“Ini Master Plan yang kau buat?” tanya Ayah ku.
Aku hanya bisa memberi jawaban positif dengan anggukan kecil kepala ku. Kali ini, makan siang kami diisi dengan rapat penting yang dihadiri oleh keluarga kecil ini. Ayah ku, Ibu ku, dan Chiyuki memiliki peran tersendiri di Master Plan yang ku buat. Memanfaatkan setiap titik kesempatan yang terjadi.
Master Plan yang ku buat adalah hasil dari kerja keras mengurung diri bersama Chiyuki. Di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan kepedihan, kesedihan, kemalangan, dan permohonan keberuntungan.
Aku berhasil menciptakan Master Plan yang lebih baik dari kehidupan ku sebelumnya. Jika di kehidupan sebelumnya adalah rencana penanggulangan pasca bencana, sekarang adalah penanggulangan pra bencana.
Sedia payung sebelum hujan!
Yah, kurasa itu sangat cocok dengan ini.
Laporan yang berisi 1000 halaman itu tampak sangat menawan. Kerja keras ku akhirnya sampai di tahap perkembangan dari rencana awal.
“Secara garis besar.. aku mengerti tapi.. revolusi militer?” tanya Ayah ku.
“Gagasan utama ku di dalamnya adalah memanfaatkan potensi dari Mercedes, mengembangkan senjata sihir, mengubah sistem komando militer, perubahan taktik, penempatan titik strategis, dan pembagian kekuatan menjadi tiga bagian. Dengan keuangan kita saat ini, kita bisa menghemat setelah memangkas beberapa tikus-tikus yang tertinggal. Tentu saja, ada sekolah ulang untuk mereka yang masih bertahan di militer kita.”
“Sangat menarik.. bagaimana tingkat keberhasilannya?”
“12% dan sudah termasuk dengan jaminan kesetiaan mereka sebesar 88%.”
“Hoho.. aku tak sabar dengan pelaksanaan ini, kapan ini dilaksanakan?”
“Bagaimana setelah acara yang tidak berguna itu?”
“Acara yang tidak berguna? Ah, maksud mu itu”
“Ya, itu..! kita akan melanjutkan tahapan ini sedikit demi sedikit setelah acara tidak berguna itu.”
“Yah.. aku sedikit mengerti, Karl. Lanjut ke topik selanjutnya.. revolusi bahan pangan?”
“Ah, itu terpikirkan setelah melihat laporan gagal panen kita di tahun-tahun sebelumnya. Itu sedikit membuat ku gelisah karena wilayah kita sangat luas. Apa perlu kita mengadakan seleksi alam untuk mengurangi jumlah penduduk?” jawab ku.
“Haaaa?” Ayah ku terkejut mendengar jawaban ku.
“Yah, ini itu kan? Banyaknya jumlah mulut untuk diberi makan sebanding dengan jumlah daging yang disediakan. Mengurangi beberapa mulut jauh lebih efektif untuk menghemat bahan pangan.”
“Aku paham maksud mu, Karl. Tapi tolong jangan bersikap tirani seperti itu.”
“Ah, maaf.. karena itulah.. aku berencana memanfaatkan monster liar dan tumbuhan liar di Hutan Besar Flora. Beberapa laporan yang masuk mengatakan beberapa suku pedalaman wilayah kita telah berhasil menjinakkan hewan liar dan memakan daging, telur, susu, dari hewan liar tersebut.. ah.. maaf.. bukan hewan tapi monster.”
Aku bisa mendengar Ayah terkejut.
“Dan.. mereka tidak menunjukan reaksi apa pun. Bisa dipastikan itu aman.”
Kali ini, Ayah ku menghembuskan nafas lega.
“Well, untuk tanaman.. beberapa diantaranya beracun dan bisa dijadikan bahan khusus untuk ruang interogasi kita.”
“Dari mana kau dapat informasi seperti ini sih, Karl?”
“Latihan...”
“Hah?”
“Eh.. ah.. maksud ku kabar burung.. yak.. kabar burung!” mendengar jawab ku yang ambigu. Ayah ku memandang ku dengan tatapan sinis.
Aku bisa mendengar Chiyuki tertawa di samping ku.
“Firasat ku mengatakan jika Chiyuki membantu mu dalam hal ini.”
“Tentu saja! Onii-sama benar-benar hebat membedakan tumbuhan yang beracun dan tidak. Aku sangat senang melihat mereka tidak mati sia-sia.” Balas Chiyuki.
Hey, Chiyuki.. pelan kan suara mu.
“Oh, mereka yang itu?” tanya Ayah ku.
“Ya.. mereka yang itu!" jawab Chiyuki.
“Kalau mereka masih berguna, gunakan mereka dengan baik, Karl!"
“Tentu saja, Ayah!" balas ku.
Inti dari makan siang ini adalah..
Laporan yang tidak manusiawi dari ku disetujui begitu saja..
Keadaan membuat seseorang berubah.. begitu pula dengan keluarga ini..
Sesuatu di dalam diri ku perlahan menjadi liar.
Mengesampingkan hati nurani manusia untuk melindungi manusia ternyata sangat menyenangkan.
Aku tidak sabar jika ide ini mulai dijalankan.
Akan seperti apa penderitaan mereka?
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Diasa Putra
bruh 1 keluarga reinkarnasi kecuali ade nya
2023-12-23
2
reedha
Seleksi alam...serious? isn't it a lil bit cruel? please Karl jangan lakukan itu
2022-08-08
6