Terkadang kabar baik dan kabar buruk bisa datang bersamaan.
Kabar mengenai serangan naga yang datang ke telinga ku langsung memberi pertanda akan adanya tumbal hidup untuk menguji senjata-senjata ini.
Anggap saja Dewi Keberuntungan ada di pihak kami kali ini.
Langsung saja aku mengarahkan kendaraan ini memasuki pertempuran pertamanya. Senjata yang terpasang di kendaraan ini siap untuk ******* apa saja yang menjadi targetnya.
Perjalanan yang terjadi tiba-tiba ini sedikit menarik perhatian beberapa orang. Mungkin mereka penasaran dengan kendaraan besi ini yang melesat begitu cepat melewati mereka. Kami tiba di salah satu monster naga yang tergeletak diatas tanah.
Setelah kami berhenti, Ayah ku lalu keluar dari kendaraan ini dan menemui prajurit yang sedang menjaga mayat naga itu.
“Apa yang terjadi?” tanya Ayah ku.
“Duke! Lihat ini! keadaan gawat! Naga-naga ini sedang menyerang kita!” ucap salah satu prajurit.
Tanpa di jelaskan, seharusnya Ayah ku sudah mengerti apa yang sedang terjadi.
“Apa ada korban terluka?”
“Saat ini Kapten tengah menahan ratusan monster yang berusaha menyerang desa ini.”
“Karl!”
Mendengar adanya pertempuran yang masih berlangsung, Ayah ku menatap ku yang ada di dalam kendaraan ini. Ia lalu bergegas masuk kembali dan ingin bergabung dalam pertempuran mempertahankan desa yang dekat dengan kediaman kami.
Tanggung jawab sebagai Duke memaksanya nekat seperti ini.
Well, tujuan ku akan sedikit tercapai.. jadi apa salahnya?
Dengan informasi yang di dapat Sebastian dan prajurit itu. Kami bergerak dengan cepat hingga ke titik luar desa dan benar saja.. pertempuran melawan naga-naga masih berlanjut.
Naga yang kami hadapi memiliki ukuran tubuh yang kecil namun dengan sayap di punggungnya membuat prajurit kami kesulitan mengatasinya. Gerakan mereka yang lincah cukup menambah kesulitan untuk menebas mereka.
Sihir pendeteksi menampilkan titik-titik kecil berjumlah 210. Melihat ada begitu banyak naga-naga kecil yang berkeliaran, Ayah ku langsung keluar dari kendaraan ini dan mengambil salah satu pedang yang menganggur.
“Berani sekali kalian menyerang orang-orang ku!!” bagaikan barbarian yang keluar dari gua, Ayah ku dengan kekuatan penuhnya segera berlari dan menebas naga-naga kecil itu.
“Eh? Duke?”
“Are? Duke??”
“Walah.. Duke?”
Melihat Ayah ku yang tiba-tiba bergabung dalam pertempuran membuat fokus pertempuran terbagi menjadi dua bagian. Melihat pertempuran yang kembali berlanjut, aku segera keluar menggunakan lubang palka senapan mesin 20mm.
“Eh, bahkan Karl-sama disini juga? Dan kendaraan apa itu?”
“Apa itu?”
“Kereta kuda besi?”
“Kenapa ada Karl-sama disini? Bukankah ini tempat berbahaya?”
“Duke saja ada disini, tidak masalah jika Karl-sama disini kan?”
Aku bisa mendengar suara-suara mereka yang penasaran dengan kehadiran Ayah ku dan diri ku disini.
Berbeda dengan Ayah ku yang memiliki jalan ksatria untuk mempertahankan desa tercinta ini, aku lebih memilih jalur pengecut yang duduk terdiam sembari melontarkan muntahan peluru 20mm.
Aku segera mengambil sabuk peluru dan memasangnya pada senapan mesin yang ada di hadapan ku. Menarik pin pengaman dan mengarahkan senapan mesin ini pada naga-naga kecil itu.
“Ekhem! Semuanya! Tolong tutup telinga kalian!” ucap ku.
Tanpa basa-basi yang lama, aku lalu menarik pelatuk ini dan melontarkan ratusan peluru yang menghujani naga-naga kecil itu.
*20mm goes brrrrrttttttttt noises*
Ribuan peluru yang keluar dan suara bisingnya langsung menarik perhatian semua prajurit yang ada disini.
Selongsong peluru kosong yang bertebaran seketika menumpuk menjadi gunung.
Naga-naga yang mendengar suara ini tiba-tiba panik dan terbang menjauh. Namun, kecepatan terbang mereka masih kalah oleh kecepatan peluru ini.
Armor kebanggaan mereka tak mampu melindungi tubuh mereka.
“EAT THIS MOTHERF#$%&R!!!” sembari mengatakan itu.. aku mulai tertawa menikmati pembantaian sepihak ini.
Pembataian ini..
Sangat menyenangkan ternyata!
Ku rasa.. aku memiliki hobi baru untuk membantai ras yang lemah.
Lagipula, ini sangat menyenangkan!
Oh, tidak!
Aku mulai ketagihan dengan sensasi ini.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments