Darah..
Darah...
Dan darah..
Sejauh mata memandang.. aku bisa melihat beberapa organ tubuh berserakan layaknya daun yang berguguran di musim gugur.
Kenapa kejadian seperti ini terjadi?
Mari kita mundur ke kejadian sebelumnya.
Saat itu, aku terlalu bersemangat untuk mencari blacksmith yang mampu membuat senjata yang telah ku rancang. Perpaduan antara sihir dan teknologi dunia luar yang luar biasa. Sebuah senjata bertipe Rocket Propelled Grenade generasi pertama yang ada di dunia ini. Menggunakan basis rancangan dari Panzerfaust 3.
Melihat rancangan cetak biru senjata ini, Mercedes sangat tertarik dengan rancangan itu. bahkan ia merebut paksa cetak biru yang ku bawa dan mempelajarinya. Sebuah pertanyaan mulai bermunculan dan itu terlihat sangat jelas di wajahnya.
“Master!” aku bisa mendengar nada semangatnya.
“Apa ini?!” tanya Mercedes.
“Sebuah senjata, memangnya kenapa?” jawab ku.
Aku bisa melihat pipinya yang mengembang setelah mendengar jawabanku.
“Master, seriuslah sedikit! Bagaimana mungkin ini sebuah senjata jika berisi barisan penuh angka dan huruf ini!”
Yang Mercedes maksud adalah reaksi kimia untuk menciptakan ledakan. Ini pertama kalinya aku merancang senjata yang aneh di mata Elf. Padahal senjata ini cukup menyakitkan di dunia yang entah ada dimana itu.
Bahkan ledakan yang diciptakan mampu menghancurkan kereta kuda yang terbuat dari besi.
Chiyuki yang melihat kedekatan kami sedikit cemberut. Ia lalu melekat erat dalam pelukan ku.
“Onii-sama..” ucapnya dengan lirih.
Tidak mungkin aku menghiraukan Chiyuki dalam kondisi seperti ini. Jadi, aku dengan cepat mengajaknya berjalan-jalan sembari mencari blacksmith yang mampu membuat komponen senjata ini.
Singkat cerita, kami bertiga bergegas menuju Ibukota Kerajaan Flora. Kereta kuda yang memakai simbol keluarga Duke of Flora sedikit menarik perhatian, terutama saat berada di kawasan pandai besi.
Satu per satu, kami memeriksa pandai besi yang tersedia. Ibukota ini memang sangat ramai dengan toko-toko yang tidak berguna. Harapan ku untuk menemukan blacksmith yang berguna sangat kecil disini.
Hingga sebuah toko blacksmith yang penuh dengan armor rusak menarik perhatian ku.
Aku memutuskan untuk memasukinya. Di dalamnya terdapat suara aneh dan pukulan palu yang menghantam besi. Aku segera mencari sumber suara itu.
“Hooo? Seorang pelanggan? Dari pakaiannya terlihat seorang bangsawan. Maaf kan aku sebelumnya tapi aku sedang menyelesaikan pesanan terakhir. Jika ada pesanan barang yang ingin di perbaiki, kalian bisa kembali esok hari.”
Mercedes menarik lengan ku.
“Master, dia beranggapan kau bangsawan yang merepotkan dan akan menggunakan bakat crafter miliknya untuk membuat armor tanpa batas.” Ucap Mercedes.
“Benar kah? Well.. jika seperti itu berarti ada bangsawan yang datang kepadanya dan melakukan itu.” jawab ku.
Blacksmith yang mendengar perkataan kami menghentikan pekerjaanya.
“Maaf pelanggan, itu memang sering terjadi.”
“Kalau begitu, aku ingin kau membuat ini.” aku menyerahkan rancangan kertas biru Panzerfaust 3.
“Memang pedang emas apa lagi yang kalian ingin kan..” celetuhnya.
Ia menerima rancangan kertas biru senjata milik ku dan tertegun melihat isinya.
“Apa-apaan ini??” ia sedikit terbelalak melihat isi di dalamnya.
“Senjata apa ini?” tanya blacksmith itu.
“Hanya mainan anak kecil, apa kau bisa membuatnya sepuluh buah?”
“Well, dengan sihir ku yang saat ini dan jumlah material yang tersisa mungkin bisa selesai dalam waktu sepuluh menit. Ini pertama kalinya aku menerima pesanan selain membuat pedang dari emas.”
“Baguslah.. buat sekarang itu juga” aku lalu menyerahkan sekantung koin emas kepadanya.
“Tunggu sebentar..” ia lalu pergi meninggalkan kami.
Setelah beberapa lama menunggu, dia datang dari balik ruangan materialnya dan membawa pesanan ku.
“Ini pelanggan.. semuanya ada sepuluh buah.”
Blacksmith itu menyerahkan Panzerfaust 3 yang berjumlah sepuluh buah lengkap dengan amunisi yang telah melekat di badan senjatanya.
“Terima kasih atas kerja keras mu” setelah mengucapkan kalimat itu, kami langsung bergegas pulang.
Tujuan utama ku untuk membuat senjata ini telah selesai. Namun, sesuatu terjadi saat perjalanan pulang.
Seekor monster naga menghadang kami di tengah perjalanan.
Chiyuki dan Mercedes yang panik hanya bisa terdiam. Dengan munculnya monster ini, uji coba makhluk hidup dapat di lakukan!
Aku sangat bersyukur ada monster yang menghadang kami.
Mengambil satu Panzerfaust 3 yang baru saja di buat oleh salah satu blacksmith. Aku mulai mengarahkan senjata ku pada monster naga itu.
Membuka pintu kereka kuda dan menyuruh mereka menutup telinga.
“Kalian berdua, tutup telinga kalian dan pastikan kuda-kuda kita tidak panik saat mendengar ledakan” ucap ku,
“Ledakan??” balas Chiyuki dan Mercedes bersamaan.
Aku lalu melepas satu tembakan dan tepat mengarah pada kepala naga itu.
Suara keras dan angin kencang akibat ledakan mulai dirasakan. Hujan darah yang mengucur deras perlahan membasahi kereta kuda kami. Bau amis darah monster terasa sangat kental di hidung ku.
Kurasa..
Aku perlu menghitung jarak aman menggunakan senjata ini.
“Master!!!”
“Onii-sama!!!”
Mendengar teriakan Chiyuki dan Mercedes. Aku bergegas menatap mereka. Aku bisa melihat tatapan mata mereka dipenuhi oleh sinar dan tatapan mengenai, “Aku ingin mencobanya juga!”.
Hampir saja aku lupa, saat ini ada dua gadis dengan gairah membunuh yang luar biasa disampingku.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
reedha
Gairah yang mengerikan....
2022-08-25
4