Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...

Aku tidak tahu apa yang salah dengan adik ku, tindakannya kali ini diluar kendaliku.

Well, aku memang salah karena membiarkannya pergi membawa pisau. Jika aku tahu dia pergi untuk menyekap maid-maid itu. Tentu saja aku akan melarangnya.

Tindakannya kali ini akan memancing mata-mata lain untuk waspada dan pihak kerajaan akan mengetahui hal ini.

Aku teringat akan satu hal sebelum diri ku mati. Pada saat itu ada seorang gadis Elf yang memiliki kemampuan sihir rekayasa ingatan. Kekuatannya sangat hebat bahkan ia dilirik oleh kerajaan untuk menjadi bagian mata-mata mereka yang bertugas untuk menyadap informasi dari mata-mata yang tertangkap.

Saat itu, seluruh jaringan informasi ku begitu ketakutan.

Siapa yang tidak panik saat seseorang memasuki pikiran mereka? Gadis Elf itu sangat berbahaya. Sebelum pihak kerajaan mendapatkannya, aku harus merebutnya!

Saat ini, perlombaan dengan waktu dimulai. Aku bisa merasakan tindakan adik ku yang diluar kendali sangat merepotkan. Untungnya, beberapa informasi kecil dan jaringan mata-mata kerajaan berada ditanganku.

Terimakasih! Aku akan menggunakan informasi ini sebaik-baiknya.

Oh, aku perlu beberapa kue manis untu adik ku. Sebagai hadiah dan jaminan hubungan baik kami.

Kakak macam apa yang takut dengan adiknya? Yep, itu adalah aku!

[...]

Saat makan malam, permintaan kecil ku menarik perhatian kedua orang tua ku.

"Ayah, bisakah aku mempelajari sihir lebih awal?" pinta ku.

Tentu saja, permintaan ku ini sedikit di luar dugaan mereka karena saat ini aku masih belum memiliki kemampuan sihir.

Di dunia ini, sihir diberikan dengan cara pemurnian diri yang dilakukan oleh Priestess. Aku sangat meragukan mereka pada awalnya, karena kekuatan yang ku miliki saat itu hanyalah 'Alter Dream'. Kemampuan untuk melihat dunia lain, tapi sangat tidak berguna di dunia ini. Sekali lagi, itu karena teknologi dunia ini berbeda dengan mimpi yang kulihat.

"Ada angin apa ini? tidak biasanya Karl meminta sesuatu. Apa ada seorang gadis yang ingin kau tarik perhatiannya?" balas Ayah ku.

Apa yang kau katakan Ayah? Mana mungkin ada gadis yang tertarik kepadaku. Bahkan di kehidupan sebelumnya, aku ditolak mentah-mentah loh!

Tiba-tiba saja tubuh ku merasakan sesuatu. Aku melihat ke samping ku dan mendapati Chiyuki menatap tajam ke arah ku.

Kenapa ini?

Kenapa kau menatap ku seperti itu?

Apa yang salah disini?

Aku memutar otak ku dan berusaha memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini.

Ah!

Sebuah ide kecil muncul, itu sedikit gila dan layak untuk dicoba.

"Ada satu gadis yang ingin ku lindungi, Ayah" balas ku.

"!"

Aku bisa mendengar alat makan yang ada di meja makan terjatuh.

Eh? apa segitu mencengangkannya ucapan ku ini?

"O-OOO-Oni-sama!!" Chiyuki dengan suara terbata-batanya segera meremas lengan ku.

Rasanya sedikit sakit, tapi tatapan tajam membunuhnya jauh lebih sakit!

"Apa aku salah untuk melindungi mu, Chiyuki?"

"Eh?"

Aku segera memeluk Chiyuki dengan erat, Mengecup keningnya dengan lembut, dan mengelus rambutnya.

"Tentu saja, aku ingin melindungi mu setelah apa yang terjadi."

Tubuh ku bergerak secara alami, gerakan itu kurasa cukup untuk meredam rasa membunuhnya. Akan sangat mengerikan jika seseorang mati saat ini. Aku tidak ingin mengulang kejadian saat makan malam itu lagi! Cukup sekali saja aku melakukannya.

"Memangnya apa yang terjadi?" Ayah ku bertanya.

Aku tahu pertanyaan ini akan muncul. Jadi, sembari aku mengelus kepala Chiyuki. Aku menceritakan apa yang terjadi.

Tentang jaringan mata-mata kerajaan dan informasi yang telah ku kumpulkan.

Makan malam ini sedikit lebih panjang dari biasanya dan percakapan kami berlangsung hingga hari berganti pagi.

[...]

Siapa yang menyangka jika makan malam akan berubah menjadi makan pagi. Perbincangan yang kami lakukan sangat serius dan karena itu pula aku mendapat persetujuan untuk mempelajari sihir lebih awal. Terlepas dari kekuatan apa yang aku peroleh nantinya.

Nah, aku sudah tahu kekuatan apa itu.

"Karl, sejak kapan kau menyadarinya?" tanya Ibu ku.

"Mama, aku sangat peka dengan perubahan di sekitar ku" jawab singkat ku.

"Dan.. bagaimana kau tahu cara membuat serum kejujuran?" kali ini Ibu bertanya lebih dalam.

"Aku mendengarnya dari mereka."

"Ooooh.." aku bisa mendengar rasa penasaran Ibu ku yang terjawab.

"Jika keadaanya seperti ini, guru seperti apa yang kau inginkan?" tanya Ibu ku.

"Ada seorang Elf yang kurasa cocok untuk menjalankan rencana ku, dia seorang gadis Elf lebih tepatnya. Dia bertubuh kecil seperti anak tujuh tahun dan bernama Mercedes. Berdasarkan informasi yang di dapat, saat ini pihak kerajaan mulai melirik sihir uniknya untuk bergabung dalam lingkaran mata-mata mereka. Jika kita bergerak lebih cepat maka kita akan selangkah lebih maju dari pihak kerajaan." ucap ku.

"Apa kau tahu dimana dia sekarang?"

"Tentu saja, Mama."

"..."

"..."

Suasana seketika menjadi hening, kedua orang tua kami saling bertatapan untuk berdiskusi sedangkan aku sangat sibuk mengelus kepala Chiyuki yang tidur terlelap dipangkuan ku.

Sebagai gadis kecil, dia tidak tahan melawan rasa kantuknya. Itu sudah wajar bukan? Jadi aku memberinya sedikit pangkuan dan belaian kasih sayang.

Aku bisa melihat wajah cantik dan imutnya. Tentu saja, pipinya yang lembut tidak lupa ku mainkan.

Persiapan makan pagi tampaknya telah selesai.

Aku bisa melihat beberapa pelayan maid kami yang tampak pucat.

Identitas mereka sebagai mata-mata telah terdengar di telinga Ayah ku. Tapi, saat ini pemegang keputusan tertinggi adalah Ayah ku. Entah apa yang akan terjadi kepada mereka.

"Karl.." Ayah ku memanggilku.

"Jika kita berselisih dengan pihak kerajaan, apa kita bisa selamat?" tanya Ayah ku.

Aku hanya tersenyum, "Tentu saja, aku telah memikirkan beberapa rencananya dari informasi maid-maid kita."

Sembari mengatakan itu, ada beberapa maid yang mulai bergetar ketakutan.

Sebuah kecupan ringan ku rasakan, pipi ku rasanya seperti dibelai oleh lidah yang tipis. Aku menyadari Chiyuki telah bangun dan mencium pipi ku.

"Selamat pagi, Princess" canda ku.

"Onii-sama, apa kita akan bersih-bersih pagi ini?" tanya Chiyuki.

Bersih-bersih?

Rasanya.. aku menemukan sesuatu yang luar biasa dari adik ku ini.

"Yah, kurasa kita akan bersih-bersih pagi ini" ucap Ayah ku.

Sesuatu ada yang salah disini!

Kenapa mereka semua tersenyum dan memegang pisau ditangan?

Jangan bilang.. keluarga ku sudah aneh sejak dulu?

Serius dah!

[...]

Terpopuler

Comments

ieru

ieru

mersedes benz

2024-03-04

0

gren3101

gren3101

bau bau Karl anak pungut

2022-09-25

1

reedha

reedha

bersih-bersih dengan pisau di tangan.... oh no jangan-jangan....

2022-07-22

5

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!