“Ah~ nikmatnya berendam air hangat setelah seharian sibuk..”
“Ya, enak sekali setelah menyelesaikan masalah lalu timbul masalah lainnya. Sekarang bisa kau jelaskan bagaimana kau berangkat hanya untuk mencari blacksmith namun pulang membawa mayat monster dan mayat ketua bandit?”
Apa ini?
Kenapa berendam air hangat rasanya seperti di interogasi seolah melakukan kejahatan?
“Ya, bagaimana lagi? Itu bukan keadaan yang di rencanakan” balas ku.
“Memang sih.. tapi bagaimana cara ku menjelaskan adanya monster naga yang berkeliaran dekat pemukiman warga? Mereka akan panik, Hans!”
“Tentang itu, Mercedes dan Chiyuki sedang mengurusnya. Hanya tuhan yang tahu apa yang sedang mereka lakukan setelah mengambil panzerfaust yang tersisa.”
“Well, dengan senjata seperti itu aku jadi khawatir dengan monster-monster itu dibandingkan mereka.”
“Yah.. namanya juga senjata peledak. Berharap saja mereka tidak merusak alam sekitar.”
“Haaaah~”
“Haaaaaah~”
Ayah ku dan aku menghembuskan nafas berat bersamaan. Kami berdua paham mengenai tingkah laku Chiyuki. Setelah kami kembali ke rumah, perhatian orang tua kami tertuju pada benda yang selalu di bawa Chiyuki. Benda itu tidak berbahaya asalkan pin pengamannya masih terpasang.
Reaksi kedua orang tua kami setelah mengetahui benda berbahaya itu adalah terdiam seribu bahasa. Semua tuduhan mengarah pada ku karena membuat Chiyuki terobsesi pada senjata mengerikan.
Mereka terlihat seperti mengingat luka lama yang muncul kembali.
“Oh, ngomong-ngomong.. apa aku boleh mengganti kereta kuda kita? Melihat kejadian yang telah terjadi.. aku lebih suka menabrak mereka daripada berhenti lalu menembaki mereka. Rasanya seperti ada yang kurang.. tapi yah.. aku ingin kereta kuda yang kokoh!”
“...” ayah ku terdiam setelah mendengar keluhan ku.
“Aku merasa, kau dan Chiyuki memiliki kesamaan.”
“Hah? Apaan?” aku termenung setelah mendengar ucapan Ayah ku.
“Tidak apa-apa, memangnya kereta kuda macam apa yang kau mau?”
“Pertama, aku butuh kereta yang lumayan besar untuk mengangkut kita semua.”
“Hoou, semacam kereta keluarga gitu?”
“Uhuh! Lalu terdapat armor yang melekat di seluruh sisinya.”
“Aku sedikit kasihan dengan kuda-kuda yang akan menariknya. Biasanya kereta seperti itu hanya digunakan oleh Jendral saat berperang untuk memastikan keamanannya.”
“Tenang saja Ayah, kita tidak butuh kuda untuk mengerakkannya.”
“Eh???” kali ini, Ayah ku menatap ku dengan tatapan mata yang tidak biasa.
“Bagaimana pun juga, kereta itu digerakkan oleh generator sihir yang sedang ku kembangkan.”
“Tunggu! Kau mengembangkan generator sihir? Bukan kah itu penemuan gagal tahun lalu?”
“Yah, mereka gagal karena beberapa bagian yang dibutuhkan kurang di dalamnya. Sebenarnya mereka butuh katalis sihir yang tepat untuk melancarkan aliran sihir yang disimpan. Namun, generator sihir yang ku rancang ini bukanlah generator sihir yang murni digerakan oleh sihir. Dia membutuhkan sumber daya listrik yang disimpan dalam campuran khusus alchemist untuk menghasilkan energi yang mampu mengerakkan kereta kuda itu.”
“Uwah.. rumit sekali, Karl.. bisa dipersingkat?”
“Yah, kita butuh sumber sihir untuk mengisi generator sihir kita demi menghasilkan tenaga listrik yang mampu mengerakkan kereta kuda itu.”
“Yep, rumit sekali.. sampai-sampai tidak ada perubahan dari penjelasan sebelumnya. Lalu apa lagi?”
“Kedua.. aku ingin memasang beberapa senjata berat diatasnya seperti senapan mesin, pelontar granat, pelontar tabir asap, pengelihatan thermal, rudal pengunci sasaran, dan perlengkapan anti-sihir.”
“Jika sebanyak itu, sepertinya kita butuh kontrak ekslusif dengan mereka.”
“Untuk itu.. kuserahkan bagian itu pada mu, Ayah! Lagipula.. ini juga akan menjadi kendaraan militer kita.”
“Kau memikirkannya sampai kesana?”
“Yah, lagipula kita butuh sedikit orang yang bisa dipercaya bukan? Memberikan mainan kecil seperti ini untuk pengabdian mereka bukanlah masalah yang besar.”
“Yah, kurasa mereka mampu mewujudkan impian mu itu.”
“Semoga saja, aku tidak sabar untuk mengedarainya. Kapan kita akan menemui mereka?”
“Bagaimana setelah kita selesai berendam? Lebih cepat, lebih baik bukan? Aku juga penasaran dengan kendaraan yang kau rancang itu. Tapi sekarang.. kita nikmati air hangat ini untuk melepas lelah.”
“Ah.. benar juga..”
Setelah kenikmatan dunia yang kami berdua rasakan, tersimpan sebuah rencana kasar untuk memaksa seseorang membuat kereta kuda dalam waktu semalam.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments