Tanah terlarang bersama penghuni di dalamnya hancur berkeping-keping dihantam oleh Rudal Nuklir yang ditembakkan dari Balaine. Lebih dari setengah penduduk tanah terlarang tewas, ribuan lainnya terluka dan hanya sedikit saja yang tidak terluka karena mereka memiliki Sihir yang mampu menahan ledakan nuklir tersebut.
Namun, mereka belum sepenuhnya aman, karena radiasi nuklir juga berbahaya bagi tubuh mereka, akan tetapi tiba-tiba saja di langit Ratusan Nie muncul.
“Bunuh semua! Jangan biarkan satupun yang lolos!” seru Lori dari sepeda motor yang bisa terbang tersebut.
“Ha-ha-ha... Aku tak menyangka kita akan membantai saudara kita sendiri, tapi aku tetap menikmatinya karena sudah bosan membunuh Ras lain!” sahut Grey—Prajurit Lemurian yang memiliki Sihir Petir.
Mulut Grey komat-kamit merapalkan mantera, kemudian Petir menyambar ke arah Lemurian yang berusaha menjauh dari tanah terlarang.
Lori tak ikut turun tangan menghukum para Kriminal tersebut, ia hanya memastikan Prajurit Lemurian agar tidak berbelas kasih walaupun terhadap sesama Lemurian.
Di ruang kontrol Balaine, Claf sedang menggunakan pencitraan Satelit canggih mendeteksi pergerakan Skiif atau Balaine yang menunju Peternakan—karena menurut Jenderal Randal ada kemungkinan para ternak liar itu akan menuju ke sana untuk menolong Manusia lainnya.
“Jenderal Randal sangat hebat sekali, aku mendeteksi Balaine yang tidak mau menunjukkan identitas mereka walaupun aku mengatakan ini perintah Militer!” kata Claf yang langsung mengirim data penemuannya ini ke Jenderal Randal melalui Layar Virtual.
“Kalau begitu, kita akan bersiap-siap menuju Peternakan dan Aku berharap Jenderal Sirte tak meremehkan kemampuan para ternak liar ini karena kabarnya dia berevolusi setelah menelan darah Rataka Yang Agung!” sahut Pilot Balaine.
Claf menghela nafas panjang, karena darah Rataka Yang Agung adalah simbol keberuntungan Bangsa Lemurian dan diyakini bila darah dari Leluhur Pertama Bangsa Lemurian itu jauh dari Menara Harapan—maka kesialan akan menimpa Bangsa Lemurian. Namun, itu hanya mitos saja karena Militer Bangsa Lemurian masih sanggup menaklukkan Planet lain dengan mudah beberapa hari yang lalu—padahal sudah berlalu beberapa hari setelah Bonar berevolusi.
Jenderal Randal sangat senang mendapatkan informasi dari Claf dan ia segera menyuruh Lori serta Prajurit Lemurian lainnya kembali ke Balaine, karena mereka harus segera menuju Peternakan.
...***...
Potongan tubuh berserakan di mana-mana di Peternakan setelah mesin pemotongan selesai membantai Jutaan Manusia di sana.
Jenderal Sirte kemudian memerintahkan Prajurit Lemurian memasukkan potongan tubuh manusia yang berserakan di tanah lapang ke dalam Balaine yang telah dilengkapi mesin pendingin untuk mengawetkan daging manusia tersebut.
Ratusan Balaine juga telah disiapkan untuk menampung potongan tubuh dari Jutaan manusia tersebut.
Puluhan ribu Prajurit Lemurian kemudian memindahkan potongan-potongan tubuh secara langsung dengan memungut mereka. Namun, tiba-tiba dari bawah potongan tubuh muncul Manusia yang bersembunyi di dalam tanah dan langsung menggigit leher Prajurit Lemurian yang malang itu.
“Tolong!” teriak Prajurit Lemurian berusaha mendorong tubuh Manusia yang dengan rakus menghisap darahnya.
Prajurit Lemurian yang berdiri di sebelahnya segera menembak Manusia itu yang langsung hancur berkeping-keping, karena ia belum sempat berevolusi. Namun, semakin banyak Manusia yang muncul dari bawah tanah.
Keadaan menjadi kacau, suara tembakan terdengar dari segala penjuru.
Para Manusia ini pasti berharap mereka berhasil melakukan Evolusi dan bisa melarikan diri dari Peternakan seperti yang dilakukan oleh Manusia yang dulu berhasil berevolusi.
“Berapa banyak ternak yang muncul itu?” Jenderal Sirte bertanya—karena kekacauan ini membuat banyak potongan tubuh manusia yang hancur atau hangus terbakar akibat Sihir dari Prajurit Lemurian yang panik ketika ada Manusia yang muncul disekitarnya.
“Mungkin ribuan Jenderal!” sahut Prajurit Lemurian menggunakan Sihir Matanya memilah antara Manusia dengan Lemurian di dalam Peternakan.
“Banyak juga, mereka sepertinya telah merencanakan ini dari dulu,” kata Jenderal Sirte. “Bunuh mereka semua secepat mungkin dan jangan sampai ada yang berhasil berevolusi!”
“Tolong aku!” seru Wanita berkulit putih pada Pria berkulit hitam yang bersembunyi di dalam tumpukan potongan tubuh manusia.
Wanita itu ambruk tepat di depan wajahnya dan Prajurit Lemurian yang hampir tergigit oleh wanita itu langsung menggunakan Sihir membunuhnya.
Osasa menutup matanya karena tak tega melihat kematian wanita itu. Pria dari Negara Tanzania itu merasa detak jantungnya berdegup tak karuan, dan ia takut gara-gara detak jantungnya itu Prajurit Lemurian akan menyadari keberadaannya.
“Para ternak ini benar-benar menggila, mereka tak mengenal rasa takut lagi!” gerutu Prajurit Lemurian dalam bahasa Lemurian yang tidak dimengerti oleh Osasa.
“Sabit Angin!” seru Prajurit Lemurian mengayunkan tangannya—kemudian leher Pria Latin yang tak jauh dari Osasa langsung terbelah.
Osasa terkejut dan berpikir bagaimana bisa ayunan tangan membuat kepala Pria Latin itu terbelah. Dia berpikir itu mungkin adalah Sihir yang dimiliki oleh Prajurit Lemurian ini. Dia tergoda ingin menghisap darahnya sehingga ia memiliki Sihir seperti Prajurit Lemurian itu.
“Ah, membosankan! Kenapa tak ada ternak yang berhasil berevolusi agar aku bisa bertarung secara adil!” Prajurit Lemurian berkata sombong dan berjalan di depan Osasa.
Osasa bimbang, apakah ia akan menarik kakinya atau tetap bersembunyi. Namun, ia yakin pasti akan ketahuan juga bila tetap berdiam diri di sini karena semua potongan tubuh manusia akan dipindahkan ke Pesawat raksasa aneh yang melayang di atas Peternakan.
“Ah, masa bodoh! Mati kau Alien brengsekkkkkkk!” teriak Osasa menarik kaki Prajurit Lemurian yang langsung terjatuh dan Osasa menimpuk kepalanya dengan batu. Kemudian ia menyumpal mulut Prajurit Lemurian itu dengan baju kotornya—sehingga suara teriakan dari Prajurit Lemurian itu tidak terdengar oleh Prajurit Lemurian lainnya.
Osasa mengigit leher Prajurit Lemurian dan menghisap darahnya dengan cepat. Matanya melirik sekelilingnya karena takut ada Prajurit Lemurian yang mengetahui tindakannya.
Osasa merasa dadanya terasa sangat panas, detak jantungnya berpacu terlalu cepat. “Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa dadaku seperti akan meledak saja?” Osasa merasa seperti ada yang salah dengan Evolusi-nya, tetapi ia tetap menghisap darah Prajurit Lemurian yang telah berhenti menggeliat karena ia telah kehilangan terlalu banyak darah—sehingga tidak memiliki tenaga lagi untuk memberontak melawan Osasa.
Ribuan kupu-kupu beraneka macam warna berterbangan di Peternakan—membuat Prajurit Lemurian keheranan. Apakah ini ulah Prajurit Lemurian atau Manusia yang berevolusi? Karena dalam beberapa kasus, Manusia tidak meniru Sihir dari Lemurian yang mereka hisap darahnya, akan tetapi mereka malah memunculkan Sihir jenis baru.
“Manusia!” teriak Prajurit Lemurian.
Osasa melirik ke arah Wanita yang kemungkinan berasal dari Timur Tengah yang di punggungnya muncul Sayap Kupu-Kupu, dan Osasa terkejut wanita itu cukup berani melakukan perlawanan padahal ia baru saja berevolusi.
Kupu-kupu kecil yang berterbangan langsung meledak ketika bersentuhan dengan Prajurit Lemurian—sehingga Osasa sangat bersyukur tidak mencoba menyentuh salah satu dari mereka yang terbang di depan wajahnya.
Darah dari tubuh Prajurit Lemurian yang dihisap oleh Osasa telah habis dan rasa sakit di dadanya juga telah menghilang. Kini Osasa hanya bingung, mantera apa yang digunakan Prajurit Lemurian sehingga bisa membunuh lawan hanya dengan lambaian tangan saja.
“Mati!” Osasa melambaikan tangannya, tetapi tak terjadi apapun dan yang ada beberapa Prajurit Lemurian menoleh ke arahnya.
Osasa tersenyum masam dan mundur beberapa langkah, tetapi para Prajurit Lemurian itu segera merapalkan mantera Sihir.
Sepuluh Pedang melayang di sekitar Prajurit Lemurian dan kata-kata yang terakhir keluar dari mulutnya membuat Sepuluh Pedang itu melesat ke arah Osasa yang langsung panik.
“Fire Ball!”
“Golok terbang!”.
“Nuklir!”
“Rasenggan!”
“Kamehameha!”
“Santet!”
Osasa makin panik, tak ada Sihir yang muncul dari setiap rapalan mantera Sihir yang ia ucapkan, padahal ia merasa tubuhnya kini penuh dengan energi—tetapi kenapa ia tak bisa menggunakan Sihir, apakah evolusi-nya gagal.
Osasa memejamkan matanya karena Sepuluh Pedang dari Prajurit Lemurian telah muncul di depannya. “Ah, sepertinya aku akan menyusul Jutaan Manusia yang lebih dulu pergi ke Surga!” Osasa tersenyum—menghadapi kematiannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Apuila Jowo
Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemuhwem Osas 🤣🤣
2022-09-18
1
Supandi
✍️✍️✍️👌👌😎😎
2022-06-30
2
Supandi
👍👍👍👍👍
2022-06-30
1