Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...

“Ini Master Plan yang kau buat?” tanya Ayah ku.

Aku hanya bisa memberi jawaban positif dengan anggukan kecil kepala ku. Kali ini, makan siang kami diisi dengan rapat penting yang dihadiri oleh keluarga kecil ini. Ayah ku, Ibu ku, dan Chiyuki memiliki peran tersendiri di Master Plan yang ku buat. Memanfaatkan setiap titik kesempatan yang terjadi.

Master Plan yang ku buat adalah hasil dari kerja keras mengurung diri bersama Chiyuki. Di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan kepedihan, kesedihan, kemalangan, dan permohonan keberuntungan.

Aku berhasil menciptakan Master Plan yang lebih baik dari kehidupan ku sebelumnya. Jika di kehidupan sebelumnya adalah rencana penanggulangan pasca bencana, sekarang adalah penanggulangan pra bencana.

Sedia payung sebelum hujan!

Yah, kurasa itu sangat cocok dengan ini.

Laporan yang berisi 1000 halaman itu tampak sangat menawan. Kerja keras ku akhirnya sampai di tahap perkembangan dari rencana awal.

“Secara garis besar.. aku mengerti tapi.. revolusi militer?” tanya Ayah ku.

“Gagasan utama ku di dalamnya adalah memanfaatkan potensi dari Mercedes, mengembangkan senjata sihir, mengubah sistem komando militer, perubahan taktik, penempatan titik strategis, dan pembagian kekuatan menjadi tiga bagian. Dengan keuangan kita saat ini, kita bisa menghemat setelah memangkas beberapa tikus-tikus yang tertinggal. Tentu saja, ada sekolah ulang untuk mereka yang masih bertahan di militer kita.”

“Sangat menarik.. bagaimana tingkat keberhasilannya?”

“12% dan sudah termasuk dengan jaminan kesetiaan mereka sebesar 88%.”

“Hoho.. aku tak sabar dengan pelaksanaan ini, kapan ini dilaksanakan?”

“Bagaimana setelah acara yang tidak berguna itu?”

“Acara yang tidak berguna? Ah, maksud mu itu”

“Ya, itu..! kita akan melanjutkan tahapan ini sedikit demi sedikit setelah acara tidak berguna itu.”

“Yah.. aku sedikit mengerti, Karl. Lanjut ke topik selanjutnya.. revolusi bahan pangan?”

“Ah, itu terpikirkan setelah melihat laporan gagal panen kita di tahun-tahun sebelumnya. Itu sedikit membuat ku gelisah karena wilayah kita sangat luas. Apa perlu kita mengadakan seleksi alam untuk mengurangi jumlah penduduk?” jawab ku.

“Haaaa?” Ayah ku terkejut mendengar jawaban ku.

“Yah, ini itu kan? Banyaknya jumlah mulut untuk diberi makan sebanding dengan jumlah daging yang disediakan. Mengurangi beberapa mulut jauh lebih efektif untuk menghemat bahan pangan.”

“Aku paham maksud mu, Karl. Tapi tolong jangan bersikap tirani seperti itu.”

“Ah, maaf.. karena itulah.. aku berencana memanfaatkan monster liar dan tumbuhan liar di Hutan Besar Flora. Beberapa laporan yang masuk mengatakan beberapa suku pedalaman wilayah kita telah berhasil menjinakkan hewan liar dan memakan daging, telur, susu, dari hewan liar tersebut.. ah.. maaf.. bukan hewan tapi monster.”

Aku bisa mendengar Ayah terkejut.

“Dan.. mereka tidak menunjukan reaksi apa pun. Bisa dipastikan itu aman.”

Kali ini, Ayah ku menghembuskan nafas lega.

“Well, untuk tanaman.. beberapa diantaranya beracun dan bisa dijadikan bahan khusus untuk ruang interogasi kita.”

“Dari mana kau dapat informasi seperti ini sih, Karl?”

“Latihan...”

“Hah?”

“Eh.. ah.. maksud ku kabar burung.. yak.. kabar burung!” mendengar jawab ku yang ambigu. Ayah ku memandang ku dengan tatapan sinis.

Aku bisa mendengar Chiyuki tertawa di samping ku.

“Firasat ku mengatakan jika Chiyuki membantu mu dalam hal ini.”

“Tentu saja! Onii-sama benar-benar hebat membedakan tumbuhan yang beracun dan tidak. Aku sangat senang melihat mereka tidak mati sia-sia.” Balas Chiyuki.

Hey, Chiyuki.. pelan kan suara mu.

“Oh, mereka yang itu?” tanya Ayah ku.

“Ya.. mereka yang itu!" jawab Chiyuki.

“Kalau mereka masih berguna, gunakan mereka dengan baik, Karl!"

“Tentu saja, Ayah!" balas ku.

Inti dari makan siang ini adalah..

Laporan yang tidak manusiawi dari ku disetujui begitu saja..

Keadaan membuat seseorang berubah.. begitu pula dengan keluarga ini..

Sesuatu di dalam diri ku perlahan menjadi liar.

Mengesampingkan hati nurani manusia untuk melindungi manusia ternyata sangat menyenangkan.

Aku tidak sabar jika ide ini mulai dijalankan.

Akan seperti apa penderitaan mereka?

[...]

Terpopuler

Comments

Diasa Putra

Diasa Putra

bruh 1 keluarga reinkarnasi kecuali ade nya

2023-12-23

2

reedha

reedha

Seleksi alam...serious? isn't it a lil bit cruel? please Karl jangan lakukan itu

2022-08-08

6

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2 Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3 Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4 Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5 Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6 Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7 Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8 Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9 Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10 Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11 Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12 Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13 Chapter 13 - Master x Servant
14 Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15 Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16 Chapter 16 - Bandit Badluck
17 Chapter 17 - Obrolan Malam
18 Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19 Chapter 19 - Serangan Naga
20 Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21 Chapter 21 - Gua Misterius
22 Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23 Chapter 23 - Rencana Update
24 Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25 Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26 Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27 Chapter 27 - Rumor Kudeta
28 Chapter 28 - Menjadi Sensei
29 Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30 Chapter 30 - Seni Berburu
31 Chapter 31 - Kaldu Manis
32 Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33 Chapter 33 - Curhatan Malam
34 Chapter 34 - Chiyuki Demam
35 Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36 Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37 Chapter 37 - Seni Berperang
38 Chapter 38 - Perang Dingin
39 Chapter 39 - Undangan Persidangan
40 Chapter 40 - Burung Langit
41 Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42 Chapter 42 - Dewi Kematian
43 Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44 Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45 Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46 Chapter 46 - M-Mama?
47 Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48 Chapter 48 - Angel of Death
49 Chapter 49 - Tamu Istimewa
50 Chapter 50 - Akhir Peperangan
51 Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52 Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53 Chapter 53 - Akademi Kecil
54 Chapter 54 - Ego Bangsawan
55 Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56 Chapter 56 - Trigger Discipline
57 Chapter 57 - Living Target
58 Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59 Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60 Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61 Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62 Chapter 62 - Persiapan Kecil
63 Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64 Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65 Chapter 65 - Donasi Kuil
66 Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67 Chapter 67 - Pertarungan Suci
68 Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69 Chapter 69 - Langit Sore
70 Chapter 70 - Daging Kaleng
71 Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72 Chapter 72 - Lintas Generasi
73 Chapter 73 - Halusinasi
74 Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75 Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76 Chapter 76 - Akademi Malam
77 Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78 Chapter 78 - Simulasi
79 Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80 Chapter 80 - Spy in Action??
81 Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82 Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83 Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84 Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85 Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86 Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87 Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88 Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89 Chapter 89 - Ivan & Selena
90 Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91 Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92 Chapter 92 - Altar Kuil
93 Chapter 93 - Fakta Kecil
94 Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95 Chapter 95 - Persiapan Perang
96 Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97 Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98 Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99 Chapter 99 - Selamat Tinggal
100 Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101 Author Note
102 *DEMOKRASI TERTUTUP*
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Adik Kecil yang Imut, tapi... (Prolog)
2
Chapter 2 - Adik Ku Menakutkan, tapi...
3
Chapter 3 - Kebersamaan di Taman, tapi..
4
Chapter 4 - Bunga yang Indah, tapi...
5
Chapter 5 - Keluarga Harmonis, tapi...
6
Chapter 6 - Hari yang Damai tanpa tapi...
7
Chapter 7 - Pelukan Hangat, tapi...
8
Chapter 8 - Re:Counter Plan ...
9
Chapter 9 - Kebenaran yang Manis...
10
Chapter 10 - Tirani Kecil yang Manis...
11
Chapter 11 - Pertandingan Catur, tapi...
12
Chapter 12 - Kekalahan Pertama
13
Chapter 13 - Master x Servant
14
Chapter 14 - Gelisah sang Raja
15
Chapter 15 - Mencari Blacksmith, tapi...
16
Chapter 16 - Bandit Badluck
17
Chapter 17 - Obrolan Malam
18
Chapter 18 - Hasil Kerja Keras Bagai Kuda
19
Chapter 19 - Serangan Naga
20
Chapter 20 - Menuju Sarang Naga
21
Chapter 21 - Gua Misterius
22
Chapter 22 - Tutorial Genosida Naga
23
Chapter 23 - Rencana Update
24
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..
25
Chapter 25 - Teknik Merampok Merchant
26
Chapter 26 - Pembangunan Ulang
27
Chapter 27 - Rumor Kudeta
28
Chapter 28 - Menjadi Sensei
29
Chapter 29 - Chiyuki Sensei
30
Chapter 30 - Seni Berburu
31
Chapter 31 - Kaldu Manis
32
Chapter 32 - Gadis Serigala, Hime-chan!
33
Chapter 33 - Curhatan Malam
34
Chapter 34 - Chiyuki Demam
35
Chapter 35 - Rencana Chiyuki
36
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?
37
Chapter 37 - Seni Berperang
38
Chapter 38 - Perang Dingin
39
Chapter 39 - Undangan Persidangan
40
Chapter 40 - Burung Langit
41
Chapter 41 - Ide Buruk, tapi menarik..
42
Chapter 42 - Dewi Kematian
43
Chapter 43 - Kejutan Tetangga Sebelah
44
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga
45
Chapter 45 - Pembersihan itu Menjijikan
46
Chapter 46 - M-Mama?
47
Chapter 47 - Sifat Kekanakan Mama
48
Chapter 48 - Angel of Death
49
Chapter 49 - Tamu Istimewa
50
Chapter 50 - Akhir Peperangan
51
Chapter 51 - Masa Depan adalah Misteri
52
Chapter 52 - Undangan Pihak Kuil
53
Chapter 53 - Akademi Kecil
54
Chapter 54 - Ego Bangsawan
55
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan
56
Chapter 56 - Trigger Discipline
57
Chapter 57 - Living Target
58
Chapter 58 - Taring Kecil yang Bangkit
59
Chapter 59 - Ancaman yang Berkembang
60
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan
61
Chapter 61 - Spymaster Handal, tapi..
62
Chapter 62 - Persiapan Kecil
63
Chapter 63 - Jawaban dari Pertanyaan Kecil
64
Chapter 64 - Kerajaan Flora Kembali Berulah..
65
Chapter 65 - Donasi Kuil
66
Chapter 66 - Permintaan Gadis Kuil
67
Chapter 67 - Pertarungan Suci
68
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai
69
Chapter 69 - Langit Sore
70
Chapter 70 - Daging Kaleng
71
Chapter 71 - Kabar Baik dan Kabar Buruk
72
Chapter 72 - Lintas Generasi
73
Chapter 73 - Halusinasi
74
Chapter 74 - Rahasia Chiyuki
75
Chapter 75 - Kewajiban Kecil
76
Chapter 76 - Akademi Malam
77
Chapter 77 - Candaan Kecil untuk Mata-Mata
78
Chapter 78 - Simulasi
79
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!
80
Chapter 80 - Spy in Action??
81
Chapter 81 - SPY WAR (Bagian 1)
82
Chapter 82 - SPY WAR (Bagian 2)
83
Chapter 83 - Kondisi Kerajaan Abzien
84
Chapter 84 - Pernikahan Mendadak?
85
Chapter 85 - SPY WAR (Bagian 3)
86
Chapter 86 - SPY WAR (Bagian 4)
87
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)
88
Chapter 88 - SPY WAR (Bagian 6)
89
Chapter 89 - Ivan & Selena
90
Chapter 90 - Kunjungan Malam Kerajaan Abzien
91
Chapter 91 - Serangan Mayat Hidup, tapi..
92
Chapter 92 - Altar Kuil
93
Chapter 93 - Fakta Kecil
94
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan
95
Chapter 95 - Persiapan Perang
96
Chapter 96 - Perkenalan dari Bencana
97
Chapter 97 - Dampak Perang Nuklir
98
Chapter 98 - Hancurnya Batas Antar Kerajaan
99
Chapter 99 - Selamat Tinggal
100
Chapter 100 - Kehidupan Kedua yang Penuh Cobaan (Epilog - Volume 1 END)
101
Author Note
102
*DEMOKRASI TERTUTUP*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!