Jenderal Randal memperhatikan dengan seksama data yang diberikan oleh bawahannya tentang proses penaklukan Planet yang didefinisikan sebagai Planet B-005, seulas senyum terpancar dari sudut bibirnya karena hanya dalam kurun waktu satu hari saja—hampir seluruh Planet itu telah ditaklukkan.
Notifikasi pesan masuk muncul di layar Virtual di hadapannya dan Jenderal Randal segera membaca pesan tersebut.
“Padahal dari dulu aku mengusulkan untuk membunuh semua ternak dan mengawetkan tubuh mereka di mesin pendingin saja. Namun, Pemimpin Suci terlalu rendah hati sehingga kini para ternak itu malah ngelunjak dan melakukan huru-hara di Lemurian!” gumamnya kesal.
Jenderal Randal adalah Jenderal paling kejam terhadap musuh Bangsa Lemurian dan memimpin Pasukan Khusus terkuat yang terdiri dari para Lemurian dengan Sihir hebat, bukan mengandalkan teknologi tinggi seperti Pasukan lain.
“Lori! Suruh semua Prajurit Lemurian Divisi ke-13 kembali ke Menara Kutukan, ada tugas khusus dari Pemimpin Suci untuk kita!” seru Jenderal Randal pada asistennya—Lori, Lemurian terkuat di Divisi ke-13.
“Apakah situasi sudah tak sanggup di tangani oleh Polisi—sehingga kita harus turun tangan, Jenderal?” tanya Lori—penasaran dengan situasi di negerinya.
“Bukan tak sanggup, tapi mereka kurang berpengalaman di medan Perang—sehingga mudah dikelabui ternak-ternak liar itu!” sahut Jenderal Randal dengan senyum tipis terpancar dari sudut bibirnya.
...***...
Lerenia kebingungan ke mana tujuan mereka berikutnya karena Bonar juga tak tahu harus pergi ke mana, sebab yang ada dipikirannya hanya mengumpulkan Manusia sebanyak-banyaknya agar ia memiliki kekuatan melawan Bangsa Lemurian.
“Saat aku berada di laboratorium Pangkalan Militer Kota Baradal, Aku mendengar percakapan Prajurit Lemurian yang mengatakan ada ternak-ternak liar di tanah terlarang. Namun, aku tidak tahu di mana tempat yang mereka maksud itu!” seru Hinata karena mereka hanya terbang lurus saja—tanpa mengetahui ke mana tujuan selanjutnya.
Bonar tersenyum cerah dan menatap Lerenia yang sedang minum teh hangat—sedangkan Skiif dalam mode kemudi otomatis.
“Tanah terlarang itu sangat jauh, kira-kira dari Jakarta ke Tokyo lah bila dibandingkan dengan jarak Kota di Bumi!” sahut Lerenia.
“Hah, itu dekat namanya! Palingan cuma setengah Jam saja bila Skiif ini dalam mode kecepatan tinggi!” gerutu Bonar—karena cara berbicara Lerenia seperti perjalanan yang sangat lama saja.
Seulas senyum terpancar dari sudut bibir Lerenia karena berhasil mengelabui Bonar. Dia segera duduk di kursi kemudi dan mengganti kemudi Skiif ke manual, lalu menekan tombol kecepatan cahaya.
“Ketika kita memasuki tempat itu, Aku berharap kalian tidak bertingkah sok hebat atau menantang orang-orang di sana, karena tempat itu adalah satu-satunya tempat tanpa hukum di Planet Lemurian ini dan banyak Ras buangan yang tinggal di sana juga,” kata Lerenia—takut Bonar malah menjadikan tanah terlarang menjadi musuhnya juga. “Bersiap-siap juga kita akan dihadang oleh Prajurit Lemurian yang berjaga di perbatasan. Biasanya mereka akan menembakkan Roket berhulu Nuklir pada Skiif yang melintas tanpa menggunakan dokumen resmi.”
“Masalah itu serahkan saja pada Bosmu ini!” sahut Bonar dengan percaya diri—karena setiap benda yang terbuat dari Logam pasti mampu ia kendalikan menggunakan Mantera Sihir Controller.
Bonar kemudian duduk di sebelah Lerenia, sementara Alex memilih tidur dan Hinata hanya berdiam diri saja—karena kekuatan Sihirnya belum pulih akibat di Vaksin Zero oleh militer Lemurian sehingga dirinya kini sama saja dengan Manusia biasa yang belum berevolusi.
Layar Virtual di depan Bonar menunjukkan tanda merah—pertanda ada Roket berhulu nuklir sedang mengarah ke Skiif mereka.
Hinata langsung panik dan berkata, “Bos Bonar! Apakah kamu beneran bisa menghalau Roket itu?”
“Tenang saja, Onii-chan tak akan membiarkanmu terluka lagi he-he-he ....” Bonar malah bercanda dan mengepal tangannya. “Controller!”
Roket berhulu nuklir tersebut berhenti melaju, sehingga Prajurit Lemurian yang sedang memantau Radar di Pos jaganya terkejut melihatnya, dan mereka segera menembakkan Sepuluh Roket berhulu nuklir sekaligus—karena mereka curiga Lemurian yang berada di Skiif adalah buronan tingkat tinggi.
Hinata makin panik, tetapi tiba-tiba Sepuluh Roket berhulu nuklir itu juga berhenti melaju ketika akan mendekati Skiif mereka.
“Aku akan memberikan pertunjukan kembang api pada mereka he-he-he ...,” canda Bonar dan Sebelas Roket berhulu nuklir tersebut menghantam Pos jaga Militer Lemurian.
Skiif terguncang sedikit, karena ledakan nuklir yang terjadi di Pos jaga Militer Lemurian sangat mengerikan. Itu Sepuluh kali lebih besar dari ledakan bom atom yang terjadi di Kota Hiroshima.
Lerenia menggelengkan kepala, aksi yang ditunjukkan oleh Bonar terlalu berlebihan sekali karena Polisi Lemurian pasti sudah mencurigai pelakunya adalah mereka.
Lima menit kemudian Skiif mendarat di hanggar yang berada di luar tanah terlarang dan di sana tidak diperbolehkan Skiif maupun Nie melaju. Itu adalah aturan yang dibuat oleh Gangster Zero Nine, penguasa tanah terlarang.
Bonar tercengang melihat ada makhluk asing selain Lemurian sedang berdiri di pintu masuk tanah terlarang. Makhluk asing itu mirip Hobgoblin dalam cerita fantasi.
“Selamat datang di hanggar Gangster Zero Nine... berapa lama Skiif kalian akan terparkir di sini?” tanya Wanita Lemurian cantik berkulit gelap seperti para Lemurian pada umumnya yang mirip dengan Dark Elf.
“Hanya setengah hari saja,” sahut Lerenia. “Apakah kami bisa membeli beberapa informasi juga?” Lerenia yakin Gangster Zero Nine yang paling mengetahui apa yang terjadi di tanah terlarang.
“Parkir setengah hari 1000 Tael Emas dan informasi apa yang kalian butuhkan?” Wanita Lemurian itu segera memunculkan Layar Virtual untuk mencari informasi yang dibutuhkan kliennya tersebut.
“Manusia!” sahut Lerenia.
Namun, ekspresi wajah wanita Lemurian itu langsung mengkerut masam, dia seperti tidak ingin menjual informasi tentang manusia.
“Kalau Anda tak memiliki informasi tentang mereka, ya... tak apa! Kami akan mencari informasi itu di tanah terlarang saja!” goda Lerenia agar Wanita Lemurian itu menyangka mereka sebenarnya tidak terlalu membutuhkan informasi tersebut.
“Baik-baik! Aku memiliki informasi tentang manusia, tapi sangat mahal!” sahut Wanita Lemurian dan Lerenia langsung menoleh ke arahnya. “5000 Tael Emas untuk informasi satu Manusia saja!”
“Cih, mahal sekali!” keluh Lerenia merasa seperti dirampok saja.
“Tentu saja informasi tentang ternak itu sangat mahal, karena daging mereka sangat enak, lo!” Wanita Lemurian itu menjulurkan lidahnya sembari melirik Hinata Ozawa yang langsung mengkerut keningnya dan bulu kuduknya langsung berdiri setelah mendengar ucapannya.
“Baiklah aku akan mentransfernya... cepat katakan di mana kami menemukan Manusia itu?” Lerenia memberikan 5000 Tael Emas lagi pada Wanita Lemurian itu.
“Rumah bertulisan 099 di jalan Pelacuran Succubus” sahut Wanita Lemurian dengan senyum cerah. “Jangan lupa kalian puaskan sikecil itu di sana he-he-he... Succubus itu cantik-cantik dan goyangannya sangat mantap!” bisiknya pada Bonar.
Walaupun ini pertama kalinya Lerenia menginjakkan kaki di tanah terlarang, tapi ia sudah tahu kalau jalan Pelacuran Succubus itu tempat pelacuran terbesar di Planet Lemurian dan menjadi sumber pendapatan utama dari Gangster Zero Nine.
Succubus-Succubus malang itu juga dipaksa melakukan pekerjaan kotor itu setelah negeri mereka dihancurkan oleh Bangsa Lemurian.
Bonar, Alex, Hinata dan Lerenia segera melewati pintu masuk ke dalam tanah terlarang tanpa melakukan penyamaran—karena tempat ini bebas untuk semua Ras manapun, tapi Anda harus memiliki uang dan bila tak memiliki uang maka akan berakhir menjadi budak Gangster Zero Nine selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mas kus
daerah terlarang kecuali yg punya uang
2022-08-29
1
Magri Aditya
nice
2022-07-04
0
Wedus Gembel
gemblung
2022-06-28
1