Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...

Siang ini, aku berada di bagian belakang ruang memasak. Ruangan kecil ini terisi oleh tumpukan bunga berwarna ungu.

Lillytium Rectrus, merupakan bunga yang indah namun berbahaya. Tidak ada informasi mengenai racun bunga ini yang tercatat di dalam ensiklopedia tumbuhan. Itu karena doktrin kerajaan yang menjadikan bunga ini sebagai lambang Kerajaan Flora dan wajib ditanam untuk setiap bangsawan.

Mereka menyimpan racun siap olah ini untuk mengeksekusi seseorang. Racun yang dihasilkan oleh bunga ini sangat beragam. Dengan komposisi proses penyulingan yang pas dapat menghasilkan berbagai macam efek samping racun seperti kelumpuhan, sesak nafas, gagal jantung, dan penyakit lainnya. Secara umum, kematian yang disebabkannya mengeluarkan mulut berbusa tapi dengan racikan komposisi spesial ku, mulut berbusa menjadi pengecualian.

Aku menyadari ini setelah adanya laporan penyelundupan bunga ini yang dikirim ke pabrik penyulingan parfum. Tentu saja itu adalah tindakan yang tidak biasa jadi aku melakukan penyelidikan kecil dan mendapati adanya kandungan racun di dalamnya.

Mereka benar-benar mengerikan dan teratur bukan?

Siapa yang menyangka jika bunga yang begitu indah ini menjadi pengantar akhir hidup mu.

Kali ini, aku ingin menggunakan bunga terkutuk ini menjadi sebuah serum kejujuran. Karena tindakan ku ini sedikit diluar kewajaran, maid yang dikirim sebagai mata-mata itu mulai menunjukkan gerak-gerik yang semakin jelas. Mereka sangat takut jika rahasia mereka sebagai mata-mata terbongkar.

Aku sudah mengetahui siapa saja mereka, kali ini aku perlu menunjukkan kepada mereka bagaimana caranya mendapatkan informasi yang sangat mudah.

Chiyuki yang ada disampingku hanya mengamati diriku melepaskan daun bunga menggunakan pisau kecil. Aku melucuti bunga-bunga ini untuk merebusnya langsung. Kandungan racunnya sedikit kurang efektif namun rasa sakit yang dihasilkan sangat menyakitkan. Tidak mematikan tapi sangat menyiksa ditubuh.

Serum kejujuran yang ku buat ini sangatlah mudah.

Kau hanya perlu merebut daun bunga ini.

Merebusnya hingga menjadi warna ungu kehitaman.

Menyaring air dari bunganya.

Lalu masukkan ke dalam jarum suntik.

Satu suntikan penuh dari racun ini setara dengan rasa sakit luka bakar. Percaya atau tidak, aku pernah melakukan tes racun ini pada tubuh ku sendiri. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa dan obat penawarnya sangat sederhana yaitu menggunakan rebusan air benang sari dan putik bunganya.

Sebuah paket alam untuk racun dan penawarnya.

Sangat seimbang bukan?

“Onii-sama.. apa yang sedang kau lakukan?” Chiyuki bertanya padaku.

Haruskah aku menceritakan rahasi kecil ini kepadanya?

“Aku sedang membuat serum kejujuran.”

“Serum kejujuran?” Chiyuki sedikit kebingungan dengan jawaban ku.

Aku hanya mengangguk dan mempercepat pengumpulan bahan-bahan yang dibutuhkan.

“Untuk apa serum itu, Onii-sama?”

Ah, pertanyaan ini. Apakah aku harus menjawabnya secara terang-terangan?

Tidak ada salahnya untuk menjawabnya kan? Ini untuk kepentingan keluarga ini.

Aku lalu mendekat ke arah telinganya dan membisikkan sesuatu.

“Ada mata-mata kerajaan disini dan kakak ingin mendapatkan beberapa informasi kecil dari mulutnya” bisik ku.

Chiyuki sedikit terkejut mendengar bisik kecil ku.

Aku bisa melihat mata merahnya berubah menjadi mata yang dipenuhi dengan kegelapan.

Setelah beberapa kali melihatnya, aku tidak terlalu terkejut dengan perubahan warna matanya. Hanya saja, aura yang menusuk ini masih sangat sulit untuk ditahan.

“Onii-sama, siapa mereka?” nada suara Chiyuki sedikit lebih berat.

“...”

Aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh adik ku ini tapi...

Sesuatu akan terjadi jika aku tidak menahannya.

“Kau ingat dengan maid yang ada di taman tadi?”

Chiyuki menganggukan kepalanya.

“Itu mereka” jawab ku singkat.

Dengan jawaban singkat ini, Chiyuki segera merebut pisau kecil yang ada di tangan ku dan pergi meninggalkan ku.

Sebelum ia benar-benar keluar dari sudut pandang ku, aku memanggilnya.

“Chiyuki? Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?”

Chiyuki menghentikan langkah kakinya. Ia lalu berbalik menatap ku dengan senyuman manisnya.

“Tentu saja untuk berbicara dengan mereka” jawabnya.

Aku tidak masalah dengan jawaban itu tapi...

Senyuman mengerikan yang pernah kulihat itu muncul kembali.

Dia tidak ingin berbicara dengan mereka!

Apalagi dengan membawa pisau seperti itu!

Hey! Apa yang salah dengan adik ku ini sih!

“Chiyuki...”

“Iya, Onii-sama?”

“...”

Aku menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kata-kata ku.

“Jangan bunuh mereka, kita butuh informasi di kepala mereka” lanjut ku.

“Dimengerti!” Chiyuki tersenyum saat menjawabnya.

Percakapan singkat ini berakhir dengan senyuman manis Chiyuki yang berjalan pergi meninggalkan ku. Ditengah langkah kakinya itu, senandung lagu yang terasa bahagia terdengar dari mulutnya.

Dia sangat menikmati ini!

Aku membutuhkan mereka hidup-hidup demi memasukkan serum kejujuran ini kedalam tubuh mereka. Tolong jangan bunuh mereka adik ku!

Sebenarnya, membuka mulut seseorang sangatlah mudah, karena aku terlalu malas melakukan kekerasan fisik untuk membobol mulut mereka, aku harus menggunakan metode serum kejujuran untuk memaksa mereka membuka mulutnya. Tapi, jika mereka mati sebelum aku memasukkan serum kejujuran, bukankah itu sangat sia-sia?

Pekerjaan yang terdengar cukup mudah bukan? semakin mereka bungkam, semakin banyak dosis yang digunakan, semakin menjerit kesakitan. Sangat sederhana seperti itu!

Ah, apakah aku semakin keluar dari sisi kemanusiaan?

Tapi, apa boleh buat? Keadaan yang memaksa ku melakukannya.

Aku pernah mendengar seseorang yang berkata, “Informasi adalah kekuatan”.

Saat aku telah selesai mendapat dosis pertama dari racun bunga Lilytium Rectrus, Chiyuki menghampiri ku.

Aku bisa melihat rambutnya sedikit berantakan dan pisau yang dibawanya tadi terdapat noda darah berwarna merah namun itu masih tertutupi dengan noda berwarna ungu dari bunga Lilytium Rectrus.

“Onii-sama.. semua telah dipersiapkan!” ucapnya dengan riang.

“Eh?”

Aku terkejut mendengarnya.

Apa yang dipersiapkan?

Wahai adik ku.. apa yang telah kau lakukan sih?

[...]

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

Atas nama wajib meskipun beracun ya tetap harus di tanam juga... 😣

2022-07-10

0

fy1

fy1

😘😘😘😘😘🤩🤩🤩🙏🏻

2022-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!