Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...

“Karena saat ini situasi sedang berubah, mungkin kau butuh orang-orang ini” tepat setelah mengatakan itu, Ayah kami membawa sekelompok petualang ke kediaman kami.

Insiden kecil yang terjadi kemarin membuat Ayah kami sedikit khawatir dengan keselamatan kami. Jadi, dia menyewa beberapa petualang dengan rank tertinggi untuk mengajari kami seni pertahanan diri dari serangan musuh.

Terlepas dari wajahnya yang tampak garang, dia sangat perhatian dengan keselamatan kami.

Siang ini, aku dan Chiyuki mencari seseorang yang layak untuk berlatih menggunakan senjata kecil.

Aku tidak masalah dengan ini tapi...

Chiyuki sangat senang saat memegang senjata-senjata itu!

Dan juga.. dia menantang beberapa petualang-petualang itu untuk mengetes kemampuannya!

Dia pergi dengan senyuman manis dan menghajar mereka satu per satu.

Setelah insiden pembersihan yang telah dilakukan, dia jauh lebih senang dan bahagia. Kejadian itu berlalu seperti mimpi saja. Bagi ku, itu mimpi buruk.

Sebenarnya, keluarga ku ada masalah apa sih?

Rasanya hanya aku saja yang normal disini.

Karena kejadian kemarin itu, aku jadi semakin jauh dengan kewarasan keluarga ku. Siapa sangka mereka benar-benar melakukan pembersihan hingga ke akarnya.

Pembersihan yang mereka lakukan benar-benar menciptakan berbagai macam rumor.

Yah, aku juga berperan memberikan informasi penting itu. Jadi, aku sedikit terlibat disini.

Sekarang..

Pertanyaanya adalah..

Siapa diantara mereka yang layak menjadi guru kami?

Perhatian kecil ku tertuju pada salah satu petualang yang menghampiri ku.

“Karl-sama, senang bertemu dengan anda. Perkenalkan nama ku Myria, seorang dragonoid dan Weapon Master.”

Tepat di depan ku, seorang dragonoid wanita memberi hormat kepada ku. Dilihat dari ukuran tubuhnya yang ramping dan proporsi tubuhnya yang mampu menarik perhatian laki-laki. Aku akan memberikan dia nilai 90 dari 100. Jika saja dia lebih menunjukkan ekspresinya lagi, mungkin akan mendapat nilai 100.

“Myria.. senang bertemu dengan mu dan angkat wajah mu.”

Mendengar perintah ku dia lalu mengangkat tubuhnya. Ukuran tubuh kami sangat jauh berbeda. Dragonoid terkenal akan kekuatan dan kerasnya tubuh mereka tampak berbeda di depan ku. Di mata ku, Myria tampak seperti wanita normal hanya saja sayap, tanduk, dan ekor yang menempel ditubuhnya terdapat luka sayatan yang memberikan kesan artian lain.

Ini pertama kalinya aku bertemu dengan kaum Dragonoid. Terutama bagian bar-barnya.

“Sebenarnya, aku tidak pandai bertarung. Tapi melihat Weapon Master di depan ku. Aku ingin melihat bagaimana kau bertarung. Apa kau sanggup melawan petualang-petualang itu?” tanya ku.

Ujian yang begitu klasik bukan? Satu melawan banyak orang itu sudah sangat biasa disini.

“Jika itu yang Karl-sama inginkan, aku akan segera bertarung melawan mereka” balas Myria.

“Kalau begitu, buktikan!” dengan kalimat ini, Myria bergegas menuju petualang-petualang itu dan menyampaikan perintah ku untuk melihatnya bertanding melawan banyak orang sekaligus.

Melihat pertarungan yang terjadi di depan ku, aku bisa melihat Myria bertarung secara santai. Petualang yang menyerangnya tampak seperti cacing yang di santap oleh ayam.

Pertarungan itu tampak berat sebelah, mereka melawan Weapon Master? Apa yang diharapkan?

Aku terpaku dengan keberanian Myria yang mampu menerima serangan fatal. Untuk manusia, itu merupakan serangan mematikan karena serangan fisik dari dragonoid sangat kuat. Aku pernah mendengar jika hantaman tangan dragonoid mampu menembus lima dinding rumah sekaligus.

Secara ukuran kekuatan kasar, mereka kalah telak.

“Boleh juga...” sebuah gumam kecil terdengar di sebelah ku.

Aku sedikit terkejut dengan suara itu dan mendapati Chiyuki berkeringat. Melihat keadaanya yang muncul tiba-tiba itu, tubuh ku bergerak secara refleks untuk melihat apa yang telah terjadi.

Melihat setumpuk orang-orang yang tergeletak di tanah, aku mulai memahami apa yang telah terjadi.

“Chiyuki..” aku memanggil adik ku dan melempar sebuah sapu tangan yang kubawa.

“Bersihkan keringat mu..” lanjut perkataan ku.

Chiyuki menerima sapi tangan ku dan terdiam. Ia memandangi sapu tangan ku dengan tatapan serius.

Aku sangat yakin jika itu adalah sapu tangan yang bersih tapi kenapa dia menatapnya seserius itu?

“Apa ada yang salah?” tanya ku.

“Ah.. tidak.. Onii-sama.”

Chiyuki tampak terkejut mendengar pertanyaan ku. Dia hanya berdiri dan terdiam mengamati sapu tangan ku.

Aku lalu mengambilnya dan memaksakan tangan ku untuk mengelap sisa-sisa keringat di wajahnya.

“Mooo!! Onii-sama! Aku bisa melakukannya sendiri!” bantah Chiyuki.

Menghiraukan kata-kata Chiyuki, aku tetap mengelus keringatnya. Ekspresi wajahnya tampak tidak menyukai tindakan ku dan sesekali tangannya mencoba meraih tangan ku yang sedang membersihkan mukanya.

Setelah keringatnya bersih, aku memandangi Chiyuki yang tengah cemberut.

“Mooo! Padahal aku sudah bilang untuk melakukannya sendiri!”

“Kau hanya memandanginya. Maka dari itu aku memaksa mu”

“T-tapi kan..”

“Sapu tangan ku tidak bau kan?”

“Bukan itu masalahnya!”

“Lalu apa masalahnya?”

Terjadi argumen kecil diantara kami berdua. Chiyuki yang tampak seperti gadis normal ini sangat mengemaskan untuk dijahili.

“Keringat ku.. bau...” Chiyuki membalasnya dengan nada yang kecil.

Aku bisa mendengarnya dengan jelas tetapi sebagai kakak yang baik. Aku akan sedikit menggodanya.

“Kau tahu Chiyuki, aku sedikit iri dengan sapu tangan ku.”

“Eh?”

Mendengar jawaban ku, tatapan mata kami bertemu.

“Mana mungkin keringat adik ku yang imut ini bau.. ini adalah parfum yang sangat harum bagi ku!” aku melanjutkan kata-kata ku dan menarik tubuh Chiyuki hingga ke pelukan ku.

Aku sedikit mengendus sedikit tubuhnya dan...

Tidak ada bau sama sekali!

Melainkan sensasi wangi harum!

Apa ini!

Sejak kapan hal yang seperti ini terjadi?

Hidung ku baik-baik saja kan?

“Ehehehe.. Onii-sama” aku bisa mendengar Chiyuki sangat senang dengan tindakan ku.

Sesuatu ada yang salah disini! Dan aku seharusnya tahu apa itu!

Tapi apa!

Bagaimana ini mungkin?

“Ekhem... Karl-sama..” sebuah suara membangunkan ku dari pemikiran pendek ini.

Di belakang ku, Myria telah selesai membantai petualang-petualang yang telah di pilih oleh Ayah ku.

Seperti yang diharapkan dari Weapon Master. Dia berhasil menumbangkan semuanya.

Tanpa adanya pertumpahan darah sedikit pun!

Ini bagus!

Mungkin dia bisa mengajari adik ku tentang kekerasan tanpa pertumpahan darah.

Ya! dia lulus dalam ujian ini.

“Kau diterima!” seru ku.

Mulai dari sekarang, tolong... sembuhkan adik ku dari esensi rasa haus darahnya.

Ku mohon Myria!

Hidup ku bergantung pada mu!

[...]

Terpopuler

Comments

alfy

alfy

lanjutttttt

2022-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!