Setelah makan siang dan laporan perkembangan rencana yang ku berikan, aku dan Chiyuki bergegas menuju ruang tamu.
Tepat setelah aku membuka pintu, di hadapan ku terdapat seorang anak kecil yang tersenyum kepada ku. Dari kejauhan, aku bisa melihat telinga panjangnya yang menandakan dia seorang Elf.
Tidak salah lagi, dia adalah Mercedes. Berdasarkan penampilan fisiknya, dia terlihat seperti bocah namun umurnya berkata lain. Aku sempat bingung untuk mencari nama panggilan yang cocok untuknya. Kurasa.. Mercedes lebih cocok dengan panggilan yang biasa saja sebagaimana anak muda pada umumnya.
Rasa hormat dan kekaguman akan sosok yang akan menguncang masa depan bercampur aduk di dalam hati ku.
Eh?
Lebih baik jangan! Jika dia menjadi musuh ku. Itu akan sedikit merepotkan. Aku tidak mau memiliki musuh yang selalu membuat ku berpikir tiga kali untuk melangkah.
Walaupun di kehidupan sebelumnya, kita adalah musuh yang setara. Kejadian seperti memperebutkan wilayah dan menggiring opini masyarakat selalu kita lakukan. Tentu saja, semua itu dilakukan di balik bayang-bayang.
Aku dan dia adalah musuh yang bertarung di dalam bayangan.
Aku bisa merasakan sensasi lama yang telah hilang, sebuah adrenalin untuk menghadapi musuh yang melebihi prediksi ku.
Di depannya, terdapat papan catur yang kosong dan di sampingnya terdapat bidak catur. Aku bisa memahami apa yang akan terjadi.
Saat Chiyuki dan aku duduk bersamaan. Mercedes mennyusun bidak catur itu di atas papan.
“Sangat menarik.. aku tidak pernah mendapat tawaran untuk bekerjasama dengan King dan Duke di saat yang bersamaan. Beruntungnya.. aku memiliki metode untuk mengukur kemampuan untuk memilih tawaran ini” ucap Mercedes.
Bisa di katakan jika dia ingin mengukur kemampuan Duke dan King.
Yah, dia tidak bisa menghiraukan tawaran yang menjanjikan ini karena keduanya memiliki kekuatan yang sama.
Aku sedikit mengerti dengan pola pikirnya. Aku pun sama, memilih sesuatu yang pasti untuk dilakukan.
Chiyuki menerima tantangan Mercedes dan mulai menyusun bidak caturnya.
Di dalam catur, kemampuan berpikir, prediksi, dan keberanian mengambil resiko akan di uji. Tapi, apakah Chiyuki mampu menandingi kemampuan Mercedes?
Aku tidak bisa berharap banyak pada Chiyuki tapi ini menjadi kesempatan ku untuk menilai kemampuan Mercedes. Musuh yang selalu merepotkan ku di kehidupan ku sebelumnya.
“Tapi.. ini bukan pertandingan catur biasa. Setiap bidak yang kalah setara dengan melepas ikatan pakaian yang di kenakan.”
Chiyuki terkejut saat Mercedes mengucapkan peraturan pertandingan.
“Bukankah ini lebih menarik untuk bisa melihat satu sama lain? Aku yakin Onii-chan mu itu akan sangat senang melihat tubuh mu.”
Jangan bawa aku ke dalam pertandingan kalian!
Yah, aku tidak bisa menolak tawaran yang diberikan ini.
Aku bisa melihat Chiyuki menatap Mercedes. Tatapan itu berisi amarah dan semangat.
“Hoho.. aku suka dengan tatapan itu..” Mercedes dengan suara kekanakan mulai memprovokasi Chiyuki.
Chiyuki mulai menjalankan bidaknya.
Aku dengan tenang mengamati pertandingan mereka berdua.
Mercedes dengan bidaknya yang bergerak agresif mulai mengisi titik strategis penyerangan sedangkan Chiyuki mulai membentuk formasi bertahan. Sekilas, formasi yang mereka gunakan adalah formasi standar permainan catur namun aku bisa merasakan Mercedes mulai bergerak aktif menyerang.
Setiap bidak yang digerakan oleh Mercedes memiliki potensi untuk menghancurkan garis pertahanan Chiyuki. Hampir semua pertahana Chiyuki hanya bisa berputar-putar tanpa meninggalkan garis pertahanan dan Mercedes perlahan memanfaatkannya untuk mengisi potensi penerobosan pertahanan Chiyuki.
Melihat pertandingan mereka berdua yang berlangsung tanpa proses. Aku sedikit meragukan kemampuan Mercedes.
“Yah, kurasa sudah cukup bermain-mainnya. Onii-chan.. silahkan nikmati tubuh Imouto mu yang manis ini.”
Apa itu maksudnya?
Perlahan, aku mulai mengerti apa yang dikatakan Mercedes. Satu per satu bidaknya mulai memakan bidak Chiyuki. Benteng kokoh Chiyuki perlahan runtuh oleh serangan Mercedes.
Chiyuki yang fokus bertahan hanya bisa memutar rotasi pertahanan untuk melindungi bidak Rajanya.
Sesuatu ada yang salah di sini.
Aku bisa melihat rotasi penyerangan Mercedes melebihi prediksi tiga langkah seolah ia membaca pikiran Chiyuki mengenai rencana pertahanan yang akan dijalankannya.
Perlahan, Chiyuki mulai melepas pakaian yang dipakainya hingga menyisakan pakaian tipis yang menempel di kulit manisnya.
Melihat keadaan adik ku seperti ini, kurasa aku harus turun tangan.
“Ini menarik, boleh aku menggantikan adik ku?” tanya ku tiba-tiba.
“Eh? Apa kau yakin Onii-san? Bahkan bidak Imouto mu ini sudah hampir kalah sepenuhnya.. bukankah kau ingin melihat kulit manis Imouto mu?”
“Yah, aku memang ingin melihatnya tapi.. aku lebih memilih untuk menikmati kuit manis adik ku ini sendirian.”
“Fufu.. aku iri dengan kedekatan kalian.”
“Yah, aku sangat mencintai adik ku. Jika saja dia bukan adik ku, sudah pasti aku ingin menikahi dirinya.”
“Wow!!” Mercedes sedikit terkejut dengan candaan ku ini dan Chiyuki menahan rona merah wajahnya sembari menutupi tubuhnya yang terbuka.
“Well, kurasa aku butuh secangkir teh. Boleh aku membuat teh dahulu?” tanya ku.
“Silahkan saja...”
Aku bergegas pergi membuat teh hangat di dapur.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Lilaura Callisto⚡
oke aku dah mampir kak
2022-06-09
2