Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...

“Karena saat ini situasi sedang berubah, mungkin kau butuh orang-orang ini” kata Ibu ku yang tiba-tba masuk ke dalam kamar ku.

Aku merasa pernah mendengar atau mengalami kejadian ini.

Bukankah itu baru saja terjadi.. tadi?

Hari telah larut malam, mengenakan baju tidurnya. Ibu ku berjalan ke arah ku yang terbaring diatas kasur sembari membawa kertas yang menumpuk lalu memberikannya kepada ku.

“Apa ini?” tanya ku sembari mengambil kertas pemberian Ibu ku.

“Seseorang yang cukup berguna untuk disisi kita, Karl.. pilih salah satu dari mereka!” perintah Ibu ku.

Aku melihat selebaran kertas itu satu per satu. Terdapat beberapa potrait wanita yang terukir jelas dan biodata mereka.

Nama mereka terdengar tidak asing, di kehidupan sebelumnya.. aku pernah sesekali bertemu dengan mereka.

Untuk tujuan tertentu.

Pedagang, penjual senjata illegal, peramu obat, ahli bahasa, pengamat militer, ahli politik, dan beberapa profesi lain ada didalamnya.

Yep, mereka adalah guru ku di kehidupan sebelumnya.

Tapi, kenapa Ibu memberi ku ini?

Mungkinkah.. aku harus menyerap ilmu mereka lebih awal? Di kehidupan sebelumnya aku sempat berguru kepada mereka dan itu sangat membantu keadaan ku saat itu.

Tapi bagaimana dengan kondisi sekarang?

Ibu ku naik ke atas kasur ku. Saat ini aku tengah bersantai-santai setelah seharian mempelajari cara bertarung petualang.

Berkat itu, aku bisa melempar Chiyuki kepada Myria untuk berlatih.

Lalu bagaimana dengan ku?

Tentu saja, aku berkontribusi memberikan saran pelatihan mereka dari sudut pandang ku.

Hasilnya? Saat ini ada beberapa petualang yang berada di bawah perintah ku. Aku berniat menjadikan mereka sebagai mata dan telinga ku untuk mengawasi keadaan sekitar. Kebetulan, wilayah ‘Duke of Flora’ jauh lebih luas dari wilayah bangsawan lain.

Semakin besar wilayah maka semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul. Satu masalah yang terjadi di dalam akan berpengaruh pada wilayah lain. Kejadian yang seperti itu pernah terjadi sebelumnya.. maksud ku sebelum aku mati.

“Apa aku boleh memilih mereka semua? Memilih salah satu dari wanita-wanita luar biasa ini akan sangat merugikan. Aku akan mencoba mencuri ilmu mereka dan membangun koneksi di jaringan mereka. Bagaimana menurut mu, Ibu?”

“...”

“Sejak kapan kau menjadi dewasa seperti ini?” tanya Ibu ku.

“Maksudnya?” balas ku.

“Setelah kejadian itu, aku pikir Karl mulai perlahan berubah dan menjadi lebih peka dengan keadaan sekitar.”

“...” aku tidak bisa menjawabnya. Apa jadinya jika aku menjawabnya untuk bertahan hidup lebih lama?

Ibu ku pasti akan menganggap ku gila dan khawatir dengan kesehatan mental ku.

“Aku hanya merasa.. seseorang ingin menghancurkan kebahagiaan keluarga kita” balas ku.

Sejak kapan aku menjadi melankolis seperti ini?

“Karl...” Ibu menatap ku dengan tatapan hangat.

“Tenang saja, aku akan melindungi siapa pun.. keluarga kecil ini sangat berharga untuk ku. Aku tidak ingin kehilangan keluarga ku lagi.”

“Lagi???” tanya Ibu ku kebingungan.

Ah!

Tanpa sengaja mulut ku menyelipkan kejadian kehidupan lama ku.

Aku berpikir keras untuk mengalihkan pertanyaan itu.

“Pelayan-pelayan yang menyembunyikan taring mereka dibalik seragam mereka, bukankah itu sudah percobaan membunuh kebahagiaan keluarga kita? Aku tidak ingin kehilangan kebahagiaan kita oleh taktik busuk mereka lagi. Mungkin saja mereka telah melakukan sesuatu yang buruk tanpa kita sadari.”

“Jadi itu maksud mu, sejak kapan kata-kata mu sulit dimengerti sih? Kau seolah-olah menjadi pria dewasa dalam sekejap.”

“Hahaha.. hanya perasaan mu saja, Ibu” balas ku.

“Oleh karena itu.. Ibu akan tidur disini.”

“HAH??” aku sedikit panik mendengarnya.

“Aku tidak ingin kelewatan dan melihat anak ku menjadi dewasa dalam semalam! Aku masih butuh Karl yang kekanakan dan manja!”

“Memangnya kenapa jika aku dewasa dalam semalam?”

“Kalau itu terjadi.. Mama akan memulai audisi pencarian jodoh untuk anak ku yang manis ini.”

Oh, tidak..

Selain adik ku.. ternyata Ibu ku seperti ini juga?

Sejak kapan keluarga ku memiliki sisi tersembunyi seperti ini sih?

“Kalau begitu.. selamat malam, Karl” saat itu juga, Ibu ku segera memeluk ku dan mengunci pergerakan ku dengan pelukannya.

Aku hanya bisa pasrah menerima pelukan Ibu ku yang hangat dan..

Mematikan ini!

Aku sulit bernafas!

Seseorang tolong aku!

[...]

Terpopuler

Comments

Inru

Inru

Cerita km kebawa ke mimpi thor😭

2022-07-18

2

nayna

nayna

mampir thoor

2022-06-09

1

Fjr Rahmat

Fjr Rahmat

gw, suka bagian akhir nya

2022-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!