tertinggi untuk mengajari kami seni pertahanan diri dari serangan musuh.
Terlepas dari wajahnya yang tampak garang, dia sangat perhatian dengan keselamatan kami.
Siang ini, aku dan Chiyuki mencari seseorang yang layak untuk berlatih menggunakan senjata kecil.
Aku tidak masalah dengan ini tapi...
Chiyuki sangat senang saat memegang senjata-senjata itu!
Dan juga.. dia menantang beberapa petualang-petualang itu untuk mengetes kemampuannya!
Dia pergi dengan senyuman manis dan menghajar mereka satu per satu.
Setelah insiden pembersihan yang telah dilakukan, dia jauh lebih senang dan bahagia. Kejadian itu berlalu seperti mimpi saja. Bagi ku, itu mimpi buruk.
Sebenarnya, keluarga ku ada masalah apa sih?
Rasanya hanya aku saja yang normal disini.
Karena kejadian kemarin itu, aku jadi semakin jauh dengan kewarasan keluarga ku. Siapa sangka mereka benar-benar melakukan pembersihan hingga ke akarnya.
Pembersihan yang mereka lakukan benar-benar menciptakan berbagai macam rumor.
Yah, aku juga berperan memberikan informasi penting itu. Jadi, aku sedikit terlibat disini.
Sekarang..
Pertanyaanya adalah..
Siapa diantara mereka yang layak menjadi guru kami?
Perhatian kecil ku tertuju pada salah satu petualang yang menghampiri ku.
“Karl-sama, senang bertemu dengan anda. Perkenalkan nama ku Myria, seorang dragonoid dan Weapon Master.”
Tepat di depan ku, seorang dragonoid wanita memberi hormat kepada ku. Dilihat dari ukuran tubuhnya yang ramping dan proporsi tubuhnya yang mampu menarik perhatian laki-laki. Aku akan memberikan dia nilai 90 dari 100. Jika saja dia lebih menunjukkan ekspresinya lagi, mungkin akan mendapat nilai 100.
“Myria.. senang bertemu dengan mu dan angkat wajah mu.”
Mendengar perintah ku dia lalu mengangkat tubuhnya. Ukuran tubuh kami sangat jauh berbeda. Dragonoid terkenal akan kekuatan dan kerasnya tubuh mereka tampak berbeda di depan ku. Di mata ku, Myria tampak seperti wanita normal hanya saja sayap, tanduk, dan ekor yang menempel ditubuhnya terdapat luka sayatan yang memberikan kesan artian lain.
Ini pertama kalinya aku bertemu dengan kaum Dragonoid. Terutama bagian bar-barnya.
“Sebenarnya, aku tidak pandai bertarung. Tapi melihat Weapon Master di depan ku. Aku ingin melihat bagaimana kau bertarung. Apa kau sanggup melawan petualang-petualang itu?” tanya ku.
Ujian yang begitu klasik bukan? Satu melawan banyak orang itu sudah sangat biasa disini.
“Jika itu yang Karl-sama inginkan, aku akan segera bertarung melawan mereka” balas Myria.
“Kalau begitu, buktikan!” dengan kalimat ini, Myria bergegas menuju petualang-petualang itu dan menyampaikan perintah ku untuk melihatnya bertanding melawan banyak orang sekaligus.
Melihat pertarungan yang terjadi di depan ku, aku bisa melihat Myria bertarung secara santai. Petualang yang menyerangnya tampak seperti cacing yang di santap oleh ayam.
Pertarungan itu tampak berat sebelah, mereka melawan Weapon Master? Apa yang diharapkan?
Aku terpaku dengan keberanian Myria yang mampu menerima serangan fatal. Untuk manusia, itu merupakan serangan mematikan karena serangan fisik dari dragonoid sangat kuat. Aku pernah mendengar jika hantaman tangan dragonoid mampu menembus lima dinding rumah sekaligus.
Secara ukuran kekuatan kasar, mereka kalah telak.
“Boleh juga...” sebuah gumam kecil terdengar di sebelah ku.
Aku sedikit terkejut dengan suara itu dan mendapati Chiyuki berkeringat. Melihat keadaanya yang muncul tiba-tiba itu, tubuh ku bergerak secara refleks untuk melihat apa yang telah terjadi.
Melihat setumpuk orang-orang yang tergeletak di tanah, aku mulai memahami apa yang telah terjadi.
“Chiyuki..” aku memanggil adik ku dan melempar sebuah sapu tangan yang kubawa.
“Bersihkan keringat mu..” lanjut perkataan ku.
Chiyuki menerima sapi tangan ku dan terdiam. Ia memandangi sapu tangan ku dengan tatapan serius.
Aku sangat yakin jika itu adalah sapu tangan yang bersih tapi kenapa dia menatapnya seserius itu?
“Apa ada yang salah?” tanya ku.
“Ah.. tidak.. Onii-sama.”
Chiyuki tampak terkejut mendengar pertanyaan ku. Dia hanya berdiri dan terdiam mengamati sapu tangan ku.
Aku lalu mengambilnya dan memaksakan tangan ku untuk mengelap sisa-sisa keringat di wajahnya.
“Mooo!! Onii-sama! Aku bisa melakukannya sendiri!” bantah Chiyuki.
Menghiraukan kata-kata Chiyuki, aku tetap mengelus keringatnya. Ekspresi wajahnya tampak tidak menyukai tindakan ku dan sesekali tangannya mencoba meraih tangan ku yang sedang membersihkan mukanya.
Setelah keringatnya bersih, aku memandangi Chiyuki yang tengah cemberut.
“Mooo! Padahal aku sudah bilang untuk melakukannya sendiri!”
“Kau hanya memandanginya. Maka dari itu aku memaksa mu”
“T-tapi kan..”
“Sapu tangan ku tidak bau kan?”
“Bukan itu masalahnya!”
“Lalu apa masalahnya?”
Terjadi argumen kecil diantara kami berdua. Chiyuki yang tampak seperti gadis normal ini sangat mengemaskan untuk dijahili.
“Keringat ku.. bau...” Chiyuki membalasnya dengan nada yang kecil.
Aku bisa mendengarnya dengan jelas tetapi sebagai kakak yang baik. Aku akan sedikit menggodanya.
“Kau tahu Chiyuki, aku sedikit iri dengan sapu tangan ku.”
“Eh?”
Mendengar jawaban ku, tatapan mata kami bertemu.
“Mana mungkin keringat adik ku yang imut ini bau.. ini adalah parfum yang sangat harum bagi ku!” aku melanjutkan kata-kata ku dan menarik tubuh Chiyuki hingga ke pelukan ku.
Aku sedikit mengendus sedikit tubuhnya dan...
Tidak ada bau sama sekali!
Melainkan sensasi wangi harum!
Apa ini!
Sejak kapan hal yang seperti ini terjadi?
Hidung ku baik-baik saja kan?
“Ehehehe.. Onii-sama” aku bisa mendengar Chiyuki sangat senang dengan tindakan ku.
Sesuatu ada yang salah disini! Dan aku seharusnya tahu apa itu!
Tapi apa!
Bagaimana ini mungkin?
“Ekhem... Karl-sama..” sebuah suara membangunkan ku dari pemikiran pendek ini.
Di belakang ku, Myria telah selesai membantai petualang-petualang yang telah di pilih oleh Ayah ku.
Seperti yang diharapkan dari Weapon Master. Dia berhasil menumbangkan semuanya.
Tanpa adanya pertumpahan darah sedikit pun!
Ini bagus!
Mungkin dia bisa mengajari adik ku tentang kekerasan tanpa pertumpahan darah.
Ya! dia lulus dalam ujian ini.
“Kau diterima!” seru ku.
Mulai dari sekarang, tolong... sembuhkan adik ku dari esensi rasa haus darahnya.
Ku mohon Myria!
Hidup ku bergantung pada mu!
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
alfy
lanjutttttt
2022-06-11
0