Bul sangat marah sekali, rumah jagalnya telah menjadi kobaran api. Dia berjalan melewati kobaran api dan langsung terkejut melihat tubuh Vuvu—Prajurit Lemurian itu kini tergeletak di aspal dengan kondisi tubuh penuh luka dan tak sadarkan diri.
Dua ternak yang telah berevolusi tampak tersenyum menatap ke arahnya, sehingga Bul yakin mereka yang telah membakar rumahnya serta melumpuhkan Vuvu.
“Kenapa gadis Lemurian bisa bersama para ternak ini?” gumam Bul mencoba menduga-duga sekuat apa lawannya ini. “Tunggu! gadis Lemurian itu adalah gadis yang mencuri darah Leluhur Pertama Bangsa Lemurian... berarti mereka ini sangat berbahaya!”
Bul segera masuk ke dalam kobaran api dan menerobos ke arah kamar—Hinata Ozawa terkurung. Dia ingin menjadikan Wanita Manusia itu sebagai sandera sebelum bala bantuan dari militer datang.
Bonar tersenyum melihat Bul malah kabur, padahal tubuhnya sangat besar dan sempat mengoceh akan membunuh siapapun yang membakar rumah jagalnya.
“Serang dia, Alex! Lakukan dengan cepat, kita harus meninggalkan Kota ini karena kegaduhan yang kita buat mungkin telah terdeteksi oleh Polisi Lemurian,” kata Bonar yang belum ingin berkonfrontasi secara langsung dengan Militer Lemurian karena ia ingin membangun Sekutu yang lebih besar lebih dulu.
Alex menyeringai nakal dan membuka kaca mata hitamnya. “Makan ini, Laser Api!”
Lerenia berwajah masam karena Alex tampak menikmati momen membunuh orang dari Ras Lemuriannya. Namun, ia tidak melarang perbuatan Alex, karena tujuan Bonar sudah jelas ingin menghancurkan Bangsa Lemurian dan kembali ke Bumi.
Laser-Laser Api melesat ke dalam kobaran Api, sehingga Bul terpental oleh Laser Api itu.
“Sial! Sakit sekali!” gerutu Bul yang ditimpa puing-puing bangunan yang tengah terbakar dan dia kini berada di dalam kamar. “He-he-he manusia bodoh itu malah membantuku mendapatkan mangsa!”
Bul sangat senang dan menoleh ke arah tempat tidur. Namun, tak wanita ternak itu sudah tak ada di sana.
“Ke-ke mana dia?”
Bul panik. Cuma dia satu-satunya cara menyelamatkan dirinya dari amukan liar ternak-ternak di luar.
Hinata kebingungan, tangan besar yang terbuat dari berbagai logam membawanya terbang keluar dari kobaran api yang hampir membuatnya tewas. Saat tangan logam itu berhenti terbang, dia melihat sosok Pria tampan berwajah Asia Tenggara sedang melayang di udara dengan sayap putih bagaikan Malaikat dalam cerita fantasi di punggungnya.
Bonar tahu ia sedang diperhatikan oleh wanita cantik berwajah ketimuran itu dan ia segera tersenyum hangat ke arah Hinata. “Konichiwa ....” sapanya, padahal ia tak tahu wanita cantik ini berasal dari mana; Jepang, Korea atau China. Namun, sebagai mantan Wibu, ia tahu beberapa kosakata Jepang karena sering menonton Anime.
Hinata tersenyum mendengarnya dan berkata dalam bahasa Jepang yang membuat wajah Bonar mengkerut karena ia tak mengerti apa yang Hinata katakan.
Hinata tahu lawan bicaranya tampak linglung dan segera berkata dalam bahasa Inggris sembari tertawa terkekeh-kekeh.
“Maaf aku bercanda, padahal beberapa detik yang lalu aku merasa seperti berada di Neraka keputusan asaan he-he-he ...,” kata Hinata—kemudian ia membungkukkan badannya. “Perkenalkan Aku, Hinata Ozawa, umur 17 tahun, pelajar SMA dari Osaka, Jepang.”
“Aku adalah Bos, Kriminal paling dicari Bangsa Lemurian, Bonar Syamsuddin Siregar. Pria tampan pengangguran dari Indonesia he-he-he ... panggil saja aku Onii-chan mulai sekarang, karena aku suka menjaga gadis-gadis cantik seperti kalian!” canda Bonar sembari melirik Lerenia yang berwajah masam.
Hinata hanya tertawa mendengar candaan Bonar dan ia tahu Bonar pasti seorang Wibu ketika Bumi masih damai. Namun, ia kebingungan kenapa wanita Lemurian mau bekerjasama dengan Bonar dan berpikir mungkin karena kekuatan besar yang dimilikinya—sehingga wanita Lemurian itu mau tak mau terpaksa menjadi bawahannya.
“Ya, setidaknya aku aman bersama sesama manusia. Menjadi budaknya lebih baik daripada menjadi budak Bangsa Lemurian yang menjijikkan itu!” Hinata langsung teringat hampir diperkosa oleh Bul.
Laser Api yang keluar dari kedua mata Alex menghempaskan Bul keluar dari rumah jagal.
“Bos Bonar, cepat bantu Alex! Api biru dari Lemurian itu lebih kuat darinya, sehingga Alex tak akan mampu membunuhnya!” seru Lerenia takut Polisi Lemurian akan mendekati mereka.
Hinata terkejut mendengar ucapan Wanita Lemurian di sebelahnya itu, karena tak menyangka dia tega untuk mengusulkan sesama Ras-nya dibunuh.
“Baiklah heroinku,” sahut Bonar yang membuat wajah Lerenia bertambah masam.
“Siapa yang mau menjadi heroinmu, Manusia busuk!” gerutu Lerenia, tetapi Bonar hanya tersenyum nakal menatapnya.
Hinata ikut tersenyum dan merasa Bonar mungkin adalah Bos yang baik—sehingga ia yang awalnya ragu-ragu untuk bergabung dengannya memutuskan akan mengikuti Bonar ke mana pun ia pergi dan menjadi Pedangnya di sama depan.
Bonar mengendalikan pasir di sekitar mereka dan kumpulan-kumpulan pasir itu terbang ke arah Bul yang langsung berusaha membakarnya dengan Api birunya. Namun, usahanya sia-sia saja karena pasir tak bisa dibakar.
“Bos, kenapa Anda ikut campur?” tanya Alex yang masih bersemangat melawan Bul.
“Kita terlalu lama bermain-main di sini!” sahut Bonar yang langsung mengepal tangannya dan terdengar suara remukan dari tubuh besar Bul serta langsung tewas saat itu juga.
Sirene tanda bahaya Kota Baradal telah meraung-raung yang membuat semua Lemurian bersikap waspada. Pemimpin Suci Bangsa Lemurian telah meminta seluruh Lemurian bersatu melawan Manusia yang hilang kendali di tanah air mereka dan meminta setiap Lemurian yang bertemu ternak tersebut harus berusaha menangkap mereka atau langsung melapor ke Polisi Lemurian terdekat.
Bonar tahu walaupun ia memiliki kekuatan Rataka Yang Agung, tetapi bila melawan musuh yang banyak maka ia akan kalah.
“Masukkan Prajurit Lemurian itu ke dalam Skiif!” seru Bonar pada Alex. “Lerenia... kamu bisa kan mengemudi Pesawat Alien ini?”
“Alien?” Lerenia tak mengerti apa yang dimaksud oleh Bonar. “Tentu aku bisa mengendarai Skiif ini,” katanya lagi segera melangkah ke dalam Skiif.
“Alien adalah ras asing yang berasal dari luar Bumi,” sahut Hinata segera mengikuti Lerenia.
“Oh, maksudnya kami itu adalah Alien bagi Manusia!” kata Lerenia duduk di kursi kemudi yang menampilkan layar virtual.
Hinata, Alex dan Bonar memperhatikan Lerenia yang sedang menekan dengan jari telunjuknya pada abjad aneh Bangsa Lemurian.
Skiif segera bergerak dan pesawat terbang itu langsung menghilang dari Kota Baradal.
...***...
Tiga Skiif dan ratusan Nie mendarat di dekat rumah jagal yang tengah terbakar.
“Kita terlambat, ya?” kata Walikota—Kota Baradal yang turun secara langsung begitu mengetahui kalau ada Manusia yang berbuat kerusuhan di kotanya.
“Mungkin mereka kabur beberapa menit yang lalu mengendarai Skiif!” sahut Polisi Lemurian yang melakukan olah TKP.
“Tindakan mereka makin berbahaya saja, aku berharap Pemimpin Suci lebih baik menerjunkan Militer terkuat kita saja mengejar mereka. Aku juga yakin satu tahun lagi, mereka pasti akan melakukan perlawanan balik pada kita dan sudah terlambat bagi kita menyesalinya karena membiarkan mereka berkembang,” kata Walikota sembari menghela nafas panjang.
“Aku akan menyampaikan saran Walikota pada Menara Harapan!” sahut Polisi Lemurian yang setuju dengan pendapat Walikota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Kangee
dengan pdnya🤦🤦🤦🤣
2023-11-02
1
mas kus
lanjutkan bang... mantap ceritanya
2022-08-29
2
Sipitung
kenapa sih sekarang selalu banyak iklan ya?
2022-07-02
1