Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...

Setelah makan siang dan laporan perkembangan rencana yang ku berikan, aku dan Chiyuki bergegas menuju ruang tamu.

Tepat setelah aku membuka pintu, di hadapan ku terdapat seorang anak kecil yang tersenyum kepada ku. Dari kejauhan, aku bisa melihat telinga panjangnya yang menandakan dia seorang Elf.

Tidak salah lagi, dia adalah Mercedes. Berdasarkan penampilan fisiknya, dia terlihat seperti bocah namun umurnya berkata lain. Aku sempat bingung untuk mencari nama panggilan yang cocok untuknya. Kurasa.. Mercedes lebih cocok dengan panggilan yang biasa saja sebagaimana anak muda pada umumnya.

Rasa hormat dan kekaguman akan sosok yang akan menguncang masa depan bercampur aduk di dalam hati ku.

Eh?

Lebih baik jangan! Jika dia menjadi musuh ku. Itu akan sedikit merepotkan. Aku tidak mau memiliki musuh yang selalu membuat ku berpikir tiga kali untuk melangkah.

Walaupun di kehidupan sebelumnya, kita adalah musuh yang setara. Kejadian seperti memperebutkan wilayah dan menggiring opini masyarakat selalu kita lakukan. Tentu saja, semua itu dilakukan di balik bayang-bayang.

Aku dan dia adalah musuh yang bertarung di dalam bayangan.

Aku bisa merasakan sensasi lama yang telah hilang, sebuah adrenalin untuk menghadapi musuh yang melebihi prediksi ku.

Di depannya, terdapat papan catur yang kosong dan di sampingnya terdapat bidak catur. Aku bisa memahami apa yang akan terjadi.

Saat Chiyuki dan aku duduk bersamaan. Mercedes mennyusun bidak catur itu di atas papan.

“Sangat menarik.. aku tidak pernah mendapat tawaran untuk bekerjasama dengan King dan Duke di saat yang bersamaan. Beruntungnya.. aku memiliki metode untuk mengukur kemampuan untuk memilih tawaran ini” ucap Mercedes.

Bisa di katakan jika dia ingin mengukur kemampuan Duke dan King.

Yah, dia tidak bisa menghiraukan tawaran yang menjanjikan ini karena keduanya memiliki kekuatan yang sama.

Aku sedikit mengerti dengan pola pikirnya. Aku pun sama, memilih sesuatu yang pasti untuk dilakukan.

Chiyuki menerima tantangan Mercedes dan mulai menyusun bidak caturnya.

Di dalam catur, kemampuan berpikir, prediksi, dan keberanian mengambil resiko akan di uji. Tapi, apakah Chiyuki mampu menandingi kemampuan Mercedes?

Aku tidak bisa berharap banyak pada Chiyuki tapi ini menjadi kesempatan ku untuk menilai kemampuan Mercedes. Musuh yang selalu merepotkan ku di kehidupan ku sebelumnya.

“Tapi.. ini bukan pertandingan catur biasa. Setiap bidak yang kalah setara dengan melepas ikatan pakaian yang di kenakan.”

Chiyuki terkejut saat Mercedes mengucapkan peraturan pertandingan.

“Bukankah ini lebih menarik untuk bisa melihat satu sama lain? Aku yakin Onii-chan mu itu akan sangat senang melihat tubuh mu.”

Jangan bawa aku ke dalam pertandingan kalian!

Yah, aku tidak bisa menolak tawaran yang diberikan ini.

Aku bisa melihat Chiyuki menatap Mercedes. Tatapan itu berisi amarah dan semangat.

“Hoho.. aku suka dengan tatapan itu..” Mercedes dengan suara kekanakan mulai memprovokasi Chiyuki.

Chiyuki mulai menjalankan bidaknya.

Aku dengan tenang mengamati pertandingan mereka berdua.

Mercedes dengan bidaknya yang bergerak agresif mulai mengisi titik strategis penyerangan sedangkan Chiyuki mulai membentuk formasi bertahan. Sekilas, formasi yang mereka gunakan adalah formasi standar permainan catur namun aku bisa merasakan Mercedes mulai bergerak aktif menyerang.

Setiap bidak yang digerakan oleh Mercedes memiliki potensi untuk menghancurkan garis pertahanan Chiyuki. Hampir semua pertahana Chiyuki hanya bisa berputar-putar tanpa meninggalkan garis pertahanan dan Mercedes perlahan memanfaatkannya untuk mengisi potensi penerobosan pertahanan Chiyuki.

Melihat pertandingan mereka berdua yang berlangsung tanpa proses. Aku sedikit meragukan kemampuan Mercedes.

“Yah, kurasa sudah cukup bermain-mainnya. Onii-chan.. silahkan nikmati tubuh Imouto mu yang manis ini.”

Apa itu maksudnya?

Perlahan, aku mulai mengerti apa yang dikatakan Mercedes. Satu per satu bidaknya mulai memakan bidak Chiyuki. Benteng kokoh Chiyuki perlahan runtuh oleh serangan Mercedes.

Chiyuki yang fokus bertahan hanya bisa memutar rotasi pertahanan untuk melindungi bidak Rajanya.

Sesuatu ada yang salah di sini.

Aku bisa melihat rotasi penyerangan Mercedes melebihi prediksi tiga langkah seolah ia membaca pikiran Chiyuki mengenai rencana pertahanan yang akan dijalankannya.

Perlahan, Chiyuki mulai melepas pakaian yang dipakainya hingga menyisakan pakaian tipis yang menempel di kulit manisnya.

Melihat keadaan adik ku seperti ini, kurasa aku harus turun tangan.

“Ini menarik, boleh aku menggantikan adik ku?” tanya ku tiba-tiba.

“Eh? Apa kau yakin Onii-san? Bahkan bidak Imouto mu ini sudah hampir kalah sepenuhnya.. bukankah kau ingin melihat kulit manis Imouto mu?”

“Yah, aku memang ingin melihatnya tapi.. aku lebih memilih untuk menikmati kuit manis adik ku ini sendirian.”

“Fufu.. aku iri dengan kedekatan kalian.”

“Yah, aku sangat mencintai adik ku. Jika saja dia bukan adik ku, sudah pasti aku ingin menikahi dirinya.”

“Wow!!” Mercedes sedikit terkejut dengan candaan ku ini dan Chiyuki menahan rona merah wajahnya sembari menutupi tubuhnya yang terbuka.

“Well, kurasa aku butuh secangkir teh. Boleh aku membuat teh dahulu?” tanya ku.

“Silahkan saja...”

Aku bergegas pergi membuat teh hangat di dapur.

[...]

Terpopuler

Comments

Lilaura Callisto⚡

Lilaura Callisto⚡

oke aku dah mampir kak

2022-06-09

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!