Aku tidak tahu apa yang salah dengan adik ku, tindakannya kali ini diluar kendaliku.
Well, aku memang salah karena membiarkannya pergi membawa pisau. Jika aku tahu dia pergi untuk menyekap maid-maid itu. Tentu saja aku akan melarangnya.
Tindakannya kali ini akan memancing mata-mata lain untuk waspada dan pihak kerajaan akan mengetahui hal ini.
Aku teringat akan satu hal sebelum diri ku mati. Pada saat itu ada seorang gadis Elf yang memiliki kemampuan sihir rekayasa ingatan. Kekuatannya sangat hebat bahkan ia dilirik oleh kerajaan untuk menjadi bagian mata-mata mereka yang bertugas untuk menyadap informasi dari mata-mata yang tertangkap.
Saat itu, seluruh jaringan informasi ku begitu ketakutan.
Siapa yang tidak panik saat seseorang memasuki pikiran mereka? Gadis Elf itu sangat berbahaya. Sebelum pihak kerajaan mendapatkannya, aku harus merebutnya!
Saat ini, perlombaan dengan waktu dimulai. Aku bisa merasakan tindakan adik ku yang diluar kendali sangat merepotkan. Untungnya, beberapa informasi kecil dan jaringan mata-mata kerajaan berada ditanganku.
Terimakasih! Aku akan menggunakan informasi ini sebaik-baiknya.
Oh, aku perlu beberapa kue manis untu adik ku. Sebagai hadiah dan jaminan hubungan baik kami.
Kakak macam apa yang takut dengan adiknya? Yep, itu adalah aku!
[...]
Saat makan malam, permintaan kecil ku menarik perhatian kedua orang tua ku.
"Ayah, bisakah aku mempelajari sihir lebih awal?" pinta ku.
Tentu saja, permintaan ku ini sedikit di luar dugaan mereka karena saat ini aku masih belum memiliki kemampuan sihir.
Di dunia ini, sihir diberikan dengan cara pemurnian diri yang dilakukan oleh Priestess. Aku sangat meragukan mereka pada awalnya, karena kekuatan yang ku miliki saat itu hanyalah 'Alter Dream'. Kemampuan untuk melihat dunia lain, tapi sangat tidak berguna di dunia ini. Sekali lagi, itu karena teknologi dunia ini berbeda dengan mimpi yang kulihat.
"Ada angin apa ini? tidak biasanya Karl meminta sesuatu. Apa ada seorang gadis yang ingin kau tarik perhatiannya?" balas Ayah ku.
Apa yang kau katakan Ayah? Mana mungkin ada gadis yang tertarik kepadaku. Bahkan di kehidupan sebelumnya, aku ditolak mentah-mentah loh!
Tiba-tiba saja tubuh ku merasakan sesuatu. Aku melihat ke samping ku dan mendapati Chiyuki menatap tajam ke arah ku.
Kenapa ini?
Kenapa kau menatap ku seperti itu?
Apa yang salah disini?
Aku memutar otak ku dan berusaha memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini.
Ah!
Sebuah ide kecil muncul, itu sedikit gila dan layak untuk dicoba.
"Ada satu gadis yang ingin ku lindungi, Ayah" balas ku.
"!"
Aku bisa mendengar alat makan yang ada di meja makan terjatuh.
Eh? apa segitu mencengangkannya ucapan ku ini?
"O-OOO-Oni-sama!!" Chiyuki dengan suara terbata-batanya segera meremas lengan ku.
Rasanya sedikit sakit, tapi tatapan tajam membunuhnya jauh lebih sakit!
"Apa aku salah untuk melindungi mu, Chiyuki?"
"Eh?"
Aku segera memeluk Chiyuki dengan erat, Mengecup keningnya dengan lembut, dan mengelus rambutnya.
"Tentu saja, aku ingin melindungi mu setelah apa yang terjadi."
Tubuh ku bergerak secara alami, gerakan itu kurasa cukup untuk meredam rasa membunuhnya. Akan sangat mengerikan jika seseorang mati saat ini. Aku tidak ingin mengulang kejadian saat makan malam itu lagi! Cukup sekali saja aku melakukannya.
"Memangnya apa yang terjadi?" Ayah ku bertanya.
Aku tahu pertanyaan ini akan muncul. Jadi, sembari aku mengelus kepala Chiyuki. Aku menceritakan apa yang terjadi.
Tentang jaringan mata-mata kerajaan dan informasi yang telah ku kumpulkan.
Makan malam ini sedikit lebih panjang dari biasanya dan percakapan kami berlangsung hingga hari berganti pagi.
[...]
Siapa yang menyangka jika makan malam akan berubah menjadi makan pagi. Perbincangan yang kami lakukan sangat serius dan karena itu pula aku mendapat persetujuan untuk mempelajari sihir lebih awal. Terlepas dari kekuatan apa yang aku peroleh nantinya.
Nah, aku sudah tahu kekuatan apa itu.
"Karl, sejak kapan kau menyadarinya?" tanya Ibu ku.
"Mama, aku sangat peka dengan perubahan di sekitar ku" jawab singkat ku.
"Dan.. bagaimana kau tahu cara membuat serum kejujuran?" kali ini Ibu bertanya lebih dalam.
"Aku mendengarnya dari mereka."
"Ooooh.." aku bisa mendengar rasa penasaran Ibu ku yang terjawab.
"Jika keadaanya seperti ini, guru seperti apa yang kau inginkan?" tanya Ibu ku.
"Ada seorang Elf yang kurasa cocok untuk menjalankan rencana ku, dia seorang gadis Elf lebih tepatnya. Dia bertubuh kecil seperti anak tujuh tahun dan bernama Mercedes. Berdasarkan informasi yang di dapat, saat ini pihak kerajaan mulai melirik sihir uniknya untuk bergabung dalam lingkaran mata-mata mereka. Jika kita bergerak lebih cepat maka kita akan selangkah lebih maju dari pihak kerajaan." ucap ku.
"Apa kau tahu dimana dia sekarang?"
"Tentu saja, Mama."
"..."
"..."
Suasana seketika menjadi hening, kedua orang tua kami saling bertatapan untuk berdiskusi sedangkan aku sangat sibuk mengelus kepala Chiyuki yang tidur terlelap dipangkuan ku.
Sebagai gadis kecil, dia tidak tahan melawan rasa kantuknya. Itu sudah wajar bukan? Jadi aku memberinya sedikit pangkuan dan belaian kasih sayang.
Aku bisa melihat wajah cantik dan imutnya. Tentu saja, pipinya yang lembut tidak lupa ku mainkan.
Persiapan makan pagi tampaknya telah selesai.
Aku bisa melihat beberapa pelayan maid kami yang tampak pucat.
Identitas mereka sebagai mata-mata telah terdengar di telinga Ayah ku. Tapi, saat ini pemegang keputusan tertinggi adalah Ayah ku. Entah apa yang akan terjadi kepada mereka.
"Karl.." Ayah ku memanggilku.
"Jika kita berselisih dengan pihak kerajaan, apa kita bisa selamat?" tanya Ayah ku.
Aku hanya tersenyum, "Tentu saja, aku telah memikirkan beberapa rencananya dari informasi maid-maid kita."
Sembari mengatakan itu, ada beberapa maid yang mulai bergetar ketakutan.
Sebuah kecupan ringan ku rasakan, pipi ku rasanya seperti dibelai oleh lidah yang tipis. Aku menyadari Chiyuki telah bangun dan mencium pipi ku.
"Selamat pagi, Princess" canda ku.
"Onii-sama, apa kita akan bersih-bersih pagi ini?" tanya Chiyuki.
Bersih-bersih?
Rasanya.. aku menemukan sesuatu yang luar biasa dari adik ku ini.
"Yah, kurasa kita akan bersih-bersih pagi ini" ucap Ayah ku.
Sesuatu ada yang salah disini!
Kenapa mereka semua tersenyum dan memegang pisau ditangan?
Jangan bilang.. keluarga ku sudah aneh sejak dulu?
Serius dah!
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
ieru
mersedes benz
2024-03-04
0
gren3101
bau bau Karl anak pungut
2022-09-25
1
reedha
bersih-bersih dengan pisau di tangan.... oh no jangan-jangan....
2022-07-22
5